Bepro sukses menggelar Rapimnas dan Buka Puasa Bersama 2026 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (27/2/2026), sebagai momentum penguatan struktur organisasi dan solidaritas nasional.
Pertemuan tahunan ini bukan sekadar seremoni. Di balik kemeriahan Ballroom Sultan, terselip agenda krusial: menyatukan ribuan aspirasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) seluruh Indonesia yang telah digodok sepanjang tahun lalu. Kini, gagasan-gagasan tersebut resmi dikunci menjadi peta jalan (roadmap) strategis Bepro untuk masa depan.
Ketua Umum Bepro, Lutfi Dipa, menegaskan bahwa keberhasilan forum ini adalah buah dari kerja kolektif. "Rapimnas ini terwujud berkat masukan konstruktif dari seluruh pengurus. Ini murni hasil kolaborasi dan semangat solidaritas yang kuat," ujarnya di sela-sela acara.
Langkah strategis ini juga tak lepas dari kawalan Ketua Dewan Penasihat Kawendra Lukistian serta Ketua Dewan Pembina Ibnu Riza yang konsisten memberikan panduan arah organisasi.
Inisiasi Sekolah Darurat untuk Indonesia Barat
Selain urusan internal, Bepro memberi ruang khusus bagi isu kemanusiaan. Rian Fahardhi, melalui inisiatif Sekolah Tanah Air, memaparkan potret buram pendidikan di Sumatera pascabencana. Ribuan sekolah rusak, memutus akses belajar ratusan ribu siswa.
Menanggapi krisis tersebut, diperkenalkanlah program Sekolah Darurat yang bergerak dalam tiga fase: tanggap darurat, stabilisasi, dan transisi pemulihan. Fokus awal akan menyasar tiga titik di Provinsi Aceh dengan penyediaan tenda belajar, sanitasi, hingga pelatihan guru lokal.
"Sekolah darurat bukan sekadar membangun ruang fisik sementara, melainkan upaya menjaga agar harapan anak-anak kita tidak padam," tegas Rian. Gerakan gotong royong ini menargetkan pemulihan 1.000 sekolah, dimulai dari wilayah barat Indonesia.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Sinyal Kepedulian
Nuansa kebersamaan semakin kental dengan hadirnya sejumlah tokoh publik dan pejabat negara. Tampak hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, serta Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Dari sektor korporasi, hadir pula petinggi Telkomsel seperti Abdullah Fahmi dan Emir Gema Surya.
Acara ditutup dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Bagi Bepro, momentum ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang solid harus berbanding lurus dengan dampak nyata di masyarakat.
Semangat persaudaraan yang lahir di Jakarta ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi program-program Bepro selanjutnya yang lebih luas dan berdampak bagi Indonesia.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto





























