Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) bersama PMI DKI Jakarta menggelar aksi donor darah di Jakarta Barat, Sabtu (7/3/2026), demi menjaga pasokan selama Ramadan.
Langkah kemanusiaan ini secara spesifik menargetkan pengumpulan 350 kantong darah. Kegiatan sosial ini dipandang sangat krusial di tengah momentum bulan suci.
Tujuannya sangat jelas, yakni membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah ibu kota. Saat puasa, angka partisipasi pendonor umumnya menurun drastis.
Bulan Ramadan sejatinya menjadi momen refleksi diri bagi umat beragama. Momentum ini dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Antisipasi Penurunan Stok Darah Saat Puasa
Ketua ICATI Jakarta, Simon Hu, menegaskan komitmen teguh organisasinya. Mereka sengaja memilih waktu pelaksanaan kegiatan pada pertengahan bulan Ramadan.
"Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, jumlah pendonor darah biasanya minim," ujar Simon. Kondisi kritis ini kerap menyulitkan pihak PMI.
Kekurangan stok darah sering kali menjadi ancaman serius bagi keselamatan pasien. Karena itu, alumni institusi pendidikan Taiwan ini tergerak turun tangan.
Sebagai bentuk konsistensi, ICATI rutin mengadakan bakti sosial donor darah dua kali setahun. Salah satu agendanya selalu difokuskan pada bulan puasa.
Agenda kemanusiaan yang memasuki edisi ketujuh ini diketuai oleh Iwan Purnama. Ia meneruskan tongkat estafet inisiatif mulia dari para pendahulunya.
"Selama ini ICATI Jakarta berkomitmen mengadakan donor darah dua kali setahun," papar Iwan saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.
Menurut Iwan, jadwal donor darah berikutnya biasanya berjarak enam bulan. Pelaksanaan tahap kedua tersebut diperkirakan jatuh pada bulan September mendatang.
Kolaborasi yang solid dengan PMI menjadi kunci kelancaran acara kemanusiaan ini. Kuota 350 kantong darah disesuaikan dengan kapasitas logistik harian PMI.
Apresiasi Tinggi bagi Pahlawan Pendonor Rutin
Wakil Sekretaris PMI DKI Jakarta, Bambang Sutarno, menyambut baik antusiasme peserta. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan kantong darah di Jakarta sangatlah tinggi.
Setiap harinya, tercatat ada sekitar 3.000 warga Jakarta yang rutin membutuhkan transfusi darah. Sinergi bersama komunitas penggerak mutlak diperlukan.
Bambang turut menyampaikan apresiasi khusus atas dedikasi Tjendera Limin. Tokoh senior di tubuh ICATI ini tercatat sudah mendonorkan darahnya hingga 72 kali.
"Ini adalah teladan buat kita semua," tegas Simon menambahkan pernyataan Bambang. Ia memprediksi Tjendera bisa mencapai rekor 100 kali donor segera.
Secara medis, setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai vital. Satu kantong darah memiliki potensi besar untuk menyelamatkan tiga nyawa manusia.
Demi memastikan kenyamanan seluruh peserta donor, tim medis PMI telah bersiaga penuh. Sedikitnya 14 tempat tidur disiapkan secara rapi di lokasi.
Tenaga kesehatan yang profesional juga dikerahkan secara optimal. Mereka bertugas mendampingi dan memeriksa kelayakan medis setiap calon pendonor darah secara teliti.
Aksi ini bukan sekadar membantu pemulihan pasien di rumah sakit. Donor darah rutin juga terbukti menyehatkan tubuh melalui regenerasi sel darah.
Mewakili Ketua PMI DKI Jakarta, H. Rustam Effendi, Bambang berharap kolaborasi ini berkesinambungan. ICATI diharapkan terus menjadi mitra strategis yang andal.
Di penghujung acara, para pengurus memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Mereka juga mendoakan kelancaran ibadah puasa bagi umat Muslim hingga Idulfitri.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto













Tidak ada komentar:
Posting Komentar