Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) melalui peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX menggelar Seminar Nasional bertema "Membangun Kedaulatan Pangan Nasional melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian dan Human Capital dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global" di Ruang Dwi Warna Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional sebagai fondasi ketahanan nasional.
Seminar digelar sebagai respons atas meningkatnya tekanan terhadap sistem pangan dunia akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, krisis energi, perubahan iklim, serta pertumbuhan kebutuhan pangan. Kondisi tersebut dinilai menuntut Indonesia membangun sistem pangan yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan
Seminar dibuka Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., hadir sebagai keynote speaker.
Dalam paparannya, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat sistem pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem pangan nasional yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan," ujar Zulkifli Hasan.
Pakar dan Pejabat Bahas Strategi Kemandirian Pangan
Panel pertama menghadirkan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. yang memaparkan transformasi industri manufaktur pertanian. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Mayor (Purn.) H. Ossy Dermawan, B.Sc., M.Sc., membahas strategi konservasi dan konsolidasi lahan pangan.
Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., menyoroti pentingnya mitigasi cuaca ekstrem bagi keberlanjutan produksi pangan. Sementara Kepala BPPSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc., Ph.D., memaparkan optimalisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai penopang kemandirian pangan.
Penguatan SDM dan Industri Pangan
Pada panel kedua, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, B.B.A., M.P.A., menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk demi keberlanjutan produksi pangan. Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., mengulas transformasi sumber daya manusia berbasis teknologi dan mekanisasi pertanian.
Adapun petani milenial Ella Rizki Farihatul Maftuhah, S.Si., M.Sc., menyampaikan pentingnya kolaborasi industri pangan bersama generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Seminar ini merupakan kontribusi intelektual peserta P4N LXIX Lemhannas RI untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan pangan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menghadapi dinamika geopolitik global.
Lemhannas menegaskan bahwa tata kelola yang baik, inovasi teknologi, dan pengembangan SDM menjadi kunci mewujudkan kedaulatan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar