Peringatan hari ulang tahun ke-61 Wilson Lalengke pada Jumat (3/7/2026) secara tak terduga membuka kembali lembaran sejarah pendirian SMU Plus Provinsi Riau. Sebuah arsip bersejarah dari tahun 2001 mengonfirmasi perjuangan awal dan jatuh bangun pendirian sekolah unggulan tersebut yang sarat keterbatasan, sebelum akhirnya sukses menjadi pilar utama pengembangan pendidikan Riau.
Fakta historis ini mencuat usai Bang Elthaf (65), tokoh alumni senior Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI), menemukan kembali buletin bulanan Warta Caltex No. 65 Tahun 2001.
Dalam dokumen yang diterbitkan pada rubrik "Caltex Cares" tersebut, terpampang jelas sebuah artikel tulisan Wilson Lalengke berjudul "SMU Plus of Riau Province: Cracking The Road to Excellence".
Tulisan lawas itu merekam secara otentik bagaimana proses berliku dalam merintis sekolah yang kini menjadi kebanggaan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
Fase Kritis dan Metode Mengajar Progresif
Pada masa awal berdirinya, kondisi institusi ini tercatat sangat memprihatinkan. Bukti sejarah menunjukkan media lokal saat itu bahkan sempat menyematkan tajuk berita "Sekolah Plus Ala Riau, Gedung Minjam Kasek Merangkap". Situasi pelik ini membuktikan bahwa sejarah pendirian SMU Plus Provinsi Riau pada fase kritisnya didominasi oleh minimnya dukungan infrastruktur dasar.
Meskipun menghadapi defisit fasilitas, arsip Warta Caltex 2001 juga menampilkan dokumentasi visual yang menyoroti terobosan akademik di lapangan. Salah satunya adalah metode mengajar Wilson Lalengke yang tergolong progresif pada masanya.
Ia mendobrak tradisi dengan tidak membatasi kegiatan belajar-mengajar hanya di dalam tembok kelas. Wilson kerap membawa para siswanya belajar di ruang terbuka, seperti di bawah rindangnya pepohonan.
Langkah tak lazim ini sengaja diimplementasikan untuk memecah kekakuan ruang akademis sekaligus menghubungkan siswa secara langsung dengan realitas kehidupan masyarakat sekitarnya.
Apresiasi Lintas Generasi yang Menggugah
Menanggapi temuan rekam jejak masa mudanya yang kembali mencuat, Wilson Lalengke mengaku terkejut dan tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Baginya, dokumentasi ini menjadi kado ulang tahun yang jauh lebih bernilai dari materi apa pun.
"Saya sangat bahagia sekaligus takjub mengetahui bahwa sejarah hidup dan perjuangan di masa lalu kini dibaca serta diapresiasi oleh orang lain yang bahkan tidak saya kenal secara pribadi," ujar Wilson Lalengke menanggapi kejutan arsip tersebut.
Eksistensi arsip ini menjadi pengingat bagi dunia pendidikan nasional bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul sejatinya selalu lahir dari dedikasi tulus tenaga pendidiknya, jauh melampaui batasan fasilitas fisik semata.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar