Penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, oleh Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Sabtu, 9 Mei 2026, memicu sorotan dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu.
Menurut Kevin, kasus penggerebekan judi online Hayam Wuruk Jakarta Barat tidak bisa dipandang sebagai perkara kriminal biasa. Ia menilai kasus tersebut berkaitan langsung dengan keamanan kota, pengawasan warga negara asing, dan kejahatan siber lintas negara.
Kevin Wu Nilai Jakarta Hadapi Ancaman Serius
“Menurut saya ini alarm keras untuk Jakarta. Saya mengapresiasi langkah Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat,” ujar Kevin Wu.
Ia menilai keberadaan ratusan WNA yang diduga beroperasi dari gedung perkantoran di pusat kota menunjukkan adanya celah pengawasan yang tidak kecil. Terlebih, Jakarta sedang mendorong citra sebagai kota global.
Kevin mengingatkan, konsep kota global semestinya dibarengi sistem keamanan dan pengawasan yang kuat. Bukan justru memberi ruang bagi praktik ilegal berskala internasional berkembang di tengah kawasan bisnis.
“Jangan sampai gedung perkantoran legal di Jakarta dipakai sebagai ‘pabrik kejahatan digital’,” katanya.
Di Jakarta, cerita soal penyalahgunaan apartemen atau ruko untuk aktivitas ilegal sebenarnya bukan hal baru. Seorang pengelola properti di kawasan pusat bisnis pernah bercerita, aktivitas mencurigakan biasanya terlihat dari lalu-lalang pekerja dengan jam operasional tidak wajar dan akses ruangan yang tertutup rapat.
Pemprov DKI Diminta Perkuat Deteksi Dini
Kevin mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan kepolisian, imigrasi, Satpol PP, hingga Kesbangpol untuk memperketat pengawasan terhadap gedung perkantoran, rumah sewa, dan apartemen.
Menurut dia, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada operator lapangan semata. Aparat juga diminta menelusuri pengendali utama, aliran dana, hingga pihak yang memberi akses operasional.
“Pengelola gedung juga harus dimintai keterangan secara serius, karena kegiatan sebesar ini tidak mungkin berlangsung tanpa adanya tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.
Kevin menegaskan judi online bukan hanya merusak pemainnya, tetapi juga berdampak pada ekonomi keluarga dan keamanan lingkungan. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak bersikap reaktif setelah penggerebekan terjadi.
“Jakarta harus ramah bagi investasi yang sehat, tapi tidak boleh ramah bagi mafia judi online,” kata dia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























