Dharmapala Nusantara melantik Dewan Pengurus Pusat periode 2025–2030 dan menggelar Rakernas di Indonesia, Jum'at (27/02/2026), sebagai tindak lanjut Munas November lalu.
Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Dharmapala Nusantara periode 2025–2030 dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional untuk merumuskan program jangka menengah dan panjang organisasi.
Agenda ini menjadi kelanjutan Musyawarah Nasional pada November sebelumnya, sekaligus menandai periode kedua kepengurusan berdasarkan Surat Ketetapan Nomor 099/TAP/DPP-DN-FABB/II/2026 dengan masa bakti lima tahun.
Fokusnya konsolidasi dan penguatan arah gerak.
Dalam visi yang ditegaskan kembali, Dharmapala Nusantara berkomitmen menjadi kalyana mitta—sahabat sejati—bagi Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, serta majelis-majelis Buddha tanpa sekat sektarian.
Organisasi ini menempatkan tiga misi utama sebagai pijakan kerja: menjaga Dharma, melindungi Dharma, serta memberi perlindungan bagi seluruh umat Buddha di Indonesia.
Ketua Umum Kevin Wu menyebut Rakernas bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum menyatukan barisan dan memperkuat komitmen kebangsaan. Ia juga memperkenalkan jajaran dewan penasehat serta pengurus yang hadir di lokasi acara.
Struktur Kepengurusan dan Ikrar Asta Pranidhana
Untuk periode 2025–2030, Kevin Wu, S.E., M.H. kembali dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Sekretaris Jenderal Christian Louis dan Bendahara Umum Irma Gunawan.
Sejumlah tokoh senior dan perwakilan kementerian, Bhikkhu Sangha, serta unsur masyarakat Buddha turut menghadiri acara tersebut.
Kehadiran mereka menjadi penanda dukungan moral dan sinergi lintas elemen.
Di penghujung acara, seluruh pengurus membacakan Asta Pranidhana Dharmapala Nusantara sebagai ikrar bersama.
Delapan butir komitmen itu menegaskan kesetiaan kepada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan UUD 1945; kesetiaan pada Buddha, Dhamma, dan Sangha; hingga tekad menjaga keluhuran nilai universal dan menyingkirkan ego pribadi demi kepentingan bangsa dan Dharma.
Ikrar dibacakan lantang, disambut tepuk tangan hadirin.
Kevin Wu menutup forum dengan harapan agar tekad tersebut menjadi landasan pengabdian organisasi bagi Buddha Dharma, masyarakat, bangsa, dan negara dalam lima tahun mendatang.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar