Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

PPN Soroti Telur Impor dan Mahalnya Jagung Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pinsar Petelur Nasional (PPN) menyoroti tingginya biaya produksi, masuknya telur impor, hingga rencana investasi asing di industri unggas nasional dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua Presidium PPN Yudianto Yosgiarso mengatakan peternak layer rakyat kini menghadapi tekanan berlapis. Produksi telur nasional memang surplus, tetapi harga jagung, distribusi logistik, dan pasar yang tidak stabil membuat peternak kecil makin terdesak.

PPN Soroti Harga Jagung dan Telur Impor

Yudianto menilai industri peternakan telur nasional sebenarnya sudah teruji menghadapi berbagai krisis. Mulai dari krisis moneter 1998, wabah flu burung, hingga pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan distribusi pangan.

“Kami peternak layer tidak ada yang putus asa,” ujar Yudianto di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, produksi telur nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 6,5 juta ton per tahun. Angka itu ditopang sekitar 4 juta peternak rakyat yang turut membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.

Di sisi lain, industri unggas juga menjadi penyangga petani jagung nasional. Sekitar 80 persen hasil panen jagung dalam negeri disebut terserap untuk kebutuhan pakan ternak.

Namun persoalan muncul ketika harga jagung di lapangan melonjak. Peternak kini membeli jagung Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding harga acuan pemerintah Rp6.400.

“Bagaimana kami bisa mengupayakan harga telur Rp20 ribu per kilo? Itu sangat jauh dari harapan,” katanya.

Masalah lain datang dari masuknya telur asal Malaysia ke Sumatera Utara. Kondisi itu membuat distribusi telur peternak lokal ke Batam dan Bangka terganggu, sementara stok telur menumpuk di Pulau Jawa.

Tolak Investasi Asing, Dorong Penguatan Koperasi

Dalam forum itu, Yudianto juga menolak rencana investasi asing di sektor peternakan ayam nasional. Menurut dia, peternak lokal masih mampu menjaga swasembada telur tanpa dominasi modal luar negeri.

“Kalau investasi untuk peternakan panda silakan, tapi begitu yang diinvestasikan ayam, terus terang kami menolak,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta seminar.

PPN kini mulai memperkuat jaringan koperasi peternak di berbagai daerah. Hingga 2026, asosiasi tersebut mengklaim telah membentuk sekitar 38 koperasi untuk memperkuat distribusi dan penyerapan produksi telur.

Selain itu, PPN mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai pasar baru bagi telur nasional. Peternak bahkan mulai meningkatkan populasi ayam lebih awal karena optimistis program itu dapat menyerap produksi dalam jumlah besar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Kodam XIX Tuanku Tambusai Buka Seleksi Kowad 2026


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai mulai menjalankan tahapan validasi penerimaan Calon Bintara (Caba) Kowad Tahun 2026 di Panda Kodam XIX/TT, Pekanbaru, sejak 7 Mei 2026. Hingga hari pertama, sebanyak 232 peserta telah melakukan validasi dari total 406 pendaftar online di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Lonjakan peserta terlihat sejak pagi di lokasi validasi. Para calon Kowad datang membawa berkas pendaftaran online untuk diverifikasi panitia sebelum menjalani pemeriksaan fisik awal berupa pengukuran tinggi dan berat badan.

Seleksi Caba Kowad 2026 Mulai Tahap Validasi

Data panitia mencatat, di wilayah Korem 031/Wira Bima sebanyak 204 peserta telah melakukan validasi dari 331 pendaftar online. Sementara di wilayah Korem 033/Wira Pratama, tercatat 28 peserta sudah mengikuti validasi dari total 75 pendaftar.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo SAP MM CHRMP menegaskan seluruh proses penerimaan dilakukan terbuka dan tanpa pungutan biaya. Penegasan itu disampaikan di tengah tingginya minat generasi muda mengikuti seleksi Kowad tahun ini.

“Validasi berjalan sesuai jadwal hingga 16 Mei 2026. Namun apabila kuota pendaftaran sudah terpenuhi, maka pendaftaran akan ditutup lebih awal,” ujar Mayor (K) Caj Juni Herawati Nasution, Jumat, 8 Mei 2026.

Suasana di lokasi validasi terlihat cukup ketat. Panitia memeriksa dokumen peserta satu per satu sebelum memasuki tahapan penomoran administrasi. Beberapa peserta bahkan datang sejak subuh demi menghindari antrean panjang.

Pemandangan seperti ini sebenarnya bukan hal baru di Pekanbaru. Dalam beberapa tahun terakhir, seleksi TNI AD memang selalu menarik perhatian anak muda daerah yang melihat jalur militer sebagai ruang pengabdian sekaligus masa depan karier yang lebih pasti.

Rik Uji Jadi Penentu Lolos Seleksi Daerah

Setelah tahap validasi selesai, peserta akan dibagi dalam beberapa gelombang untuk mengikuti rik uji. Tahapan itu meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, tes jasmani, hingga pendataan rekam set sebelum data dikirim ke Mabesad.

Kodam XIX Tuanku Tambusai hanya melaksanakan seleksi tingkat daerah hingga tahapan rik uji. Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan mengikuti seleksi tingkat pusat atau panitia pusat (Panpus).

Antusiasme tinggi peserta dinilai menjadi gambaran meningkatnya minat perempuan muda di Riau dan Kepulauan Riau untuk bergabung ke TNI AD. Di tengah ketatnya persaingan kerja, jalur Kowad masih dipandang sebagai profesi yang menjanjikan disiplin, stabilitas, dan pengabdian negara.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Suwardi: Di Balik MBG dan Impor Pakan, Peternak Ayam Kian Terjepit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) menyoroti carut-marut industri perunggasan nasional dalam seminar AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Peternak menilai persoalan sektor unggas kini makin kompleks, mulai dari impor bahan baku, harga pakan, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi mengatakan kondisi peternak ayam pedaging dan petelur sedang tertekan. Menurut dia, masalah utama muncul di sektor hulu, regulasi budidaya, dan pasar hilir yang belum berpihak kepada peternak rakyat.

Peternak Nilai Program MBG Belum Menyentuh Akar Masalah

Suwardi menilai program MBG sejatinya memiliki tujuan baik. Namun di lapangan, banyak peternak justru belum merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Hari ini peternak-peternak seperti saya hanya mendapatkan PHP dari program MBG itu,” ujar Suwardi di hadapan peserta seminar.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian forum. Sebagian peserta mengangguk, sebagian lain memilih diam. Di beberapa sentra unggas, isu serapan produk untuk MBG memang sempat memunculkan harapan besar. Banyak peternak memperkirakan telur dan ayam mereka akan terserap stabil oleh program pemerintah.

Namun kenyataannya belum berjalan mulus. Seorang peternak telur asal Blitar yang hadir dalam forum itu bercerita harga telur sempat jatuh ketika produksi meningkat, sementara akses distribusi ke program MBG belum terbuka merata.

Suwardi juga mengkritik tata kelola MBG yang dinilai terlalu dikuasai kelompok bisnis tertentu. Ia meminta pemerintah membuka transparansi harga dan memperkuat peran koperasi peternak dalam rantai distribusi pangan nasional.

Harga Pakan dan Impor Jadi Beban Peternak

Selain MBG, forum itu juga menyoroti kebijakan impor Grand Parent Stock (GPS) dan bahan baku pakan yang dianggap terlalu bergantung pada pemain besar.

Menurut Suwardi, pengalihan impor bungkil kedelai dari swasta ke PT Berdikari justru memicu kenaikan harga pakan hingga 20 persen. Kenaikan itu langsung menekan biaya produksi peternak mandiri.

“Kalau kita mau harga telur Rp25 ribu bisa. Yang penting di hulu ditata dengan adil dan bijaksana,” kata Suwardi.

Ia menilai regulasi budidaya unggas sebenarnya sudah memberi ruang besar bagi peternak rakyat. Namun implementasinya dinilai belum konsisten di lapangan. Peternak kecil, kata dia, sering kalah bersaing dengan integrator besar yang menguasai rantai pasok dari hulu sampai hilir.

Di akhir forum, Suwardi meminta pemerintah tidak terlalu bergantung pada investasi asing untuk sektor budidaya unggas. Menurut dia, peternak lokal masih mampu memperkuat produksi nasional jika diberi akses modal, distribusi, dan perlindungan kebijakan yang jelas.

Reporter: Thalia Febiola 
Editor: Arianto 


Share:

Hilirisasi Perunggasan Nasional Didorong, Dana Rp20 Triliun Disiapkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah mulai mendorong transformasi besar sektor perunggasan nasional di tengah tekanan harga ayam dan telur yang terus berfluktuasi. Badan Pengelola Investasi Danantara bersama Kementerian Pertanian disebut menyiapkan pendanaan Rp20 triliun untuk membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.

Rencana itu mengemuka dalam seminar hilirisasi perunggasan pada rangkaian AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi peternak, BUMN pangan, hingga investor nasional.

Hilirisasi Perunggasan Jadi Fokus Pemerintah

Di balik angka investasi jumbo itu, ada persoalan lama yang belum selesai. Peternak rakyat selama bertahun-tahun terjebak pada pola usaha yang rentan. Saat harga ayam hidup jatuh, margin peternak ikut ambruk. Sebaliknya, ketika harga pakan naik, biaya produksi langsung melonjak.

Situasi itu belakangan makin terasa di sejumlah sentra unggas. Seorang peternak di Blitar pernah bercerita bagaimana harga telur bisa turun drastis hanya dalam hitungan pekan. “Kadang belum sempat balik modal, harga sudah berubah lagi,” katanya saat ditemui dalam pameran peternakan tahun lalu.

Karena itu, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan hilirisasi agar peternak tidak hanya menjual ayam hidup atau telur mentah. Infrastruktur pascapanen seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold storage dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas usaha.

Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio mengatakan hilirisasi bukan lagi pilihan. “Kita perlu membangun infrastruktur pascapanen yang mampu menyerap hasil ternak rakyat secara stabil sehingga peternak tidak lagi hanya bergantung pada penjualan ayam hidup yang berisiko tinggi,” ujar Alvino di Jakarta, Jum'at (8/5/2026).

Impor SBM dan Dominasi Pasar Jadi Sorotan

Selain hilirisasi, forum itu juga menyoroti rencana pemerintah mengalihkan kewenangan impor bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) kepada BUMN. Kebijakan tersebut dipandang penting untuk menjaga stabilitas bahan baku pakan ternak yang selama ini sangat dipengaruhi rantai pasok global.

Namun, pelaku usaha meminta pemerintah berhati-hati. Alvino menegaskan koordinasi dengan asosiasi peternak dan peternak mandiri perlu diperkuat agar pasokan tidak terganggu.

Seminar itu juga menargetkan tiga hasil konkret. Pertama, komitmen penyerapan hasil peternak oleh BUMN pangan seperti Berdikari dan Bulog. Kedua, skema pembiayaan pembangunan RPHU dan cold storage bersama Danantara. Ketiga, penyusunan peta jalan Cadangan Pangan Pemerintah berbasis protein hewani.

Di sisi lain, langkah ini menunjukkan pemerintah mulai melihat sektor perunggasan bukan sekadar urusan pangan murah. Industri unggas kini diposisikan sebagai penyangga ekonomi desa sekaligus bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gus Ibi Dukung Gus Muhaimin Pimpin PBNU ke Depan


Duta Nusantara Merdeka | Sarang 
Muhammad Imam Roghibi As-Siddiqie atau Gus Ibi menilai dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tahun 2026 terlalu berpusat pada figur calon pemimpin. Menurut dia, pembahasan publik seharusnya diarahkan pada visi, gagasan, dan arah gerakan organisasi di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ibi saat ditemui di Pondok Pesantren MIS Sarang, Kamis, 7 Mei 2026. Ia mengatakan NU di abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang memahami tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada tradisi pesantren.

Gus Ibi Ingatkan NU Butuh Arah, Bukan Sekadar Figur

Menurut Gus Ibi, atmosfer menjelang muktamar mulai dipenuhi pembicaraan soal siapa yang layak memimpin PBNU. Padahal, kata dia, persoalan mendasar justru menyangkut arah gerakan NU menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan geopolitik global.

“Kalau kita hanya sibuk pada figur tanpa membedah gagasan, maka kita sedang menyiapkan masalah baru di masa depan,” ujar Gus Ibi.

