Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus meninjau pembangunan 106 hunian tetap bagi korban banjir di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Rabu (25/2/2026).
Pemerintah memastikan rehabilitasi pascabanjir Aceh Utara berjalan berkelanjutan, termasuk pembangunan 104 huntap, masjid, dan balai pertemuan bagi warga terdampak.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus, turun langsung memeriksa progres pembangunan 106 unit bangunan di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.
Rinciannya meliputi 104 hunian tetap (huntap), satu masjid, serta satu balai pertemuan yang disiapkan bagi warga terdampak banjir.
“Kita bekerja agar masyarakat yang terkena musibah bisa kembali hidup normal. Bukan hanya menerima huntap, tetapi juga memulihkan kehidupan mereka sebagai nelayan,” ujar Lodewijk di lokasi, Rabu (25/2/2026).
Komitmen Pemulihan Berkelanjutan
Menurut Lodewijk, kehadirannya merupakan bagian dari komitmen pemerintah memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terarah serta memberi manfaat nyata bagi warga.
Negara, kata dia, tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemulihan harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar kembali hidup produktif dan bermartabat.
Karena itu, penyediaan hunian tetap, masjid, dan balai desa dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus kerentanan sosial dan ekonomi pascabencana.
Ia meminta seluruh jajaran yang terlibat bekerja dengan tanggung jawab dan integritas, seraya menegaskan pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik.
“Ini tentang membangun kembali kehidupan dan memperkuat ketahanan masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah dan TNI
Lodewijk juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara, jajaran Forkopimda, serta Danrem 011/Lilwangsa atas dukungan dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan dan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto.
Komandan Korem 011/Lilwangsa Kolonel Inf Ali Imran menyatakan pihaknya siap membantu penyelesaian pembangunan hingga penghijauan kawasan.
“Kami siap mendukung agar masyarakat dapat kembali tinggal dan beraktivitas secara normal,” kata Ali Imran.
Pembangunan 106 unit tersebut diharapkan menjadi contoh praktik baik rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah lain di Indonesia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar