Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur menggelar deklarasi dukungan agar Polri tetap berada langsung di bawah komando Presiden di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Langkah ini diambil menyusul munculnya wacana reformasi Polri yang ingin menempatkan korps bhayangkara tersebut di bawah kementerian.
Bagi para pemuda dari wilayah timur Indonesia, posisi Polri saat ini merupakan pakem konstitusional yang tidak boleh diganggu gugat.
Ketua Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menegaskan bahwa independensi Polri adalah kunci utama profesionalitas.
Ia menilai, menempatkan Polri di bawah kementerian justru akan membuka celah intervensi politik praktis yang berbahaya.
Menolak Intervensi Politik Sektoral
Dalam naskah deklarasi yang dibacakan, Presidium Pemuda Timur yang menghimpun pemuda dari Papua hingga Sulawesi ini menyatakan setia pada amanah UUD 1945.
Mereka berpendapat bahwa Polri harus tetap menjadi alat negara yang fokus pada keamanan masyarakat tanpa diskriminasi.
"Posisi Polri di bawah Presiden adalah harga mati untuk menjaga netralitas," ujar perwakilan massa saat membacakan poin deklarasi.
Pihaknya menolak keras wacana pemindahan struktur tersebut karena khawatir Polri akan dijadikan alat politik kekuasaan sektoral oleh golongan tertentu.
Intervensi semacam itu dianggap dapat merusak marwah institusi yang saat ini tengah bertransformasi menuju Polri Presisi yang lebih modern.
Simbol Kehadiran Negara di Wilayah Timur
Selain isu netralitas, stabilitas keamanan di wilayah Timur Indonesia menjadi alasan krusial penolakan tersebut.
Bagi masyarakat di Papua, Maluku, hingga NTT, komando langsung dari Presiden memberikan kepastian tindakan yang cepat dan taktis.
Alur birokrasi kementerian yang berbelit-belit dikhawatirkan akan menghambat respon Polri terhadap dinamika di daerah.
Oleh karena itu, Pemuda Timur menyatakan diri sebagai benteng pertahanan bagi institusi Polri dari upaya pelemahan struktural.
Acara ditutup dengan doa lintas agama dan buka puasa bersama sebagai refleksi di bulan suci Ramadan untuk memperkuat persatuan nasional.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar