Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta melantik jajaran pengurus Organisasi Wilayah periode 2026–2031 di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Mengusung tema "Saudagar Muslim Kuat Ekonomi, Bermanfaat untuk Negeri", kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ISMI, Dr-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, MBA. Momentum itu juga menjadi ajang penguatan kolaborasi ISMI dengan Istiqlal Global Fund (IGF) untuk mempercepat pemberdayaan UMKM.
Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF), Ahsanul Haq yang akrab disapa Anol, menjelaskan kerja sama kedua lembaga dibangun di atas tiga pilar utama, yakni bisnis, filantropi, dan dakwah. Sinergi tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang memanfaatkan peran masjid sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus pengembangan masyarakat.
Masjid Istiqlal Dikembangkan sebagai Pusat Muamalah
Menurut Anol, Masjid Istiqlal tidak hanya sebagai pusat ibadah maghdah atau utama tapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang aktivitas muamalah yang mendukung pengembangan usaha. Berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari ruang diskusi bisnis, sarana olahraga, hingga area kuliner yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha membangun jejaring dan kolaborasi.
Selain itu, IGF bersama ISMI juga mengembangkan Istiqlal EV Community sebagai komunitas pengguna kendaraan listrik. Inisiatif tersebut didukung keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil dan rencana pembangunan SPKLU khusus motor listrik. Kawasan Istiqlal juga akan dilengkapi ruang terbuka, coffee shop, serta Podcast Corner untuk mempertemukan para pelaku usaha dan berbagi pengalaman bisnis.
Fokus Pendampingan Legalitas dan Sertifikasi Halal
Menjawab pertanyaan mengenai program lanjutan bagi UMKM, Anol mengatakan tantangan terbesar adalah membantu pelaku usaha memenuhi legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), izin BPOM, serta sertifikat halal.
"Di Masjid Istiqlal kami telah membentuk Istiqlal Halal Center yang membantu menerbitkan sertifikat halal secara gratis bagi pelaku usaha mikro. Dalam empat tahun terakhir sudah lebih dari 7.000 sertifikat halal diterbitkan," ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan ISMI dan Istiqlal akan memperkuat proses kurasi agar bantuan tepat sasaran bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Pendampingan tidak hanya mencakup sertifikasi, tetapi juga edukasi mengenai tahapan membangun usaha, tata kelola bisnis, hingga pelatihan teknis seperti higiene pangan.
Saat ini, sebanyak 52 UMKM telah menjadi binaan Istiqlal sebagai proyek percontohan. Program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar