Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Mendes Yandri Dorong Literasi Karantina di 75 Ribu Desa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meminta peningkatan literasi karantina bagi kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia. Langkah itu dibahas saat Yandri bertemu Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di Ruang Rapat Menteri Kemendes PDT, Senin, 11 Mei 2026.

Pemerintah menilai minimnya pemahaman soal karantina berpotensi menghambat pengembangan desa berbasis ekspor. Karena itu, Kemendes PDT dan Badan Karantina Indonesia mulai menyiapkan pola kerja sama untuk memperkuat standar mutu komoditas desa.

Kemendes Soroti Rendahnya Literasi Karantina Desa

Yandri Susanto mengatakan jumlah kepala desa di Indonesia mencapai 75.266 orang. Namun, literasi mengenai sistem karantina dan pengawasan komoditas dinilai masih rendah.

“Jumlah Kepala Desa itu 75.266 dan kami melihat masih minim literasi karantina. Untuk itu, kami mengajak Barantin untuk MoU dan PKS untuk pertebal literasi karantina,” ujar Yandri.

Kemendes PDT juga bakal melibatkan delapan asosiasi desa, termasuk Apdesi Merah Putih, PAPDESI, dan PABPDSI. Langkah itu diarahkan agar pemahaman karantina tidak berhenti di level kebijakan pusat.

Yandri mengatakan kepala desa dan perangkat desa perlu memahami aturan karantina agar tidak tersandung persoalan administratif maupun distribusi komoditas.

Di sejumlah daerah, persoalan seperti sertifikasi hingga standar mutu produk desa memang masih sering dianggap urusan belakangan. Padahal, ketika produk mulai masuk pasar antardaerah atau ekspor, aturan karantina menjadi pintu pertama yang harus dilalui.

“Kami siap bekerja sama karena ini sangat penting untuk diketahui semua yang ada di desa termasuk 34.000 pendamping,” kata mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Desa Ekspor dan Biosekuriti Jadi Fokus Baru

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyambut rencana kerja sama tersebut. Menurut dia, desa kini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama penggerak ekonomi.

Ia menilai potensi desa cukup besar, tetapi masih terkendala standarisasi dan sertifikasi produk. Akibatnya, banyak komoditas desa sulit menembus pasar ekspor.

“Olehnya itu kita harus dorong desa prioritas ekspor harus punya standarisasi dan sertifikasi hingga mudahkan untuk ekspor,” ujar Karding.

Barantin kemudian mengusulkan program Desa Ekspor Berbasis Biosekuriti dan Mutu Terjamin. Program itu mencakup Desa Berbasis Biosekuriti, Klinik Karantina Desa, BUMDesa Export Hub, hingga Digital Traceability Desa.

Kemendes PDT diusulkan memperkuat kelembagaan BUMDesa, kapasitas produksi masyarakat, dan infrastruktur desa. Sementara Barantin menyiapkan sistem biosekuriti, pengawasan komoditas, hingga fasilitas gerbang ekspor.

Turut hadir mendampingi Mendes Yandri antara lain Sekjen Kemendes Taufik Madjid, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Dirjen PEID Tabrani, dan Staf Ahli Sugito.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Satgas Garuda Lebanon Diminta Perkuat Disiplin Tempur


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago meminta 744 prajurit Satgas Kontingen Garuda UNIFIL meningkatkan disiplin, kualitas latihan, dan kesiapan tempur sebelum diberangkatkan ke Lebanon akhir Mei 2026.

Arahan itu disampaikan Djamari saat memimpin Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026. Pemerintah menilai situasi kawasan penugasan semakin kompleks dan penuh risiko.

Menko Polkam Ingatkan Risiko Misi Perdamaian Lebanon

Di hadapan ratusan prajurit, Djamari Chaniago mengingatkan bahwa misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan sekadar penugasan luar negeri. Ada nama Indonesia yang ikut dipertaruhkan dalam setiap tindakan prajurit di lapangan.

Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian, Djamari menyinggung pengalamannya saat bertugas dalam misi United Nations Emergency Force II di Sinai pada dekade 1970-an.

Ia mengatakan kedisiplinan dan latihan keras menjadi fondasi utama keselamatan personel di wilayah konflik. Menurut dia, prajurit yang disiplin cenderung lebih siap menghadapi situasi tidak terduga.

“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik,” kata Djamari.

Suasana pengarahan berlangsung serius. Sejumlah prajurit tampak mencatat arahan sambil sesekali berdiskusi kecil dengan rekan di sebelahnya. Bagi sebagian personel, penugasan ke Lebanon bukan pengalaman pertama, tetapi ancaman di kawasan itu terus berubah.

Djamari juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo terhadap peningkatan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Pemerintah ingin reputasi pasukan Indonesia tetap terjaga di bawah bendera PBB.

“Kalian mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB,” ujar Djamari.

Pemerintah Dorong Reputasi Indonesia di Misi PBB

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan rapat koordinasi tersebut penting untuk memperkuat kesiapan antarlembaga di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Menurut Sugiono, kawasan penugasan UNIFIL di Lebanon memiliki tingkat risiko tinggi sehingga kemampuan prajurit harus benar-benar matang sebelum diberangkatkan.

“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko,” kata Sugiono.

Ia meminta seluruh prajurit menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab karena setiap keberhasilan operasi akan ikut memperkuat reputasi Indonesia di mata internasional.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan kementerian terkait lainnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Harga Cabai Merah Naik, Kemendagri Tegur 242 Daerah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah segera mengendalikan kenaikan harga cabai merah yang terjadi di 242 daerah pada pekan pertama Mei 2026. Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Lonjakan harga cabai merah dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Kemendagri menyoroti masih adanya daerah yang belum aktif bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam program peningkatan produksi cabai merah.

Kemendagri Soroti Daerah yang Belum Ikut Program Cabai

Tomsi Tohir mengatakan pemerintah daerah tak bisa hanya menunggu pasokan pasar berjalan normal. Menurut dia, daerah perlu bergerak sejak awal untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“[Pemda] boleh tidak membangun atau tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai, dengan catatan jangan [sampai harga] cabainya naik,” ujar Tomsi dalam forum tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sejumlah daerah belum mendukung program Calon Petani dan Calon Lokasi atau CPCL untuk peningkatan produksi cabai merah. Bahkan, ada daerah yang menolak alokasi kawasan cabai dalam program tersebut.

Padahal, pola kenaikan harga cabai hampir selalu berulang setiap musim berganti. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai sering melonjak cepat hanya dalam hitungan hari. Pedagang kecil biasanya paling dulu merasakan dampaknya karena pembeli mulai mengurangi belanja.

Tomsi mengingatkan pengalaman menghadapi musim hujan, cuaca panas, hingga gelombang tinggi seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan.

“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahun-tahun kita mengalami musim yang sama, kita harus sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan itu,” kata Tomsi.

Stok Beras Melimpah, Distribusi Tetap Jadi Catatan

Di tengah lonjakan harga cabai merah, Kemendagri justru mengapresiasi stok beras nasional yang mencapai 5,19 juta ton. Angka itu disebut menjadi cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah.

Namun Tomsi meminta Perum Bulog memastikan distribusi beras berjalan merata. Sebab, masih ditemukan daerah yang harga berasnya berada di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET.

“Tolong Ibu [Perum Bulog] data kan daerah-daerah masih tinggi, minta dihubungi untuk Bulognya supaya penyalurannya ditingkatkan,” ujarnya.

Rapat itu turut dihadiri Direktur Statistik Harga BPS Sarpono, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Wisuda Tahfidz Darul Aman Makassar, 27 Santri Hafal 30 Juz


Duta Nusantara Merdeka | Makassar 
Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Kampus 1 Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, Ahad, 10 Mei 2026. Sebanyak 184 santri dan santriyah resmi ditamatkan dalam Penamatan Santri Angkatan ke-32 dan Wisuda Tahfidzul Qur’an Tahun 2026.

Momen itu makin terasa istimewa setelah pondok pesantren tersebut meresmikan lapangan baru bernama Konstantinopel Hall. Peresmian dilakukan di tengah antusiasme orang tua santri, dewan guru, serta sejumlah tokoh pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.

Wisuda Tahfidz Jadi Sorotan Penamatan Santri

Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri program takhassus, lalu dilanjutkan lagu Indonesia Raya. Nuansa khidmat langsung terasa sejak pagi.

Dari total 184 santri yang ditamatkan, terdiri atas 95 santri putra dan 89 santriyah putri. Sebanyak 27 santri di antaranya diwisuda sebagai hafiz dan hafizah Al-Qur’an.

Rinciannya, hafiz dan hafizah 30 juz kategori Kubro terdiri dari empat putra dan enam putri. Sementara kategori Sughro diikuti 14 putra dan enam putri.

Ketua panitia, Ust. Baharuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara wisuda dan penamatan santri dapat berjalan sukses,” ujarnya.

Di tengah prosesi wisuda, suasana sempat menghangat ketika salah satu wisudawan, Rafly, menyampaikan kesan selama enam tahun belajar di pesantren. Sejumlah wali santri terlihat menahan air mata saat nama anak mereka dipanggil satu per satu.

Bagi sebagian orang tua, momen seperti ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Ada perjuangan panjang yang ikut tumbuh bersama hafalan demi hafalan para santri.

Konstantinopel Hall dan Spirit Generasi Santri

Ketua Yayasan Buq'atun Mubarakah H.M. Iqbal Djalil, Lc, meminta para lulusan menjaga tanggung jawab sosial setelah kembali ke masyarakat.

“Banggalah menjadi seorang santri dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi bangsa,” katanya.

Wakil Sekretaris Yayasan Buq'atun Mubarakah menjelaskan, nama Konstantinopel Hall dipilih sebagai simbol perjuangan dan semangat menuntut ilmu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pontren Kementerian Agama Sulawesi Selatan, KH. Hasan Pinang, S.Ag., M.Phil, menilai santri memiliki peran penting sebagai pewaris nilai agama dan harapan bangsa.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dan santri teladan Angkatan ke-31. Hadir pula pendiri Ponpes Darul Aman KH. Abdul Djalil dan Hj. Khaeriyah Abd Djabbar, unsur pemerintah setempat, hingga perwakilan pondok pesantren lain di Makassar.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Penggerebekan Judi Online Jakbar Jadi Alarm Keras bagi DKI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, oleh Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Sabtu, 9 Mei 2026, memicu sorotan dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu.

Menurut Kevin, kasus penggerebekan judi online Hayam Wuruk Jakarta Barat tidak bisa dipandang sebagai perkara kriminal biasa. Ia menilai kasus tersebut berkaitan langsung dengan keamanan kota, pengawasan warga negara asing, dan kejahatan siber lintas negara.

Kevin Wu Nilai Jakarta Hadapi Ancaman Serius

“Menurut saya ini alarm keras untuk Jakarta. Saya mengapresiasi langkah Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat,” ujar Kevin Wu.

Ia menilai keberadaan ratusan WNA yang diduga beroperasi dari gedung perkantoran di pusat kota menunjukkan adanya celah pengawasan yang tidak kecil. Terlebih, Jakarta sedang mendorong citra sebagai kota global.

Kevin mengingatkan, konsep kota global semestinya dibarengi sistem keamanan dan pengawasan yang kuat. Bukan justru memberi ruang bagi praktik ilegal berskala internasional berkembang di tengah kawasan bisnis.

“Jangan sampai gedung perkantoran legal di Jakarta dipakai sebagai ‘pabrik kejahatan digital’,” katanya.

Di Jakarta, cerita soal penyalahgunaan apartemen atau ruko untuk aktivitas ilegal sebenarnya bukan hal baru. Seorang pengelola properti di kawasan pusat bisnis pernah bercerita, aktivitas mencurigakan biasanya terlihat dari lalu-lalang pekerja dengan jam operasional tidak wajar dan akses ruangan yang tertutup rapat.

Pemprov DKI Diminta Perkuat Deteksi Dini

Kevin mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan kepolisian, imigrasi, Satpol PP, hingga Kesbangpol untuk memperketat pengawasan terhadap gedung perkantoran, rumah sewa, dan apartemen.

Menurut dia, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada operator lapangan semata. Aparat juga diminta menelusuri pengendali utama, aliran dana, hingga pihak yang memberi akses operasional.

“Pengelola gedung juga harus dimintai keterangan secara serius, karena kegiatan sebesar ini tidak mungkin berlangsung tanpa adanya tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.

Kevin menegaskan judi online bukan hanya merusak pemainnya, tetapi juga berdampak pada ekonomi keluarga dan keamanan lingkungan. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak bersikap reaktif setelah penggerebekan terjadi.

“Jakarta harus ramah bagi investasi yang sehat, tapi tidak boleh ramah bagi mafia judi online,” kata dia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Rotasi Pejabat Strategis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo memimpin langsung serah terima jabatan sejumlah pejabat strategis Kodam XIX/TT di Makodam XIX/TT, Pekanbaru, Senin, 11 Mei 2026.

Rotasi jabatan itu mencakup posisi Aster Kasdam, Kakomlekdam, Kabekangdam, hingga Kakumdam. Pergantian dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan ritme kerja satuan di lingkungan TNI AD.

Pangdam Tekankan Loyalitas dan Integritas Jabatan

Suasana aula Makodam XIX/TT pagi itu berlangsung khidmat. Jajaran pejabat utama Kodam, para komandan satuan, prajurit, hingga Persit Kartika Chandra Kirana mengikuti prosesi sertijab secara penuh.

Dalam tradisi militer, pergantian jabatan bukan sekadar formalitas administrasi. Ada kesinambungan komando yang harus dijaga, terutama di wilayah teritorial yang ritme kerjanya terus bergerak cepat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang tulus selama mengemban tugas,” ujar Agus Hadi Waluyo dalam sambutannya.

Pejabat yang melaksanakan pindah satuan yakni Victor Andhyka Tjokro, Sasmito, dan Andi Sugandi. Ketiganya mendapat penugasan baru di lingkungan TNI AD.

Struktur Baru Kodam XIX/TT Mulai Dibentuk

Pada saat bersamaan, Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga menerima sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi strategis. Mereka diharapkan memperkuat koordinasi internal dan kesiapan operasional satuan.

Pejabat baru tersebut yakni Hermawan Weharema sebagai Aster Kasdam, Rubenson Bulo sebagai Kabekangdam, Raden Gustaman Wiradinata sebagai Kakumdam, dan Bayu Wibowo sebagai Kakomlekdam XIX/TT.

Bagi kalangan internal TNI, rotasi seperti ini lazim menjadi momentum evaluasi sekaligus regenerasi kepemimpinan. Seorang perwira senior pernah mengatakan, jabatan di tubuh militer selalu berjalan bersama tanggung jawab moral yang berat, bukan sekadar pangkat di pundak.

“Jabatan yang diamanahkan merupakan bentuk kepercayaan dan kehormatan dari pimpinan, sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh integritas dan dedikasi,” tegas Pangdam.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai berharap sertijab pejabat strategis ini dapat memperkuat soliditas organisasi, profesionalisme prajurit, serta kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Film Horor Dosa: Penebusan atau Pengampunan Tayang 11 Juni 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film horor “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026. Film produksi HAS Pictures dan HAS Creative itu menandai debut penyutradaraan Sondang Pratama di layar lebar.

Trailer dan poster terbaru film ini diperkenalkan dalam acara peluncuran beberapa waktu lalu. Nuansa gelap, konflik keluarga, hingga adegan berdarah langsung menjadi sorotan penonton yang hadir di lokasi.

Konflik Menantu dan Mertua Jadi Pintu Teror

Berbeda dari horor jump scare biasa, film ini membuka cerita lewat konflik rumah tangga yang terasa dekat dengan keseharian. Hubungan menantu dan mertua dijadikan pintu masuk menuju teror psikologis yang lebih dalam.

“Karena secara psikologis konflik itu mudah dipahami penonton,” ujar Sondang Pratama saat menjelaskan alasan memilih tema tersebut.

Di tengah maraknya horor yang hanya mengandalkan suara keras dan visual ekstrem, pendekatan seperti ini justru terasa menarik. Penonton seperti diajak masuk perlahan ke ruang gelap yang akrab, lalu diseret ke situasi yang makin tidak nyaman.

Film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” dibintangi Ratu Sofya, Riza Irsyadillah, Revaldo Fifaldi Surya Permana, Jennifer Eve, dan Dominique Sanda.

Kecelakaan di Perbukitan Berujung Mimpi Buruk

Cerita berpusat pada Bima dan Ersya yang memutuskan pergi ke luar kota meski sudah diperingatkan sang ibu, Nungki. Keputusan itu berubah menjadi petaka setelah mobil mereka mengalami kecelakaan di kawasan perbukitan.

Dalam kondisi terluka, keduanya terdampar di hotel tua misterius. Di tempat itu, mereka mulai diteror penampakan ganjil, pesan misterius, hingga sosok algojo tak kasat mata yang perlahan membuka rahasia masa lalu mereka.

Irish Bella yang kali ini menjadi produser eksekutif mengaku pengalaman tersebut memberi sudut pandang berbeda baginya di industri film.

“Biasanya sebagai pemain, sekarang harus menjaga syuting agar lancar,” kata Irish Bella. Ia juga menilai efek CGI dan atmosfer film membawa pesan tentang penyesalan dan pertobatan.

Bagi penonton film horor Indonesia, tema dosa dan hukuman sebenarnya bukan hal baru. Namun, kombinasi drama keluarga dan horor psikologis dalam film ini memberi ruang tafsir yang lebih personal. Ada rasa takut yang datang bukan hanya dari makhluk gaib, melainkan dari keputusan manusia sendiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Jelang 500 Tahun Jakarta, Bamus Betawi Dorong Sertifikasi Budaya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dewan Adat Bamus Betawi (DABB) menggelar Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan dan Rapat Kerja III di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026. Agenda itu bukan sekadar forum internal organisasi. Di forum tersebut, muncul dorongan serius agar masyarakat Betawi memperoleh ruang lebih besar menjelang 500 tahun Kota Jakarta.

Ketua Umum DABB, Eki Pitung, menegaskan rapat kerja merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Menurut dia, forum itu dipakai untuk merumuskan gagasan strategis demi memperkuat posisi masyarakat Betawi di Jakarta maupun tingkat nasional.

“Rapat kerja adalah bagaimana kita menginisiasi gagasan, ide, apapun yang sifatnya memajukan organisasi, khususnya kaum Betawi di Jakarta,” ujar Eki dalam sambutannya di Jakarta.

Sertifikasi Budaya Betawi Jadi Agenda Utama

Dalam forum itu, Eki juga meminta dukungan pemerintah agar DABB bisa bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. Targetnya, pelaku budaya Betawi memiliki sertifikasi profesi resmi.

Usulan itu menyasar seniman gambang kromong, pelaku palang pintu, pedagang kerak telor, hingga penggiat kuliner Betawi. Menurut Eki, profesi berbasis budaya lokal selama ini hidup dari tradisi, tetapi belum memperoleh perlindungan administratif yang memadai.

Di banyak sudut Jakarta, profesi budaya Betawi sebenarnya bertahan lewat kerja sunyi. Seorang pedagang kerak telor di kawasan Kota Tua, misalnya, bisa bertahun-tahun berjualan tanpa perlindungan profesi apa pun. Ketika sakit atau kehilangan ruang usaha, mereka nyaris tak punya pegangan hukum.

Karena itu, DABB ingin hadir sebagai pendamping sekaligus kurator sertifikasi budaya Betawi. Eki menyebut langkah awal bisa dimulai dengan sekitar 500 sertifikasi profesi budaya.

Melalui kegiatan ini, Eki Pitung selaku Ketum Dewan Adat Bamus Betawi memberikan Prabowo Gelar Bapak Perdamaian Dunia.

Menjelang 500 Tahun Jakarta, Betawi Dinilai Belum Dapat Peran

Selain isu budaya, Raker Dewan Adat Bamus Betawi juga menyoroti posisi masyarakat Betawi dalam status kekhususan Jakarta. Eki menyinggung Pasal 18B Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur pengakuan terhadap masyarakat adat dan daerah khusus.

Ia membandingkan Jakarta dengan Aceh, Yogyakarta, dan Papua yang dinilai telah memperoleh bentuk kekhususan politik maupun adat. Sementara itu, menurut dia, masyarakat Betawi belum mendapatkan ruang serupa di Jakarta.

“Pertanyaannya untuk DKI Jakarta sebagai daerah khusus, Betawi sudah berdaulat belum?” kata Eki.

Pernyataan itu langsung memancing diskusi panjang di arena rapat kerja. Sebagian peserta terlihat mengangguk ketika isu keterwakilan masyarakat Betawi dalam pemerintahan daerah disinggung. Tema itu memang lama menjadi percakapan di komunitas adat Jakarta, terutama menjelang transformasi Jakarta pasca-ibu kota negara pindah.

Di akhir sambutannya, Eki mengatakan hasil rekomendasi Raker III DABB nantinya akan disampaikan kepada Prabowo Subianto. Salah satu usulan yang muncul ialah mendorong pengakuan lebih besar terhadap masyarakat Betawi sebagai bagian dari kekhususan Jakarta.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Afriansyah Noor Soroti Sertifikasi SDM Betawi di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menyoroti tantangan besar masyarakat Betawi menghadapi perubahan ekonomi Jakarta menuju kota global. Hal itu disampaikan dalam Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan dan Rapat Kerja III Dewan Adat Bamus Betawi di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Afriansyah menegaskan reposisi masyarakat Betawi tidak cukup hanya bertumpu pada identitas budaya. Menurut dia, penguatan sumber daya manusia, vokasi, dan sertifikasi kompetensi menjadi syarat utama agar warga lokal tidak tersisih di tengah ekonomi digital.

SDM Betawi Dinilai Harus Naik Kelas

Afriansyah memaparkan Indonesia memiliki 216,79 juta penduduk usia kerja. Dari jumlah itu, sekitar 145 juta orang sudah bekerja, tetapi mayoritas masih berada di sektor informal dengan perlindungan minim dan penghasilan tidak tetap.

“Transformasi pekerja informal menuju pekerja formal terampil harus dipercepat,” ujar Afriansyah.

Ia menilai kondisi itu juga terjadi di Jakarta. Di tengah gedung pencakar langit dan pertumbuhan industri digital, banyak tenaga kerja lokal justru belum mampu memenuhi kebutuhan pasar modern.

Fenomena itu terlihat nyata di sejumlah kawasan Jakarta. Di satu sisi, kafe dan kantor digital tumbuh cepat. Namun di sisi lain, masih banyak pemuda lokal yang bekerja serabutan tanpa kepastian pendapatan. Situasi itu disebut Afriansyah sebagai alarm serius.

Menurut dia, masyarakat Betawi tidak bisa lagi hanya mengandalkan aset fisik atau warisan tanah. Arsitektur ekonomi Jakarta kini berubah menjadi ekonomi berbasis talenta dan keterampilan digital.

Sertifikasi dan Vokasi Jadi Kunci

Afriansyah mendorong kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan Dewan Adat Bamus Betawi untuk memperluas sertifikasi kompetensi warga Betawi.

Menurut dia, keahlian tanpa sertifikat sering kali tidak dianggap dalam sistem industri modern. Karena itu, pemerintah menyiapkan lebih dari 9.000 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI sebagai acuan resmi tenaga kerja.

Ia juga menyoroti ancaman disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan atau AI yang mulai menggantikan pekerjaan rutin. Karena itu, generasi muda Betawi diminta cepat beradaptasi dengan ekonomi digital.

“Kalau gap ini dibiarkan, posisi strategis di Jakarta akan diisi talenta luar yang lebih siap,” kata Afriansyah.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut dia, telah menyiapkan program skilling, reskilling, dan upskilling melalui BLK Komunitas serta platform digital SIAPkerja.

Selain tenaga kerja formal, Afriansyah juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM Betawi berbasis kuliner dan jasa kreatif. Ia menilai sektor itu bisa berkembang lebih besar jika dipadukan dengan manajemen modern dan pemasaran digital.

Di akhir sambutannya, Afriansyah meminta Bamus Betawi menjadi penghubung aktif antara program pemerintah dan masyarakat. Target akhirnya, kata dia, melahirkan masyarakat Betawi yang kompeten, adaptif, produktif, dan mampu bersaing di kota global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Lansia Surabaya Disekap Setahun, ATM dan Emas Dikuras


Duta Nusantara Merdeka |  Surabaya 
Selama hampir satu tahun, keluarga Kusnadi Chandra, 80 tahun, percaya pria lanjut usia asal Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya itu sedang menikmati masa tua dengan bepergian keliling Indonesia. Belakangan, cerita itu ternyata hanya kedok.

Polisi mengungkap Kusnadi diduga disekap di sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya. Ironisnya, pelaku utama disebut merupakan orang yang sudah lama dekat dengan keluarga korban, yakni Lisa Andriana, 31 tahun, pacar anak korban sendiri.

Kasus lansia Surabaya disekap itu terbongkar setelah keluarga mulai curiga karena korban tak pernah pulang selama berbulan-bulan. Situasi makin janggal ketika Lisa mendadak menghilang dan mengganti nomor telepon sejak Februari 2026.

“Dijawab oleh pacarnya bahwa engkong lagi jalan-jalan sama bapak saya, keliling Indonesia menikmati hari tua,” ujar Luthfie Sulistiawan saat menjelaskan hasil penyelidikan, Jumat, 8 Mei 2026.

Disekap di Apartemen Tanpa Alat Komunikasi

Menurut polisi, drama itu bermula dari hubungan asmara Lisa dengan Agus Pranoto, anak korban, pada 2025. Lisa sempat tinggal bersama keluarga dan dikenal dekat dengan Kusnadi.

Kedekatan itu diduga menjadi pintu masuk aksi kejahatan. Pada Oktober 2025, korban diminta datang ke sebuah lokasi untuk bertemu Lisa. Namun sesampainya di sana, Kusnadi justru dihadang dua pria lalu dibawa ke apartemen.

Di tempat itu, korban disebut dikurung di dalam kamar tanpa akses komunikasi. Polisi menyebut Kusnadi hanya diberi makanan setiap hari dan beberapa kali dipindahkan ke lokasi berbeda.

“Korban dikurung di satu kamar tanpa handphone dan tanpa alat komunikasi apa pun,” kata Luthfie.

Ada satu detail yang membuat penyidik cukup terkejut. Selama korban hilang, lingkungan sekitar nyaris tidak menaruh curiga. Aktivitas di apartemen terlihat biasa saja. Korban pun disebut jarang keluar kamar.

ATM Korban Dikuras untuk Gaya Hidup

Saat Kusnadi disekap, Lisa diduga menguasai ATM korban. Awalnya, kartu itu dipakai dengan alasan membantu pembayaran tagihan harian. Namun rekening korban justru terkuras perlahan.

Polisi memperkirakan uang yang hilang mencapai sekitar Rp2 miliar. Tak hanya itu, emas dan perhiasan korban dengan nilai setara sekitar 1 kilogram emas juga dilaporkan raib dari rumah.

“ATM korban terus dipegang tersangka dan dikuras sampai kurang lebih Rp2 miliar,” ujar Luthfie.

Penyidik menduga uang tersebut dipakai untuk memenuhi gaya hidup mewah pelaku. Salah satunya menginap di hotel dengan tarif mencapai Rp2 juta per malam.

Kini Lisa bersama pembantunya, Naily, telah ditahan. Polisi juga masih memburu dua pria lain yang diduga ikut membantu proses penyekapan.

Kasus penyekapan apartemen Surabaya ini masih dikembangkan. Penyidik membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut menikmati hasil kejahatan maupun membantu menyembunyikan korban selama hampir setahun.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Homeless Media Makin Populer, Gen Z Ubah Cara Konsumsi Berita


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena homeless media makin populer di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Media digital tanpa situs resmi itu tumbuh cepat melalui Instagram, TikTok, X, hingga Telegram, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi harian.

Model media semacam ini berkembang karena biaya operasionalnya murah dan distribusi kontennya jauh lebih cepat dibanding media konvensional. Di tengah banjir informasi digital, homeless media hadir dengan format singkat, visual kuat, dan bahasa yang lebih dekat dengan kebiasaan pengguna internet muda.

Homeless Media Tumbuh dari Perubahan Pola Konsumsi Informasi

Homeless media pada dasarnya tidak memiliki “rumah” utama berupa situs berita atau kantor redaksi besar. Seluruh aktivitas publikasi dilakukan lewat akun media sosial aktif yang fokus mengejar interaksi dan penyebaran cepat.

Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba. Banyak kreator muda mulai melihat media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan saluran distribusi berita yang murah dan efektif. Dalam beberapa kasus, satu unggahan pendek bahkan bisa menjangkau jutaan pengguna hanya dalam hitungan jam.

Situasi itu terasa akrab bagi banyak orang. Di warung kopi atau ruang tunggu commuter line, semakin sering terlihat orang membaca berita langsung dari Instagram atau TikTok, bukan lagi membuka portal berita seperti satu dekade lalu.

Data We Are Social 2025 menunjukkan 62,9 persen masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial. Angka tersebut memperlihatkan perubahan besar perilaku publik dalam mencari informasi dan mengambil keputusan sehari-hari.

Cepat dan Menarik, Tapi Rentan Minim Verifikasi

Kekuatan utama homeless media ada pada kecepatannya. Konten dibuat singkat, mudah dipahami, dan dirancang menarik perhatian dalam beberapa detik pertama. Model ini cocok dengan pola konsumsi informasi generasi muda yang serba cepat.

Namun, di balik pertumbuhan itu, muncul persoalan serius. Banyak homeless media belum menerapkan standar jurnalistik yang ketat. Verifikasi data sering terabaikan karena tekanan mengejar trafik dan viralitas.

Akibatnya, risiko penyebaran hoaks menjadi lebih besar. Beberapa akun bahkan menghapus unggahan tanpa klarifikasi ketika informasi yang disampaikan terbukti keliru.

Selain itu, perlindungan hukum homeless media juga belum jelas. Sebagian besar belum berbadan hukum atau memiliki struktur redaksi yang dapat dimintai pertanggungjawaban ketika muncul sengketa informasi.

Di tengah perubahan lanskap digital itu, publik kini dituntut lebih kritis memilih sumber informasi. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi tetap menjadi fondasi utama jurnalisme.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemendagri Minta Hotel Tak Lagi Fotokopi KTP, Ini Risikonya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mulai mendorong masyarakat serta lembaga layanan publik meninggalkan kebiasaan menyerahkan fotokopi e-KTP saat check in hotel maupun registrasi rumah sakit. Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kebocoran data pribadi di Indonesia.

Kebijakan tersebut muncul karena e-KTP saat ini sudah dilengkapi cip elektronik yang menyimpan data kependudukan secara digital. Pemerintah menilai proses verifikasi identitas sebenarnya dapat dilakukan lewat card reader atau sistem digital tanpa perlu menggandakan dokumen fisik yang rawan disalahgunakan.

Kemendagri Soroti Risiko Penyalahgunaan Fotokopi KTP

Direktorat Jenderal Dukcapil menilai praktik fotokopi KTP sudah terlalu lama dianggap prosedur biasa. Padahal, salinan identitas itu dapat tersebar tanpa kontrol yang jelas. Dalam beberapa kasus, data KTP bahkan dipakai untuk pinjaman online hingga pendaftaran akun ilegal.

Situasi tersebut membuat pemerintah mulai mendorong layanan publik dan swasta beralih ke sistem verifikasi digital. Langkah ini dianggap lebih aman karena data kependudukan tidak lagi berpindah tangan dalam bentuk lembaran kertas.

Di sejumlah hotel besar, proses pemindaian identitas sebenarnya sudah mulai diterapkan. Namun di lapangan, banyak pengelola masih meminta tamu meninggalkan fotokopi KTP di meja resepsionis. Kebiasaan itu dianggap praktis, meski menyimpan risiko besar.

Beberapa rumah sakit juga masih menerapkan prosedur serupa untuk mempercepat administrasi pasien. Padahal, menurut Dukcapil, teknologi e-KTP sejak awal dirancang agar identitas warga cukup diverifikasi secara elektronik.

Transisi ke Verifikasi Digital Dinilai Belum Merata

Peralihan menuju sistem digital memang tidak mudah. Banyak layanan daerah belum memiliki perangkat card reader maupun integrasi data yang memadai. Di sisi lain, masyarakat juga masih terbiasa menyerahkan fotokopi identitas tanpa mempertanyakan keamanan datanya.

Pengalaman semacam itu cukup sering terjadi. Ada warga yang baru sadar data pribadinya tersebar setelah menerima tawaran pinjaman mencurigakan dari nomor asing. Sebagian lainnya mengaku tidak tahu ke mana fotokopi KTP mereka berakhir setelah check in hotel.

Karena itu, Kemendagri meminta masyarakat lebih berhati-hati saat menyerahkan data identitas. Penggunaan KTP diimbau hanya untuk kebutuhan resmi dengan sistem keamanan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto



Share:

Putusan MA 179KAg2017 Tegaskan Risiko Bisnis Bukan Force Majeure


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 179/K/Ag/2017 menegaskan penurunan omzet usaha tidak dapat otomatis dikategorikan sebagai force majeure dalam akad perbankan syariah. Putusan itu menjadi penanda penting dalam menjaga kepastian hukum dan integritas akad pembiayaan syariah di Indonesia.

Majelis Hakim Kasasi menilai kerugian usaha akibat perubahan pasar merupakan risiko bisnis yang semestinya telah diperhitungkan debitur sejak awal menandatangani akad. Karena itu, alasan kesulitan ekonomi biasa tidak cukup untuk menghapus kewajiban pembayaran utang.

Dalam praktik perbankan, dalih force majeure memang kerap muncul ketika usaha debitur mulai goyah. Seorang praktisi hukum perbankan syariah pernah bercerita, perkara seperti ini meningkat setiap kali ekonomi melambat dan daya beli masyarakat turun.

Gugatan Nasabah Kandas di Tingkat Kasasi

Perkara bermula ketika Hajjah Fulanah menggugat Bank XX Syariah setelah usahanya di bidang obat herbal mengalami penurunan omzet. Ia menilai kebijakan pemerintah terkait BPJS Kesehatan membuat pelanggan beralih ke fasilitas kesehatan negara.

Nasabah kemudian meminta dibebaskan dari sisa kewajiban utang sekaligus menuntut pembatalan lelang jaminan yang dilakukan pihak bank.

Namun, Mahkamah Agung menolak gugatan tersebut. Hakim menyatakan tidak ada hubungan sebab-akibat langsung antara kebijakan BPJS dengan ketidakmampuan absolut debitur membayar kewajibannya.

Majelis menilai perubahan regulasi dan pergeseran pasar adalah bagian dari dinamika bisnis. Kondisi itu berbeda dengan force majeure yang sifatnya luar biasa, tidak terduga, dan benar-benar menghalangi pemenuhan kewajiban.

MA Perkuat Perlindungan Sistem Perbankan Syariah

Dalam pertimbangannya, Mahkamah Agung juga menegaskan beban pembuktian sepenuhnya berada di pihak debitur. Dalil keadaan memaksa harus dibuktikan secara konkret dan empiris.

Bank XX Syariah dinilai telah menjalankan prosedur sesuai aturan, termasuk pemberian somasi sebanyak tiga kali sebelum lelang agunan dilakukan melalui KPKNL.

Putusan ini sekaligus memperkuat posisi lembaga keuangan syariah dalam menjaga stabilitas sistem pembiayaan. Jika setiap penurunan omzet dianggap force majeure, fondasi perbankan dinilai bisa terganggu.

Di kalangan pelaku usaha, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak pebisnis kecil merasakan pasar berubah cepat setelah kebijakan baru muncul. Namun hukum tetap membedakan antara kerugian usaha biasa dengan keadaan yang benar-benar memaksa.

Melalui putusan tersebut, Mahkamah Agung mengirim pesan tegas bahwa integritas akad syariah harus dijaga. Kegagalan usaha semata tidak otomatis menghapus tanggung jawab hukum debitur terhadap kewajiban pembiayaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

PWMOI Kepri Dilantik, Profesionalisme Media Online Disorot


Duta Nusantara Merdeka | Batam 
Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Kepulauan Riau resmi dilantik di Aula Engku Hamidah, Kompleks Kantor Wali Kota Batam, Sabtu, 9 Mei 2026. Pelantikan itu sekaligus menjadi momentum penguatan profesionalisme wartawan media online di tengah derasnya arus informasi digital.

Acara bertema “Memperkuat Profesionalisme Wartawan Media Online dalam Mewujudkan Informasi yang Akurat, Berimbang dan Berintegritas di Era Digital” itu dihadiri pengurus DPW PWMOI Riau bersama sejumlah pengurus daerah lain di Sumatera. Kehadiran mereka menegaskan upaya memperkuat jaringan organisasi pers berbasis digital di kawasan tersebut.

DPW PWMOI Riau Dorong Soliditas Organisasi

Ketua DPW PWMOI Riau, H. Rio Kasairy, S.Sos hadir bersama Bendahara Nurhayati, Hendra Saputra selaku humas, dan Sadrail sebagai Sekretaris OKK. Mereka memberikan dukungan langsung kepada Hendri yang kembali dipercaya memimpin DPW PWMOI Kepulauan Riau periode 2026–2029.

Rio juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian kepengurusan PWMOI Kepri pada periode sebelumnya. Menurut dia, perkembangan organisasi di Kepri terlihat cukup aktif dibanding beberapa daerah lain.

“Dan semoga di periode keduanya, PWMOI Kepri bisa lebih maju dan lebih berkembang lagi ke depan,” ujar Rio dalam sambutannya.

Di sela acara, suasana pelantikan sempat terasa cair ketika sejumlah pengurus daerah berbincang soal tantangan media online saat ini. Obrolan kecil di lorong aula itu berkisar dari persoalan biaya server hingga tekanan kecepatan berita yang sering mengorbankan akurasi.

MoU Hosting Jadi Sorotan di Tengah Tantangan Media Digital

Selain pelantikan, perhatian peserta juga tertuju pada penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara PWMOI Kepri dan Lira Hosting. Kerja sama itu dinilai penting untuk menopang kebutuhan teknis media online yang terus berkembang.

Rio berharap kolaborasi serupa dapat diterapkan di Provinsi Riau. Menurut dia, dukungan hosting menjadi kebutuhan mendasar bagi media digital, terutama bagi media kecil yang sering terkendala biaya operasional.

“Dan semoga dengan MoU ini, bisa juga ditularkan ke Riau, sehingga kita bisa membantu hosting kawan-kawan yang habis dan akan habis,” kata Rio.

Ia menegaskan kehadiran PWMOI Riau di Batam bukan sekadar formalitas organisasi. Menurutnya, solidaritas antardaerah menjadi modal penting memperkuat posisi media online di Pulau Sumatera.

“Dan mari kita besarkan PWMOI di Pulau Sumatera ini,” ujar Rio.

Dalam pelantikan tersebut, turut hadir Ketua DPD PWMOI Kota Pekanbaru Aprianto yang mendampingi rombongan DPW PWMOI Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kapolri Mutasi 108 Perwira, Regenerasi Polri Dipercepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi besar di jajaran perwira tinggi dan perwira menengah. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, sebanyak 108 personel mengalami mutasi jabatan.

Rotasi itu mencakup promosi, pergeseran jabatan setara, personel selesai pendidikan, hingga pejabat yang memasuki masa pensiun. Sejumlah posisi strategis di Mabes Polri dan tingkat kewilayahan ikut berganti.

Mutasi kali ini menarik perhatian karena menyentuh sembilan kursi Kapolda sekaligus. Di internal kepolisian, pergantian serentak seperti ini biasanya dibaca sebagai langkah penyegaran organisasi sekaligus percepatan regenerasi kepemimpinan.

Sembilan Kapolda dan Pejabat Mabes Bergeser

Beberapa nama yang masuk daftar pergantian antara lain Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. dan Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Selain itu, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., hingga Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. turut mengalami pergeseran jabatan.

Pergantian juga terjadi pada Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Kapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H.

Sementara di Mabes Polri, Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si dipercaya menduduki posisi Kalemdiklat Polri.

Di level kewilayahan, mutasi turut menyentuh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. dan Kapolresta Pangkal Pinang Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M.

Promosi Perwira Jadi Sinyal Regenerasi Organisasi

Dalam mutasi tersebut, Polri mencatat 16 personel promosi menjadi Irjen Pol dan 43 personel naik pangkat ke Brigjen Pol. Ada pula 16 personel promosi ke Kombes Pol.

Satu nama Polwan ikut mendapat sorotan, yakni Brigjen Pol Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si. yang dipercaya menjabat Karolemtala Stamarena Polri.

Bagi sebagian anggota kepolisian, momen mutasi seperti ini sering disebut sebagai fase paling menegangkan dalam karier. Seorang perwira menengah pernah bercerita, telepon tengah malam dari atasan biasanya menjadi pertanda posisi baru segera diumumkan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan mutasi merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan penguatan profesionalisme personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny.

Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan dibutuhkan agar Polri tetap adaptif dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Polri Waspadai Penipuan Nobar Piala Dunia 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan nobar Piala Dunia 2026 dan maraknya judi bola menjelang turnamen yang digelar Juni hingga Juli mendatang. Peringatan itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Gedung TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Polri meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi penipuan tiket nonton bareng atau aktivitas perjudian yang memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026. Laporan dapat disampaikan melalui layanan hotline 110 yang disiapkan kepolisian.

Polri Antisipasi Penipuan Nobar Piala Dunia 2026

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan praktik penipuan biasanya meningkat saat antusiasme publik terhadap ajang olahraga internasional melonjak. Modusnya beragam, mulai dari tiket palsu hingga pungutan liar berkedok acara nobar resmi.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo.

Di sejumlah turnamen besar sebelumnya, fenomena serupa memang kerap muncul. Banyak warga tergoda promosi tiket murah di media sosial, tetapi lokasi nobar justru tidak pernah ada. Situasi seperti itu, menurut kepolisian, berpotensi terulang pada Piala Dunia 2026.

Polri juga membuka peluang membentuk kanal pengaduan terpadu bersama TVRI. Langkah itu dilakukan karena seluruh penyelenggara nobar resmi akan didata agar pengawasan lebih mudah dilakukan.

“Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar,” kata Trunoyudo.

Judi Bola Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Selain penipuan nobar Piala Dunia 2026, Polri menyoroti potensi kenaikan praktik judi bola selama turnamen berlangsung. Aktivitas tersebut dinilai rawan memicu tindak pidana lain, mulai dari penipuan digital hingga pinjaman ilegal.

“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat menikmati pertandingan dengan cara sehat dan tetap menjaga keamanan lingkungan. Fanatisme berlebihan, menurut dia, sering memicu gesekan antarsuporter, terutama saat laga besar berlangsung hingga dini hari.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia berencana menggelar nobar di 34 stasiun daerah yang terbuka untuk masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Djamari Chaniago Minta Perwira Polri Dicintai Rakyat


Duta Nusantara Merdeka | Semarang 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, meminta calon perwira Polri membangun karakter yang dekat dengan masyarakat dan tidak sekadar mengejar jabatan. Pesan itu disampaikan saat memberi pembekalan kepada 1.064 taruna dan siswa Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam kuliah umum bertema perwira Polri adaptif dan profesional, Djamari menekankan bahwa institusi kepolisian hanya akan dipercaya jika hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sekadar simbol kewenangan negara.

Pengabdian Perwira Polri Jadi Sorotan

Djamari Chaniago mengatakan profesi polisi sejak awal adalah jalan pengabdian yang menuntut ketahanan mental dan integritas. Ia mengingatkan para taruna agar tidak terjebak pada orientasi pangkat setelah lulus pendidikan.

“Masyarakat membutuhkan profil personel Polri yang tulus mengabdi. Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi,” ujar Djamari Chaniago di Akpol Semarang, Jumat.

Di banyak daerah, citra polisi sering kali dibentuk dari pengalaman kecil masyarakat. Ada warga yang merasa tertolong karena respons cepat aparat. Namun ada pula yang kehilangan kepercayaan akibat sikap arogan di lapangan. Djamari tampaknya membaca kegelisahan itu.

Menurut dia, slogan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus terasa nyata dalam tindakan sehari-hari. Karena itu, perilaku anggota Polri akan menentukan wajah institusi di mata publik.

“Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” katanya.

Taruna Akpol Diminta Siap Hadapi Keragaman Indonesia

Djamari juga mengingatkan Indonesia memiliki karakter sosial yang sangat beragam. Taruna Akpol, kata dia, harus siap ditempatkan dari wilayah barat hingga timur Indonesia dengan tantangan budaya berbeda.

Ia menilai kedekatan pemimpin dengan anggota menjadi modal penting dalam menjaga soliditas di lapangan. Menurutnya, seorang perwira tidak kehilangan wibawa hanya karena bekerja bersama anak buah.

“Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya,” ujar Djamari.

Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyebut kehadiran Djamari memberi motivasi tersendiri bagi para calon perwira Polri. Ia menilai pengalaman panjang Menko Polkam menjadi pelajaran penting bagi generasi muda kepolisian.

“Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender,” kata Daniel.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun, KUR Disorot


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan mencatat penyelamatan keuangan negara senilai Rp1.208.832.842.250 sepanjang 2026. Capaian itu mendapat sorotan publik karena dinilai menjadi salah satu langkah asset recovery terbesar di lingkungan kejaksaan daerah tahun ini.

Lembaga survei kebijakan dan opini publik INISIATOR menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Ketut Sumedana yang mendorong penanganan korupsi tak berhenti pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan kerugian negara.

Asset Recovery Jadi Fokus Penegakan Hukum

Direktur Eksekutif INISIATOR, Yakub F. Ismail, mengatakan pendekatan asset recovery mulai memberi pesan berbeda dalam penegakan hukum korupsi. Negara, kata dia, tidak cukup hanya memenjarakan pelaku jika uang publik yang hilang tak kembali.

“Karena itu, kami dari INISIATOR memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Kajati Sumsel Ketut Sumedana beserta seluruh jajaran atas kinerja dan komitmennya yang luar biasa dalam menyelamatkan keuangan negara lebih dari Rp1,2 triliun,” ujar Yakub di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Di sejumlah daerah, kasus korupsi kerap berakhir panjang di pengadilan tanpa hasil pemulihan yang jelas. Seorang mantan auditor BUMN pernah bercerita, negara sering menang di meja hijau tetapi kalah saat mengejar aset yang sudah lebih dulu berpindah tangan. Pola itu yang kini mulai coba diputus.

Menurut Yakub, capaian asset recovery Kejati Sumsel menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia sepanjang 2026. Ia menyebut pengembalian kerugian negara punya dampak langsung terhadap keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik.

Kasus Korupsi KUR Muara Enim Bertambah

Di tengah capaian penyelamatan keuangan negara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan juga kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat Mikro dan pengelolaan aset kas besar pada salah satu bank pemerintah di Kabupaten Muara Enim.

Tiga tersangka baru itu masing-masing berinisial AW, SF, dan SP. Dengan penambahan tersebut, jumlah tersangka dalam perkara korupsi KUR Muara Enim kini mencapai 10 orang.

Yakub menilai penyalahgunaan fasilitas KUR tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak tujuan utama program pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro. Ia menyebut pengusutan kasus ini memperlihatkan keseriusan Kejati Sumsel membongkar praktik korupsi di sektor perbankan.

“Negara tidak boleh absen menjaga integritas sistem keuangan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yakub.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Sokhiatulo Laoli Dorong Konsolidasi Peternak Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) menegaskan dukungan terhadap penguatan hilirisasi perunggasan nasional berbasis ekonomi rakyat dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua Dewan Pembina Aspeksindo Drs. Sokhiatulo Laoli MM mengatakan konsolidasi antarpihak menjadi kunci utama agar sektor peternakan rakyat tidak terus berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat, daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha diminta bergerak dalam satu arah.

“Sinergitas antar semua pihak itu penting. Kalau tidak bekerja bersama-sama, susah,” ujar Sokhiatulo dalam seminar tersebut di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Konsolidasi Peternak Dinilai Jadi Titik Lemah

Menurut Sokhiatulo, persoalan terbesar peternakan nasional bukan semata produksi, melainkan lemahnya konsolidasi di tingkat bawah. Ia menilai banyak peternak masih menjalankan usaha secara tradisional dan belum membangun pola bisnis modern.

Ia mencontohkan program Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang selama ini dijalankan bersama pemerintah daerah. Program itu melibatkan dukungan APBD, asosiasi, dan kelompok peternak dalam pelatihan selama tujuh bulan.

“Peternak tidak hanya diajarkan beternak, tapi bagaimana menjadi pengusaha yang profesional,” katanya.

Di sejumlah daerah pesisir, kata dia, pendekatan itu mulai terlihat hasilnya. Kelompok kecil peternak yang sebelumnya berjalan sendiri kini mulai membangun jejaring produksi dan pemasaran bersama.

Saya sempat menemui pola serupa di beberapa sentra peternakan rakyat Jawa Tengah beberapa tahun lalu. Banyak kandang berdiri berdampingan, tetapi para peternaknya bahkan tidak saling mengetahui harga pakan terbaru di wilayahnya sendiri.

Kondisi seperti itu, menurut Sokhiatulo, membuat posisi peternak rakyat mudah tertekan ketika harga pakan naik atau distribusi tersendat.

Daerah Diminta Aktif Masuk ke Ekosistem Hilirisasi

Aspeksindo juga meminta pemerintah daerah tidak bersikap pasif terhadap sektor peternakan rakyat. Sokhiatulo mengatakan kepala daerah harus ikut terlibat membangun ekosistem usaha hingga pemasaran hasil ternak.

“Nah itu kami mengajak para bupati anggota Aspeksindo. Kami bilang, ‘Sudah bantu saja, itu aset daerah dan rakyat juga’,” ujarnya.

Ia menjelaskan satu kelompok peternak idealnya menjadi pusat pembelajaran bagi kelompok lain. Dengan pola itu, hilirisasi perunggasan nasional tidak berhenti pada produksi, tetapi menciptakan regenerasi usaha di daerah.

Menurut dia, kawasan kepulauan dan pesisir memiliki tantangan distribusi berbeda dibanding wilayah daratan. Karena itu, dukungan regulasi dan keberpihakan anggaran daerah dinilai menentukan keberhasilan ketahanan pangan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

PPN Soroti Telur Impor dan Mahalnya Jagung Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pinsar Petelur Nasional (PPN) menyoroti tingginya biaya produksi, masuknya telur impor, hingga rencana investasi asing di industri unggas nasional dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua Presidium PPN Yudianto Yosgiarso mengatakan peternak layer rakyat kini menghadapi tekanan berlapis. Produksi telur nasional memang surplus, tetapi harga jagung, distribusi logistik, dan pasar yang tidak stabil membuat peternak kecil makin terdesak.

PPN Soroti Harga Jagung dan Telur Impor

Yudianto menilai industri peternakan telur nasional sebenarnya sudah teruji menghadapi berbagai krisis. Mulai dari krisis moneter 1998, wabah flu burung, hingga pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan distribusi pangan.

“Kami peternak layer tidak ada yang putus asa,” ujar Yudianto di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, produksi telur nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 6,5 juta ton per tahun. Angka itu ditopang sekitar 4 juta peternak rakyat yang turut membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.

Di sisi lain, industri unggas juga menjadi penyangga petani jagung nasional. Sekitar 80 persen hasil panen jagung dalam negeri disebut terserap untuk kebutuhan pakan ternak.

Namun persoalan muncul ketika harga jagung di lapangan melonjak. Peternak kini membeli jagung Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding harga acuan pemerintah Rp6.400.

“Bagaimana kami bisa mengupayakan harga telur Rp20 ribu per kilo? Itu sangat jauh dari harapan,” katanya.

Masalah lain datang dari masuknya telur asal Malaysia ke Sumatera Utara. Kondisi itu membuat distribusi telur peternak lokal ke Batam dan Bangka terganggu, sementara stok telur menumpuk di Pulau Jawa.

Tolak Investasi Asing, Dorong Penguatan Koperasi

Dalam forum itu, Yudianto juga menolak rencana investasi asing di sektor peternakan ayam nasional. Menurut dia, peternak lokal masih mampu menjaga swasembada telur tanpa dominasi modal luar negeri.

“Kalau investasi untuk peternakan panda silakan, tapi begitu yang diinvestasikan ayam, terus terang kami menolak,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta seminar.

PPN kini mulai memperkuat jaringan koperasi peternak di berbagai daerah. Hingga 2026, asosiasi tersebut mengklaim telah membentuk sekitar 38 koperasi untuk memperkuat distribusi dan penyerapan produksi telur.

Selain itu, PPN mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai pasar baru bagi telur nasional. Peternak bahkan mulai meningkatkan populasi ayam lebih awal karena optimistis program itu dapat menyerap produksi dalam jumlah besar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini