Kebiasaan memencet jerawat kerap dianggap sepele. Namun sebuah kasus di China timur menunjukkan, tindakan kecil itu dapat berujung pada kondisi medis yang serius.
Seorang pria bernama Chen, warga Provinsi Jiangsu, dilaporkan mengalami demam tinggi dan pembengkakan di area mulut setelah memencet bintik merah yang tampak seperti jerawat.
Gejala tersebut muncul tak lama setelah jerawat di dagunya dipencet. Awalnya, Chen mengira kondisi itu tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.
Namun kondisinya justru memburuk. Infeksi yang bermula di sekitar mulut dilaporkan menjalar dan mulai memengaruhi fungsi paru-parunya.
Media lokal menyebutkan, Chen kemudian didiagnosis menderita pneumonia ganda. Kondisinya dinilai kritis dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh Jiangsu Television pada Selasa, 12 Januari 2021, dan kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional.
Chen diketahui tinggal di Kota Changzhou, Jiangsu. Gejala awal berupa demam dan kesulitan bernapas muncul pada awal Desember, tak lama setelah insiden memencet jerawat itu.
Selain demam, bagian mulut Chen dilaporkan mengalami pembengkakan dan kemerahan yang cukup parah. Kondisi tersebut membuat keluarganya panik.
Istri Chen, Tian, mengatakan dirinya sempat memperingatkan suaminya agar tidak memencet jerawat tersebut. Ia mengingat pengalaman serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
“Dia memiliki jerawat di dagu. Saya sudah melarangnya memencet, karena dia pernah melakukan hal serupa,” ujar Tian kepada media setempat.
Melihat kondisi Chen yang terus memburuk, Tian akhirnya membawa suaminya ke First People’s Hospital di Changzhou untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini kembali mengingatkan risiko infeksi serius akibat luka terbuka di area wajah. Para tenaga medis kerap mengimbau masyarakat agar tidak memencet jerawat secara sembarangan.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar