Pertanyaan mengenai apakah seseorang mengalami gangguan mental atau terkena santet masih kerap muncul di tengah masyarakat. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika seseorang merasakan perubahan fisik maupun psikis secara mendadak sehingga sulit menemukan penjelasan yang dianggap memadai.
Sejumlah praktisi kesehatan mental menilai bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menelaah kondisi psikologis, riwayat kesehatan, serta berbagai peristiwa yang dialami sebelum munculnya keluhan. Pendekatan ini penting agar seseorang tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab yang belum dapat dibuktikan.
Kenali Faktor Pemicu yang Mungkin Terjadi
Sebelum menarik kesimpulan, seseorang dianjurkan mengevaluasi apakah sebelumnya mengalami peristiwa yang berdampak besar, seperti kehilangan orang terdekat, tekanan pekerjaan, konflik keluarga, atau perubahan hidup yang signifikan.
Gangguan tidur, perubahan nafsu makan, kecemasan berkepanjangan, hingga kesulitan mengendalikan pikiran juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang berada dalam tekanan. Dalam banyak kasus, respons terhadap trauma atau stres berat dapat memunculkan gejala fisik maupun emosional yang memerlukan penanganan profesional.
Pemulihan Tetap Menjadi Prioritas
Gangguan mental bukan merupakan aib, kelemahan pribadi, ataupun ukuran tingkat keimanan seseorang. Kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang dapat dipengaruhi berbagai faktor biologis, psikologis, maupun sosial sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.
Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memiliki keyakinan spiritual terhadap adanya gangguan nonmedis. Keyakinan tersebut merupakan ranah kepercayaan. Namun, apabila seseorang mengalami keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan kepada psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan tetap menjadi langkah penting untuk memperoleh diagnosis dan terapi yang sesuai.
Mendapatkan bantuan profesional tidak berarti mengabaikan keyakinan spiritual. Sebaliknya, kedua pendekatan dapat berjalan berdampingan selama tidak menghambat pemeriksaan medis maupun psikologis. Yang terpenting adalah mengutamakan proses pemulihan agar kondisi fisik dan mental dapat kembali stabil.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto

































