Pengembangan SDM digital sektor kepelabuhanan Banten memasuki fase baru setelah DPD APKOMINDO Provinsi Banten dan DPD APTIKNAS Provinsi Banten memperkuat kerja sama dengan Kadin Indonesia Institut dan Kadin Pelabuhan. Kolaborasi yang diumumkan dalam forum diskusi di Gedung Kadin Provinsi Banten, Serang, Rabu, 2 Juli 2026, itu diarahkan untuk menopang transformasi digital pelabuhan dan industri di wilayah tersebut.
Langkah ini dinilai penting karena Banten merupakan salah satu simpul maritim nasional dengan dukungan Pelabuhan Merak, Cigading, Bojonegara, serta pelabuhan perikanan di kawasan pesisir. Dalam forum itu, para pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi, dunia usaha, akademisi, BUMN, dan perbankan menekankan perlunya SDM yang siap menghadapi percepatan digitalisasi layanan logistik dan kepelabuhanan.
Tiga Agenda Utama Transformasi
Inisiator forum, Ir. Nazir Danuarta Sudirman, MM., MBA., mengatakan ada tiga agenda yang harus dijalankan bersama, yakni penyatuan visi antar-pemangku kepentingan, penguatan kolaborasi berbasis data dan inovasi, serta memastikan pertumbuhan sektor pelabuhan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Nazir, persaingan pelabuhan kini tidak lagi hanya bertumpu pada infrastruktur, melainkan juga kecepatan layanan, efisiensi logistik, keamanan data, hingga penerapan konsep Green Port, Smart Port, dan Smart Logistics. Ia menegaskan forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret, termasuk peta jalan digitalisasi layanan kepelabuhanan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
MoU, PKS, dan Sertifikasi Kompetensi
Sebagai tindak lanjut, para pihak sepakat menyiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. Ruang lingkupnya meliputi pelatihan, sertifikasi profesi, pengembangan talenta digital, transformasi digital perusahaan, hingga penguasaan AI, IoT, keamanan siber, cloud computing, big data analytics, smart logistics, dan digital supply chain.
Ketua Umum DPP APKOMINDO dan Ketua Umum DPP APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, SH. atau Hoky, menegaskan transformasi digital tidak cukup menghadirkan perangkat teknologi. “Transformasi digital bukan semata-mata menghadirkan perangkat teknologi, melainkan bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan, mengembangkan, mengelola, dan mengamankan teknologi tersebut secara profesional,” ujarnya.
Pelaksanaan sertifikasi akan melibatkan LSP SDM TIK berlisensi BNSP agar peserta tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pengakuan kompetensi nasional. Skema ini diharapkan memperkuat pengembangan SDM digital sektor kepelabuhanan Banten sekaligus meningkatkan daya saing logistik, industri, dan layanan pelabuhan di provinsi tersebut.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar