Aksi mahasiswa kembali menyorot isu lingkungan tambang. Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan risiko limbah dan pembangunan fasilitas industri yang dinilai berpotensi berdampak bagi warga sekitar.
Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Tengah berunjuk rasa di depan PT Citra Palu Minerals di Palu, Selasa (17/2/2026), menyoroti dugaan risiko limbah tambang.
Aksi berlangsung di kawasan Jalan Soekarno Hatta sebagai bentuk peringatan sekaligus kontrol sosial mahasiswa terhadap aktivitas industri yang dinilai perlu diawasi ketat.
Sorotan Risiko Lingkungan Tambang
Peserta aksi menyoroti pembangunan kolam lindih atau leach pad. Fasilitas tersebut dianggap berpotensi menjadi ancaman ekologis bila tidak dikelola dengan standar keamanan tinggi dan pengawasan transparan.
Ketua DPD IMM Sulteng, Adityawarman, menegaskan mahasiswa tidak menolak investasi. Namun, ia menilai keselamatan lingkungan dan masyarakat harus menjadi prioritas utama perusahaan maupun pemerintah.
Menurutnya, aktivitas industri wajib memenuhi prinsip tanggung jawab lingkungan. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan limbah dan sistem keamanan kolam lindih harus terbuka agar publik dapat memantau.
Kekhawatiran Dampak bagi Warga
Mahasiswa juga menyoroti potensi dampak bagi warga sekitar wilayah operasional, khususnya masyarakat di Tondo. Mereka menilai risiko kebocoran fasilitas dapat memengaruhi kualitas tanah dan sumber air.
Koordinator lapangan aksi, Mursalim, menyatakan kegiatan pertambangan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menilai kelalaian pengawasan dapat berujung pada kerugian masyarakat.
IMM menegaskan aksi tersebut bertujuan mengingatkan semua pihak agar standar keselamatan lingkungan dijalankan secara konsisten. Mereka berharap pengawasan dilakukan berlapis untuk mencegah potensi masalah sejak dini.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar