Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Lansia Surabaya Disekap Setahun, ATM dan Emas Dikuras


Duta Nusantara Merdeka |  Surabaya 
Selama hampir satu tahun, keluarga Kusnadi Chandra, 80 tahun, percaya pria lanjut usia asal Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya itu sedang menikmati masa tua dengan bepergian keliling Indonesia. Belakangan, cerita itu ternyata hanya kedok.

Polisi mengungkap Kusnadi diduga disekap di sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya. Ironisnya, pelaku utama disebut merupakan orang yang sudah lama dekat dengan keluarga korban, yakni Lisa Andriana, 31 tahun, pacar anak korban sendiri.

Kasus lansia Surabaya disekap itu terbongkar setelah keluarga mulai curiga karena korban tak pernah pulang selama berbulan-bulan. Situasi makin janggal ketika Lisa mendadak menghilang dan mengganti nomor telepon sejak Februari 2026.

“Dijawab oleh pacarnya bahwa engkong lagi jalan-jalan sama bapak saya, keliling Indonesia menikmati hari tua,” ujar Luthfie Sulistiawan saat menjelaskan hasil penyelidikan, Jumat, 8 Mei 2026.

Disekap di Apartemen Tanpa Alat Komunikasi

Menurut polisi, drama itu bermula dari hubungan asmara Lisa dengan Agus Pranoto, anak korban, pada 2025. Lisa sempat tinggal bersama keluarga dan dikenal dekat dengan Kusnadi.

Kedekatan itu diduga menjadi pintu masuk aksi kejahatan. Pada Oktober 2025, korban diminta datang ke sebuah lokasi untuk bertemu Lisa. Namun sesampainya di sana, Kusnadi justru dihadang dua pria lalu dibawa ke apartemen.

Di tempat itu, korban disebut dikurung di dalam kamar tanpa akses komunikasi. Polisi menyebut Kusnadi hanya diberi makanan setiap hari dan beberapa kali dipindahkan ke lokasi berbeda.

“Korban dikurung di satu kamar tanpa handphone dan tanpa alat komunikasi apa pun,” kata Luthfie.

Ada satu detail yang membuat penyidik cukup terkejut. Selama korban hilang, lingkungan sekitar nyaris tidak menaruh curiga. Aktivitas di apartemen terlihat biasa saja. Korban pun disebut jarang keluar kamar.

ATM Korban Dikuras untuk Gaya Hidup

Saat Kusnadi disekap, Lisa diduga menguasai ATM korban. Awalnya, kartu itu dipakai dengan alasan membantu pembayaran tagihan harian. Namun rekening korban justru terkuras perlahan.

Polisi memperkirakan uang yang hilang mencapai sekitar Rp2 miliar. Tak hanya itu, emas dan perhiasan korban dengan nilai setara sekitar 1 kilogram emas juga dilaporkan raib dari rumah.

“ATM korban terus dipegang tersangka dan dikuras sampai kurang lebih Rp2 miliar,” ujar Luthfie.

Penyidik menduga uang tersebut dipakai untuk memenuhi gaya hidup mewah pelaku. Salah satunya menginap di hotel dengan tarif mencapai Rp2 juta per malam.

Kini Lisa bersama pembantunya, Naily, telah ditahan. Polisi juga masih memburu dua pria lain yang diduga ikut membantu proses penyekapan.

Kasus penyekapan apartemen Surabaya ini masih dikembangkan. Penyidik membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut menikmati hasil kejahatan maupun membantu menyembunyikan korban selama hampir setahun.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Homeless Media Makin Populer, Gen Z Ubah Cara Konsumsi Berita


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena homeless media makin populer di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Media digital tanpa situs resmi itu tumbuh cepat melalui Instagram, TikTok, X, hingga Telegram, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi harian.

Model media semacam ini berkembang karena biaya operasionalnya murah dan distribusi kontennya jauh lebih cepat dibanding media konvensional. Di tengah banjir informasi digital, homeless media hadir dengan format singkat, visual kuat, dan bahasa yang lebih dekat dengan kebiasaan pengguna internet muda.

Homeless Media Tumbuh dari Perubahan Pola Konsumsi Informasi

Homeless media pada dasarnya tidak memiliki “rumah” utama berupa situs berita atau kantor redaksi besar. Seluruh aktivitas publikasi dilakukan lewat akun media sosial aktif yang fokus mengejar interaksi dan penyebaran cepat.

Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba. Banyak kreator muda mulai melihat media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan saluran distribusi berita yang murah dan efektif. Dalam beberapa kasus, satu unggahan pendek bahkan bisa menjangkau jutaan pengguna hanya dalam hitungan jam.

Situasi itu terasa akrab bagi banyak orang. Di warung kopi atau ruang tunggu commuter line, semakin sering terlihat orang membaca berita langsung dari Instagram atau TikTok, bukan lagi membuka portal berita seperti satu dekade lalu.

Data We Are Social 2025 menunjukkan 62,9 persen masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial. Angka tersebut memperlihatkan perubahan besar perilaku publik dalam mencari informasi dan mengambil keputusan sehari-hari.

Cepat dan Menarik, Tapi Rentan Minim Verifikasi

Kekuatan utama homeless media ada pada kecepatannya. Konten dibuat singkat, mudah dipahami, dan dirancang menarik perhatian dalam beberapa detik pertama. Model ini cocok dengan pola konsumsi informasi generasi muda yang serba cepat.

Namun, di balik pertumbuhan itu, muncul persoalan serius. Banyak homeless media belum menerapkan standar jurnalistik yang ketat. Verifikasi data sering terabaikan karena tekanan mengejar trafik dan viralitas.

Akibatnya, risiko penyebaran hoaks menjadi lebih besar. Beberapa akun bahkan menghapus unggahan tanpa klarifikasi ketika informasi yang disampaikan terbukti keliru.

Selain itu, perlindungan hukum homeless media juga belum jelas. Sebagian besar belum berbadan hukum atau memiliki struktur redaksi yang dapat dimintai pertanggungjawaban ketika muncul sengketa informasi.

Di tengah perubahan lanskap digital itu, publik kini dituntut lebih kritis memilih sumber informasi. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi tetap menjadi fondasi utama jurnalisme.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemendagri Minta Hotel Tak Lagi Fotokopi KTP, Ini Risikonya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mulai mendorong masyarakat serta lembaga layanan publik meninggalkan kebiasaan menyerahkan fotokopi e-KTP saat check in hotel maupun registrasi rumah sakit. Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kebocoran data pribadi di Indonesia.

Kebijakan tersebut muncul karena e-KTP saat ini sudah dilengkapi cip elektronik yang menyimpan data kependudukan secara digital. Pemerintah menilai proses verifikasi identitas sebenarnya dapat dilakukan lewat card reader atau sistem digital tanpa perlu menggandakan dokumen fisik yang rawan disalahgunakan.

Kemendagri Soroti Risiko Penyalahgunaan Fotokopi KTP

Direktorat Jenderal Dukcapil menilai praktik fotokopi KTP sudah terlalu lama dianggap prosedur biasa. Padahal, salinan identitas itu dapat tersebar tanpa kontrol yang jelas. Dalam beberapa kasus, data KTP bahkan dipakai untuk pinjaman online hingga pendaftaran akun ilegal.

Situasi tersebut membuat pemerintah mulai mendorong layanan publik dan swasta beralih ke sistem verifikasi digital. Langkah ini dianggap lebih aman karena data kependudukan tidak lagi berpindah tangan dalam bentuk lembaran kertas.

Di sejumlah hotel besar, proses pemindaian identitas sebenarnya sudah mulai diterapkan. Namun di lapangan, banyak pengelola masih meminta tamu meninggalkan fotokopi KTP di meja resepsionis. Kebiasaan itu dianggap praktis, meski menyimpan risiko besar.

Beberapa rumah sakit juga masih menerapkan prosedur serupa untuk mempercepat administrasi pasien. Padahal, menurut Dukcapil, teknologi e-KTP sejak awal dirancang agar identitas warga cukup diverifikasi secara elektronik.

Transisi ke Verifikasi Digital Dinilai Belum Merata

Peralihan menuju sistem digital memang tidak mudah. Banyak layanan daerah belum memiliki perangkat card reader maupun integrasi data yang memadai. Di sisi lain, masyarakat juga masih terbiasa menyerahkan fotokopi identitas tanpa mempertanyakan keamanan datanya.

Pengalaman semacam itu cukup sering terjadi. Ada warga yang baru sadar data pribadinya tersebar setelah menerima tawaran pinjaman mencurigakan dari nomor asing. Sebagian lainnya mengaku tidak tahu ke mana fotokopi KTP mereka berakhir setelah check in hotel.

Karena itu, Kemendagri meminta masyarakat lebih berhati-hati saat menyerahkan data identitas. Penggunaan KTP diimbau hanya untuk kebutuhan resmi dengan sistem keamanan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto



Share:

Putusan MA 179KAg2017 Tegaskan Risiko Bisnis Bukan Force Majeure


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 179/K/Ag/2017 menegaskan penurunan omzet usaha tidak dapat otomatis dikategorikan sebagai force majeure dalam akad perbankan syariah. Putusan itu menjadi penanda penting dalam menjaga kepastian hukum dan integritas akad pembiayaan syariah di Indonesia.

Majelis Hakim Kasasi menilai kerugian usaha akibat perubahan pasar merupakan risiko bisnis yang semestinya telah diperhitungkan debitur sejak awal menandatangani akad. Karena itu, alasan kesulitan ekonomi biasa tidak cukup untuk menghapus kewajiban pembayaran utang.

Dalam praktik perbankan, dalih force majeure memang kerap muncul ketika usaha debitur mulai goyah. Seorang praktisi hukum perbankan syariah pernah bercerita, perkara seperti ini meningkat setiap kali ekonomi melambat dan daya beli masyarakat turun.

Gugatan Nasabah Kandas di Tingkat Kasasi

Perkara bermula ketika Hajjah Fulanah menggugat Bank XX Syariah setelah usahanya di bidang obat herbal mengalami penurunan omzet. Ia menilai kebijakan pemerintah terkait BPJS Kesehatan membuat pelanggan beralih ke fasilitas kesehatan negara.

Nasabah kemudian meminta dibebaskan dari sisa kewajiban utang sekaligus menuntut pembatalan lelang jaminan yang dilakukan pihak bank.

Namun, Mahkamah Agung menolak gugatan tersebut. Hakim menyatakan tidak ada hubungan sebab-akibat langsung antara kebijakan BPJS dengan ketidakmampuan absolut debitur membayar kewajibannya.

Majelis menilai perubahan regulasi dan pergeseran pasar adalah bagian dari dinamika bisnis. Kondisi itu berbeda dengan force majeure yang sifatnya luar biasa, tidak terduga, dan benar-benar menghalangi pemenuhan kewajiban.

MA Perkuat Perlindungan Sistem Perbankan Syariah

Dalam pertimbangannya, Mahkamah Agung juga menegaskan beban pembuktian sepenuhnya berada di pihak debitur. Dalil keadaan memaksa harus dibuktikan secara konkret dan empiris.

Bank XX Syariah dinilai telah menjalankan prosedur sesuai aturan, termasuk pemberian somasi sebanyak tiga kali sebelum lelang agunan dilakukan melalui KPKNL.

Putusan ini sekaligus memperkuat posisi lembaga keuangan syariah dalam menjaga stabilitas sistem pembiayaan. Jika setiap penurunan omzet dianggap force majeure, fondasi perbankan dinilai bisa terganggu.

Di kalangan pelaku usaha, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak pebisnis kecil merasakan pasar berubah cepat setelah kebijakan baru muncul. Namun hukum tetap membedakan antara kerugian usaha biasa dengan keadaan yang benar-benar memaksa.

Melalui putusan tersebut, Mahkamah Agung mengirim pesan tegas bahwa integritas akad syariah harus dijaga. Kegagalan usaha semata tidak otomatis menghapus tanggung jawab hukum debitur terhadap kewajiban pembiayaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

PWMOI Kepri Dilantik, Profesionalisme Media Online Disorot


Duta Nusantara Merdeka | Batam 
Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Kepulauan Riau resmi dilantik di Aula Engku Hamidah, Kompleks Kantor Wali Kota Batam, Sabtu, 9 Mei 2026. Pelantikan itu sekaligus menjadi momentum penguatan profesionalisme wartawan media online di tengah derasnya arus informasi digital.

Acara bertema “Memperkuat Profesionalisme Wartawan Media Online dalam Mewujudkan Informasi yang Akurat, Berimbang dan Berintegritas di Era Digital” itu dihadiri pengurus DPW PWMOI Riau bersama sejumlah pengurus daerah lain di Sumatera. Kehadiran mereka menegaskan upaya memperkuat jaringan organisasi pers berbasis digital di kawasan tersebut.

DPW PWMOI Riau Dorong Soliditas Organisasi

Ketua DPW PWMOI Riau, H. Rio Kasairy, S.Sos hadir bersama Bendahara Nurhayati, Hendra Saputra selaku humas, dan Sadrail sebagai Sekretaris OKK. Mereka memberikan dukungan langsung kepada Hendri yang kembali dipercaya memimpin DPW PWMOI Kepulauan Riau periode 2026–2029.

Rio juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian kepengurusan PWMOI Kepri pada periode sebelumnya. Menurut dia, perkembangan organisasi di Kepri terlihat cukup aktif dibanding beberapa daerah lain.

“Dan semoga di periode keduanya, PWMOI Kepri bisa lebih maju dan lebih berkembang lagi ke depan,” ujar Rio dalam sambutannya.

Di sela acara, suasana pelantikan sempat terasa cair ketika sejumlah pengurus daerah berbincang soal tantangan media online saat ini. Obrolan kecil di lorong aula itu berkisar dari persoalan biaya server hingga tekanan kecepatan berita yang sering mengorbankan akurasi.

MoU Hosting Jadi Sorotan di Tengah Tantangan Media Digital

Selain pelantikan, perhatian peserta juga tertuju pada penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara PWMOI Kepri dan Lira Hosting. Kerja sama itu dinilai penting untuk menopang kebutuhan teknis media online yang terus berkembang.

Rio berharap kolaborasi serupa dapat diterapkan di Provinsi Riau. Menurut dia, dukungan hosting menjadi kebutuhan mendasar bagi media digital, terutama bagi media kecil yang sering terkendala biaya operasional.

“Dan semoga dengan MoU ini, bisa juga ditularkan ke Riau, sehingga kita bisa membantu hosting kawan-kawan yang habis dan akan habis,” kata Rio.

Ia menegaskan kehadiran PWMOI Riau di Batam bukan sekadar formalitas organisasi. Menurutnya, solidaritas antardaerah menjadi modal penting memperkuat posisi media online di Pulau Sumatera.

“Dan mari kita besarkan PWMOI di Pulau Sumatera ini,” ujar Rio.

Dalam pelantikan tersebut, turut hadir Ketua DPD PWMOI Kota Pekanbaru Aprianto yang mendampingi rombongan DPW PWMOI Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kapolri Mutasi 108 Perwira, Regenerasi Polri Dipercepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi besar di jajaran perwira tinggi dan perwira menengah. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, sebanyak 108 personel mengalami mutasi jabatan.

Rotasi itu mencakup promosi, pergeseran jabatan setara, personel selesai pendidikan, hingga pejabat yang memasuki masa pensiun. Sejumlah posisi strategis di Mabes Polri dan tingkat kewilayahan ikut berganti.

Mutasi kali ini menarik perhatian karena menyentuh sembilan kursi Kapolda sekaligus. Di internal kepolisian, pergantian serentak seperti ini biasanya dibaca sebagai langkah penyegaran organisasi sekaligus percepatan regenerasi kepemimpinan.

Sembilan Kapolda dan Pejabat Mabes Bergeser

Beberapa nama yang masuk daftar pergantian antara lain Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. dan Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Selain itu, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., hingga Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. turut mengalami pergeseran jabatan.

Pergantian juga terjadi pada Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Kapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H.

Sementara di Mabes Polri, Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si dipercaya menduduki posisi Kalemdiklat Polri.

Di level kewilayahan, mutasi turut menyentuh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. dan Kapolresta Pangkal Pinang Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M.

Promosi Perwira Jadi Sinyal Regenerasi Organisasi

Dalam mutasi tersebut, Polri mencatat 16 personel promosi menjadi Irjen Pol dan 43 personel naik pangkat ke Brigjen Pol. Ada pula 16 personel promosi ke Kombes Pol.

Satu nama Polwan ikut mendapat sorotan, yakni Brigjen Pol Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si. yang dipercaya menjabat Karolemtala Stamarena Polri.

Bagi sebagian anggota kepolisian, momen mutasi seperti ini sering disebut sebagai fase paling menegangkan dalam karier. Seorang perwira menengah pernah bercerita, telepon tengah malam dari atasan biasanya menjadi pertanda posisi baru segera diumumkan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan mutasi merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan penguatan profesionalisme personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny.

Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan dibutuhkan agar Polri tetap adaptif dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Polri Waspadai Penipuan Nobar Piala Dunia 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan nobar Piala Dunia 2026 dan maraknya judi bola menjelang turnamen yang digelar Juni hingga Juli mendatang. Peringatan itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Gedung TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Polri meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi penipuan tiket nonton bareng atau aktivitas perjudian yang memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026. Laporan dapat disampaikan melalui layanan hotline 110 yang disiapkan kepolisian.

Polri Antisipasi Penipuan Nobar Piala Dunia 2026

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan praktik penipuan biasanya meningkat saat antusiasme publik terhadap ajang olahraga internasional melonjak. Modusnya beragam, mulai dari tiket palsu hingga pungutan liar berkedok acara nobar resmi.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo.

Di sejumlah turnamen besar sebelumnya, fenomena serupa memang kerap muncul. Banyak warga tergoda promosi tiket murah di media sosial, tetapi lokasi nobar justru tidak pernah ada. Situasi seperti itu, menurut kepolisian, berpotensi terulang pada Piala Dunia 2026.

Polri juga membuka peluang membentuk kanal pengaduan terpadu bersama TVRI. Langkah itu dilakukan karena seluruh penyelenggara nobar resmi akan didata agar pengawasan lebih mudah dilakukan.

“Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar,” kata Trunoyudo.

Judi Bola Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Selain penipuan nobar Piala Dunia 2026, Polri menyoroti potensi kenaikan praktik judi bola selama turnamen berlangsung. Aktivitas tersebut dinilai rawan memicu tindak pidana lain, mulai dari penipuan digital hingga pinjaman ilegal.

“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat menikmati pertandingan dengan cara sehat dan tetap menjaga keamanan lingkungan. Fanatisme berlebihan, menurut dia, sering memicu gesekan antarsuporter, terutama saat laga besar berlangsung hingga dini hari.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia berencana menggelar nobar di 34 stasiun daerah yang terbuka untuk masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Djamari Chaniago Minta Perwira Polri Dicintai Rakyat


Duta Nusantara Merdeka | Semarang 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, meminta calon perwira Polri membangun karakter yang dekat dengan masyarakat dan tidak sekadar mengejar jabatan. Pesan itu disampaikan saat memberi pembekalan kepada 1.064 taruna dan siswa Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam kuliah umum bertema perwira Polri adaptif dan profesional, Djamari menekankan bahwa institusi kepolisian hanya akan dipercaya jika hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sekadar simbol kewenangan negara.

Pengabdian Perwira Polri Jadi Sorotan

Djamari Chaniago mengatakan profesi polisi sejak awal adalah jalan pengabdian yang menuntut ketahanan mental dan integritas. Ia mengingatkan para taruna agar tidak terjebak pada orientasi pangkat setelah lulus pendidikan.

“Masyarakat membutuhkan profil personel Polri yang tulus mengabdi. Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi,” ujar Djamari Chaniago di Akpol Semarang, Jumat.

Di banyak daerah, citra polisi sering kali dibentuk dari pengalaman kecil masyarakat. Ada warga yang merasa tertolong karena respons cepat aparat. Namun ada pula yang kehilangan kepercayaan akibat sikap arogan di lapangan. Djamari tampaknya membaca kegelisahan itu.

Menurut dia, slogan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus terasa nyata dalam tindakan sehari-hari. Karena itu, perilaku anggota Polri akan menentukan wajah institusi di mata publik.

“Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” katanya.

Taruna Akpol Diminta Siap Hadapi Keragaman Indonesia

Djamari juga mengingatkan Indonesia memiliki karakter sosial yang sangat beragam. Taruna Akpol, kata dia, harus siap ditempatkan dari wilayah barat hingga timur Indonesia dengan tantangan budaya berbeda.

Ia menilai kedekatan pemimpin dengan anggota menjadi modal penting dalam menjaga soliditas di lapangan. Menurutnya, seorang perwira tidak kehilangan wibawa hanya karena bekerja bersama anak buah.

“Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya,” ujar Djamari.

Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyebut kehadiran Djamari memberi motivasi tersendiri bagi para calon perwira Polri. Ia menilai pengalaman panjang Menko Polkam menjadi pelajaran penting bagi generasi muda kepolisian.

“Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender,” kata Daniel.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun, KUR Disorot


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan mencatat penyelamatan keuangan negara senilai Rp1.208.832.842.250 sepanjang 2026. Capaian itu mendapat sorotan publik karena dinilai menjadi salah satu langkah asset recovery terbesar di lingkungan kejaksaan daerah tahun ini.

Lembaga survei kebijakan dan opini publik INISIATOR menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Ketut Sumedana yang mendorong penanganan korupsi tak berhenti pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan kerugian negara.

Asset Recovery Jadi Fokus Penegakan Hukum

Direktur Eksekutif INISIATOR, Yakub F. Ismail, mengatakan pendekatan asset recovery mulai memberi pesan berbeda dalam penegakan hukum korupsi. Negara, kata dia, tidak cukup hanya memenjarakan pelaku jika uang publik yang hilang tak kembali.

“Karena itu, kami dari INISIATOR memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Kajati Sumsel Ketut Sumedana beserta seluruh jajaran atas kinerja dan komitmennya yang luar biasa dalam menyelamatkan keuangan negara lebih dari Rp1,2 triliun,” ujar Yakub di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Di sejumlah daerah, kasus korupsi kerap berakhir panjang di pengadilan tanpa hasil pemulihan yang jelas. Seorang mantan auditor BUMN pernah bercerita, negara sering menang di meja hijau tetapi kalah saat mengejar aset yang sudah lebih dulu berpindah tangan. Pola itu yang kini mulai coba diputus.

Menurut Yakub, capaian asset recovery Kejati Sumsel menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia sepanjang 2026. Ia menyebut pengembalian kerugian negara punya dampak langsung terhadap keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik.

Kasus Korupsi KUR Muara Enim Bertambah

Di tengah capaian penyelamatan keuangan negara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan juga kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat Mikro dan pengelolaan aset kas besar pada salah satu bank pemerintah di Kabupaten Muara Enim.

Tiga tersangka baru itu masing-masing berinisial AW, SF, dan SP. Dengan penambahan tersebut, jumlah tersangka dalam perkara korupsi KUR Muara Enim kini mencapai 10 orang.

Yakub menilai penyalahgunaan fasilitas KUR tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak tujuan utama program pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro. Ia menyebut pengusutan kasus ini memperlihatkan keseriusan Kejati Sumsel membongkar praktik korupsi di sektor perbankan.

“Negara tidak boleh absen menjaga integritas sistem keuangan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yakub.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Sokhiatulo Laoli Dorong Konsolidasi Peternak Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) menegaskan dukungan terhadap penguatan hilirisasi perunggasan nasional berbasis ekonomi rakyat dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua Dewan Pembina Aspeksindo Drs. Sokhiatulo Laoli MM mengatakan konsolidasi antarpihak menjadi kunci utama agar sektor peternakan rakyat tidak terus berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat, daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha diminta bergerak dalam satu arah.

“Sinergitas antar semua pihak itu penting. Kalau tidak bekerja bersama-sama, susah,” ujar Sokhiatulo dalam seminar tersebut di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Konsolidasi Peternak Dinilai Jadi Titik Lemah

Menurut Sokhiatulo, persoalan terbesar peternakan nasional bukan semata produksi, melainkan lemahnya konsolidasi di tingkat bawah. Ia menilai banyak peternak masih menjalankan usaha secara tradisional dan belum membangun pola bisnis modern.

Ia mencontohkan program Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang selama ini dijalankan bersama pemerintah daerah. Program itu melibatkan dukungan APBD, asosiasi, dan kelompok peternak dalam pelatihan selama tujuh bulan.

“Peternak tidak hanya diajarkan beternak, tapi bagaimana menjadi pengusaha yang profesional,” katanya.

Di sejumlah daerah pesisir, kata dia, pendekatan itu mulai terlihat hasilnya. Kelompok kecil peternak yang sebelumnya berjalan sendiri kini mulai membangun jejaring produksi dan pemasaran bersama.

Saya sempat menemui pola serupa di beberapa sentra peternakan rakyat Jawa Tengah beberapa tahun lalu. Banyak kandang berdiri berdampingan, tetapi para peternaknya bahkan tidak saling mengetahui harga pakan terbaru di wilayahnya sendiri.

Kondisi seperti itu, menurut Sokhiatulo, membuat posisi peternak rakyat mudah tertekan ketika harga pakan naik atau distribusi tersendat.

Daerah Diminta Aktif Masuk ke Ekosistem Hilirisasi

Aspeksindo juga meminta pemerintah daerah tidak bersikap pasif terhadap sektor peternakan rakyat. Sokhiatulo mengatakan kepala daerah harus ikut terlibat membangun ekosistem usaha hingga pemasaran hasil ternak.

“Nah itu kami mengajak para bupati anggota Aspeksindo. Kami bilang, ‘Sudah bantu saja, itu aset daerah dan rakyat juga’,” ujarnya.

Ia menjelaskan satu kelompok peternak idealnya menjadi pusat pembelajaran bagi kelompok lain. Dengan pola itu, hilirisasi perunggasan nasional tidak berhenti pada produksi, tetapi menciptakan regenerasi usaha di daerah.

Menurut dia, kawasan kepulauan dan pesisir memiliki tantangan distribusi berbeda dibanding wilayah daratan. Karena itu, dukungan regulasi dan keberpihakan anggaran daerah dinilai menentukan keberhasilan ketahanan pangan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

PPN Soroti Telur Impor dan Mahalnya Jagung Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pinsar Petelur Nasional (PPN) menyoroti tingginya biaya produksi, masuknya telur impor, hingga rencana investasi asing di industri unggas nasional dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua Presidium PPN Yudianto Yosgiarso mengatakan peternak layer rakyat kini menghadapi tekanan berlapis. Produksi telur nasional memang surplus, tetapi harga jagung, distribusi logistik, dan pasar yang tidak stabil membuat peternak kecil makin terdesak.

PPN Soroti Harga Jagung dan Telur Impor

Yudianto menilai industri peternakan telur nasional sebenarnya sudah teruji menghadapi berbagai krisis. Mulai dari krisis moneter 1998, wabah flu burung, hingga pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan distribusi pangan.

“Kami peternak layer tidak ada yang putus asa,” ujar Yudianto di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, produksi telur nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 6,5 juta ton per tahun. Angka itu ditopang sekitar 4 juta peternak rakyat yang turut membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.

Di sisi lain, industri unggas juga menjadi penyangga petani jagung nasional. Sekitar 80 persen hasil panen jagung dalam negeri disebut terserap untuk kebutuhan pakan ternak.

Namun persoalan muncul ketika harga jagung di lapangan melonjak. Peternak kini membeli jagung Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding harga acuan pemerintah Rp6.400.

“Bagaimana kami bisa mengupayakan harga telur Rp20 ribu per kilo? Itu sangat jauh dari harapan,” katanya.

Masalah lain datang dari masuknya telur asal Malaysia ke Sumatera Utara. Kondisi itu membuat distribusi telur peternak lokal ke Batam dan Bangka terganggu, sementara stok telur menumpuk di Pulau Jawa.

Tolak Investasi Asing, Dorong Penguatan Koperasi

Dalam forum itu, Yudianto juga menolak rencana investasi asing di sektor peternakan ayam nasional. Menurut dia, peternak lokal masih mampu menjaga swasembada telur tanpa dominasi modal luar negeri.

“Kalau investasi untuk peternakan panda silakan, tapi begitu yang diinvestasikan ayam, terus terang kami menolak,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta seminar.

PPN kini mulai memperkuat jaringan koperasi peternak di berbagai daerah. Hingga 2026, asosiasi tersebut mengklaim telah membentuk sekitar 38 koperasi untuk memperkuat distribusi dan penyerapan produksi telur.

Selain itu, PPN mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai pasar baru bagi telur nasional. Peternak bahkan mulai meningkatkan populasi ayam lebih awal karena optimistis program itu dapat menyerap produksi dalam jumlah besar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Kodam XIX Tuanku Tambusai Buka Seleksi Kowad 2026


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai mulai menjalankan tahapan validasi penerimaan Calon Bintara (Caba) Kowad Tahun 2026 di Panda Kodam XIX/TT, Pekanbaru, sejak 7 Mei 2026. Hingga hari pertama, sebanyak 232 peserta telah melakukan validasi dari total 406 pendaftar online di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Lonjakan peserta terlihat sejak pagi di lokasi validasi. Para calon Kowad datang membawa berkas pendaftaran online untuk diverifikasi panitia sebelum menjalani pemeriksaan fisik awal berupa pengukuran tinggi dan berat badan.

Seleksi Caba Kowad 2026 Mulai Tahap Validasi

Data panitia mencatat, di wilayah Korem 031/Wira Bima sebanyak 204 peserta telah melakukan validasi dari 331 pendaftar online. Sementara di wilayah Korem 033/Wira Pratama, tercatat 28 peserta sudah mengikuti validasi dari total 75 pendaftar.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo SAP MM CHRMP menegaskan seluruh proses penerimaan dilakukan terbuka dan tanpa pungutan biaya. Penegasan itu disampaikan di tengah tingginya minat generasi muda mengikuti seleksi Kowad tahun ini.

“Validasi berjalan sesuai jadwal hingga 16 Mei 2026. Namun apabila kuota pendaftaran sudah terpenuhi, maka pendaftaran akan ditutup lebih awal,” ujar Mayor (K) Caj Juni Herawati Nasution, Jumat, 8 Mei 2026.

Suasana di lokasi validasi terlihat cukup ketat. Panitia memeriksa dokumen peserta satu per satu sebelum memasuki tahapan penomoran administrasi. Beberapa peserta bahkan datang sejak subuh demi menghindari antrean panjang.

Pemandangan seperti ini sebenarnya bukan hal baru di Pekanbaru. Dalam beberapa tahun terakhir, seleksi TNI AD memang selalu menarik perhatian anak muda daerah yang melihat jalur militer sebagai ruang pengabdian sekaligus masa depan karier yang lebih pasti.

Rik Uji Jadi Penentu Lolos Seleksi Daerah

Setelah tahap validasi selesai, peserta akan dibagi dalam beberapa gelombang untuk mengikuti rik uji. Tahapan itu meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, tes jasmani, hingga pendataan rekam set sebelum data dikirim ke Mabesad.

Kodam XIX Tuanku Tambusai hanya melaksanakan seleksi tingkat daerah hingga tahapan rik uji. Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan mengikuti seleksi tingkat pusat atau panitia pusat (Panpus).

Antusiasme tinggi peserta dinilai menjadi gambaran meningkatnya minat perempuan muda di Riau dan Kepulauan Riau untuk bergabung ke TNI AD. Di tengah ketatnya persaingan kerja, jalur Kowad masih dipandang sebagai profesi yang menjanjikan disiplin, stabilitas, dan pengabdian negara.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Suwardi: Di Balik MBG dan Impor Pakan, Peternak Ayam Kian Terjepit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) menyoroti carut-marut industri perunggasan nasional dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Peternak menilai persoalan sektor unggas kini makin kompleks, mulai dari impor bahan baku, harga pakan, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi mengatakan kondisi peternak ayam pedaging dan petelur sedang tertekan. Menurut dia, masalah utama muncul di sektor hulu, regulasi budidaya, dan pasar hilir yang belum berpihak kepada peternak rakyat.

Peternak Nilai Program MBG Belum Menyentuh Akar Masalah

Suwardi menilai program MBG sejatinya memiliki tujuan baik. Namun di lapangan, banyak peternak justru belum merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Hari ini peternak-peternak seperti saya hanya mendapatkan PHP dari program MBG itu,” ujar Suwardi di hadapan peserta seminar.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian forum. Sebagian peserta mengangguk, sebagian lain memilih diam. Di beberapa sentra unggas, isu serapan produk untuk MBG memang sempat memunculkan harapan besar. Banyak peternak memperkirakan telur dan ayam mereka akan terserap stabil oleh program pemerintah.

Namun kenyataannya belum berjalan mulus. Seorang peternak telur asal Blitar yang hadir dalam forum itu bercerita harga telur sempat jatuh ketika produksi meningkat, sementara akses distribusi ke program MBG belum terbuka merata.

Suwardi juga mengkritik tata kelola MBG yang dinilai terlalu dikuasai kelompok bisnis tertentu. Ia meminta pemerintah membuka transparansi harga dan memperkuat peran koperasi peternak dalam rantai distribusi pangan nasional.

Harga Pakan dan Impor Jadi Beban Peternak

Selain MBG, forum itu juga menyoroti kebijakan impor Grand Parent Stock (GPS) dan bahan baku pakan yang dianggap terlalu bergantung pada pemain besar.

Menurut Suwardi, pengalihan impor bungkil kedelai dari swasta ke PT Berdikari justru memicu kenaikan harga pakan hingga 20 persen. Kenaikan itu langsung menekan biaya produksi peternak mandiri.

“Kalau kita mau harga telur Rp25 ribu bisa. Yang penting di hulu ditata dengan adil dan bijaksana,” kata Suwardi.

Ia menilai regulasi budidaya unggas sebenarnya sudah memberi ruang besar bagi peternak rakyat. Namun implementasinya dinilai belum konsisten di lapangan. Peternak kecil, kata dia, sering kalah bersaing dengan integrator besar yang menguasai rantai pasok dari hulu sampai hilir.

Di akhir forum, Suwardi meminta pemerintah tidak terlalu bergantung pada investasi asing untuk sektor budidaya unggas. Menurut dia, peternak lokal masih mampu memperkuat produksi nasional jika diberi akses modal, distribusi, dan perlindungan kebijakan yang jelas.

Reporter: Thalia Febiola 
Editor: Arianto 


Share:

Hilirisasi Perunggasan Nasional Didorong, Dana Rp20 Triliun Disiapkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah mulai mendorong transformasi besar sektor perunggasan nasional di tengah tekanan harga ayam dan telur yang terus berfluktuasi. Badan Pengelola Investasi Danantara bersama Kementerian Pertanian disebut menyiapkan pendanaan Rp20 triliun untuk membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.

Rencana itu mengemuka dalam seminar hilirisasi perunggasan pada rangkaian AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi peternak, BUMN pangan, hingga investor nasional.

Hilirisasi Perunggasan Jadi Fokus Pemerintah

Di balik angka investasi jumbo itu, ada persoalan lama yang belum selesai. Peternak rakyat selama bertahun-tahun terjebak pada pola usaha yang rentan. Saat harga ayam hidup jatuh, margin peternak ikut ambruk. Sebaliknya, ketika harga pakan naik, biaya produksi langsung melonjak.

Situasi itu belakangan makin terasa di sejumlah sentra unggas. Seorang peternak di Blitar pernah bercerita bagaimana harga telur bisa turun drastis hanya dalam hitungan pekan. “Kadang belum sempat balik modal, harga sudah berubah lagi,” katanya saat ditemui dalam pameran peternakan tahun lalu.

Karena itu, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan hilirisasi agar peternak tidak hanya menjual ayam hidup atau telur mentah. Infrastruktur pascapanen seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold storage dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas usaha.

Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio mengatakan hilirisasi bukan lagi pilihan. “Kita perlu membangun infrastruktur pascapanen yang mampu menyerap hasil ternak rakyat secara stabil sehingga peternak tidak lagi hanya bergantung pada penjualan ayam hidup yang berisiko tinggi,” ujar Alvino di Jakarta, Jum'at (8/5/2026).

Impor SBM dan Dominasi Pasar Jadi Sorotan

Selain hilirisasi, forum itu juga menyoroti rencana pemerintah mengalihkan kewenangan impor bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) kepada BUMN. Kebijakan tersebut dipandang penting untuk menjaga stabilitas bahan baku pakan ternak yang selama ini sangat dipengaruhi rantai pasok global.

Namun, pelaku usaha meminta pemerintah berhati-hati. Alvino menegaskan koordinasi dengan asosiasi peternak dan peternak mandiri perlu diperkuat agar pasokan tidak terganggu.

Seminar itu juga menargetkan tiga hasil konkret. Pertama, komitmen penyerapan hasil peternak oleh BUMN pangan seperti Berdikari dan Bulog. Kedua, skema pembiayaan pembangunan RPHU dan cold storage bersama Danantara. Ketiga, penyusunan peta jalan Cadangan Pangan Pemerintah berbasis protein hewani.

Di sisi lain, langkah ini menunjukkan pemerintah mulai melihat sektor perunggasan bukan sekadar urusan pangan murah. Industri unggas kini diposisikan sebagai penyangga ekonomi desa sekaligus bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gus Ibi Dukung Gus Muhaimin Pimpin PBNU ke Depan


Duta Nusantara Merdeka | Sarang 
Muhammad Imam Roghibi As-Siddiqie atau Gus Ibi menilai dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tahun 2026 terlalu berpusat pada figur calon pemimpin. Menurut dia, pembahasan publik seharusnya diarahkan pada visi, gagasan, dan arah gerakan organisasi di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ibi saat ditemui di Pondok Pesantren MIS Sarang, Kamis, 7 Mei 2026. Ia mengatakan NU di abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang memahami tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada tradisi pesantren.

Gus Ibi Ingatkan NU Butuh Arah, Bukan Sekadar Figur

Menurut Gus Ibi, atmosfer menjelang muktamar mulai dipenuhi pembicaraan soal siapa yang layak memimpin PBNU. Padahal, kata dia, persoalan mendasar justru menyangkut arah gerakan NU menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan geopolitik global.

“Kalau kita hanya sibuk pada figur tanpa membedah gagasan, maka kita sedang menyiapkan masalah baru di masa depan,” ujar Gus Ibi.

Ia mengibaratkan NU bukan hanya membutuhkan sopir yang piawai, tetapi juga “mesin baru” serta arah perjalanan yang jelas. Analogi itu, menurutnya, penting karena organisasi sebesar NU tidak cukup hanya mengandalkan popularitas figur.

Di sejumlah forum pesantren belakangan, isu regenerasi kepemimpinan PBNU memang mulai ramai dibahas. Namun, percakapan di tingkat akar rumput sering kali berhenti pada nama besar tokoh, bukan pada peta program lima tahun mendatang.

Dukungan kepada Gus Muhaimin dan Akar Pesantren

Gus Ibi juga menekankan pentingnya kepemimpinan PBNU yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan dzuriyah muasis atau keturunan pendiri NU. Faktor itu dinilai penting agar ruh perjuangan NU tidak terlepas dari akar sejarahnya.

Sebagai bentuk sikap politik organisasi, Gus Ibi menyampaikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Ia menilai Muhaimin memiliki pengalaman organisasi, pemerintahan, dan kedekatan kuat dengan kultur pesantren.

“NU butuh pemimpin yang tidak hanya kuat secara simbolik, tapi juga punya roadmap yang jelas untuk lima tahun ke depan,” katanya.

Menurut Gus Ibi, tantangan NU saat ini bukan hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga menjawab disrupsi teknologi, krisis moral, dan perubahan geopolitik. Karena itu, Muktamar ke-35 NU diharapkan melahirkan konsensus strategis, bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

FORSIMEMA Soroti Moralitas Hakim dan Wibawa Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung-RI (FORSIMEMA-RI) menilai pesan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, mengenai pentingnya moralitas hakim dan aparatur peradilan menjadi pengingat serius bagi dunia hukum nasional. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, dalam keterangan pers, Kamis, 7 Mei 2026.

Syamsul mengatakan integritas aparat peradilan bukan sekadar urusan etik pribadi. Menurut dia, moralitas merupakan fondasi utama yang menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di Indonesia.

Moralitas Hakim Jadi Penentu Kepercayaan Publik

Di ruang sidang, kata Syamsul, masyarakat tidak hanya mencari kepastian hukum. Mereka juga ingin melihat keadilan berjalan tanpa tekanan, transaksi, atau kepentingan tersembunyi. Karena itu, pesan Ketua MA dinilai relevan di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.

“Integritas adalah roh dari keadilan itu sendiri,” kata Syamsul Bahri.

Ia menjelaskan aparatur peradilan kerap menghadapi tekanan pragmatis dalam penanganan perkara. Dalam situasi seperti itu, moralitas menjadi benteng pertama untuk menolak intervensi, gratifikasi, maupun pengaruh pihak luar.

Di sejumlah pengadilan daerah, isu kedekatan dengan pihak berperkara masih menjadi obrolan yang sering terdengar di ruang tunggu sidang. Situasi itu, menurut Syamsul, membuat penguatan etika tidak cukup hanya lewat slogan.

Pengawasan Internal dan Keteladanan Pimpinan

FORSIMEMA-RI menilai penguatan moral aparatur peradilan perlu diterjemahkan ke langkah konkret. Salah satunya melalui internalisasi kode etik hakim dan pegawai peradilan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Selain itu, pengawasan internal juga dinilai penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak awal. Syamsul menekankan pimpinan lembaga peradilan harus menjadi contoh dalam disiplin dan kejujuran.

“Hukum tanpa moralitas bisa menjadi kaku dan buta,” ujarnya.

Menurut dia, budaya kerja berintegritas harus dibangun secara konsisten. Lingkungan kerja yang menghargai profesionalisme dan menindak penyimpangan dinilai akan memperkuat wibawa lembaga peradilan.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menyoroti kemitraan Ikatan Wartawan Hukum atau IWAKUM bersama FORSIMEMA di lingkungan Mahkamah Agung dan peradilan. Ia meminta humas Mahkamah Agung lebih proaktif membangun komunikasi dengan media guna menjaga transparansi informasi publik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Menko Polkam Sebut KNMP Sungsang Bukti Negara Hadir di Pesisir


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Djamari Chaniago menegaskan pemerintah pusat akan terus memperkuat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang saat berdialog dengan warga pesisir di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis, 6 Mei 2026. Program itu disebut menjadi bagian strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui fasilitas perikanan terpadu.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam menekankan negara tidak boleh absen dari wilayah pesisir. Pemerintah, kata dia, sedang menyiapkan langkah jangka panjang agar masyarakat nelayan bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung, bukan sekadar mendengar janji dari pusat.

Negara Masuk Kampung Nelayan

Djamari Chaniago mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam besar yang seharusnya mampu menopang kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, ia mengingatkan pembangunan tidak akan berjalan jika hanya mengandalkan pemerintah pusat.

“Negara akan hadir di setiap pelosok Indonesia. Kami di tingkat pusat bukan hanya bekerja, tetapi juga terus berpikir bagaimana menyejahterakan rakyat,” kata Djamari.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan warga nelayan yang memadati lokasi dialog. Di kawasan pesisir seperti Sungsang, fasilitas penyimpanan ikan kerap menjadi masalah klasik. Nelayan sering terpaksa menjual hasil tangkapan cepat-cepat karena keterbatasan pendingin. Situasi itu membuat harga ikan mudah jatuh saat tangkapan melimpah.

Karena itu, konsep Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang disiapkan lengkap dengan cold storage, pabrik es, hingga SPBU nelayan. Menurut Djamari, fasilitas tersebut akan dibangun bertahap sesuai rancangan awal pemerintah.

“Kalau sekarang belum lengkap, saya yakin ke depan akan dibangun secara lengkap karena memang sudah menjadi bagian dari konsep awal program ini,” ujarnya.

Fasilitas Nelayan dan Tantangan Energi

Djamari juga menyinggung tekanan global di sektor energi dan bahan bakar yang mulai dirasakan banyak negara. Namun, ia menilai Indonesia masih relatif mampu menjaga stabilitas sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Kita adalah salah satu negara yang bisa menahan itu, dan gangguan itu tidak sangat terasa,” katanya.

Sementara itu, Cik Ujang menilai keberadaan fasilitas pendukung di KNMP Sungsang akan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. Dengan penyimpanan yang lebih baik, nilai jual ikan di tingkat nelayan diharapkan ikut naik.

“Program ini tentu akan sangat bermanfaat bagi nelayan di Banyuasin II,” kata Cik Ujang.

Turut hadir dalam dialog tersebut antara lain Trian Yunanda, Askolani, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuasin.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ace Oldfields Tebar Dividen Rp1,5 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) memutuskan membagikan dividen tunai Rp1,5 per saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Keputusan itu diambil di tengah pertumbuhan penjualan yang masih bergerak positif sepanjang 2025, meski laba bersih perusahaan mulai tertekan kenaikan biaya operasional.

Emiten berkode saham KUAS tersebut membukukan pendapatan Rp187,02 miliar pada 2025, naik tipis dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp184,7 miliar. Namun laba bersih turun menjadi Rp10,5 miliar dari Rp11,3 miliar pada 2024.

Margin PT Ace Oldfields Mulai Menyempit

Direktur KUAS, Albert Kandiawan, mengakui kenaikan penjualan belum sepenuhnya mampu menopang profitabilitas perusahaan. “Namun, di balik kenaikan penjualan, laba bersih justru turun menjadi Rp10,5 miliar dari Rp11,3 miliar pada 2024. Penurunan menandai tekanan biaya yang mulai menggerus profitabilitas Perseroan,” ujar Albert.

Di kalangan pelaku industri manufaktur, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah emiten sektor perlengkapan rumah tangga dan bahan bangunan juga mulai menghadapi kenaikan biaya distribusi serta bahan baku sejak akhir tahun lalu. Seorang analis pasar modal bahkan menyebut kondisi sekarang mirip “jualan ramai, tapi napas makin pendek”.

Meski demikian, secara operasional perusahaan masih mencatat pertumbuhan. Laba kotor naik menjadi Rp58,5 miliar dari Rp54,2 miliar. Kenaikan ini menunjukkan permintaan produk perlengkapan pengecatan masih cukup terjaga di pasar domestik.

Aset perusahaan juga meningkat 7,63 persen menjadi Rp299,37 miliar. Namun perhatian investor tertuju pada kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar 25,64 persen yang dinilai berpotensi menekan arus kas apabila pertumbuhan pendapatan melambat.

Strategi KUAS pada 2026: Distribusi dan Digitalisasi

Menghadapi 2026, KUAS menargetkan penjualan Rp192 miliar. Target tersebut tergolong konservatif di tengah kondisi daya beli dan persaingan industri yang belum sepenuhnya stabil.

Perusahaan akan memperluas distribusi, memperkuat loyalitas pelanggan, serta meningkatkan pemasaran digital untuk mendongkrak brand awareness. Kolaborasi dengan pabrik cat juga disiapkan guna memperluas penetrasi pasar.

Selain itu, perusahaan menyiapkan program promosi seperti undian umroh untuk menjaga minat konsumen. Strategi ini memperlihatkan upaya perseroan membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, bukan sekadar mengandalkan pertumbuhan penjualan tahunan.

Namun tantangan terbesar tetap berada pada efisiensi biaya. Di industri yang kompetitif, kenaikan penjualan tanpa pengendalian beban operasional berisiko membuat pertumbuhan laba berjalan di tempat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
 
Share:

Audiensi Kodam XIX dan Cipayung Plus Bahas Ketahanan Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai menggelar audiensi strategis bersama Kelompok Cipayung Plus di Ruang Yudha Lt II Makodam XIX/TT, Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan itu menjadi ruang dialog awal antara satuan baru TNI AD dengan kelompok mahasiswa di Riau dan Kepulauan Riau.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP hadir langsung bersama pejabat utama Kodam. Agenda utama pertemuan membahas dinamika kebangsaan, stabilitas wilayah, hingga peran generasi muda menghadapi perubahan sosial dan arus informasi digital.

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Dialog dengan Mahasiswa

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah perwakilan Cipayung Plus menyampaikan pandangan kritis terkait pendidikan, isu sosial, hingga tantangan pembangunan daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo mengatakan Kodam XIX Tuanku Tambusai ingin membangun pola komunikasi yang lebih cair dengan kalangan mahasiswa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan nasional.

“Kodam XIX Tuanku Tambusai hadir sebagai satuan baru yang siap mengawal stabilitas wilayah Riau dan Kepri. Kami ingin membangun komunikasi yang jujur dan produktif. Mahasiswa adalah mitra strategis dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Belakangan, forum-forum seperti ini mulai sering dilakukan sejumlah institusi negara. Bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus media sosial, ruang dialog langsung dinilai lebih efektif meredam kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan publik.

Peran Generasi Muda Dinilai Makin Krusial

Dalam diskusi itu, Pangdam juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional. Terutama saat informasi bergerak cepat dan sering kali bercampur dengan disinformasi.

Suasana diskusi beberapa kali terasa hangat. Sejumlah peserta mahasiswa tampak menyampaikan kritik dengan lugas, sementara jajaran Kodam merespons secara terbuka. Pola komunikasi seperti ini jarang terlihat beberapa tahun lalu.

Kodam XIX Tuanku Tambusai menilai sinergi dengan kelompok intelektual muda perlu terus diperkuat agar stabilitas wilayah tetap terjaga. Terlebih, Riau dan Kepulauan Riau menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.

Audiensi itu sekaligus menandai upaya Kodam XIX Tuanku Tambusai membangun pendekatan yang lebih adaptif, responsif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman di wilayah teritorial barunya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Bayu Buana Tebar Dividen Rp100 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) memutuskan membagikan dividen tunai Rp100 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp35,32 miliar.

Keputusan itu diambil di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp554,72 miliar atau turun Rp89,89 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp644,61 miliar.

Pendapatan dan Laba Bayu Buana Menurun

Direktur Utama BAYU, Hardy Karuniawan mengatakan tekanan industri perjalanan masih memengaruhi performa perusahaan pada awal tahun. Meski begitu, perseroan tetap menjaga stabilitas operasional dan struktur keuangan.

“Kuartal I-2026 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp554,72 miliar menurun Rp89,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp644,61 miliar,” ujar Hardy.

Laba usaha perseroan juga ikut tergerus. Pada kuartal I-2026, Bayu Buana mencatat laba usaha Rp19,58 miliar, turun Rp10,29 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp29,87 miliar.

Di pasar modal, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak emiten sektor perjalanan masih bergerak hati-hati setelah biaya operasional dan pola perjalanan pelanggan berubah cukup cepat sejak dua tahun terakhir.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp15,60 miliar. Angka itu ikut menekan laba per saham menjadi Rp44,17 per 31 Maret 2026, turun dari Rp65,79 pada periode sama tahun lalu.

Aset dan Ekuitas Masih Bertumbuh

Meski laba mengalami tekanan, Bayu Buana masih mencatat pertumbuhan aset dan ekuitas. Total aset perseroan hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp972,99 miliar atau naik 1,18 persen dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp961,63 miliar.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp570,80 miliar. Nilai tersebut naik 2,26 persen atau Rp12,63 miliar dibanding posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp558,17 miliar.

Kenaikan ekuitas terutama ditopang laba periode berjalan Januari hingga Maret 2026. Di tengah perlambatan pendapatan, perusahaan tampaknya masih berupaya menjaga fundamental agar tetap solid di mata investor.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini