Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Pangdam XIX Tinjau Yon TP 952, Soroti Kesiapan Prajurit


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP meninjau langsung Marshalling Area (MA) Yon TP 952/Imam Bulqin di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai spektrum tugas, mulai dari operasi tempur hingga tugas teritorial. Peninjauan juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kondisi personel dan fasilitas satuan.

Setibanya sekitar pukul 14.55 WIB, Pangdam disambut hormat jajar, yel-yel prajurit, hingga atraksi pencak silat yang menunjukkan kesiapan fisik dan mental pasukan.

Rombongan pejabat utama Kodam XIX turut mendampingi peninjauan di dua titik, yakni di Jalan Lintas Duri–Dumai Simpang Bangko, Desa Kasumbo Ampai, serta Jalan Lingkar Simpang 5, Desa Petani.

Pangdam Tekankan Mental Juang dan Disiplin

Dalam arahannya, Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa prajurit tidak cukup hanya hadir secara fisik. Mental juang, disiplin, dan rasa syukur, menurut dia, menjadi fondasi utama dalam pengabdian seorang tentara.

Ia mengingatkan bahwa setiap personel wajib memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari ketahanan fisik, kemampuan menembak, hingga bela diri yang harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan.

Saya pernah mendengar seorang perwira senior mengatakan, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan cara paling jujur untuk mengukur kesiapan. Saat kondisi lapangan berubah cepat, hanya disiplin yang biasanya tetap bertahan.

Pesan itu terasa relevan dengan situasi saat ini. Tugas prajurit semakin kompleks, bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga dituntut adaptif menghadapi persoalan sosial di wilayah binaan.

Marshalling Area Jadi Titik Strategis Pembinaan

Menurut Pangdam, Marshalling Area Yon TP 952/Imam Bulqin memegang peran penting sebagai pusat pembinaan dan penguatan kesiapan prajurit.

“Tidak boleh ada prajurit yang lemah, seluruh personel harus siap dalam kondisi apa pun,” tegasnya dalam pengarahan di Bengkalis.

Selain kemampuan tempur, ia juga mendorong penguatan keterampilan teritorial seperti pertanian, konstruksi, peternakan, dan perikanan untuk mendukung kemandirian prajurit.

Pendekatan ini menarik. Di banyak wilayah, prajurit bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi masyarakat sekitar. Ketika kemampuan teritorial kuat, hubungan dengan warga biasanya ikut menguat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan Komandan Batalyon mengenai kondisi dan kesiapan satuan sebelum rombongan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah di Masjid MA Yon TP 952/IB sekitar pukul 15.40 WIB.

Kunjungan Pangdam XIX Tuanku Tambusai ini menegaskan bahwa kesiapan prajurit bukan sekadar soal senjata, tetapi juga karakter, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika tugas yang terus berubah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Asam Urat Usia 20-an Meningkat, Ginjal Jadi Taruhan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kasus asam urat pada usia muda kini makin sering ditemukan. Bukan hanya pada laki-laki, perempuan usia 20-an juga mulai banyak mengeluhkan nyeri sendi mendadak yang ternyata berujung pada gangguan ginjal.

Masalahnya sering dianggap sepele. Banyak orang mengira nyeri pada kaki atau jempol hanya akibat kelelahan biasa. Padahal, itu bisa menjadi sinyal awal kadar asam urat yang sudah terlalu tinggi dan mulai membebani ginjal.

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Memicu

Pola makan menjadi pemicu paling sering. Konsumsi jeroan, seafood, daging merah, hingga makanan instan berlebihan membuat kadar purin meningkat dan memicu penumpukan asam urat dalam tubuh.

Saya pernah menemui seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun yang mengaku hampir setiap malam makan mi instan dan gorengan karena praktis. Saat nyeri menyerang, ia baru sadar biaya berobat jauh lebih mahal daripada menjaga pola makan.

Kurang minum air putih juga memperburuk kondisi. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal lebih sulit membuang asam urat melalui urin. Akibatnya, kristal menumpuk dan berpotensi memicu batu ginjal.

Minuman bersoda dan tinggi gula juga tak kalah berbahaya. Kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat sekaligus mempercepat kerusakan fungsi ginjal.

Gaya hidup minim gerak ikut memperparah. Duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan berat badan berlebih membuat metabolisme melambat sehingga peradangan lebih mudah muncul.

Belum lagi stres yang sering dianggap hal biasa. Saat hormon tubuh tidak stabil, respons peradangan meningkat dan serangan nyeri sendi menjadi lebih mudah kambuh.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Tanda paling umum adalah nyeri mendadak pada malam hari. Biasanya muncul di area jempol kaki, lutut, atau pergelangan dengan rasa sakit yang tajam.

Sendi juga terasa panas, merah, dan bengkak. Pada beberapa kasus, rasa nyerinya sangat hebat sampai penderita sulit berjalan.

Banyak orang menunda pemeriksaan karena merasa masih muda. Padahal, justru di fase awal inilah pengendalian paling efektif bisa dilakukan.

Saya teringat keluhan seorang ibu muda yang mengira kakinya terkilir biasa. Setelah diperiksa, ternyata kadar asam uratnya tinggi dan sudah memicu gangguan pada saluran kemih.

Jika Dibiarkan, Dampaknya Lebih Serius

Serangan nyeri bisa berulang dan makin sering. Kaki menjadi bengkak, sulit digerakkan, bahkan muncul benjolan keras atau tophi akibat penumpukan kristal asam urat.

Komplikasi paling berat terjadi pada ginjal, mulai dari batu ginjal hingga gagal ginjal. Risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, stroke, dan sindrom metabolik juga ikut meningkat.

Karena itu, pencegahan harus dimulai lebih cepat.

Kurangi makanan tinggi purin, minum air putih minimal dua liter per hari, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, serta menghindari alkohol dan minuman tinggi gula menjadi langkah paling sederhana namun paling efektif.

Kesehatan memang investasi mahal. Banyak orang baru sadar setelah tubuh mulai memberi tagihan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Dorong Sinergi Pembangunan Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri ramah tamah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai di Gedung Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Jumat (24/4/2026) pukul 09.10 WIB.

Kunjungan kerja itu bukan sekadar seremoni. Dalam forum tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Kota Dumai.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tekankan Kolaborasi Daerah

Setibanya di lokasi, Pangdam bersama rombongan disambut Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Wali Kota Dumai H. Paisal, serta unsur TNI-Polri dan para pemangku kepentingan daerah.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, tetapi substansinya serius. Pemerintah Kota Dumai memaparkan potensi ekonomi daerah yang selama ini ditopang sektor crude palm oil (CPO), termasuk agenda besar pengembangan pelabuhan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Bagi daerah seperti Dumai, pelabuhan bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah urat nadi ekonomi. Saya pernah melihat sendiri bagaimana kota pelabuhan bisa hidup hanya karena arus logistik lancar. Ketika akses tersendat, ekonomi lokal ikut tersendat.

Wali Kota Dumai H. Paisal menegaskan percepatan pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk TNI.

“Kami berharap arahan dan dukungan Pangdam, karena sinergi ini menjadi kunci percepatan pembangunan Kota Dumai,” ujarnya.

Dukungan TNI untuk Stabilitas dan Infrastruktur Dumai

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan TNI memiliki peran penting, bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga operasi selain perang.

“TNI memiliki dua fungsi utama, yakni operasi militer untuk perang dan operasi selain perang. Di wilayah seperti Dumai, peran kami lebih banyak pada penanganan bencana, karhutla, serta menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ego sektoral, menurutnya, justru sering menjadi penghambat paling nyata.

Kalimat itu terasa sederhana, tapi sangat relevan. Banyak proyek daerah tersendat bukan karena anggaran kurang, melainkan karena koordinasi yang lemah. Di lapangan, persoalannya sering klasik: masing-masing berjalan dengan peta sendiri.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan visi dan tujuan bersama demi kemajuan daerah. Saya siap mendukung, termasuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, makan siang bersama, dan foto bersama.

Namun yang paling penting bukan sesi formal itu, melainkan pesan bahwa Pangdam XIX Tuanku Tambusai dukung pembangunan Kota Dumai melalui penguatan sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar pertumbuhan berjalan stabil dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Film Umamusume Pretty Derby Tayang 1 Mei 2026 di Bioskop


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Komunitas anime dan gaming Indonesia akan menyambut penayangan film Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era yang resmi tayang eksklusif di bioskop mulai 1 Mei 2026. Film adaptasi franchise global milik Cygames ini didistribusikan di Indonesia oleh Moxienotion.

Kehadiran film ini menjadi momen penting bagi penggemar anime dan gamer mobile karena untuk pertama kalinya fenomena Umamusume hadir dalam format layar lebar. Balapan penuh adrenalin, drama emosional, dan unsur idol performance kini dikemas lebih sinematik dan imersif.

Dari Game Mobile ke Layar Bioskop

Selama beberapa tahun terakhir, Umamusume tumbuh menjadi franchise dengan basis penggemar kuat di berbagai negara. Mulai dari pemain game mobile, penonton anime, hingga komunitas niche pecinta pacuan kuda ikut membentuk fandom yang solid.

Bagi banyak penggemar, pengalaman ini terasa personal. Saya pernah melihat sendiri antrean panjang di sebuah festival anime Jakarta saat booth gacha bertema balapan dibuka. Antusiasmenya mirip konser idol—ramai, riuh, dan penuh emosi.

Film ini hadir bukan hanya untuk penggemar lama. Beginning of a New Era juga dirancang sebagai pintu masuk bagi penonton baru, dengan cerita yang berdiri sendiri dan tema universal seperti persahabatan, perjuangan, serta semangat pantang menyerah.

Sejak rilis perdana di Jepang pada 2024, film ini mendapat respons positif secara global, termasuk saat masuk pasar Amerika Utara. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih 98 persen Popcornmeter dari penonton.

Banyak ulasan menyoroti kualitas animasi balapan yang intens, cerita yang emosional, serta kemampuan film ini menjaga keseimbangan antara fan service dan pengalaman yang ramah bagi penonton baru.

Perjalanan Jungle Pocket dan Jadwal Fan Screening

Cerita film berpusat pada Jungle Pocket, atau “Pokke”, seorang Umamusume muda yang berusaha membuktikan dirinya di tengah rivalitas keras dan bayang-bayang legenda masa lalu.

Terinspirasi oleh penampilan luar biasa Fuji Kiseki dalam balapan Twinkle Series, Pokke memutuskan bergabung dengan Akademi Tracen untuk mengejar mimpi menjadi pelari terbaik.

Di bawah bimbingan pelatih veteran Tanabe, ia menargetkan kemenangan di Triple Crown—gelar prestisius yang menjadi impian semua Umamusume. Namun jalan menuju puncak tidak pernah sederhana.

Untuk penggemar inti, fan screening terbatas digelar pada 30 April 2026 di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Harga tiket Jakarta Rp150 ribu, sedangkan Bandung dan Surabaya Rp125 ribu.

Tiket sudah termasuk mini poster dan dua postcard eksklusif. Penjualan dibuka sejak 23 April 2026 melalui jaringan bioskop CGV dan Cinepolis.

Dengan budaya cosplay, komunitas gacha, dan fandom anime yang terus tumbuh, film ini diprediksi menjadi salah satu tayangan komunitas paling ramai tahun ini.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

AIPI Soroti Bahaya UPF pada Anak, Desak Kebijakan Tegas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyoroti bahaya konsumsi makanan ultra-proses (UPF) pada anak dan remaja dalam webinar internasional, Kamis (23/4/2026). Forum ini mempertemukan ilmuwan, pemerintah, dan lembaga global untuk merumuskan respons kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Lonjakan konsumsi UPF—tinggi gula, garam, dan lemak—dinilai berkorelasi kuat dengan obesitas anak, gangguan metabolik, hingga penyakit tidak menular sejak usia dini. AIPI menilai situasi ini mendesak ditangani lewat reformasi sistem pangan nasional.

Ancaman Nyata UPF pada Anak dan Remaja

Ketua AIPI, Daniel Murdiyarso, menegaskan perubahan sistem pangan global telah menggeser pola konsumsi masyarakat. Produk ultra-proses kini makin mudah diakses, murah, dan agresif dipasarkan, termasuk ke anak-anak.

“Lingkungan pangan global telah berubah dengan cepat. Makanan ultra-olahan kini semakin mudah tersedia, terjangkau, dan dipasarkan secara luas,” ujar Daniel.

Fenomena ini bukan sekadar tren konsumsi. Sejumlah studi global menunjukkan, paparan UPF sejak dini memperbesar risiko malnutrisi ganda—kelebihan kalori tetapi miskin zat gizi.

Saya teringat obrolan ringan dengan seorang orang tua di ruang tunggu klinik beberapa waktu lalu. Ia mengaku anaknya sulit lepas dari camilan kemasan karena dianggap praktis. Cerita seperti ini kini jadi potret umum di kota-kota besar.

Dorongan Kebijakan: Dari Label Gizi hingga Cukai

Pemerintah melalui Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Deputi Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menegaskan dukungan terhadap transformasi kebijakan pangan berbasis riset.

Salah satu momentum penting adalah implementasi PP No. 28/2024. Regulasi ini membuka peluang penguatan label gizi di kemasan depan serta pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak.

Diskusi juga menyoroti perlindungan anak dari pemasaran agresif, terutama di ruang digital dan lingkungan sekolah. Selain itu, kebijakan fiskal seperti cukai minuman berpemanis kembali didorong untuk menekan konsumsi.

Rina Agustina dari AIPI menekankan, kualitas diet kini tak cukup dinilai dari kandungan gizi. Tingkat pemrosesan makanan harus jadi indikator utama.

“Pengetahuan saja tidak cukup. Anak hidup di lingkungan yang justru mempermudah akses ke makanan ultra-proses,” ujarnya.

Arah Baru: Kembali ke Makanan Asli

Forum ini juga mendorong kampanye konsumsi makanan segar berbasis bahan lokal, sejalan dengan panduan “Isi Piringku” dan konsep Planetary Health Diet.

Di tingkat praktis, pendekatan ini bukan hal baru. Banyak keluarga sebenarnya paham pentingnya makanan rumahan, tetapi kalah oleh faktor harga dan kemudahan akses produk kemasan.

Sebagai tindak lanjut, AIPI akan menyusun policy brief dan peta jalan kebijakan jangka pendek hingga panjang. Targetnya jelas: memperbaiki kualitas diet anak Indonesia.

“Jika kita mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, anak-anak akan tumbuh optimal,” ujar Ketua KIK AIPI, Herawati Sudoyo.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pecah Kongsi Bunaaca Jogja, Saat Cinta dan Bisnis Tabrakan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kisah pecah kongsi Bunaaca Jogja menjadi sorotan setelah brand donat yang sempat naik pesat itu retak akibat konflik personal dan legal pada 2024. Bisnis yang dirintis pasangan kekasih sejak 2019 ini berakhir dengan perpisahan, menyisakan sengketa kepemilikan merek dan arah usaha.

Konflik mencuat saat isu perselingkuhan muncul, diikuti fakta bahwa merek Bunaaca telah didaftarkan secara legal oleh pihak laki-laki tanpa sepengetahuan pasangannya. Sejak itu, keduanya memilih jalan berbeda dalam mengelola bisnis.

Kronologi Pecah Kongsi Bunaaca Jogja

Bunaaca berawal dari usaha rumahan pada 2019. Pihak perempuan mengembangkan resep donat secara mandiri, sementara pasangannya masuk sebagai pemodal.

Memasuki 2020, brand ini mulai dikenal luas di Yogyakarta. Popularitasnya melonjak, terutama di kalangan pencinta dessert.

Pada 2023, bisnis ini disebut mendapat suntikan investasi penuh dari pihak laki-laki. Ekspansi dilakukan dengan membuka toko offline, meski diakui sempat merugi dalam empat bulan awal operasional.

Namun, justru di puncak pertumbuhan pada 2024, konflik personal muncul. Merek Bunaaca diketahui telah dipatenkan atas nama pihak laki-laki, memicu ketegangan yang berujung perpisahan.

Saya teringat obrolan dengan seorang pelaku UMKM di Jakarta. Ia bilang, konflik bisnis paling sering justru datang dari orang terdekat—karena kepercayaan sering menggantikan sistem.

Dampak dan Pelajaran Bisnis dari Konflik Bunaaca

Setelah berpisah pada September 2024, pihak perempuan memilih keluar dan memulai usaha baru di Bali dengan brand Bibblebake. Sementara pihak laki-laki tetap menjalankan Bunaaca, dengan alasan menjaga operasional dan karyawan.

Kasus ini menyoroti tiga kelemahan klasik bisnis pemula. Pertama, terlalu mengandalkan kepercayaan tanpa sistem kontrol yang jelas.

Kedua, aspek legal yang kerap diabaikan. Kepemilikan merek yang tidak disepakati sejak awal menjadi sumber konflik serius.

Ketiga, ketergantungan pada satu individu, terutama dalam hal resep dan kualitas produk.

Dalam pengalaman pribadi, saya pernah melihat sebuah kafe kecil kehilangan pelanggan hanya dalam dua bulan setelah chef utamanya keluar. Rasa berubah, konsumen pun perlahan hilang.

Fenomena serupa terlihat di Bunaaca. Sejumlah pelanggan mengaku kualitas produk berubah setelah perpisahan terjadi.

Pada akhirnya, kisah pecah kongsi Bunaaca Jogja menegaskan satu hal: pertumbuhan bisnis tidak cukup ditopang oleh omzet dan popularitas. Sistem yang kuat dan transparansi sejak awal justru menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kebiasaan Sepele Pemicu Serangan Jantung yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Serangan jantung kerap dipersepsikan sebagai peristiwa mendadak. Padahal, kondisi ini terbentuk perlahan akibat kebiasaan kecil yang diulang setiap hari. Pola hidup sederhana—dari kurang minum hingga begadang—diam-diam memperberat kerja jantung dan merusak pembuluh darah.

Di berbagai kota besar, pola hidup serba cepat makin memperparah situasi. Banyak orang mengabaikan sinyal tubuh karena merasa masih “baik-baik saja”, hingga akhirnya risiko menumpuk tanpa disadari.

Kebiasaan Sepele yang Memicu Risiko Jantung

Kurang minum air putih jadi salah satu pemicu paling sering diabaikan. Tubuh yang kekurangan cairan membuat darah lebih kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra memompanya.

Saya pernah menemui rekan kerja yang hanya minum saat benar-benar haus. Ia menganggap sepele, sampai akhirnya mengalami tekanan darah tinggi di usia relatif muda.

Begadang juga tak kalah berbahaya. Meski durasi tidur cukup, tidur lewat tengah malam mengganggu ritme biologis tubuh. Dampaknya menjalar ke metabolisme hingga fungsi jantung.

Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif, tetap menjadi ancaman serius. Zat beracun dalam asap rokok merusak pembuluh darah dan mempercepat proses penyumbatan.

Kebiasaan ngemil tanpa kontrol—terutama saat bekerja atau scrolling—menambah asupan gula, garam, dan lemak tanpa disadari. Pola ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.

Dampak dan Cara Mengendalikannya

Stres yang tidak dikelola membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat, bahkan saat tubuh seharusnya beristirahat.

Kurang tidur memperburuk kondisi ini. Jantung kehilangan waktu pemulihan optimal, sementara hormon stres meningkat.

Gaya hidup minim gerak atau “mager” memperlambat aliran darah. Lemak lebih mudah menumpuk dan mempersempit pembuluh.

Solusinya relatif sederhana, namun butuh konsistensi. Mulai dari minum air secara rutin, tidur lebih awal secara bertahap, hingga aktif bergerak setiap 30–60 menit.

Pengalaman pribadi lain, mencoba berjalan kaki singkat setiap satu jam kerja terasa sepele. Namun setelah beberapa minggu, tubuh terasa lebih ringan dan fokus meningkat.

Intinya, serangan jantung bukan hasil dari satu kesalahan besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dianggap wajar. Yang berbahaya bukan yang sesekali, tapi yang terus diulang tanpa kontrol.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Media Protes, PN Jaktim Minim Keterbukaan Informasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sorotan terhadap minimnya keterbukaan informasi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kembali menguat pada Kamis (23/04/2026). Sejumlah wartawan mengeluhkan sulitnya mengakses agenda resmi pengadilan, mulai pelantikan pejabat hingga eksekusi lahan.

Keluhan itu disampaikan Ketua Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung RI (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri. Ia menilai PN Jakarta Timur tidak sejalan dengan semangat transparansi yang selama ini didorong Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Minimnya Akses Informasi di PN Jaktim

Syamsul menyebut wartawan kerap tidak mendapat pemberitahuan resmi terkait agenda kegiatan. Padahal, kegiatan tersebut berdampak langsung pada kepentingan publik dan layak diberitakan secara terbuka.

“Ini bukan sekadar soal akses liputan, tetapi menyangkut prinsip keterbukaan informasi publik,” ujar Syamsul Bahri dalam keterangan tertulis, Kamis (23 April 2026).

Ia menegaskan, relasi media dan lembaga peradilan semestinya bukan hubungan yang saling curiga. Media, menurutnya, justru berperan sebagai jembatan informasi antara pengadilan dan masyarakat.

Saya pernah mendengar keluhan serupa dari seorang reporter hukum di Jakarta. Ia mengaku datang ke pengadilan hanya bermodal informasi “katanya ada sidang penting hari ini”. Tanpa agenda resmi, kerja jurnalistik berubah seperti menebak-nebak.

Dampak ke Kepercayaan Publik

Sejumlah jurnalis lain juga mengaku kesulitan serupa. Tidak ada mekanisme komunikasi yang jelas, bahkan beberapa eksekusi lahan berlangsung tanpa pemberitahuan ke media.

Situasi ini memunculkan pertanyaan. Ketika akses informasi dibatasi, ruang spekulasi publik justru melebar. Dugaan adanya informasi yang ditutup-tutupi pun tak terhindarkan.

Padahal, Mahkamah Agung telah mendorong transparansi melalui berbagai kebijakan, termasuk digitalisasi layanan informasi. Namun, implementasi di tingkat pengadilan negeri menjadi titik krusial.

Pengamat hukum menilai keterbukaan bukan sekadar kewajiban administratif. Ini bagian dari membangun kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.

Pengalaman lain datang dari seorang jurnalis senior yang pernah meliput pengadilan terbuka di era reformasi awal. “Dulu justru pengadilan ingin diliput, sekarang malah seperti menghindar,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, PN Jakarta Timur belum memberikan tanggapan resmi. Desakan pembenahan komunikasi publik pun menguat, agar proses hukum tak hanya berjalan sah, tetapi juga transparan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

MII Gandeng Yonyou, Dorong Solusi ERP AI Indonesia


Dari Kiri ke Kanan: Bruce Xu - General Manager Yonyou Indonesia, Alexander Kuntoro dan President Director, PT Mitra Integrasi Informatika

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Mitra Integrasi Informatika (MII), entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk, resmi menjalin kemitraan dengan PT Yonyou Network Indonesia pada Rabu (22/04/2026) di Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan solusi ERP berbasis AI di pasar Indonesia.

Kerja sama diumumkan dalam forum Yonyou Indonesia Partner Connect 2026. MII menargetkan peningkatan penetrasi solusi enterprise berbasis data untuk industri yang tengah mempercepat transformasi digital.

Kolaborasi ERP AI Bidik Pasar Industri

Kemitraan MII dan Yonyou mempertegas arah bisnis Metrodata di segmen enterprise. Fokusnya jelas: menghadirkan solusi ERP generasi baru yang tidak hanya efisien, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri.

Alexander Kuntoro, Presiden Direktur PT Mitra Integrasi Informatika, mengatakan solusi ini dirancang untuk mengelola siklus hidup produk secara terintegrasi. Dari tahap perencanaan hingga optimalisasi, semuanya berbasis data.

“Solusi ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, serta menyederhanakan proses bisnis secara end-to-end,” ujar Alexander Kuntoro.

Di lapangan, kebutuhan seperti ini bukan hal baru. Saya pernah berbincang dengan manajer operasional di sebuah perusahaan manufaktur di Bekasi. Ia mengeluh sistem lama membuat data tersebar di banyak platform, sulit ditarik jadi keputusan cepat.

Ekosistem Global dan Dampaknya ke Bisnis

Melalui Yonyou, MII tidak hanya menjual solusi, tetapi juga masuk ke ekosistem global ERP. Akses ke jaringan ahli internasional menjadi nilai tambah, terutama untuk implementasi skala besar.

Bruce Xu, General Manager Yonyou Indonesia, menegaskan pendekatan mereka berbasis kemitraan terbuka. Model ini memungkinkan mitra lokal menangkap peluang pasar yang lebih luas.

“Yonyou akan memperluas kolaborasi dengan distributor lokal luar negeri, penyedia layanan profesional, ISV, dan mitra lainnya,” kata Bruce Xu.

Pendekatan ini penting di pasar Indonesia yang masih berkembang. Banyak perusahaan mulai beralih ke sistem digital, tetapi belum semuanya siap dari sisi integrasi.

Pengalaman lain datang dari seorang konsultan IT yang pernah saya temui. Ia menyebut kegagalan implementasi ERP sering terjadi bukan karena teknologi, melainkan minimnya dukungan ekosistem.

Dengan kolaborasi ini, Metrodata melalui MII mencoba menutup celah tersebut. Targetnya bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi memastikan transformasi digital berjalan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Indonesia Smart Energy 2026: Jalan Menuju NZE 2060


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Indonesia kembali memosisikan diri sebagai simpul energi hijau dan teknologi digital ASEAN lewat Indonesia Smart Energy & Technology Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 22–24 April 2026. Ajang yang digelar GEM Indonesia ini menghadirkan lebih dari 800 perusahaan global dan menargetkan 35.000 profesional lintas sektor.

Pameran ini menggabungkan berbagai sektor—mulai dari Solartech Indonesia hingga Data Center Indonesia—sebagai satu ekosistem. Fokusnya jelas: mempercepat integrasi energi terbarukan dengan teknologi digital dalam skala industri.

Integrasi Energi dan Digital Makin Nyata

Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menyebut pameran ini bukan sekadar etalase teknologi. “Kami membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan solusi dengan kebutuhan industri,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/04/26).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melihat forum ini sebagai momentum strategis. Sahid Junaidi menegaskan, transisi energi tak hanya soal teknologi, tapi juga kepastian hukum dan tata kelola.

“Setiap investasi hijau harus transparan dan berkeadilan,” kata Sahid. Pemerintah ingin memastikan inovasi tetap sejalan dengan regulasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Fondasi Digital Jadi Penentu

Di sisi lain, Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso, mengingatkan risiko adopsi teknologi tanpa fondasi digital kuat. Ia menyinggung fenomena “Black Box Syndrome” dalam sistem AI yang tak transparan.

“Kalau infrastrukturnya rapuh, kita hanya jadi pengguna, bukan pemain,” ujarnya. Ia mendorong kemandirian digital agar Indonesia tak bergantung pada teknologi asing.

Saya sempat berbincang dengan pelaku industri di sela pameran. Mereka mengaku, tantangan terbesar justru bukan teknologi, tapi kesiapan sistem pendukungnya—dari jaringan hingga regulasi.

APTIKNAS juga menyiapkan Mall APTIKNAS, marketplace teknologi lokal untuk mendorong UMKM dan produk dalam negeri masuk pasar global.

Elektrifikasi Desa Jadi Fokus Baru

Forum Solar PV & Energy Storage turut mengangkat isu elektrifikasi desa berbasis koperasi. Panel Barus dari Kementerian Koperasi menilai pendekatan ini bisa mempercepat distribusi energi bersih.

Diskusi yang melibatkan LPDB Koperasi dan APAMSI menegaskan pentingnya kolaborasi pembiayaan dan industri. Model ini dinilai lebih inklusif dan berkelanjutan.

Seorang peserta panel sempat berkelakar, “Kalau listrik sudah masuk desa, yang menyusul biasanya ekonomi.” Pernyataan sederhana, tapi cukup menggambarkan dampaknya.

Dengan kombinasi regulasi, teknologi, dan kolaborasi, Indonesia mulai bergerak dari sekadar pasar menjadi produsen solusi energi hijau. Smart Energy Week 2026 menjadi panggung awal arah baru itu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

PN Jakpus Kabulkan Sebagian Gugatan CMNP, Ini Dampaknya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) terhadap Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo dan PT MNC Asia Holding Tbk, di Jakarta, Rabu (22 April 2026). Sengketa lama sejak 1999 itu berujung kewajiban ganti rugi USD 28 juta plus bunga.

Putusan perkara Nomor 142/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst ini juga menetapkan ganti rugi immateriil Rp50 miliar. Juru Bicara PN Jakpus Sunoto menegaskan, majelis hakim menemukan adanya perbuatan melawan hukum dalam transaksi tersebut.

Akar Sengketa dan Putusan Hakim

Perkara ini berawal dari transaksi penukaran Medium Term Note dan obligasi CMNP dengan 28 lembar Negotiable Certificate of Deposit (NCD) milik PT Bank Unibank Tbk pada 1999. Instrumen itu kemudian gagal dicairkan.

Majelis hakim yang diketuai Fajar Kusuma Aji menilai transaksi tersebut bukan jual-beli, melainkan tukar-menukar sebagaimana Pasal 1541 KUHPerdata. Dari sini, tanggung jawab hukum para tergugat mulai ditarik lebih jauh.

Saya teringat percakapan dengan seorang analis pasar beberapa tahun lalu. Ia menyebut instrumen seperti NCD sering terlihat “aman di atas kertas, tapi rapuh saat diuji likuiditas”. Kasus ini seperti mengonfirmasi kekhawatiran itu.

Hakim juga menegaskan bahwa pihak yang menawarkan NCD semestinya memahami ketentuan Bank Indonesia. Instrumen tersebut dinilai tidak memenuhi regulasi, sebagaimana pernah ditegaskan Mahkamah Agung dalam putusan sebelumnya.

Dampak dan Doktrin Hukum yang Dipakai

Yang menarik, majelis menerapkan doktrin piercing the corporate veil. Artinya, tanggung jawab tidak berhenti di korporasi, tetapi bisa menembus ke individu di baliknya jika terbukti ada itikad tidak baik.

Putusan ini sekaligus memberi sinyal keras bagi praktik bisnis lama yang abu-abu. Dalam beberapa diskusi redaksi, isu ini kerap muncul: apakah direksi benar-benar bisa berlindung di balik badan hukum? Jawaban hakim kali ini cukup tegas—tidak selalu.

Namun, tidak semua tuntutan dikabulkan. Permintaan bunga majemuk 2 persen per bulan ditolak karena dinilai tidak proporsional. Hakim menetapkan bunga 6 persen per tahun sebagai angka yang lebih realistis.

Permohonan uang paksa dan pelaksanaan putusan serta-merta juga ditolak. Majelis merujuk pada yurisprudensi Mahkamah Agung untuk menjaga keseimbangan putusan.

“Putusan ini merupakan hasil pemeriksaan independen berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti,” ujar Sunoto.

Sebagai putusan tingkat pertama, para pihak masih memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

TMMD ke-128 Kodim Bengkalis Dorong Percepatan Pembangunan Desa


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pembukaan program TMMD ke-128 Kodim 0303/Bengkalis digelar di Bengkalis, Rabu (22 April 2026), dengan fokus percepatan pembangunan desa. Kegiatan ini mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu agenda kolaboratif.

Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, TMMD ke-128 Bengkalis bukan sekadar proyek fisik. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

TMMD ke-128 Bengkalis dan Fokus Pembangunan Desa

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis menyasar pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari pembukaan jalan hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Kegiatan sosial dan penyuluhan juga menjadi bagian utama.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyebut, percepatan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Program TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan,” ujarnya.

Di sejumlah daerah, pola seperti ini terbukti efektif. Saya pernah meliput program serupa di wilayah Sumatera beberapa tahun lalu. Jalan desa yang awalnya sulit dilalui berubah menjadi akses ekonomi baru dalam hitungan bulan.

Hal serupa diharapkan terjadi di Bengkalis. Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi pintu masuk bagi aktivitas ekonomi warga.

Dampak Sosial dan Penguatan Gotong Royong

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 Bengkalis juga menargetkan penguatan nilai sosial. Gotong royong kembali didorong sebagai fondasi utama pembangunan desa.

“Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus terus kita jaga,” kata Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu. Ia menilai keterlibatan warga menjadi faktor penentu keberhasilan program.

Dalam banyak kasus, proyek pembangunan sering tersendat karena minim partisipasi masyarakat. Di sinilah pendekatan TMMD menjadi berbeda—warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama.

Saya masih ingat obrolan dengan kepala desa di Riau yang mengatakan, “Kalau warga ikut bangun, mereka juga ikut menjaga.” Logika sederhana ini sering luput dalam proyek pembangunan konvensional.

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis diharapkan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, hasilnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Yadea Buka Dealer Pekanbaru, Dorong Tren Motor Listrik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Yadea, memperluas jaringan di Indonesia dengan membuka dealer baru di Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi agresif Yadea di pasar motor listrik nasional, sekaligus menjawab tren kendaraan ramah lingkungan yang terus tumbuh.

Ekspansi Yadea Pekanbaru Dorong Akses Motor Listrik

Peresmian dealer ditandai pemotongan pita oleh Partner Yadea Riau, Ricky Hendrikson, bersama Direktur Operasional Yadea Pekanbaru, Nata Hedy Nyo SE SH MH.

Dealer ini mengusung konsep layanan terpadu, mulai dari penjualan, penyediaan suku cadang, hingga servis. Model seperti ini kini jadi standar baru di industri kendaraan listrik.

“Sepeda motor listrik Yadea menawarkan fitur canggih, desain menawan, serta biaya perawatan rendah,” ujar Nata Hedy Nyo di Pekanbaru, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, kehadiran dealer ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang ingin kendaraan efisien tanpa meninggalkan aspek gaya.

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang dengan pengguna motor listrik di Jakarta. Keluhan utamanya sederhana: akses servis masih terbatas. Kehadiran dealer seperti ini jelas menjawab persoalan tersebut.

Produk Variatif dan Strategi Harga Kompetitif

Yadea menawarkan 11 tipe kendaraan, mulai dari sepeda listrik harga Rp4 jutaan hingga motor listrik seperti Velax-H dan RS20 di kisaran Rp15 jutaan.

Ada pula tipe roda tiga ETO31 yang menyasar kebutuhan usaha, seperti distribusi galon dan operasional perkebunan. Segmentasi ini menunjukkan Yadea tak hanya mengejar pasar ritel.

Untuk menarik minat awal, Yadea memberikan potongan harga hingga Rp1 juta hingga 31 April 2026. Selain itu, tersedia program servis gratis lintas merek pada 23–24 April.

Area Sales Manager Yadea Riau, Jan, memastikan dukungan purna jual menjadi prioritas. “Kami menjamin ketersediaan komponen dan garansi baterai minimal dua tahun,” ujarnya.

Target Ekspansi dan Prospek Pasar

Yadea menargetkan lima dealer di Pekanbaru dan sepuluh di seluruh Riau. Saat ini, dua dealer sudah beroperasi.

Ricky Hendrikson menilai potensi pasar masih terbuka lebar. “Yadea adalah simbol gaya hidup baru yang menggabungkan desain dan teknologi,” katanya.

Data tren global menunjukkan adopsi kendaraan listrik terus meningkat. Di level lokal, tantangan terbesar bukan lagi harga, melainkan infrastruktur dan kepercayaan konsumen.

Dengan ekspansi jaringan dan layanan, Yadea mencoba menutup celah itu. Jika konsisten, pasar motor listrik di daerah seperti Riau bisa tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Laba DKFT Lonjak 38%, Fokus Efisiensi dan Margin


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025. Laba bersih naik 38,44% menjadi Rp574,39 miliar. Hal tersebut disampaikan Direktur DKFT, Yohanes Supriady dalam Public Expose Tahunan di Jakarta, Rabu (22/04/2025),

Pendapatan tumbuh moderat 7,87% ke Rp1,576 triliun, namun efisiensi biaya mendorong margin. Perusahaan mulai menggeser strategi dari ekspansi volume ke optimalisasi profitabilitas pada 2026.

Kinerja Keuangan Melonjak, Efisiensi Jadi Kunci

Kombinasi kenaikan pendapatan dan penurunan beban pokok 4,48% membuat laba kotor melesat 24,11% menjadi Rp783,59 miliar. Beban usaha dan pajak ikut ditekan 3,37%.

Dampaknya terasa langsung. Laba per saham naik tajam 56,63% menjadi Rp104,02. Ini sinyal kuat bahwa efisiensi bukan sekadar jargon, melainkan eksekusi nyata di lapangan.

Neraca Menguat, Likuiditas Lebih Longgar

Dari sisi fundamental, kas melonjak 40% menjadi Rp723,90 miliar. Total aset naik 22% ke Rp3,09 triliun, sementara ekuitas tumbuh 45% menjadi Rp1,23 triliun.

Menariknya, liabilitas jangka panjang turun 6%. Ini mengindikasikan upaya deleveraging—langkah yang jarang diambil agresif saat kinerja sedang naik.


Bagi investor ritel, angka-angka ini biasanya jadi “alarm hijau”. Struktur modal yang sehat memberi ruang ekspansi tanpa tekanan utang berlebih.

Operasional: Penjualan Melampaui Produksi

Produksi bijih nikel relatif stagnan di 2,93 juta ton. Namun penjualan melonjak 16,60% menjadi 3,03 juta ton. Artinya, perusahaan agresif mengoptimalkan stok.

Segmen batu kapur bahkan melesat. Produksi naik 165,79% dan penjualan tumbuh 73,96%. Ini mulai terlihat sebagai sumber pertumbuhan baru.

Proyeksi 2026: Volume Turun, Laba Tetap Naik

DKFT memproyeksikan volume penjualan turun 36,4% menjadi 1,93 juta ton pada 2026. Pendapatan relatif stagnan di kisaran Rp1,57 triliun.

Namun laba bersih justru diperkirakan naik 9,49% menjadi Rp628,89 miliar. EBITDA ikut meningkat. Strateginya jelas: margin lebih penting daripada tonase.

Pendekatan ini mengingatkan pada pergeseran industri tambang global—lebih selektif, fokus kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Strategi dan ESG: Fondasi Jangka Panjang

Perusahaan menyiapkan tiga fokus utama: peningkatan kapasitas, penambahan cadangan melalui eksplorasi dan akuisisi IUP, serta optimalisasi operasi.

Di sisi ESG, DKFT mulai lebih terstruktur. Penanaman 110.800 pohon, penggunaan alat listrik, hingga proyek PLTS menjadi bagian transisi energi.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kinerja MINE 2025 Naik, Aset Melonjak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat kinerja 2025 tumbuh solid. Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry dalam Public Expose Tahunan di Jakarta, Rabu (22/04/2026), mengatakan pendapatan naik 11,8% menjadi Rp2,36 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang ekspansi proyek tambang nikel dan penguatan aset. Laba komprehensif mencapai Rp200,83 miliar, mencerminkan aktivitas operasional yang semakin intens sepanjang tahun.

Ekspansi Proyek Dorong Kinerja 2025

Ivo menilai capaian ini bukan kebetulan. Perusahaan, kata dia, konsisten menjaga momentum di tengah tekanan industri tambang.

“Kami bersyukur Perseroan terus menjaga pertumbuhan pendapatan dan memperkuat struktur aset di tengah berbagai tantangan operasional,” ujarnya.

Aset perusahaan naik 28,6% menjadi Rp2,07 triliun. Lonjakan terutama berasal dari aset tidak lancar yang tumbuh 48,5%, seiring investasi alat berat dan infrastruktur tambang.

Mitra Strategis dan Diversifikasi Jadi Penopang

Kontributor utama pendapatan MINE berasal dari jasa penambangan sebesar Rp2,18 triliun. Sementara jasa konstruksi menyumbang Rp180,10 miliar, melonjak lebih dari 12 kali lipat.

Pendapatan terbesar datang dari PT Weda Bay Nickel, diikuti PT Hengjaya Mineralindo dan PT Sulawesi Cahaya Mineral. Ketergantungan pada mitra besar masih terlihat, tapi mulai diimbangi diversifikasi.

Ivo menegaskan, penguatan kemitraan dan ekspansi klien menjadi strategi utama. “Kami optimistis prospek industri nikel nasional masih sangat menjanjikan,” ujarnya.

Langkah ini masuk akal. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi nikel global diperkirakan naik menjadi 3,824 juta ton pada 2026, didorong kebutuhan stainless steel.

Strategi Produktivitas dan Ketahanan Bisnis

MINE menempatkan produktivitas sebagai inti strategi. Setiap aspek operasional, termasuk downtime, dipantau ketat untuk menjaga efisiensi.

Di sisi lain, perusahaan mulai mendorong diversifikasi proyek lintas komoditas. Tujuannya jelas: mengurangi risiko ketergantungan pada satu sektor.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola ini terlihat di banyak perusahaan tambang. Yang bertahan bukan yang terbesar, tapi yang paling adaptif terhadap perubahan pasar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Cara Efektif Mengecilkan Plak Jantung, Kunci di LDL


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Plak jantung terbentuk diam-diam selama bertahun-tahun dan kerap baru terdeteksi saat sumbatan melewati 70 persen. Pada fase ini, pasien biasanya membutuhkan pemasangan ring, bypass, atau sudah mengalami serangan jantung.

Jika belum sampai tahap intervensi, peluang masih terbuka. Dengan pendekatan tepat—menekan kolesterol jahat, meredakan peradangan, dan memperbaiki metabolisme—plak bisa distabilkan, bahkan mengecil dalam batas tertentu.

Mengapa Plak Jantung Terbentuk Diam-Diam

Proses pembentukan plak tidak instan. Ia bermula dari kadar LDL tinggi, terutama jenis kecil dan padat yang mudah menempel di dinding pembuluh darah. Kerusakan pembuluh akibat hipertensi, gula tinggi, dan rokok mempercepat proses ini.

Di tahap berikutnya, LDL teroksidasi memicu respons imun. Sel-sel imun memakannya dan berubah menjadi “sel busa”, fondasi awal plak. Seiring waktu, kalsium ikut menumpuk, membuat plak mengeras dan mempersempit aliran darah.

Saya pernah menemui seorang kerabat yang merasa sehat, rutin bekerja tanpa keluhan. Ia baru sadar setelah hasil pemeriksaan menunjukkan penyumbatan signifikan—tanpa gejala sebelumnya. Kasus seperti ini bukan pengecualian.

Cara Efektif Mengecilkan Plak Jantung dan Menstabilkannya

Kunci utama ada pada penurunan LDL. Targetnya di bawah 70 mg/dL untuk risiko tinggi, bahkan 55 mg/dL untuk risiko sangat tinggi. Pola makan menjadi fondasi: kurangi gorengan, batasi gula, dan perbanyak serat.

Dalam banyak kasus, terapi statin diperlukan. Selain menurunkan LDL, statin berfungsi menstabilkan plak agar tidak mudah pecah—pemicu utama serangan jantung. Studi besar seperti Asteroid Trial dan Saturn Trial menunjukkan penekanan LDL dapat menghentikan progresi plak.

Peradangan juga tak kalah penting. Tidur cukup, berhenti merokok, serta mengelola stres menjadi langkah sederhana tapi krusial. Pemeriksaan HS-CRP dapat memberi gambaran tingkat peradangan dalam tubuh.

Pengendalian tekanan darah dan gula darah menjaga dinding pembuluh tetap sehat. Target tekanan darah di bawah 130/80 mmHg dan gula darah puasa di bawah 100 mg/dL menjadi patokan umum.

Dampak Metabolisme dan Peran Olahraga

Trigliserid tinggi memperburuk kondisi dengan meningkatkan LDL kecil padat. Rasio trigliserid terhadap HDL di atas 2 menjadi sinyal risiko metabolik. Solusinya sederhana: kurangi karbohidrat olahan, turunkan berat badan, dan rutin berolahraga.

Jalan cepat 30 menit sehari sering diremehkan, padahal efeknya nyata. Selain memperbaiki metabolisme, olahraga membantu pembentukan pembuluh kolateral—jalur alternatif aliran darah saat terjadi sumbatan.

Intinya, plak mungkin tidak hilang total, tapi bisa dibuat stabil. Dan dalam dunia kardiovaskular, stabilitas sering kali menjadi pembeda antara hidup normal dan serangan mendadak.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Midlife Crisis Usia 40-65: Tanda, Risiko, dan Solusi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena fakta midlife crisis usia 40-65 dan dampaknya pada hubungan kembali menjadi perhatian setelah berbagai studi menunjukkan tekanan psikologis meningkat pada fase tersebut. Rentang usia 40 hingga 65 tahun disebut sebagai periode paling rentan.

Data dari Institute for Family Studies mencatat sekitar 20 persen pasangan menikah di Amerika Serikat mengaku pernah berselingkuh di usia 55 tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di bawahnya.

Gejala Midlife Crisis: Dari Jenuh hingga Cari Validasi

Midlife crisis sering tidak muncul dalam bentuk ekstrem. Ia datang pelan—rasa jenuh, kehilangan makna, hingga kebutuhan untuk diakui kembali.

Dari pengalaman, isu keluarga beberapa tahun terakhir, keluhan yang paling sering muncul bukan soal konflik besar, tapi justru hal kecil: komunikasi yang dingin dan rutinitas yang terasa monoton.

The Gottman Institute mencatat penurunan kepuasan emosional sebagai pemicu utama. Perasaan kehilangan kedekatan ini kemudian mendorong sebagian orang mencari validasi di luar hubungan.

Faktor lain juga berperan. Perubahan fisik, tekanan karier, hingga fase “empty nest” saat anak mulai mandiri membuat banyak orang merasa kehilangan peran.

Pada titik ini, midlife crisis bukan sekadar soal usia, tetapi soal transisi identitas. Banyak orang ingin “mengulang masa muda” atau mencoba hal baru untuk mengisi kekosongan.

Relasi, Pernikahan, dan Upaya Menghindari Krisis

Dampak paling nyata terlihat pada relasi rumah tangga. Rasa tidak dihargai atau tidak dicintai sering menjadi pintu masuk konflik yang lebih besar.

Namun, sejumlah pendekatan sederhana justru dianggap efektif. Memperbaiki komunikasi, menghidupkan kembali kedekatan fisik, hingga mengunjungi kembali tempat penuh kenangan menjadi cara yang sering direkomendasikan.

Saya pernah berbincang dengan pasangan yang hampir berpisah setelah 20 tahun menikah. Mereka tidak menyelesaikan masalah dengan langkah besar, tapi dari kebiasaan kecil: kembali makan malam bersama tanpa distraksi.

Selain itu, penting membangun rasa syukur terhadap kondisi saat ini. Perubahan fisik dan karier adalah keniscayaan, bukan ancaman.

Konsep lain yang mulai banyak dibicarakan adalah “legacy”—warisan nilai dan makna hidup. Fokus ini dinilai membantu individu melihat hidup lebih luas, bukan sekadar pencapaian pribadi.

Pada akhirnya, midlife crisis bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dipahami. Ia menjadi alarm bahwa ada aspek hidup yang perlu ditata ulang, terutama dalam relasi dan makna diri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT IKAHI 73: Sunarto Tekankan Hakim Terpercaya dan Keadilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Puncak peringatan HUT ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) di Balairung Mahkamah Agung RI, Rabu (22/04/2026), menegaskan kembali isu krusial: pentingnya pesan Ketua MA Sunarto tentang hakim terpercaya dan keadilan rakyat.

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, menyatakan kepercayaan publik adalah fondasi utama peradilan. Tanpa itu, otoritas hakim hanya bersifat formal dan kehilangan legitimasi sosial.

Tujuh Pesan Sunarto: Integritas hingga Humanisme

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Sunarto merinci tujuh pesan yang terasa sederhana, tetapi menyentuh inti persoalan peradilan. Ia mengawali dari hal mendasar: kepercayaan publik sebagai napas utama lembaga hukum.

“Tanpa kepercayaan publik, kewenangan yang kita miliki hanya akan bersifat formal,” ujar Prof. Dr. Sunarto di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia lalu menguraikan kriteria hakim terpercaya, mulai dari integritas, independensi, hingga transparansi. Standar ini bukan sekadar norma, tetapi tuntutan yang makin terasa di tengah sorotan publik.

Saya teringat satu sidang terbuka yang pernah saya liput beberapa tahun lalu. Di ruang itu, bukan hanya putusan yang diuji, tapi juga gestur hakim—cara bertanya, nada bicara, bahkan jeda diam. Kepercayaan publik sering lahir dari detail-detail kecil seperti itu.

Sunarto juga menekankan pentingnya humanisme yudisial. Pendekatan hukum, menurutnya, tidak cukup berhenti pada teks aturan, tetapi harus menyentuh rasa keadilan yang hidup di masyarakat.

Hakim, Kesejahteraan, dan Tantangan Moral

Lebih jauh, Ketua MA mengaitkan langsung kualitas hakim dengan kesejahteraan rakyat. Baginya, keadilan bukan hanya soal ekonomi, melainkan akses hukum, perlindungan hak, dan kepastian yang menenangkan.

Ia menegaskan hubungan sebab-akibat yang jelas: hakim terpercaya akan melahirkan kepercayaan pada hukum, lalu menciptakan ketertiban sosial. Dari situ, kesejahteraan bisa tumbuh.

Peran IKAHI juga disorot sebagai pilar moral. Dengan fasilitas dan kesejahteraan yang sudah dijamin negara, penyimpangan tidak lagi bisa dibenarkan sebagai kebutuhan.

“Penyimpangan itu bukan lagi karena kebutuhan, tapi keserakahan dan penyalahgunaan kesempatan,” kata Sunarto.

Di sisi lain, ia mengingatkan pimpinan pengadilan untuk tetap rendah hati. Jabatan, menurutnya, bukan simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Di penghujung acara, tiga komitmen ditegaskan: menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, dan menghadirkan putusan berkualitas. Bagi sebagian orang, ini terdengar normatif. Tapi di ruang peradilan, justru di situlah letak ujian sebenarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

ISPO 2025 Jadi Kunci Jawab Isu Sawit Merusak Lingkunga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam forum 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026, isu fakta regulasi sawit berkelanjutan ISPO 2026 menjadi sorotan utama. Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, memaparkan arah kebijakan pemerintah di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pemerintah menargetkan penguatan tata kelola sawit melalui hilirisasi, peningkatan produktivitas, serta pengetatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk menjawab tekanan global dan isu lingkungan.

Hilirisasi dan Target Ekspansi Sawit Nasional

Kuntoro Boga Andri menjelaskan, strategi sawit ke depan tidak lagi semata soal ekspansi lahan, melainkan integrasi hulu-hilir. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,7 triliun dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Sebagian besar, sekitar 80 persen, dialokasikan untuk bibit dan biaya tanam,” ujar Kuntoro Boga Andri.

Pemerintah juga mendapat mandat untuk meningkatkan luas tanam sawit hingga 2–5 juta hektare dalam beberapa tahun ke depan. Namun, pendekatan ini tetap mempertimbangkan aspek agroekologi dan legalitas lahan.

Saya sempat mengunjungi kebun rakyat di Kalimantan beberapa waktu lalu. Perbedaan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan terlihat jelas. Ini yang kini coba dijembatani lewat kebijakan baru.

Rata-rata produktivitas sawit rakyat masih sekitar 3,8 ton per hektare, sementara swasta bisa mencapai 5 hingga 6 ton. Celah ini menjadi fokus peningkatan produksi tanpa harus membuka lahan baru secara agresif.

ISPO, Regulasi, dan Tekanan Global

Di sisi lain, masalah terbesar bukan hanya produksi, tetapi nilai tambah. Saat ini, 60–70 persen ekspor sawit masih berupa bahan mentah seperti CPO. Produk turunan justru banyak diimpor.

Kuntoro menyoroti pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak sekadar menjadi pemasok bahan baku. “Nilai tambahnya sangat besar jika kita kembangkan produk turunannya,” katanya.

Namun, tekanan global terus meningkat. Isu deforestasi, emisi gas rumah kaca, hingga kampanye negatif di pasar Eropa menjadi tantangan nyata industri sawit nasional.

Pemerintah merespons dengan memperkuat ISPO. Regulasi ini telah berevolusi sejak Permentan 19 Tahun 2011 hingga Perpres 16 Tahun 2025, yang kini menjadi dasar wajib bagi seluruh pelaku usaha sawit.

ISPO menetapkan prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk perusahaan, terdapat 43 kriteria dan 133 indikator. Sementara pekebun rakyat memiliki skema lebih sederhana.

Meski begitu, tantangan masih besar. Sertifikasi ISPO untuk perusahaan sudah mencapai lebih dari 70 persen, tetapi pekebun rakyat baru sekitar 1 persen.

Di lapangan, konflik lahan dan perizinan masih sering muncul. Kuntoro mengakui pihaknya hampir setiap hari menerima laporan terkait sengketa lahan dan masalah sosial.

Di ujung diskusi, satu hal terasa jelas: persoalan sawit bukan hitam-putih. Antara kebutuhan ekonomi, tekanan global, dan realitas lapangan, pemerintah sedang mencari titik seimbang yang tidak mudah.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

IEF 2026 Jakarta Kupas Isu Sawit dan Banjir Bandang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Media Perkebunan menggelar 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026 di Jakarta, Rabu (22/04/2026). Forum ini menguji klaim lama: benarkah kelapa sawit menjadi biang kerusakan lingkungan dan banjir bandang?

Diskusi menghadirkan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membedah isu sawit berbasis data. Narasi yang selama ini berkembang dinilai kerap menyederhanakan persoalan kompleks tata kelola lahan dan perubahan ekologi.

Sawit di Tengah Tuduhan dan Realitas Lapangan

Isu sawit merusak lingkungan bukan hal baru. Namun di forum ini, perspektifnya mulai digeser. Kelapa sawit tetap disebut sebagai komoditas strategis yang menopang ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menyuplai kebutuhan pangan global.

Saya teringat obrolan dengan petani di Sumatera beberapa tahun lalu. Mereka tidak bicara soal geopolitik atau regulasi global, tapi soal harga panen dan biaya pupuk. Di level akar rumput, sawit adalah soal hidup sehari-hari.

Dr. Musdhalifah Machmud, Deputy Secretary-General CPOPC, menegaskan pendekatan berbasis data penting untuk menghindari generalisasi. “Fenomena lingkungan itu tidak bisa langsung dihakimi. Ada proses alami yang harus dipahami,” ujarnya.

Ia mencontohkan perubahan awal pembukaan lahan yang kerap memicu kekeruhan air atau perubahan aliran. Namun efek itu, menurutnya, tidak selalu permanen dan terjadi pada banyak aktivitas manusia.

Data Global dan Tantangan Keberlanjutan

Secara global, kelapa sawit menyumbang sekitar 34 persen kebutuhan minyak nabati dunia, dengan penggunaan lahan hanya sekitar 7 persen. Bandingkan dengan kedelai yang membutuhkan lahan jauh lebih luas namun kontribusinya lebih kecil.

Artinya, jika sawit digantikan komoditas lain, kebutuhan lahan bisa melonjak berkali lipat. Ini menjadi argumen utama bahwa efisiensi sawit justru penting dalam konteks lingkungan global.

Namun tantangan tetap ada. Regulasi seperti EUDR yang berlaku efektif akhir 2026 menuntut transparansi rantai pasok dan standar bebas deforestasi. Di sisi lain, penerapan ISPO dan praktik berkelanjutan di tingkat petani kecil masih belum merata.

Forum ini juga menyoroti pentingnya teknologi, termasuk pengolahan limbah POME menjadi energi dan pupuk. Pendekatan ini dinilai bisa menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

Di luar forum, saya sempat melihat label “palm oil free” di sebuah kafe di Bali. Label itu terasa sederhana, tapi menyimpan bias panjang. Di sinilah forum seperti IEF menjadi penting—untuk meluruskan narasi yang terlalu hitam-putih.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini