Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Masa Indah Berbulan Madu dalam Sistem Demokrasi

Ilustrasi | Sumber : Net

Duta Nusantara Merdeka |

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pengamat Politik)

Setiap manusia pada umumnya mengalami masa indah dalam hidupnya. Terlebih buat pengantin baru dikenal ada istilah “Masa Bulan Madu”, dimana bulan manawarkan segenap keindahan di malam hari, dan madu mengilustrasikan rasa yang manis dan menyehatkan. Itulah masa – masa indah berbulan madu, seolah – olah setiap malam yang dilalui oleh para pengantin baru selalu berhiaskan keindahan dan kemanisan.

Begitupun dalam realitas politik kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada masa – masa seperti berbulan madu, yaitu masa terindah dalam serangkaian proses demokrasi, tepatnya pada masa kampanye. Bagaimana tidak indah dan manis ? Mungkin semua partai dan caleg menawarkan tentang keindahan bagi rakyatnya.

Semua menawarkan janji dan komitmen untuk mensejahterakan rakyatnya. Semua janji dan mimpi indah disampaikan. Tidak sedikit rakyat yang terbangun konstruksi berfikir tentang keindahan, namun realitasnya seringkali menerima tidak seperti apa yang sudah dijanjikan.

Secara teoritis seharusnya rakyat itu senang, bahagia dan sejahtera. Kenapa ? Karena tidak ada satupun partai atau caleg yang menjanjikan kesengsaraan, kemiskinan dan penderitaan. Meskipun realitasnya agak sedikit berbeda, tentu persoalan lain.

Jadi yang menarik untuk direnungi adalah tatkala semua elemen calon pemimpin di berbagai strata berjanji untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat di lingkungannya, namun faktanya tidak seperti itu, lalu salahnya dimana ? Apakah salah saat memberi janji ? Apakah komitmen kerakyatan yang tidak kuat ? Apakah karena ada situasi lain di luar kuasanya ? Atau karena ada alasan lain yang tidak bisa diuraikan dengan kata – kata ?

Pesantren, kampung – kampung kumuh, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh organisasi, dan berbagai komunitas yang selama ini jarang tersentuh, mendadak ramai dikunjungi. Silaturahmi yang biasanya sulit karena tidak ada waktu, mendadak semua jadi punya waktu untuk bersilaturahmi dan tentu “meminta untuk direstui”. Perilaku dan ucapannya tiba – tiba banyak yang begitu simpatik dan penuh empati. Itulah masa indah berbulan madu dalam sistem demokrasi.

Bagaimana rakyat tidak senang, mereka yang selama ini sibuk di Ibukota, tiba – tiba banyak turun ke bawah. Menyambangi satu rumah ke rumah lainnya. Berbagai program tiba – tiba bermunculan, mulai dari pengobatan gratis, bedah rumah, renovasi gedung, membuat lapangan olah raga, dan lain – lain.

Seandainya itu semua benar – benar keluar dari lubuk hati yang paling dalam dan dilakukan secara konsisten tentu sangat baik sekali. Namun sayang masyarakat sudah menyadari bahwa tidak sedikit mereka yang datang kepada masyarakat hanya untuk membeli hati saat masa kampanye saja, tetapi setelah masa berbulan madu selesai maka tibalah dalam kehidupan rumah tangga berbangsa yang sesungguhnya. Jangankan mengunjungi atau membela rakyat, rakyatnya pun mungkin sudah terlupakan karena berbagai kesibukan dan sejuta alasan lainnya.

Sungguh menarik untuk menyimak dan mengkaji perilaku politik dalam sistem demokrasi ini. Hanya untuk memperoleh kepercayaan atau amanah, banyak orang rela mengeluarkan uang-nya untuk membeli “Amanah”, tapi setelah amanah ia miliki belum tentu setiap orang tahu bagaimana cara menggunakan amanah itu. 

Bahkan sangat mungkin ada yang “mengkhianati” amanah yang sudah ia miliki. Contoh fakta konkritnya adalah tidak sedikit Pemimpin daerah atau anggota legislatif yang terjerat kasus korupsi. Bukankah ini salah satu contoh riil dari pengkhianatan atas amanah yang telah diberikan oleh rakyatnya sendiri.

Lalu jika suatu amanah ia peroleh dengan mengeluarkan sejumlah uang, apa tidak mungkin ia akan terus mencari pundi – pundi keuangan untuk “mempertahankan amanahnya ?”. Amanah yang sejatinya merupakan kata yang mulia, suci dan berat pertanggungjawabannya, ternyata sering disimplikasi menjadi barang dagangan yang bisa diperjualbelikan.

Kajian ekonominya berhitung untung dan rugi. Berapa modal yang harus dikeluarkan, kapan akan balik modalnya (break event), dan berapa keuntungan – keuntungan yang akan diperoleh. Kajian feasibility study untuk menilai kelayakan amanah yang seharusnya sebuah kata yang “sakral dan sangat berat” karena akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, kini menjadi kalkulasi untung rugi secara ekonomi.

Jika dahulu seorang sahabat Rasul langsung menangis saat menerima amanah, maka kini orang berebut amanah dengan segala macam cara. Barangkali ada yang keliru dengan sudut pandang tentang amanah saat ini. Sungguh berat pertanggujawaban diri kita sendiri di akhirat nanti, apalagi jika harus dibebani lagi dengan gerbong rakyat yang amanahnya sering dikhianati. 

Semoga tulisan singkat dari pemikiran ini bisa memberi manfaat buat semua calon pemegang amanah. Termasuk memberi manfaat bagi semua rakyat yang akan memberikan amanah-nya. 

Pilihlah pemimpin – pemimpin yang benar – benar amanah, yaitu pemimpin yang bisa konsisten untuk menepati janji kampanye-nya dan benar – benar memiliki tekad yang kuat untuk mensejahterakan rakyatnya. Semoga Indonesia yang kita cintai ini, semakin maju dan sejahtera. **
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini