Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menyampaikan sambutannya dalam acara Kopdar Tani Bareng MasDar!
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) resmi menggelar Penandatanganan MOU Pertanian Indonesia sekaligus Kopdar Tani Bareng MasDar! di Jakarta, Minggu (19/7/2026). Langkah taktis ini diintegrasikan dalam Puncak Acara Sarasehan Jaringan Petani bertajuk "Bersinergi, Berkolaborasi, Berdaya untuk Petani Indonesia Maju & Berdaulat".
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian RI Dr. H. Sudaryono mengumumkan keberhasilan swasembada pangan presiden prabowo serta membongkar praktik manipulasi Hasil Bumi Darmaji (dahar lima ngaku siji artinya makan lima, mengaku/membayar satu) Rp15.400 Triliun yang merugikan keuangan negara secara masif.
Kebulatan Tekad Rumpun Jaringan Petani Nasional
Ketua Panitia Sarasehan sekaligus perwakilan HKTI, Ir. H. Muhammad Yadi Sofyan Noor, S.H., memperkenalkan 9 pimpinan organisasi pertanian yang bersepakat membangun satu wadah integrasi nasional di bawah koordinasi HKTI dan Kementerian Pertanian. Kesembilan pimpinan tersebut di antaranya adalah Pak Budi (Ketua FK P4S), Pak Haji Otong (Ketua P3SI), Pak Fery Saifullah (Ketua IKAMAJA), Pak Sarendra Sajad (Ketua Oleng), Pak Syakir (Ketua PERAGI), serta perwakilan dari Sugenta, Kiara, dan Pak Dokter selaku Ketua KTNA. Konsolidasi masif ini akan segera dibawa ke seluruh wilayah Indonesia melalui rencana kunjungan "Kopdar Tani" di 38 provinsi, dengan Sumatera Utara sebagai agenda terdekat.
Sementara itu, Wamentan Sudaryono menekankan pentingnya kaum tani proaktif bersinergi dengan komando Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta mendukung penuh pembentukan "Jaringan Benih" guna menjahit berbagai asosiasi komoditas hulu seperti padi, jagung, dan tebu.
Langkah politik dan konsolidasi dinilai menjadi jalan terbaik untuk memperjuangkan hak petani, berkaca dari kedekatan historis Presiden Prabowo Subianto yang sempat menjabat sebagai Ketua Umum HKTI.
Bongkar Paradoks Ekonomi dan Fenomena 'Darmaji' Rp15.400 Triliun
Di sisi makro ekonomi, Wamentan Sudaryono membeberkan adanya fakta mencengangkan mengenai perekonomian Indonesia periode 2017–2024.
Meskipun volume perdagangan luar negeri komoditas alam seperti batu bara, nikel, emas, tembaga, dan kelapa sawit terus membesar, angka kemiskinan justru merangkak naik disertai penurunan kelas menengah menjadi kelompok miskin.
Kebocoran ini dipicu oleh praktik manipulasi hasil bumi Darmaji melalui tindakan pemalsuan laporan keuangan (under invoicing) oleh oknum tertentu.
Tindakan kriminal tersebut mengakibatkan kerugian finansial negara bernilai fantastis hingga menyentuh Rp15.400 triliun. Dampak sistemik dari hilangnya dana tersebut dirasakan langsung oleh rakyat lewat rendahnya gaji guru honorer, rusaknya infrastruktur irigasi, dan sulitnya akses pembiayaan.
Merespons kejahatan korporasi ini, pemerintah kini melakukan langkah represif agresif dengan memenjarakan para pelaku serta menyita aset perkebunan mereka untuk dikembalikan penuh kepada negara.
Sebagai bagian dari perbaikan struktural, kementerian telah menghentikan bantuan fisik atau ternak langsung yang spekulatif dan sering habis dalam 1-2 tahun.
Strategi dialihkan ke program pemberdayaan masyarakat, seperti optimalisasi pekarangan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) serta alokasi CSR. Bersamaan dengan itu, swasembada pangan presiden prabowo secara resmi sukses dicapai pada tahun 2025 dengan menghentikan total impor beras komersial.
Pembelaan Masif Terhadap Keberlanjutan Program MBG
Dalam forum sarasehan tersebut, Wamentan Sudaryono melakukan pembelaan program MBG guna menepis narasi miring di media sosial yang menuduh proyek tersebut menghabiskan kas negara.
Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur sekolah maupun irigasi sudah terjadi sejak masa lalu akibat uang negara yang dikorupsi secara berjamaah (dimakan bancakan), bukan karena imbas operasional makanan bergizi.
"Kalau mendengar di media sosial yang mengatakan duit negara habis karena MBG, itu pemahaman yang salah besar. Masalah itu sudah ada dari dulu. Sekarang, dengan adanya program, justru perbaikan sekolah dan irigasi mulai intensif dilakukan," ujar Sudaryono.
Sebagai solusi konkrit pengentasan kemiskinan ekstrem, pemerintah menyediakan Sekolah Rakyat berasrama di setiap kabupaten dengan kapasitas 1.000 anak guna memutus rantai kultur miskin.
Masalah stunting juga ditegaskan sebagai urusan pemenuhan pangan riil, bukan proyek fisik seperti renovasi pagar puskesmas yang jamak terjadi di masa lampau.
Melalui pelaksanaan program MBG ini, stimulus ekonomi mikro ikut berputar di mana tingkat bunga Kredit PNM Mekaar dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditekan menjadi 8%, potongan komisi aplikator Ojek Online (Ojol) dipangkas dari 20% menjadi hanya 8%, serta distribusi pupuk bagi petani murni mendapatkan diskon besar-besaran agar terhindar dari ancaman paceklik berat.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#KopdarTaniMasDar #BRMP #HKTI #SwasembadaPangan #KementerianPertanian #Sudaryono #StopImporBeras #MakananBergiziGratis #LawanKorupsi #PetaniMajuBerdaulat