Paguyuban Keluarga Besar Peniron Kebumen di perantauan menggelar Halal Bihalal, gelar seni budaya, dan bazar UMKM di Jakarta, Minggu, 19 April 2025. Kegiatan ini diikuti warga dari Jabodetabek, Bandung, hingga Banten.
Acara tahunan ini bertujuan memperkuat silaturahmi antarperantau sekaligus menggerakkan ekonomi warga melalui sektor UMKM yang ikut meramaikan kegiatan.
Silaturahmi dan Konsolidasi Warga Perantauan
Ketua Paguyuban Keluarga Besar Peniron Kebumen, Sarwadi, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam komunitas perantau. “Kegiatan ini rutin kami gelar untuk mempererat hubungan dan menjaga kekompakan warga Peniron di luar daerah,” ujarnya.
Menurut dia, partisipasi warga cukup tinggi meski belum sepenuhnya hadir sejak awal acara. Sekitar 65 persen peserta tercatat sudah datang, sementara lainnya masih dalam perjalanan.
Dalam praktiknya, paguyuban ini terdiri dari sejumlah kelompok wilayah seperti Watu Cagak Franji, Perwaji, hingga Karangduren. Total sekitar 10 kelompok masih aktif dari sebelumnya 14 kelompok.
Saya sempat berbincang dengan salah satu peserta yang datang dari Tangerang. Ia mengaku acara seperti ini bukan sekadar temu kangen, tapi juga ruang membangun jaringan sosial. “Kadang dari sini bisa dapat relasi kerja atau usaha,” katanya.
UMKM dan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Komunitas
Selain silaturahmi, kegiatan ini juga menampilkan seni budaya dari Sanggar Tri Manunggal Sari serta bazar UMKM yang didukung Geo UMKM.
Stan UMKM terlihat penuh sejak pagi. Produk makanan hingga kerajinan lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.
Sarwadi berharap kegiatan ini memberi dampak ekonomi langsung bagi warga. “Kami ingin UMKM yang ikut bisa berkembang dan mendapatkan rezeki yang berkah,” ujarnya.
Di sisi lain, acara ini juga menjadi ruang pelestarian budaya daerah. Pertunjukan seni tradisional dihadirkan untuk menjaga identitas asal di tengah kehidupan kota besar.
Seorang pengunjung lain mengaku datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mencari produk khas kampung halaman. “Rasanya seperti pulang sebentar,” ujarnya sambil tersenyum.
Paguyuban menilai kegiatan ini akan terus dilanjutkan setiap tahun. Selain menjaga hubungan sosial, forum ini juga menjadi sarana diskusi bersama jika muncul persoalan di antara warga.
Dengan model kolaborasi antar kelompok, paguyuban berharap semakin banyak warga Peniron di perantauan bergabung dan memperkuat solidaritas komunitas.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