Ia mengibaratkan NU bukan hanya membutuhkan sopir yang piawai, tetapi juga “mesin baru” serta arah perjalanan yang jelas. Analogi itu, menurutnya, penting karena organisasi sebesar NU tidak cukup hanya mengandalkan popularitas figur.

Di sejumlah forum pesantren belakangan, isu regenerasi kepemimpinan PBNU memang mulai ramai dibahas. Namun, percakapan di tingkat akar rumput sering kali berhenti pada nama besar tokoh, bukan pada peta program lima tahun mendatang.

Dukungan kepada Gus Muhaimin dan Akar Pesantren

Gus Ibi juga menekankan pentingnya kepemimpinan PBNU yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan dzuriyah muasis atau keturunan pendiri NU. Faktor itu dinilai penting agar ruh perjuangan NU tidak terlepas dari akar sejarahnya.

Sebagai bentuk sikap politik organisasi, Gus Ibi menyampaikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Ia menilai Muhaimin memiliki pengalaman organisasi, pemerintahan, dan kedekatan kuat dengan kultur pesantren.

“NU butuh pemimpin yang tidak hanya kuat secara simbolik, tapi juga punya roadmap yang jelas untuk lima tahun ke depan,” katanya.

Menurut Gus Ibi, tantangan NU saat ini bukan hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga menjawab disrupsi teknologi, krisis moral, dan perubahan geopolitik. Karena itu, Muktamar ke-35 NU diharapkan melahirkan konsensus strategis, bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

FORSIMEMA Soroti Moralitas Hakim dan Wibawa Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung-RI (FORSIMEMA-RI) menilai pesan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, mengenai pentingnya moralitas hakim dan aparatur peradilan menjadi pengingat serius bagi dunia hukum nasional. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, dalam keterangan pers, Kamis, 7 Mei 2026.

Syamsul mengatakan integritas aparat peradilan bukan sekadar urusan etik pribadi. Menurut dia, moralitas merupakan fondasi utama yang menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di Indonesia.

Moralitas Hakim Jadi Penentu Kepercayaan Publik

Di ruang sidang, kata Syamsul, masyarakat tidak hanya mencari kepastian hukum. Mereka juga ingin melihat keadilan berjalan tanpa tekanan, transaksi, atau kepentingan tersembunyi. Karena itu, pesan Ketua MA dinilai relevan di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.

“Integritas adalah roh dari keadilan itu sendiri,” kata Syamsul Bahri.

Ia menjelaskan aparatur peradilan kerap menghadapi tekanan pragmatis dalam penanganan perkara. Dalam situasi seperti itu, moralitas menjadi benteng pertama untuk menolak intervensi, gratifikasi, maupun pengaruh pihak luar.

Di sejumlah pengadilan daerah, isu kedekatan dengan pihak berperkara masih menjadi obrolan yang sering terdengar di ruang tunggu sidang. Situasi itu, menurut Syamsul, membuat penguatan etika tidak cukup hanya lewat slogan.

Pengawasan Internal dan Keteladanan Pimpinan

FORSIMEMA-RI menilai penguatan moral aparatur peradilan perlu diterjemahkan ke langkah konkret. Salah satunya melalui internalisasi kode etik hakim dan pegawai peradilan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Selain itu, pengawasan internal juga dinilai penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak awal. Syamsul menekankan pimpinan lembaga peradilan harus menjadi contoh dalam disiplin dan kejujuran.

“Hukum tanpa moralitas bisa menjadi kaku dan buta,” ujarnya.

Menurut dia, budaya kerja berintegritas harus dibangun secara konsisten. Lingkungan kerja yang menghargai profesionalisme dan menindak penyimpangan dinilai akan memperkuat wibawa lembaga peradilan.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menyoroti kemitraan Ikatan Wartawan Hukum atau IWAKUM bersama FORSIMEMA di lingkungan Mahkamah Agung dan peradilan. Ia meminta humas Mahkamah Agung lebih proaktif membangun komunikasi dengan media guna menjaga transparansi informasi publik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Menko Polkam Sebut KNMP Sungsang Bukti Negara Hadir di Pesisir


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Djamari Chaniago menegaskan pemerintah pusat akan terus memperkuat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang saat berdialog dengan warga pesisir di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis, 6 Mei 2026. Program itu disebut menjadi bagian strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui fasilitas perikanan terpadu.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam menekankan negara tidak boleh absen dari wilayah pesisir. Pemerintah, kata dia, sedang menyiapkan langkah jangka panjang agar masyarakat nelayan bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung, bukan sekadar mendengar janji dari pusat.

Negara Masuk Kampung Nelayan

Djamari Chaniago mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam besar yang seharusnya mampu menopang kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, ia mengingatkan pembangunan tidak akan berjalan jika hanya mengandalkan pemerintah pusat.

“Negara akan hadir di setiap pelosok Indonesia. Kami di tingkat pusat bukan hanya bekerja, tetapi juga terus berpikir bagaimana menyejahterakan rakyat,” kata Djamari.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan warga nelayan yang memadati lokasi dialog. Di kawasan pesisir seperti Sungsang, fasilitas penyimpanan ikan kerap menjadi masalah klasik. Nelayan sering terpaksa menjual hasil tangkapan cepat-cepat karena keterbatasan pendingin. Situasi itu membuat harga ikan mudah jatuh saat tangkapan melimpah.

Karena itu, konsep Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang disiapkan lengkap dengan cold storage, pabrik es, hingga SPBU nelayan. Menurut Djamari, fasilitas tersebut akan dibangun bertahap sesuai rancangan awal pemerintah.

“Kalau sekarang belum lengkap, saya yakin ke depan akan dibangun secara lengkap karena memang sudah menjadi bagian dari konsep awal program ini,” ujarnya.

Fasilitas Nelayan dan Tantangan Energi

Djamari juga menyinggung tekanan global di sektor energi dan bahan bakar yang mulai dirasakan banyak negara. Namun, ia menilai Indonesia masih relatif mampu menjaga stabilitas sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Kita adalah salah satu negara yang bisa menahan itu, dan gangguan itu tidak sangat terasa,” katanya.

Sementara itu, Cik Ujang menilai keberadaan fasilitas pendukung di KNMP Sungsang akan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. Dengan penyimpanan yang lebih baik, nilai jual ikan di tingkat nelayan diharapkan ikut naik.

“Program ini tentu akan sangat bermanfaat bagi nelayan di Banyuasin II,” kata Cik Ujang.

Turut hadir dalam dialog tersebut antara lain Trian Yunanda, Askolani, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuasin.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ace Oldfields Tebar Dividen Rp1,5 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) memutuskan membagikan dividen tunai Rp1,5 per saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Keputusan itu diambil di tengah pertumbuhan penjualan yang masih bergerak positif sepanjang 2025, meski laba bersih perusahaan mulai tertekan kenaikan biaya operasional.

Emiten berkode saham KUAS tersebut membukukan pendapatan Rp187,02 miliar pada 2025, naik tipis dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp184,7 miliar. Namun laba bersih turun menjadi Rp10,5 miliar dari Rp11,3 miliar pada 2024.

Margin PT Ace Oldfields Mulai Menyempit

Direktur KUAS, Albert Kandiawan, mengakui kenaikan penjualan belum sepenuhnya mampu menopang profitabilitas perusahaan. “Namun, di balik kenaikan penjualan, laba bersih justru turun menjadi Rp10,5 miliar dari Rp11,3 miliar pada 2024. Penurunan menandai tekanan biaya yang mulai menggerus profitabilitas Perseroan,” ujar Albert.

Di kalangan pelaku industri manufaktur, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah emiten sektor perlengkapan rumah tangga dan bahan bangunan juga mulai menghadapi kenaikan biaya distribusi serta bahan baku sejak akhir tahun lalu. Seorang analis pasar modal bahkan menyebut kondisi sekarang mirip “jualan ramai, tapi napas makin pendek”.

Meski demikian, secara operasional perusahaan masih mencatat pertumbuhan. Laba kotor naik menjadi Rp58,5 miliar dari Rp54,2 miliar. Kenaikan ini menunjukkan permintaan produk perlengkapan pengecatan masih cukup terjaga di pasar domestik.

Aset perusahaan juga meningkat 7,63 persen menjadi Rp299,37 miliar. Namun perhatian investor tertuju pada kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar 25,64 persen yang dinilai berpotensi menekan arus kas apabila pertumbuhan pendapatan melambat.

Strategi KUAS pada 2026: Distribusi dan Digitalisasi

Menghadapi 2026, KUAS menargetkan penjualan Rp192 miliar. Target tersebut tergolong konservatif di tengah kondisi daya beli dan persaingan industri yang belum sepenuhnya stabil.

Perusahaan akan memperluas distribusi, memperkuat loyalitas pelanggan, serta meningkatkan pemasaran digital untuk mendongkrak brand awareness. Kolaborasi dengan pabrik cat juga disiapkan guna memperluas penetrasi pasar.

Selain itu, perusahaan menyiapkan program promosi seperti undian umroh untuk menjaga minat konsumen. Strategi ini memperlihatkan upaya perseroan membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, bukan sekadar mengandalkan pertumbuhan penjualan tahunan.

Namun tantangan terbesar tetap berada pada efisiensi biaya. Di industri yang kompetitif, kenaikan penjualan tanpa pengendalian beban operasional berisiko membuat pertumbuhan laba berjalan di tempat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
 
Share:

Audiensi Kodam XIX dan Cipayung Plus Bahas Ketahanan Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai menggelar audiensi strategis bersama Kelompok Cipayung Plus di Ruang Yudha Lt II Makodam XIX/TT, Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan itu menjadi ruang dialog awal antara satuan baru TNI AD dengan kelompok mahasiswa di Riau dan Kepulauan Riau.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP hadir langsung bersama pejabat utama Kodam. Agenda utama pertemuan membahas dinamika kebangsaan, stabilitas wilayah, hingga peran generasi muda menghadapi perubahan sosial dan arus informasi digital.

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Dialog dengan Mahasiswa

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah perwakilan Cipayung Plus menyampaikan pandangan kritis terkait pendidikan, isu sosial, hingga tantangan pembangunan daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo mengatakan Kodam XIX Tuanku Tambusai ingin membangun pola komunikasi yang lebih cair dengan kalangan mahasiswa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan nasional.

“Kodam XIX Tuanku Tambusai hadir sebagai satuan baru yang siap mengawal stabilitas wilayah Riau dan Kepri. Kami ingin membangun komunikasi yang jujur dan produktif. Mahasiswa adalah mitra strategis dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Belakangan, forum-forum seperti ini mulai sering dilakukan sejumlah institusi negara. Bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus media sosial, ruang dialog langsung dinilai lebih efektif meredam kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan publik.

Peran Generasi Muda Dinilai Makin Krusial

Dalam diskusi itu, Pangdam juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional. Terutama saat informasi bergerak cepat dan sering kali bercampur dengan disinformasi.

Suasana diskusi beberapa kali terasa hangat. Sejumlah peserta mahasiswa tampak menyampaikan kritik dengan lugas, sementara jajaran Kodam merespons secara terbuka. Pola komunikasi seperti ini jarang terlihat beberapa tahun lalu.

Kodam XIX Tuanku Tambusai menilai sinergi dengan kelompok intelektual muda perlu terus diperkuat agar stabilitas wilayah tetap terjaga. Terlebih, Riau dan Kepulauan Riau menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.

Audiensi itu sekaligus menandai upaya Kodam XIX Tuanku Tambusai membangun pendekatan yang lebih adaptif, responsif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman di wilayah teritorial barunya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Bayu Buana Tebar Dividen Rp100 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) memutuskan membagikan dividen tunai Rp100 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp35,32 miliar.

Keputusan itu diambil di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp554,72 miliar atau turun Rp89,89 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp644,61 miliar.

Pendapatan dan Laba Bayu Buana Menurun

Direktur Utama BAYU, Hardy Karuniawan mengatakan tekanan industri perjalanan masih memengaruhi performa perusahaan pada awal tahun. Meski begitu, perseroan tetap menjaga stabilitas operasional dan struktur keuangan.

“Kuartal I-2026 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp554,72 miliar menurun Rp89,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp644,61 miliar,” ujar Hardy.

Laba usaha perseroan juga ikut tergerus. Pada kuartal I-2026, Bayu Buana mencatat laba usaha Rp19,58 miliar, turun Rp10,29 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp29,87 miliar.

Di pasar modal, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak emiten sektor perjalanan masih bergerak hati-hati setelah biaya operasional dan pola perjalanan pelanggan berubah cukup cepat sejak dua tahun terakhir.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp15,60 miliar. Angka itu ikut menekan laba per saham menjadi Rp44,17 per 31 Maret 2026, turun dari Rp65,79 pada periode sama tahun lalu.

Aset dan Ekuitas Masih Bertumbuh

Meski laba mengalami tekanan, Bayu Buana masih mencatat pertumbuhan aset dan ekuitas. Total aset perseroan hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp972,99 miliar atau naik 1,18 persen dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp961,63 miliar.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp570,80 miliar. Nilai tersebut naik 2,26 persen atau Rp12,63 miliar dibanding posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp558,17 miliar.

Kenaikan ekuitas terutama ditopang laba periode berjalan Januari hingga Maret 2026. Di tengah perlambatan pendapatan, perusahaan tampaknya masih berupaya menjaga fundamental agar tetap solid di mata investor.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Berbalik Arah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai memasuki fase percepatan setelah ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian itu menjadi sinyal arah ekonomi domestik mulai berubah dibanding beberapa tahun terakhir yang cenderung stagnan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2026. Pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan dan penguatan stabilitas keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya.

Purbaya Nilai Ekonomi Indonesia Sedang Mengalami Akselerasi

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen menunjukkan pergerakan yang lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Ia membandingkan capaian terbaru dengan angka 5,39 persen yang sebelumnya sempat dianggap cukup baik.

“Yang pertama dari angka pertumbuhan ekonomi tadi yang keluar hari ini 5,61 persen itu kita diskusikan dengan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan.

Ia mengatakan, banyak pelaku pasar belum menangkap sinyal percepatan tersebut. Kondisi itu membuat sebagian investor memilih keluar dari pasar modal di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak nilai tukar.

“Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” kata Purbaya.

Pernyataan itu mengingatkan pada suasana pasar beberapa bulan terakhir. Seorang manajer investasi di Jakarta sempat bercerita bahwa banyak investor ritel memilih memindahkan dana ke deposito karena khawatir situasi global memburuk. Namun sebagian lainnya justru mulai masuk saat harga saham turun.

Pemerintah Siapkan Stimulus dan Diversifikasi Pembiayaan

Purbaya kembali mengulang pernyataannya yang sempat ramai dibicarakan pelaku pasar beberapa waktu lalu.

“Kan saya kemarin-kemarin bilang ‘serok, serok, serok’ aja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,” ujarnya.

Pemerintah kini menyiapkan stimulus tambahan yang direncanakan mulai berjalan pada awal Juni 2026. Koordinasi dengan Bank Indonesia juga diperkuat untuk menjaga likuiditas dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain itu, pemerintah mulai mendorong diversifikasi pembiayaan melalui penerbitan panda bond di pasar China. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan pembiayaan negara tidak terlalu bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, strategi tersebut penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan pasar global dan pelemahan rupiah.

“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda enggak usah takut,” kata Purbaya.

Pemerintah menilai kombinasi stimulus fiskal, penguatan likuiditas, dan diversifikasi pembiayaan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Puspen TNI Jadi Acuan MA Bangun Komunikasi Publik Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung mulai serius membenahi pola komunikasi publik di era digital. Tim Peneliti Pusat Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (Pustrajak MA) mengunjungi Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) untuk menyusun pedoman pengelolaan media massa dan media sosial di lingkungan peradilan.

Kunjungan itu menjadi bagian dari penyusunan rancangan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI tentang tata kelola komunikasi publik. Puspen TNI dipilih karena dianggap memiliki pola pengelolaan media yang lebih adaptif dan cepat menghadapi arus informasi digital.

MA Soroti Pentingnya Strategi Media Sosial yang Tepat

Dalam pertemuan tersebut, Tim Peneliti Pustrajak MA mempelajari alur komunikasi publik di Puspen TNI, mulai dari struktur organisasi hingga strategi distribusi konten lintas platform.

Kepala Bidang Informasi dan Internet Puspen TNI, Kolonel Candra Kurniawan, menilai setiap media sosial memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan komunikasinya tidak bisa disamaratakan.

“Konten tidak bisa disamakan. TikTok, Instagram, dan X punya gaya masing-masing,” ujar Candra dalam pertemuan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pengguna X cenderung menyukai narasi singkat dan langsung, sementara TikTok membutuhkan pembuka video yang kuat dalam tiga detik pertama agar audiens bertahan menonton.

Humas Pengadilan Daerah Dinilai Masih Lemah

Selain strategi konten, Tim Peneliti Pustrajak MA juga mempelajari pola penanganan isu publik di Puspen TNI. Salah satu yang menjadi perhatian ialah konsep “Golden Time 1–3–6” dalam respons komunikasi.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Prinsip kami, validasi data adalah yang utama,” kata Candra.

Menurut dia, satu jam pertama digunakan mengumpulkan informasi awal. Dalam tiga jam berikutnya, tim komunikasi mulai menyiapkan pemetaan isu dan pernyataan awal sebelum informasi lengkap disampaikan maksimal enam jam kemudian.

Kunjungan itu sekaligus membuka persoalan lama di lingkungan peradilan. Struktur kehumasan di banyak pengadilan daerah masih dirangkap unit lain, seperti Kepaniteraan Hukum dan Subbag Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan (PTIP).

Kondisi tersebut dinilai membuat fungsi komunikasi publik pengadilan belum berjalan optimal, terutama saat menghadapi isu sensitif yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Pertemuan antara MA dan Puspen TNI juga membuka peluang kerja sama penyebaran informasi strategis, termasuk isu peradilan militer yang selama ini masih minim dipahami masyarakat luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Harga Rumah Naik, Rumah123 Buka PropVaganza 2026 di BSD


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang Selatan 
Kenaikan harga rumah nasional mulai terasa di sejumlah kawasan penyangga Jakarta. Di tengah suplai hunian yang makin ketat, Rumah123 membuka PropVaganza 2026 di AEON Mall BSD City, Tangerang, Senin, 5 Mei 2026, untuk menangkap momentum pasar yang dinilai masih menguntungkan pembeli.

Data Rumah123 menunjukkan harga rumah nasional naik 1,6 persen secara bulanan atau month on month (MoM). Pada saat bersamaan, suplai rumah seken turun 8,1 persen secara tahunan. Situasi itu terjadi ketika suku bunga Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen dan inflasi melandai ke 3,48 persen.

Harga Rumah Naik, Pilihan Hunian Justru Menyusut

Kondisi pasar itu membuat banyak calon pembeli berada di persimpangan. Menunggu harga turun terasa makin sulit, sementara pilihan rumah terus berkurang. Di beberapa kawasan Tangerang, agen properti bahkan mulai melihat rumah dengan akses strategis lebih cepat terserap pasar dibanding tahun lalu.

“Banyak konsumen terjebak dalam pola pikir menunggu kondisi ekonomi yang sempurna. Padahal, dengan suplai yang terus menyusut dan harga yang konsisten naik, menunda justru meningkatkan opportunity cost,” ujar Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123.

Rumah123 memanfaatkan momentum itu lewat PropVaganza 2026 dengan menghadirkan 150 booth pengembang dan merek properti. Beberapa nama besar yang ikut antara lain SYNTHESIS DEVELOPMENT, Metland Cyber Puri, EleVee Residences, PONDOK INDAH GROUP, Progress Group, hingga kawasan PIK2.

Tangerang dipilih sebagai lokasi pembukaan karena menyumbang 16,3 persen pencarian properti nasional. Kawasan ini dinilai masih menjadi magnet pembeli rumah pertama maupun investor menengah.

Rumah123 Bidik Pembeli yang Sudah Siap Kredit

Berbeda dari pameran konvensional, Rumah123 mengklaim menerapkan strategi precision targeting untuk memetakan kebutuhan pengunjung berdasarkan profil finansial dan minat pembelian.

Bagi sebagian keluarga muda, datang ke pameran properti kini bukan lagi sekadar jalan-jalan akhir pekan. Ada yang sengaja membawa catatan cicilan, membandingkan simulasi KPR, sampai menghitung ulang biaya sekolah anak sebelum memutuskan membeli rumah.

“Membeli rumah bukan keputusan individu, tapi keputusan keluarga,” ujar Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123.

Selain menghadirkan konsultasi pembiayaan, PropVaganza 2026 juga menyiapkan talkshow pengembang, edukasi literasi KPR, hingga program interaktif untuk menarik pengunjung. Rumah123 menilai proses pembelian rumah membutuhkan akses informasi yang lebih merata di tengah pasar yang bergerak cepat.

Rangkaian PropVaganza 2026 akan digelar di enam lokasi, mulai BSD City, Lippo Mall Puri, Kota Kasablanka, Pakuwon Mall Bekasi, MARGOCITY, hingga Central Park sampai Desember 2026.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Peninjauan KDKMP Rohil, Danrem Tekankan Kualitas Proyek


Duta Nusantara Merdeka | Rokan Hilir 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han meninjau langsung progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu, 6 Mei 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Fokusnya sederhana: memperkuat basis ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Peninjauan Lapangan, Disiplin Jadi Sorotan

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu memberi penekanan pada kedisiplinan waktu dan kualitas pengerjaan. Ia meminta seluruh pihak bekerja maksimal agar proyek tidak molor.

“Pembangunan ini memiliki nilai strategis sehingga harus diselesaikan sesuai target yang telah direncanakan. Jangan sampai ada keterlambatan,” ujar Danrem, Rabu (6/5/2026).

Di lapangan, ia tidak hanya melihat fisik bangunan. Paparan progres dan kendala teknis juga menjadi perhatian utama. Setiap hambatan diminta segera dikoordinasikan agar tidak menumpuk.

Danrem menilai, disiplin eksekusi sering menjadi pembeda antara proyek selesai tepat waktu atau tertunda berbulan-bulan. Karena itu, ritme kerja di lapangan harus dijaga sejak awal.

KDKMP dan Dampaknya bagi Ekonomi Desa

Program KDKMP dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan koperasi yang aktif, desa diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi dari kota.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu juga mengapresiasi kerja tim di lapangan. Ia menilai sinergi antar pihak sudah berjalan cukup baik, meski tetap perlu dijaga konsistensinya.

“Sinergi yang sudah terbentuk harus dipertahankan sampai pembangunan selesai,” ujarnya.

Dalam konteks lebih luas, proyek seperti ini sering menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah mendorong ekonomi desa. Jika berjalan tepat waktu, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Sebaliknya, keterlambatan kecil di awal bisa berdampak panjang. Mulai dari biaya membengkak hingga turunnya kepercayaan warga terhadap program pemerintah.

Dengan peninjauan ini, pemerintah berharap pembangunan KDKMP di Rokan Hilir bisa rampung sesuai jadwal dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Menko Polkam Dorong Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Mei 2026


Duta Nusantara Merdeka | Palembang 
Pemerintah pusat mulai mengencangkan langkah menghadapi musim kemarau 2026. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. Fokusnya jelas: mencegah kebakaran sejak dini sebelum meluas.

Kesiapsiagaan Dipercepat, Koordinasi Diperkuat

Dalam agenda tersebut, pemerintah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026. Langkah ini merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.

Djamari menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari pemantauan hingga evaluasi kebijakan. “Seluruh komponen bangsa harus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi agar karhutla bisa ditekan,” ujarnya.

Sumatera Selatan kembali disorot sebagai wilayah rawan. Karakter lahan gambut dan riwayat kebakaran berulang membuat daerah ini masuk kategori risiko tinggi.

BMKG memprediksi musim kemarau datang lebih cepat, dimulai Mei dan mencapai puncak pada Agustus. Kondisi ini memperbesar potensi kebakaran jika tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, Djamari meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan posko siaga, patroli terpadu, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan.

“Jangan menunggu api membesar. Semua harus bergerak lebih cepat dan tegas,” katanya.

Tren Menurun, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tren karhutla nasional menunjukkan perbaikan. Pada 2015, luas kebakaran mencapai 2,6 juta hektare. Angka itu turun menjadi 359 ribu hektare pada 2025.

Menurutnya, penurunan ini tidak lepas dari koordinasi yang makin solid antar lembaga. “Ini tanggung jawab bersama, tidak bisa dibebankan ke satu institusi saja,” ujar Raja Juli.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan penanganan dilakukan secara terpadu, melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat peduli api.

Dalam apel tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan, termasuk drone untuk deteksi dini titik api. Teknologi ini dinilai efektif untuk penanganan awal sebelum api membesar.

Namun, jika kondisi memburuk, intervensi udara tetap dibutuhkan. BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing untuk wilayah Sumatera Selatan.

Di lapangan, pengalaman menunjukkan satu titik api yang terlambat ditangani bisa berubah jadi krisis regional. Itu sebabnya pendekatan pencegahan kini lebih ditekankan dibanding pemadaman.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KDRT WNA di Pekanbaru, Vonis 2 Tahun Tuai Polemik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ahmad Fayez Banni, warga negara Amerika Serikat, dalam perkara dugaan KDRT pada Selasa, 5 Mei 2026. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta 3 tahun penjara.

Sidang yang dimajukan dari jadwal semula itu justru memicu reaksi keras. Korban, Eka, menilai vonis tersebut tidak mencerminkan penderitaan fisik dan psikologis yang ia alami.

Kronologi Putusan dan Respons di Ruang Sidang

Agenda pembacaan putusan berlangsung lebih cepat dari jadwal awal. Dalam persidangan, terdakwa sempat menyampaikan keberatan melalui penerjemah terkait keterangan saksi ahli pidana.

Respons majelis hakim dinilai singkat. Hakim menyarankan agar keberatan itu dikonsultasikan kepada kuasa hukum terdakwa. Setelah putusan dibacakan, kedua pihak kompak menyatakan “pikir-pikir”.

Situasi ini memperlihatkan perkara belum benar-benar selesai. Ada ruang lanjutan, baik banding maupun langkah hukum lain.

Dampak bagi Korban dan Langkah Hukum Lanjutan

Di luar persidangan, Eka menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku mengalami cacat permanen dan trauma berat yang mengharuskannya menjalani asesmen psikologis selama enam bulan.

“Ini bukan sekadar luka. Saya cacat seumur hidup,” ujarnya dengan suara bergetar. Pernyataan itu menggambarkan jurang antara putusan hukum dan pengalaman korban.

Kuasa hukum Eka, Jon Hendri, SH, menilai putusan pidana ini tetap penting sebagai dasar hukum. “Ini menguatkan bahwa klien kami adalah korban,” ujarnya.

Pihaknya telah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan nomor 132/Pdt.G/2026/PN Pbr. Gugatan mencakup ganti rugi materiil dan immateriil.

Menurut Jon, langkah ini menjadi jalur alternatif untuk menuntut keadilan yang lebih komprehensif. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal perkara hingga tuntas.

Kasus ini kembali mengangkat isu klasik: apakah sistem hukum cukup sensitif terhadap korban KDRT. Pertanyaan itu kini mengemuka, seiring publik menilai putusan belum mencerminkan rasa keadilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX Tuntaskan Distribusi Jembatan Armco di Kepulauan Meranti


Duta Nusantara Merdeka | Meranti 
Distribusi material jembatan Armco di Kepulauan Meranti oleh Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui Bekangdam XIX/TT rampung pada Senin, 4 Mei 2026, tepat pukul 24.00 WIB. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Buton menuju tiga desa sasaran.

Sebanyak 109 komponen jembatan dikirim ke Desa Melai, Desa Sungai Tohor, dan Desa Tanjung Samak. Seluruh material tiba lengkap dan langsung ditempatkan di titik pembangunan.

Distribusi Material Jembatan Armco Meranti Dikebut Hingga Tengah Malam

Proses distribusi dipimpin Kapten Cba Zulkarnaini. Jalur laut menjadi pilihan utama, meski kondisi pasang surut sempat menghambat ritme bongkar muat.

Namun, kegiatan tetap berjalan tertib. Koordinasi lapangan terlihat rapi, mulai dari keberangkatan hingga penempatan material di lokasi akhir.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP sebelumnya menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu distribusi logistik.

“Pastikan setiap dukungan material tepat sasaran dan mampu mempercepat pembangunan di wilayah,” ujar Pangdam dalam arahannya.

Kapten Cba Zulkarnaini memastikan seluruh komponen, termasuk baut dan pinbar, telah diterima tanpa kekurangan di setiap titik.

“Seluruh material sudah lengkap dan tepat sasaran,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Dampak Distribusi Jembatan Armco bagi Infrastruktur Kepulauan

Pabung Kepulauan Meranti Mayor Inf Rusli Dongoran menyebut faktor geografis menjadi tantangan utama dalam distribusi ini.

“Kondisi cukup menantang, tetapi koordinasi di lapangan berjalan sangat baik,” ujarnya.

Setelah distribusi selesai, tim melanjutkan pelayaran menuju Selat Panjang selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak.

Distribusi material jembatan Armco Meranti ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Dalam beberapa laporan sebelumnya, keterlambatan akses sering menjadi hambatan utama aktivitas ekonomi warga. Jembatan seperti ini biasanya menjadi titik balik mobilitas.

Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan akses layanan publik diharapkan ikut meningkat. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi arahnya jelas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Forum Nasional Perempuan 2026 Bahas Ketahanan Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, membuka Forum Nasional Perempuan Indonesia 2026 yang dihadiri sekitar 200 perwakilan dari berbagai daerah, di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Forum ini menjadi ruang merumuskan program kerja nasional yang akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini tak sekadar seremonial. PIM menargetkan hasil diskusi menjadi rekomendasi konkret yang akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bahan kebijakan terkait pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

Perempuan, Pilar Ketahanan Bangsa

Lana menegaskan tema utama forum, yakni Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa, bukan sekadar slogan. Ia menyebut perempuan memiliki posisi strategis, mulai dari lingkup keluarga hingga kebijakan publik.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan bangsa. Kita bahas ekonomi keluarga, pendidikan, kehutanan, sampai sosial budaya,” ujar Lana.

Diskusi berlangsung dari pagi hingga sore, dengan pendekatan lintas sektor. Dari pengalaman liputan sebelumnya, pola seperti ini sering jadi titik temu antara idealisme organisasi dan realitas lapangan—terutama soal ekonomi keluarga yang masih jadi isu paling konkret.

Menariknya, forum ini juga membuka ruang bagi isu perlindungan perempuan, baik di ranah kerja maupun domestik. Lana memastikan masukan dari organisasi penguatan perempuan akan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan.

UMKM dan Adaptasi Teknologi Jadi Sorotan

Di luar ruang forum, geliat ekonomi terlihat dari kehadiran pelaku UMKM. Produk-produk lokal dipamerkan, bahkan sebagian sudah menembus pasar internasional. Ini bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi perempuan.

Saya sempat melihat pola serupa di beberapa forum ekonomi sebelumnya: UMKM sering jadi “wajah depan” pemberdayaan, tapi tantangannya tetap di akses pasar dan konsistensi produksi.

Simbol robot yang ditampilkan dalam forum juga menarik perhatian. Lana menjelaskan, itu menjadi pesan bahwa perempuan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kalau ingin maju, kita harus mengikuti zaman,” katanya.

Pada akhirnya, forum ini tak bicara soal kesetaraan dalam narasi besar saja. PIM mencoba menekankan hal yang lebih praktis: bagaimana perempuan tetap berpikir maju, relevan, dan punya daya saing di tengah perubahan cepat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Viral Pengakuan Mantan Santri Pati, Dugaan Pelecehan Terkuak


Duta Nusantara Merdeka | Pati 
Seorang mantan santri Pondok Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, mengungkap pengalaman pribadinya yang memicu perhatian publik. Pengakuan itu disampaikan setelah video kesaksiannya viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Perempuan yang meminta identitasnya disamarkan sebagai Sofi, warga Margorejo, mengaku pernah menjalani kehidupan di pondok sejak 2008. Ia menyebut awal masuk bukan semata untuk belajar agama.

Kronologi Awal dan Dugaan Praktik di Pondok

Sofi mengatakan dirinya diajak bergabung dengan dalih “perjuangan dakwah”. Namun dalam praktiknya, ia justru lebih banyak terlibat pekerjaan fisik seperti membangun mushola tanpa upah.

Menurutnya, beban ekonomi juga ditanggung keluarga. Orang tuanya bahkan menjual tanah demi memenuhi kebutuhan selama ia berada di pondok tersebut.

Cerita ini mengingatkan saya pada laporan lama soal relasi kuasa di lembaga tertutup. Polanya sering sama: loyalitas dibangun pelan, lalu berubah jadi ketergantungan.

Lebih jauh, Sofi menyebut adanya doktrin yang ia nilai menyimpang. Ia mengaku sempat percaya bahwa pimpinan pondok memiliki kemampuan khusus di luar nalar.

Namun seiring waktu, keyakinan itu mulai goyah. Ia mulai mempertanyakan praktik yang selama ini dianggap wajar di lingkungan pondok.

Dugaan Pelanggaran dan Dampak ke Publik

Bagian paling sensitif dari pengakuan itu adalah dugaan perilaku tidak pantas terhadap santriwati dan tamu perempuan. Sofi menyebut peristiwa itu terjadi di hadapan sejumlah orang.

“Dulu saya mengira itu bagian dari ajaran, tapi lama-lama terasa janggal,” ujarnya dalam kesaksian yang beredar.

Pengakuan ini memicu reaksi luas di media sosial. Sejumlah warganet mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran di balik cerita tersebut.

Meski demikian, prinsip hukum tetap jelas. Setiap dugaan pelanggaran harus diuji melalui proses penyelidikan yang objektif dan transparan.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan klarifikasi dan pendalaman. Kesaksian korban, jika terbukti, bisa menjadi pintu masuk bagi pengungkapan yang lebih luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Skandal Kiai Pati: Korban Hamil Dipaksa Menikah


Duta Nusantara Merdeka | Pati
Kasus kiai Pati paksa nikah korban kembali mencuat setelah dugaan pencabulan puluhan santriwati di Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, terkuak. Oknum pimpinan pesantren berinisial A diduga melakukan kekerasan seksual sejak beberapa tahun terakhir.

Peristiwa ini dilaporkan ke polisi pada 2024, namun hingga kini pelaku belum ditahan. Polisi menyebut statusnya telah menjadi tersangka, sementara penyidikan masih berjalan untuk melengkapi bukti.

Modus Ancaman dan Dugaan Puluhan Korban

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyebut jumlah korban berkisar 30 hingga 50 santriwati. Mayoritas merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Mereka tinggal di pesantren tanpa biaya, kondisi yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk menekan korban. Ancaman dikeluarkan dari pondok menjadi alat kontrol utama.

“Korban antara kelas 1 sampai kelas 3 SMP. Baru satu yang kami dampingi, tapi sudah membuka jalan bagi korban lain,” ujar Ali Yusron, Rabu (29/4/2026).

Modusnya berulang. Pelaku menghubungi korban lewat pesan singkat tengah malam, meminta ditemani di kamar. Penolakan berujung ancaman.

“Kalau tidak menurut, akan dikeluarkan dari pondok,” kata Ali menjelaskan keterangan korban.

Korban Hamil, Dipaksa Menikah untuk Tutupi Jejak

Dalam salah satu kasus, korban dilaporkan hamil. Ali Yusron menyebut pelaku kemudian memaksa korban menikah dengan santri laki-laki untuk menutup jejak.

Praktik ini diduga menjadi bagian dari pola sistematis, bukan insiden tunggal. Bahkan, dalam satu malam, pelaku disebut menyasar lebih dari satu korban.

“Dalam BAP ada dua lokasi, di bedeng dan kamar dekat istrinya,” ujar Ali.

Situasi ini menunjukkan bukan hanya pelanggaran moral, tetapi dugaan kejahatan terstruktur yang berlangsung lama tanpa terdeteksi.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, memastikan status hukum pelaku telah naik menjadi tersangka. Namun, hingga kini belum dilakukan penahanan.

“Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan. Penyidik masih melengkapi alat bukti,” kata AKP Mujahid.

Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri. Namun di lapangan, desakan publik agar proses hukum dipercepat terus menguat.

Kasus ini menyisakan pertanyaan besar: bagaimana praktik seperti ini bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa pengawasan memadai?

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini