PT Steady Safe Tbk (SAFE) membukukan laba bersih sebesar Rp39,50 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 44,68 persen dibandingkan Rp27,30 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih meski pendapatan perseroan turun menjadi Rp209,6 miliar dari Rp233,6 miliar pada 2024. Kinerja SAFE 2025 dan strategi bisnis 2026 dipaparkan dalam Public Expose Tahunan sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada investor di Jakarta, Jum'at (26/06/2026).
Direktur Utama SAFE, John Pieter Sembiring, menjelaskan bahwa perusahaan tetap berfokus pada efisiensi operasional, optimalisasi aset, dan peningkatan kualitas layanan transportasi guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.
Penurunan Pendapatan Dipicu Berkurangnya Kilometer Tempuh
Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan sebesar 10,32 persen dipengaruhi berkurangnya realisasi kilometer tempuh armada bus. Sepanjang 2025, total jarak operasional tercatat 9,24 juta kilometer, turun sekitar 666 ribu kilometer dibandingkan capaian 9,91 juta kilometer pada 2024.
Di sisi lain, beban langsung berhasil ditekan menjadi Rp148,4 miliar dari Rp154,4 miliar pada tahun sebelumnya. Beban usaha relatif stabil di kisaran Rp17,79 miliar.
Perseroan juga mencatat perbaikan struktur keuangan. Total liabilitas turun signifikan 36,64 persen menjadi Rp136,4 miliar, sementara posisi ekuitas berbalik positif menjadi Rp63,08 miliar setelah pada 2024 masih mengalami defisiensi modal sebesar Rp10,97 miliar.
Strategi Operasional dan Pemasaran
Menurut John Pieter Sembiring, perusahaan menghadapi tantangan berupa kebijakan operasional dari PT Transportasi Jakarta yang berdampak pada pencapaian kilometer tempuh armada. Untuk mengatasinya, perseroan meningkatkan intensitas perawatan kendaraan, memperketat proses rekrutmen pramudi, memperkuat pelatihan keselamatan, serta memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Di bidang pemasaran, PT Steady Safe tetap berkomitmen menjalankan seluruh ketentuan layanan Transjakarta sesuai regulasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perseroan juga terus menjaga kualitas pelayanan agar tetap dipercaya sebagai operator transportasi publik sekaligus memperkuat peluang memperoleh penugasan koridor pada masa mendatang.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


































