Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta resmi melantik jajaran pengurus Organisasi Wilayah (Orwil) periode 2026–2031 di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Mengusung tema "Saudagar Muslim Kuat Ekonomi, Bermanfaat untuk Negeri", kepengurusan baru menegaskan komitmennya memperkuat pelaku UMKM melalui program lingkungan, pendampingan sertifikasi halal, serta penguatan kolaborasi usaha sebagai respons terhadap tantangan ekonomi.
Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ISMI DKI Jakarta, Rhesa Yogaswara, S.Si., M.M., M.F., mengatakan pengurus baru akan menyelaraskan berbagai program organisasi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama di bidang pengelolaan sampah dan ekonomi berkelanjutan.
Jakarta Green Jadi Program Prioritas
Rhesa menjelaskan Pemprov DKI Jakarta kini memperketat kebijakan pengelolaan sampah dengan membatasi sampah yang dapat dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang hanya untuk sampah residu.
"Kita sebagai pengusaha menyambut baik program itu. Nanti akan kita buat program-program yang berkaitan dengan sociopreneur. Semangat halalan thayyiban sangat relevan dengan gerakan tersebut," ujar Rhesa kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/07/26).
Menurutnya, ISMI DKI akan mendorong gerakan Jakarta Green sebagai salah satu program unggulan yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendampingan Sertifikasi Halal untuk UMKM
Selain isu lingkungan, ISMI DKI juga akan memperkuat pendampingan legalitas usaha, khususnya sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Rhesa menegaskan kewenangan penerbitan sertifikat halal tetap berada di bawah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Namun, ISMI bersama unsur Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) siap menjadi penghubung bagi pelaku usaha yang mengalami kendala administrasi.
"Yang bisa kami lakukan adalah menjadi jembatan komunikasi agar pelaku UMKM lebih mudah mendapatkan pendampingan dalam proses sertifikasi halal," katanya.
Sinergi Dinilai Jadi Kunci Hadapi Ekonomi Lesu
Menanggapi kondisi ekonomi yang melambat dan meningkatnya beban usaha, Rhesa menilai kolaborasi menjadi strategi paling realistis bagi para saudagar muslim dan pelaku UMKM.
Menurutnya, pelaku usaha tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan kemampuan masing-masing. Karena itu, ISMI akan memperkuat jejaring antarpengusaha agar tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.
"Pengusaha harus saling bergandengan tangan, membangun sinergi dan kolaborasi. Kalau hanya mengandalkan kekuatan sendiri tentu akan terasa sangat berat," ujarnya.
Target Bangun Bank Sampah di Seluruh Kota Jakarta
Sebagai bagian dari program lingkungan, ISMI DKI juga berencana memperluas pengembangan Bank Sampah dengan melibatkan komunitas, pemuda, hingga mahasiswa melalui koordinasi di tingkat kota.
Rhesa mengungkapkan dirinya telah mengelola Bank Sampah di kawasan Petamburan dan ingin memperluas model tersebut ke wilayah lain.
"Targetnya mungkin sekitar lima unit Bank Sampah di setiap kota di DKI Jakarta. Nanti pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama pengurus tingkat kota agar program berjalan efektif," katanya.
Selain pengembangan Bank Sampah, ISMI DKI memastikan program pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas UMKM tetap menjadi agenda rutin selama masa kepengurusan 2026–2031.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar