Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Personel disebar di sejumlah titik strategis seperti Monumen Nasional, Gedung DPR/MPR RI, hingga kantor kementerian pendidikan guna memastikan aksi berjalan aman dan tertib.
Pengamanan Aksi Hardiknas 2026 Diperkuat
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut total kekuatan melibatkan 3.351 personel Polda, 176 dari Polres, serta dukungan tambahan lainnya.
“Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel pelayanan,” ujar Budi dalam keterangannya.
Pengamanan difokuskan pada pendekatan humanis. Polisi diminta mengedepankan komunikasi persuasif agar massa dapat menyampaikan aspirasi tanpa gesekan berarti.
Pendekatan ini bukan hal baru. Dalam beberapa aksi sebelumnya, strategi serupa cukup efektif menekan potensi konflik, meski tetap bergantung pada dinamika massa di lapangan.
Karena itu, arahan internal kali ini cukup jelas: pengamanan bukan sekadar menjaga, tapi juga melayani.
Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan untuk Massa
Selain pengamanan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Skema ini akan diterapkan di kawasan rawan kepadatan seperti Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, dan Gatot Subroto.
Langkah ini penting mengingat aksi Hardiknas biasanya menarik massa besar dan berdampak langsung pada mobilitas warga ibu kota.
Masyarakat diminta menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Polisi juga disiagakan untuk mengurai kemacetan jika terjadi lonjakan massa.
Di sisi lain, peserta aksi diimbau menjaga ketertiban. Polisi menegaskan aksi damai adalah hak konstitusional, namun harus tetap memperhatikan keamanan bersama.
“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang,” kata Budi.
Namun, ia mengingatkan agar peserta tidak membawa benda berbahaya atau mudah terprovokasi. Stabilitas situasi menjadi prioritas utama selama peringatan Hardiknas 2026.
Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan jumlah personel. Kedisiplinan massa dan komunikasi dua arah menjadi faktor yang sama pentingnya.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar