Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Kodam XIX Genjot Pembangunan KDKMP, Progres Tembus 1.124 Titik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai mempercepat pembangunan program KDKMP di seluruh wilayah jajarannya. Hingga Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 181 titik sudah rampung, sementara 943 lainnya masih berjalan menuju target 1.235 titik pada akhir Juli 2026.

Paparan perkembangan itu dipimpin Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan di Ruang Yudha Makodam. Forum ini sekaligus menjadi alat kontrol untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu maupun kualitas.

Percepatan Proyek KDKMP Mulai Terlihat

Dalam pemaparan internal, progres pembangunan KDKMP disebut menunjukkan tren positif. Angka capaian yang sudah menembus ratusan titik selesai menjadi indikator awal bahwa ritme kerja di lapangan mulai stabil.

Namun, pekerjaan belum ringan. Lebih dari 70 persen titik masih dalam tahap pengerjaan. Ini berarti tekanan terhadap koordinasi antar satuan masih tinggi, terutama dalam menjaga distribusi tenaga dan material.

Saya teringat obrolan dengan seorang perwira lapangan beberapa tahun lalu. Ia bilang, proyek seperti ini bukan sekadar soal membangun fisik, tapi menjaga ritme tim di lapangan. Sekali koordinasi goyah, progres bisa langsung melambat.

Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan hal serupa. “Sinergi antar satuan menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan program,” ujarnya dalam forum tersebut.

Kualitas dan Lahan Jadi Titik Kritis

Selain progres fisik, perhatian juga diarahkan pada kesiapan lahan di tiap wilayah Kodim. Ini sering jadi bottleneck yang tak terlihat di atas kertas, tapi terasa di lapangan.

Distribusi pelaksanaan juga dievaluasi untuk memastikan tidak ada ketimpangan antar wilayah. Kodim dengan progres lambat akan menjadi fokus pengawasan berikutnya.

Kasdam mengingatkan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, ketepatan waktu, dan hasil akhir yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pendekatan ini masuk akal. Dalam banyak proyek pembangunan, masalah biasanya bukan pada target, tapi pada konsistensi eksekusi. Tanpa kontrol yang rapi, angka progres bisa terlihat bagus, tapi hasilnya tidak bertahan lama.

Evaluasi Jadi Kunci Menjaga Arah

Forum paparan ini bukan sekadar laporan rutin. Ia berfungsi sebagai alat evaluasi sekaligus navigasi agar program tetap berada di jalur yang tepat.

Kodam XIX mencoba memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan terukur. Targetnya bukan hanya selesai tepat waktu, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya.

Dengan waktu yang tersisa hingga Juli 2026, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum. Karena dalam proyek besar seperti KDKMP, yang paling sulit bukan memulai—melainkan konsisten sampai garis akhir.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dony Oskaria: Kunci Transformasi Perusahaan Ada di CEO


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan peran CEO sebagai penentu arah transformasi perusahaan dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I, Senin (4/5/2026).

Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan sangat bergantung pada kemampuan pemimpin membaca kondisi saat ini sekaligus merancang masa depan organisasi.

Peran CEO Transformasi Perusahaan Jadi Penentu Arah

Menurut Dony, seorang CEO tidak cukup hanya memahami situasi bisnis saat ini. Ia harus mampu menyusun gambaran masa depan perusahaan secara konkret dan terukur.

“Seorang CEO dia harus tau current situation daripada companynya dan dia mendesign future outlook daripada perusahaannya,” ujarnya.

Visi, kata dia, bukan sekadar slogan. Ia harus lahir dari pemahaman mendalam, lalu dikomunikasikan dengan jelas agar dipahami seluruh lapisan organisasi.

Lebih lanjut, Dony menekankan, transformasi yang berhasil selalu dimulai dari clarity—kejelasan arah—yang diturunkan secara sistematis ke seluruh tim.

Kombinasi Top-Down dan Buy-In Jadi Kunci

Lebih jauh, Dony menyebut perubahan tidak bisa hanya mengandalkan instruksi dari atas. Diperlukan proses “buy-in” agar seluruh organisasi merasa memiliki agenda transformasi.

“Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi at the same time perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in proses,” jelasnya.

Pendekatan ini menuntut komunikasi intensif. Tanpa itu, kebijakan hanya berhenti di level dokumen, tidak pernah benar-benar dijalankan.

Dony juga menyoroti tingginya tingkat kegagalan transformasi perusahaan. Ia menyebut sekitar 70 persen inisiatif transformasi berujung gagal.

“Key-nya apa? Pemimpin. Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan fail,” tegasnya.

Pengalaman di lapangan menunjukkan hal serupa. Banyak program ambisius berhenti di tengah jalan karena pemimpin tidak hadir dalam eksekusi.

Karena itu, BP BUMN dan Danantara Indonesia mendorong penguatan kepemimpinan di BUMN. Fokusnya bukan hanya strategi, tetapi konsistensi eksekusi dan komunikasi yang berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Peringati Hardiknas, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.545 Personel


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Personel disebar di sejumlah titik strategis seperti Monumen Nasional, Gedung DPR/MPR RI, hingga kantor kementerian pendidikan guna memastikan aksi berjalan aman dan tertib.

Pengamanan Aksi Hardiknas 2026 Diperkuat

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut total kekuatan melibatkan 3.351 personel Polda, 176 dari Polres, serta dukungan tambahan lainnya.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel pelayanan,” ujar Budi dalam keterangannya.

Pengamanan difokuskan pada pendekatan humanis. Polisi diminta mengedepankan komunikasi persuasif agar massa dapat menyampaikan aspirasi tanpa gesekan berarti.

Pendekatan ini bukan hal baru. Dalam beberapa aksi sebelumnya, strategi serupa cukup efektif menekan potensi konflik, meski tetap bergantung pada dinamika massa di lapangan.

Karena itu, arahan internal kali ini cukup jelas: pengamanan bukan sekadar menjaga, tapi juga melayani.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan untuk Massa

Selain pengamanan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Skema ini akan diterapkan di kawasan rawan kepadatan seperti Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, dan Gatot Subroto.

Langkah ini penting mengingat aksi Hardiknas biasanya menarik massa besar dan berdampak langsung pada mobilitas warga ibu kota.

Masyarakat diminta menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Polisi juga disiagakan untuk mengurai kemacetan jika terjadi lonjakan massa.

Di sisi lain, peserta aksi diimbau menjaga ketertiban. Polisi menegaskan aksi damai adalah hak konstitusional, namun harus tetap memperhatikan keamanan bersama.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang,” kata Budi.

Namun, ia mengingatkan agar peserta tidak membawa benda berbahaya atau mudah terprovokasi. Stabilitas situasi menjadi prioritas utama selama peringatan Hardiknas 2026.

Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan jumlah personel. Kedisiplinan massa dan komunikasi dua arah menjadi faktor yang sama pentingnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kemenimipas Tindak 774 Kasus, Disiplin ASN Diperketat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatat 774 kasus pelanggaran disiplin ASN hingga 24 April 2026. Inspektur Jenderal Yan Sultra I. menegaskan penindakan dilakukan tegas, objektif, dan transparan di Jakarta, Kamis (29/4/2026).

Dalam periode kepemimpinan Menteri Agus Andrianto, pelanggaran itu berujung pada 212 hukuman ringan, 341 sedang, 159 berat, dan 62 kasus masih diproses. Sebanyak 71 pegawai bahkan diberhentikan.

Penindakan Disiplin ASN Kemenimipas Menguat

Data internal menunjukkan pelanggaran paling banyak dilakukan pegawai lini depan. Mereka bertugas langsung dalam pelayanan publik dan pengamanan, dua sektor paling rawan penyimpangan.

Menariknya, pelanggaran tidak hanya datang dari level bawah. Pejabat struktural mulai Eselon IV hingga Kepala Kantor Wilayah juga ikut terseret dalam penindakan disiplin.

Secara demografi, kelompok usia 30–40 tahun dengan golongan II dan III mendominasi pelanggaran. Ini mengindikasikan masalah bukan sekadar senioritas, tetapi kultur kerja.

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang pegawai lapas beberapa waktu lalu. Ia bilang tekanan kerja sering membuat batas etika terasa “abu-abu”. Data Kemenimipas tampaknya mengonfirmasi cerita itu.

Irjen Yan Sultra menegaskan, seluruh proses merujuk pada PP Nomor 94 Tahun 2021. “Sanksi harus sebanding dengan tingkat kesalahan,” ujarnya.

Pembinaan dan Pencegahan Jadi Kunci

Selain penindakan, Kemenimipas menjalankan pembinaan mental terhadap 365 pegawai di Nusakambangan. Program ini diarahkan untuk memperbaiki perilaku dan memperkuat integritas.

Pendekatan pencegahan juga diperluas melalui penguatan SDM, penerapan SPIP, manajemen risiko, hingga sistem peringatan dini berbasis LHKPN dan pola hidup pegawai.

Zona Integritas dan Unit Kepatuhan Internal juga dioptimalkan. Tujuannya sederhana: mencegah pelanggaran sebelum terjadi, bukan sekadar menghukum setelahnya.

Di sisi lain, publik diminta ikut mengawasi lewat kanal SP4N Lapor, PANTAU IMIPAS, dan Whistle Blowing System. Transparansi menjadi taruhan utama.

“Kami pastikan tidak ada toleransi dan tidak ada perlindungan bagi pelanggar,” kata Yan Sultra.

Langkah ini penting. Tanpa pengawasan publik, reformasi birokrasi sering berhenti di atas kertas. Kemenimipas tampaknya mencoba keluar dari pola lama itu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gotong Royong Pendidikan Nasional, Strategi Baru Mendikdasmen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan gotong royong sebagai strategi utama mempercepat transformasi pendidikan nasional di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5/2026).

Dalam forum BelajaRaya, ia menyoroti kolaborasi lintas kementerian dan partisipasi publik untuk mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.

Gotong Royong Jadi Motor Transformasi Pendidikan Nasional

Menurut Mu’ti, kompleksitas persoalan pendidikan tak lagi bisa ditangani pemerintah sendirian. Perlu keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan agar layanan pendidikan merata dan berkualitas.

“Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting,” ujarnya di Jakarta.

Program revitalisasi, kata dia, tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Fokus utamanya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran bermakna.

Saya teringat saat berkunjung ke sekolah pinggiran beberapa tahun lalu. Bangunannya berdiri, tapi suasananya kaku dan minim interaksi. Di titik itu, terlihat jelas bahwa kualitas belajar tidak hanya ditentukan tembok.

Mu’ti menegaskan, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kualitas pembelajaran siswa.

Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Dipercepat

Selain revitalisasi, Kementerian mendorong digitalisasi pembelajaran melalui teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP). Tujuannya membuat proses belajar lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Dengan teknologi, pembelajaran jadi lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Mu’ti.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan baru di era keterbukaan informasi. Pemerintah harus mampu memilah aspirasi publik yang konstruktif dari sekadar “noise”.

“Kita harus bisa membedakan voice dan noise,” ujarnya.

Di forum yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai contoh nyata gotong royong lintas sektor untuk menjangkau anak dari keluarga kurang mampu.

“Intervensinya tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarganya agar keluar dari siklus kemiskinan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai praktik gotong royong sudah lama hidup di madrasah dan pesantren.

“Lembaga ini bertahan karena kekuatan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Di ujung diskusi, pesan yang tersisa cukup jelas. Tanpa kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan publik, transformasi pendidikan berisiko berjalan setengah hati.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT ke-80 Persit, Korem 031/WB Tanam Pohon di Pekanbaru


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu bersama Ketua Persit Ny. Ester Sitepu memimpin penanaman pohon di kawasan wisata Danau Buatan, Rumbai Timur, Pekanbaru, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini melibatkan jajaran Korem dan anggota Persit sebagai bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan.

Aksi penghijauan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, melainkan respons terhadap isu lingkungan yang kian terasa, terutama di kawasan perkotaan seperti Pekanbaru yang menghadapi tekanan perubahan iklim.

Aksi Nyata di Tengah Ancaman Lingkungan

Korem 031/WB mengerahkan unsur pimpinan hingga anggota untuk turun langsung menanam pohon di area wisata Vanue Ski Air. Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, penanaman pohon harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. “Penghijauan ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi investasi bagi keberlangsungan lingkungan hidup,” ujarnya.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Rumbai kerap menghadapi suhu yang meningkat dan kualitas udara yang fluktuatif. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah mitigasi paling sederhana namun berdampak.

Peran Persit dan Komitmen Berkelanjutan

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 PD XIX/TT Ny. Ester Sitepu menekankan peran organisasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia mengajak anggota Persit untuk konsisten menjaga kelestarian alam, tidak berhenti di kegiatan seremonial.

Kegiatan berlangsung dengan suasana gotong royong. Para peserta menanam pohon di beberapa titik strategis yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan kawasan wisata.

Di lapangan, suasana terlihat cair. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Semua memegang cangkul, menanam, dan menyiram. Momen seperti ini jarang terekspos, tapi justru memperlihatkan kerja kolektif yang sebenarnya.

Korem 031/Wira Bima menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung lingkungan hijau di Pekanbaru. Tantangannya bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon-pohon itu tumbuh dan dirawat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

28 Aparatur Kena Sanksi Disiplin April 2026, Hakim Dominan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung melalui Badan Pengawasan kembali menjatuhkan sanksi disiplin aparatur peradilan pada April 2026. Total 28 pegawai dikenai hukuman dengan tingkat pelanggaran beragam, dari ringan hingga berat.

Sanksi disiplin aparatur peradilan April 2026 ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 2295/BP/PENG.KP.8.2/IV/2026 yang ditandatangani Plt. Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI di Jakarta.

Mayoritas Hakim, Pelanggaran Didominasi Disiplin dan Etik

Dari total 28 aparatur yang dijatuhi sanksi, sebanyak 19 merupakan hakim, tujuh hakim ad hoc, serta masing-masing satu panitera dan panitera pengganti.

Jenis pelanggaran yang ditemukan umumnya terkait ketidakdisiplinan kerja, pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), serta aturan disiplin pegawai negeri sipil.

Rincian sanksi menunjukkan empat pelanggaran berat, tujuh sedang, dan 17 ringan. Bentuk hukuman bervariasi, mulai dari teguran tertulis hingga penonaktifan sementara sebagai hakim atau nonpalu.

Dalam beberapa kasus, hakim ad hoc dikenai sanksi nonpalu selama beberapa bulan, disertai penghentian sementara tunjangan jabatan.

Saya pernah berbincang dengan seorang praktisi hukum di Jakarta yang mengatakan, pelanggaran kecil di pengadilan sering dianggap sepele, padahal efeknya bisa menggerus kepercayaan publik perlahan. Pernyataan itu terasa relevan melihat data terbaru ini.

Komitmen MA Perkuat Pengawasan Internal

Badan Pengawasan Mahkamah Agung menegaskan langkah ini sebagai bagian dari konsistensi menjaga integritas lembaga peradilan. Penindakan tidak hanya menyasar pegawai administratif, tetapi juga hakim aktif.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pengawasan internal berjalan, bukan sekadar formalitas. Dalam konteks reformasi peradilan, transparansi seperti ini menjadi krusial.

Di sisi lain, sanksi administratif seperti penundaan kenaikan gaji berkala hingga pemotongan tunjangan kinerja juga menjadi instrumen pengendalian perilaku aparatur.

Saya teringat satu sidang yang sempat tertunda karena hakim datang terlambat hampir satu jam. Ruang sidang penuh, tapi tidak ada kepastian. Momen seperti itu kecil, tapi meninggalkan kesan buruk.

Melalui penegakan disiplin ini, Mahkamah Agung berupaya menjaga marwah lembaga sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang kerap diuji oleh berbagai kasus etik di sektor peradilan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX Hadiri Olimpiade PPKN ke-15, Dorong Pendidikan Karakter


Duta Nusantara Merdeka | Riau 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menghadiri pembukaan Olimpiade Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) ke-15 di Universitas Riau, Sabtu, 4 Mei 2026. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo diwakili Kapok Sahli Brigjen TNI M. Yahya.

Kehadiran ini menjadi bagian dari dukungan TNI AD dalam penguatan nilai kebangsaan melalui pendidikan, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa yang menjadi peserta utama Olimpiade PPKN ke-15.

Kodam XIX Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan Lewat Pendidikan

Partisipasi Kodam XIX/Tuanku Tambusai menunjukkan pendekatan yang mulai bergeser—tidak hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda.

Dalam laporan panitia, Olimpiade PPKN ke-15 dirancang sebagai ruang pengembangan wawasan kebangsaan sekaligus peningkatan kapasitas akademik peserta.

“Tujuannya membentuk generasi muda yang berintegritas dan memiliki kecintaan kuat terhadap tanah air,” demikian disampaikan dalam laporan pembukaan kegiatan di Universitas Riau.

Acara pembukaan berlangsung cukup hidup. Penampilan seni budaya yang ditampilkan bukan sekadar hiburan, tetapi juga pesan simbolik tentang keberagaman Indonesia.

Saya teringat suasana lomba serupa beberapa tahun lalu di kampus lain. Saat itu, debat konstitusi justru jadi ajang paling panas—bukan karena emosi, tapi karena gagasan yang saling berbenturan.

Olimpiade PPKN ke-15 Jadi Ruang Uji Nasionalisme Generasi Muda

Universitas Riau dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI AD, yang dinilai memperkuat ekosistem pendidikan karakter di luar ruang kelas.

Melalui Brigjen TNI M. Yahya, Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan perannya sebagai bagian dari komponen bangsa dalam mencetak generasi berwawasan kebangsaan.

Olimpiade PPKN ke-15 akan berlangsung beberapa hari dengan sejumlah cabang lomba, seperti cerdas cermat, debat konstitusi, dan karya tulis ilmiah.

Kegiatan ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga cara berpikir kritis peserta terhadap isu kebangsaan yang kian kompleks.

Saya sempat berbincang dengan seorang mahasiswa peserta lomba. Ia mengatakan, memahami Pancasila hari ini bukan sekadar hafalan, tapi bagaimana menerapkannya di tengah realitas sosial yang berubah cepat.

Di titik ini, Olimpiade PPKN ke-15 bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi ruang latihan berpikir—tentang identitas, tentang negara, dan tentang masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Proyek Perlindungan Pantura Jawa Terpadu Dikebut, Ancaman Rob Kian Nyata


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan resmi memulai proyek besar perlindungan pesisir Pantura Jawa sepanjang 575 kilometer. Program ini diluncurkan dalam rangka akan dilaksanakan Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/4/2026), sebagai respons atas ancaman penurunan tanah dan banjir rob yang kian intens.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan proyek ini menyasar wilayah strategis yang dihuni sekitar 52 juta penduduk, dengan 17 juta di antaranya tinggal langsung di kawasan pesisir yang rentan.

Proyek Perlindungan Pantura Jawa Terpadu Mulai Digulirkan

AHY menyebut tekanan terhadap Pantura Jawa datang dari dua arah: penurunan permukaan tanah hingga 20 cm per tahun dan kenaikan muka laut. Kombinasi ini berpotensi memperluas genangan secara signifikan jika tidak ditangani serius.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi upaya menyelamatkan manusia dan ekonomi nasional,” ujar AHY dalam konferensi pers tersebut.

Pantura Jawa selama ini dikenal sebagai tulang punggung logistik nasional, jalur industri, hingga sentra pangan. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto diperkirakan mencapai 23 persen.

Saya teringat obrolan dengan seorang nelayan di pesisir Demak beberapa tahun lalu. Ia bilang, air laut kini datang lebih cepat dari jadwal musim. Cerita semacam itu kini bukan lagi anomali, melainkan pola baru.

Kolaborasi 22 Lembaga, Proyek Dibagi 15 Segmen

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Laksamana Madya Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan proyek ini tidak sederhana. Total panjang 575 km akan dibagi ke dalam 15 segmen agar pembangunan bisa berjalan paralel.

Sebanyak 22 kementerian dan lembaga terlibat, termasuk BRIN dan Kemendikbudristek untuk dukungan teknologi dan riset. “Kami sudah membahas teknologi selama lebih dari enam bulan, kombinasi dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Pendekatan yang digunakan tidak melulu infrastruktur keras, tetapi juga berbasis ekosistem. Pemerintah berupaya mengintegrasikan kebutuhan nelayan, tata ruang, hingga keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, perizinan proyek melibatkan lintas sektor, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga ATR/BPN. Pemerintah menekankan pembangunan harus cepat, tetapi tetap terukur.

Ada satu catatan penting: proyek ini bukan hanya soal membangun tanggul atau infrastruktur fisik. Ini tentang menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat yang sudah lama bergantung pada laut.

Dampak dan Urgensi Penanganan

Tanpa intervensi, risiko genangan akan semakin luas, terutama di wilayah yang tidak disiplin terhadap tata ruang. Dampaknya bukan hanya pada permukiman, tetapi juga industri dan ketahanan pangan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal mengubah cara pemerintah menangani kawasan pesisir—dari reaktif menjadi lebih terencana dan terpadu.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Glodon Gelar AEC Connect Day 2026, Soroti AI dan BIM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Glodon Indonesia akan menggelar AEC Connect Day 2026 pada Selasa, 12 Mei 2026, di Jakarta. Forum ini membahas penerapan AI dan 5D BIM untuk meningkatkan efisiensi industri konstruksi.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri konstruksi, pemerintah, dan akademisi. Fokus utamanya adalah integrasi teknologi digital untuk menjawab kompleksitas proyek yang semakin tinggi. 

AI dan 5D BIM Jadi Poros Transformasi Konstruksi

Glodon Indonesia menempatkan AEC Connect Day 2026 sebagai ruang diskusi strategis lintas sektor. Agenda ini tidak hanya memotret tren, tetapi juga mendorong implementasi nyata di lapangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, proyek konstruksi makin kompleks. Saya sempat berbincang dengan seorang manajer proyek yang mengaku, kesalahan hitung kecil saja bisa berdampak miliaran rupiah. Di titik itu, teknologi mulai jadi kebutuhan, bukan pilihan.

Melalui forum ini, integrasi Artificial Intelligence (AI) dan 5D BIM diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan akurasi, produktivitas, dan pengambilan keputusan berbasis data. 

Sesi acara mencakup keynote, diskusi panel eksekutif, hingga talkshow pengguna. Topik utamanya berkisar pada masa depan konstruksi yang semakin bergantung pada kolaborasi dan digitalisasi.

Nama-nama seperti Lei Peng, Komang Sri Hartini, Ir. Kimron Manik, hingga Arief Rahman dijadwalkan hadir sebagai pembicara. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan industri. 

Peluncuran QuantifAI dan Tantangan Industri

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran Glodon QuantifAI. Solusi ini menggabungkan AI dan 5D BIM dalam satu platform untuk mendukung quantity takeoff dan manajemen biaya proyek. 

QuantifAI dirancang untuk mempercepat proses perhitungan, meningkatkan akurasi, serta mempermudah pemantauan perubahan proyek. Dalam praktiknya, ini bisa memangkas pekerjaan manual yang selama ini rawan kesalahan.

Namun, tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan implementasinya. Banyak pelaku industri masih menghadapi kendala adaptasi, mulai dari SDM hingga integrasi sistem.

Glodon Indonesia mencoba menjawab ini lewat pendekatan yang lebih praktis. Tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga studi kasus dan pengalaman pengguna langsung.

Kolaborasi dan Arah Industri ke Depan

AEC Connect Day 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong standar baru dalam industri, termasuk melalui Indonesia National 5D BIM Competition 2026.

Kolaborasi dengan Direktorat Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum menjadi sinyal bahwa transformasi digital mulai bergerak lebih sistematis. 

Dengan kapasitas sekitar 300 peserta dari berbagai perusahaan konstruksi dan pengembang, forum ini diharapkan menjadi titik temu strategis bagi pertukaran ide dan peluang kerja sama.

Pada akhirnya, arah industri konstruksi Indonesia akan sangat ditentukan oleh seberapa cepat pelaku industri beradaptasi dengan teknologi—bukan sekadar mengadopsinya, tetapi benar-benar menggunakannya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ginjal Tidak Rusak Mendadak, Ini Cara Mencegahnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Cara menjaga kesehatan ginjal dari usus menjadi sorotan dalam tren kesehatan terbaru. Pendekatan ini menekankan hubungan erat antara usus dan ginjal dalam sistem metabolisme tubuh.

Konsep ini menjelaskan bahwa gangguan pada usus dapat meningkatkan beban kerja ginjal, terutama ketika pola makan buruk memicu peradangan dan kebocoran zat berbahaya ke aliran darah.

Hubungan Usus dan Ginjal yang Sering Diabaikan

Dalam praktik sehari-hari, banyak orang mengira kerusakan ginjal terjadi tiba-tiba. Padahal, prosesnya sering berlangsung perlahan akibat beban kerja yang terus meningkat.

Usus berfungsi sebagai gerbang utama penyerapan nutrisi. Saat sehat, ia menyaring zat baik dan membuang limbah. Namun, ketika meradang, fungsi ini terganggu.

Saya pernah berbincang dengan seorang dokter penyakit dalam yang menyebut banyak pasien datang terlambat. Mereka fokus pada ginjal, tapi lupa akar masalahnya ada di pola makan.

Ketika usus “bocor”, partikel inflamasi dan sisa metabolisme masuk ke darah. Ginjal kemudian bekerja ekstra keras untuk menyaringnya. Kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa disadari.

Dalam jangka panjang, beban tersebut dapat memengaruhi tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh. Ini yang sering menjadi awal gangguan ginjal kronis.

Pola Hidup Jadi Kunci Pencegahan

Pendekatan kesehatan kini mulai bergeser. Menjaga ginjal tidak lagi hanya fokus pada organ itu sendiri, tetapi dimulai dari memperbaiki sistem pencernaan.

Langkah paling dasar adalah memilih makanan alami atau whole food. Asupan serat yang cukup membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Selain itu, makanan fermentasi juga berperan penting. Produk ini membantu memperkuat sistem imun sekaligus memperbaiki kondisi usus yang meradang.

Yang sering luput, konsumsi produk ultra-proses justru memperburuk keadaan. Kandungan zat aditif dapat memicu inflamasi dan memperberat kerja ginjal.

Saya sendiri pernah mencoba mengurangi makanan olahan selama beberapa minggu. Perubahan paling terasa justru di pencernaan—lebih ringan, dan energi lebih stabil.

Beban Tambahan dari Zat Sintetis

Selain makanan, paparan zat kimia sintetis juga menjadi faktor yang memperberat kerja ginjal. Zat ini masuk ke aliran darah dan harus disaring setiap hari.

Ginjal pada dasarnya sudah bekerja keras menyaring limbah metabolisme. Ketika ditambah beban dari polutan sintetis, kapasitasnya bisa menurun.

Pendekatan alami dinilai lebih aman. Tubuh lebih mudah mengenali dan memproses zat dari bahan alami dibandingkan senyawa buatan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan ginjal bukan soal langkah instan. Ini tentang kebiasaan kecil yang konsisten, dimulai dari apa yang kita makan setiap hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Workshop AI-Driven Purwakarta Dorong Industri Siap Era AI


Duta Nusantara Merdeka | Purwakarta 
Workshop “AI-Driven: Secure & Efficient for Future Industry” digelar Yorindo Communication bersama APKOMINDO, APTIKNAS, dan APINDO Purwakarta di Hotel Prime Plaza Purwakarta, Selasa (28/04/2026). Agenda ini menargetkan percepatan kesiapan industri manufaktur menghadapi era kecerdasan buatan.

Kegiatan ini merupakan kota kelima dari roadshow nasional di 10 kota. Fokusnya bukan sekadar adopsi AI, tetapi membangun fondasi infrastruktur digital yang aman, efisien, dan terintegrasi sebelum teknologi itu benar-benar dijalankan di lapangan.

Fondasi Digital Jadi Titik Kritis

Agus Dedi Supriyadi membuka acara dengan pesan yang cukup tegas: industri tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan vendor teknologi lokal menjadi kunci mempercepat kemandirian digital nasional.

Di lapangan, saya pernah melihat satu pabrik tekstil mencoba otomatisasi tanpa kesiapan sistem. Hasilnya, proses justru kacau karena data tidak sinkron. Situasi seperti ini yang ingin dihindari lewat forum semacam ini.

Sekretaris Jenderal APTIKNAS, Fanky Christian, mewakili Ir. Soegiharto Santoso, menyoroti risiko implementasi AI tanpa fondasi kuat.

“Adopsi AI tanpa infrastruktur digital yang kokoh berisiko menimbulkan black box syndrome,” ujarnya.

Istilah itu bukan sekadar jargon. Sistem bisa berjalan, tapi tanpa transparansi dan kontrol. Dalam konteks industri, ini berbahaya—keputusan bisnis bisa diambil tanpa benar-benar dipahami.

Ancaman Siber dan Realitas Industri

Dari sisi keamanan, BSSN melalui Slamet Aji Pamungkas mengingatkan tren baru: AI melawan AI. Serangan siber kini semakin canggih dan adaptif.

“Keamanan siber merupakan fondasi utama dalam transformasi digital,” katanya.

Pendekatan Autonomous Cyber Defense disebut menjadi kebutuhan, bukan lagi opsi. Sistem harus mampu merespons ancaman secara real-time tanpa menunggu intervensi manusia.

Di sisi lain, Ketua APINDO Purwakarta, Gatot Prasetyoko, menyoroti tekanan nyata industri. Efisiensi bukan lagi pilihan, tapi tuntutan.

“Upaya efisiensi perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi yang tepat,” ujarnya.

Praktik Langsung dan Tantangan Implementasi

Workshop tidak berhenti di teori. Peserta diajak praktik langsung membuat sistem AI menggunakan platform n8n, dari otomasi HR hingga integrasi IoT di lini produksi.

Suasananya cukup hidup. Banyak peserta terlihat baru menyadari bahwa implementasi AI bukan soal alat, tapi soal memahami proses bisnis sendiri.

Ini poin yang sering terlewat. Teknologi bisa dibeli, tapi pemahaman internal harus dibangun.

Arah Berikutnya

Roadshow ini akan berlanjut ke Tangerang pada 7 Mei 2026. Penyelenggara juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak program.

Antusiasme peserta di Purwakarta menunjukkan satu hal: industri sebenarnya siap berubah, asalkan diberi peta jalan yang jelas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pertemuan Prabowo-PPATK Bahas Pengawasan Aliran Dana Negara


Duta Nusantara Merdeka | Hambalang 
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3 Mei 2026). Agenda ini membahas evaluasi transaksi keuangan negara dan penguatan pengawasan aliran dana.

Pertemuan yang berlangsung dari siang hingga malam itu menjadi bagian dari agenda rutin bulanan Presiden bersama PPATK. Fokus utamanya memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Evaluasi Transaksi dan Pengawasan Dana Negara

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, forum tersebut menyoroti pentingnya kontrol terhadap arus dana, baik di pusat maupun daerah. Pemerintah ingin memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam kebijakan fiskal.

“Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan,” ujar Teddy.

Saya teringat percakapan dengan seorang auditor internal di sebuah BUMN beberapa waktu lalu. Ia bilang, masalah terbesar bukan kurangnya aturan, melainkan lemahnya pengawasan di level implementasi. Di situlah titik rawan kebocoran sering muncul.

Karena itu, penguatan peran PPATK dalam memantau aliran dana dinilai krusial. Data transaksi menjadi instrumen penting untuk membaca pola, mendeteksi anomali, hingga mencegah potensi pelanggaran sejak dini.

Dorongan Akuntabilitas dan Dampak Nyata

Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah dari uang negara harus dikelola secara bertanggung jawab. Anggaran dituntut tepat sasaran dan memberi manfaat langsung.

“Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” kata Teddy.

Pesan ini terdengar sederhana, tapi praktiknya sering tidak mudah. Banyak program pemerintah berjalan lambat atau tidak tepat sasaran karena lemahnya koordinasi dan pengawasan.

Prabowo juga menekankan pentingnya ketepatan waktu pelaksanaan program. Bagi publik, keterlambatan sering berarti manfaat yang tertunda—atau bahkan hilang sama sekali.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi,” ujarnya.

Arah Kebijakan Keuangan ke Depan

Melalui koordinasi dengan PPATK, pemerintah ingin memastikan seluruh aliran dana dapat dipantau secara ketat. Tujuannya sederhana: kebijakan fiskal tidak berhenti di atas kertas.

Jika pengawasan berjalan konsisten, peluang kebocoran bisa ditekan. Pada akhirnya, yang diuji bukan hanya sistemnya, tetapi juga konsistensi pelaksanaannya di lapangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Pekanbaru, Dorong Harmoni Industri


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo menghadiri Senam Sehat K3 dalam rangka Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Minggu pagi, 3 Mei 2026.

Sejak pukul 06.30 WIB, sekitar 500 pekerja, Forkopimda, dan perwakilan perusahaan berkumpul. Kegiatan ini mengusung tema kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kesejahteraan pekerja dan kemajuan industri.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Sorotan Utama

Dalam suasana santai, Pangdam XIX/TT tampak berbaur dengan peserta. Tidak ada sekat yang kaku antara aparat, pekerja, dan pejabat daerah.

Selain senam, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama Forkopimda. Agenda ini dimaknai sebagai simbol komitmen terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Agus Hadi Waluyo menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang sehat. “Kebersamaan seperti ini perlu terus dipelihara,” ujarnya di lokasi acara.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan industri. Tanpa kondisi yang kondusif, aktivitas ekonomi akan sulit berkembang optimal.

Saya sempat meliput peringatan May Day di kota lain beberapa tahun lalu. Nuansanya cenderung tegang. Dibandingkan itu, suasana di Pekanbaru kali ini terasa lebih cair dan komunikatif.

Stabilitas Keamanan dan Dukungan Kebijakan

Pangdam juga menegaskan kesiapan Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada pekerja.

“Kodam XIX/TT berkomitmen memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Agus Hadi Waluyo. Ia menegaskan pendekatan tetap mengedepankan hukum dan ketertiban.

Pesan ini penting di tengah dinamika hubungan industrial yang kerap fluktuatif. Stabilitas keamanan sering kali menjadi faktor penentu kepercayaan investor.

Di sisi lain, kegiatan seperti ini menjadi ruang komunikasi informal antara pekerja dan pemerintah. Dialog yang biasanya formal, di sini berlangsung lebih cair.

Acara ditutup dengan pengundian grand prize dan sesi foto bersama. Menjelang siang, para pejabat meninggalkan lokasi, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan.

Momentum May Day di Pekanbaru tahun ini tidak hanya seremonial. Ia menjadi cermin bagaimana kolaborasi bisa dibangun tanpa tekanan, tapi lewat interaksi langsung.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto ,


Share:

Prabowo Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Janji Lindungi Buruh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Presiden Prabowo Subianto mengesahkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Satgas Mitigasi PHK. Kebijakan ini diumumkan saat peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Silang Monas, Jumat, 1 Mei 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas ancaman pemutusan hubungan kerja di tengah tekanan ekonomi. Pemerintah menegaskan akan hadir melindungi pekerja yang terdampak.

Satgas Mitigasi PHK dan Sinyal Kuat ke Dunia Usaha

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan posisi pemerintah yang berpihak pada buruh. “Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh,” ujarnya di hadapan ribuan pekerja.

Ia menambahkan, negara tidak akan tinggal diam jika terjadi gelombang PHK. Bahkan, pemerintah membuka opsi intervensi ketika perusahaan tidak mampu bertahan.

“Kalau ada pengusaha yang menyerah, negara kita kuat. Negara kita akan mengambil alih,” kata Prabowo.

Pernyataan ini memberi sinyal keras ke pelaku usaha. Di satu sisi, ada jaminan perlindungan tenaga kerja. Di sisi lain, ada peringatan bahwa negara siap turun tangan.

Saya teringat liputan krisis 2008. Saat itu, banyak buruh kehilangan pekerjaan tanpa skema mitigasi jelas. Situasi sekarang terasa berbeda—pemerintah mencoba lebih proaktif sejak awal.

Perlindungan Sosial dan Arah Kebijakan Ekonomi

Selain Satgas Mitigasi PHK, pemerintah mengalokasikan perlindungan sosial sebesar Rp500 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Angka ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Prabowo juga menekankan arah kebijakan kabinet. Ia meminta para menteri memastikan setiap keputusan berdampak langsung pada rakyat kecil.

“Saya selalu instruksikan, kalau kebijakan menguntungkan rakyat kecil, laksanakan,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan strategi ganda: menahan laju PHK sekaligus menjaga daya beli. Dalam konteks ekonomi global yang belum stabil, kombinasi ini menjadi krusial.

Namun, efektivitas Satgas Mitigasi PHK akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Koordinasi lintas kementerian dan respons cepat terhadap kasus konkret menjadi kunci.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, kebijakan ini setidaknya memberi pesan jelas. Negara ingin hadir lebih awal—bukan sekadar memadamkan krisis, tapi mencoba mencegahnya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Biksu Sri Lanka Bawa 110 Kg Ganja di Bandara, Terungkap Modus Baru


Duta Nusantara Merdeka | Kolombo
Kasus 22 biksu Sri Lanka bawa 110 kg ganja di Bandara Kolombo pada 25 April 2026 mengejutkan publik. Mereka ditangkap setelah petugas bea cukai menemukan narkotika dalam koper.

Penangkapan terjadi saat rombongan baru pulang dari Thailand. Setiap biksu diduga membawa sekitar 5 kilogram ganja jenis Kush yang disembunyikan di kompartemen rahasia.

Modus Perjalanan dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Otoritas Sri Lanka menyebut mayoritas anggota rombongan adalah biksu pelajar. Mereka mengikuti perjalanan empat hari dengan pembiayaan sponsor yang belum diungkap.

Barang terlarang itu disamarkan bersama perlengkapan sekolah dan makanan ringan. Cara ini dinilai cukup rapi untuk menghindari kecurigaan awal petugas.

Polisi kemudian menangkap seorang biksu lain di pinggiran Kolombo. Ia diduga sebagai pengatur perjalanan, meski tidak ikut dalam rombongan.

Menurut keterangan polisi kepada BBC Sinhala, biksu ke-23 tersebut memberi tahu rombongan bahwa paket yang dibawa adalah sumbangan. “Paket itu disebut akan diambil setelah tiba,” ujar seorang petugas.

Saya pernah meliput kasus penyelundupan di bandara beberapa tahun lalu. Polanya hampir sama—pelaku sering memanfaatkan kepercayaan dan identitas tertentu untuk menurunkan kewaspadaan petugas.

Indikasi Ketidaktahuan dan Dampak Kasus

Temuan lain datang dari ponsel para biksu. Kantor anti-narkotika menemukan foto dan video perjalanan mereka yang menunjukkan aktivitas wisata biasa.

Sebagian biksu terlihat mengenakan pakaian sipil selama di Thailand. Hal ini memunculkan dugaan bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami isi barang bawaan.

Polisi menyatakan kemungkinan para biksu tidak mengetahui isi koper yang mereka bawa. Namun, penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan peran masing-masing.

Setelah menjalani sidang pada 26 April, seluruh biksu ditahan selama tujuh hari untuk pemeriksaan lanjutan. Kasus ini menjadi yang pertama di Sri Lanka melibatkan kelompok biksu dalam dugaan penyelundupan narkotika.

Di sisi lain, peristiwa ini menambah daftar kasus serupa di kawasan. Di Thailand, sekelompok biksu pemula sebelumnya juga dikeluarkan dari kebiaraan karena terlibat penggunaan ganja.

Kasus ini menunjukkan celah dalam pengawasan perjalanan lintas negara, sekaligus mengingatkan bahwa jaringan narkotika terus mencari cara baru, termasuk memanfaatkan simbol kepercayaan publik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ayunani Bali, Kreativitas Persit Seskoad Angkat Seni Lukis Nusantara


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Di tengah rutinitas militer yang ketat di Seskoad Bandung, Ny. Dwi Ismawanti mengembangkan Ayunani Bali sejak 2014. Usaha ini lahir dari kecintaan pada seni lukis Bali yang diolah menjadi produk fashion bernilai ekonomi.

Istri Kolonel Czi Ade Heri itu memulai dari lingkup kecil Persit KCK PCBS Seskoad. Dari sana, karya lukis tangan di atas tas dan kain perlahan menemukan pasar yang lebih luas.

Dari Hobi Jadi Identitas Kreatif

Bagi Ny. Dwi Ismawanti, melukis bukan sekadar pengisi waktu luang. Aktivitas itu berubah menjadi medium menjaga identitas budaya di tengah gaya hidup modern yang serba cepat.

Ia memilih kanvas yang tidak biasa: tas, dompet, hingga kain. Semua dilukis manual menggunakan cat khusus. Setiap goresan punya karakter berbeda, tak ada yang benar-benar sama.

Saya pernah melihat langsung produk serupa di sebuah pameran kecil di Bandung beberapa tahun lalu. Yang menarik bukan hanya motifnya, tapi cerita di balik setiap lukisan—seolah tiap kain punya napas sendiri.

Seiring waktu, Ayunani Bali tak lagi hanya menjual aksesori. Produk berkembang menjadi busana lukis dan kain eksklusif berbahan tenun, katun, hingga sutra.

Menjaga Tradisi, Menggerakkan Ekonomi

Keunikan Ayunani Bali terletak pada kombinasi tradisi dan fungsi modern. Produk tidak hanya estetis, tetapi juga dirancang nyaman dipakai di berbagai suasana, dari acara resmi hingga santai.

Lebih dari itu, usaha ini membuka ruang kolaborasi dengan seniman lokal. Ny. Dwi Ismawanti secara aktif melibatkan perajin untuk menjaga kesinambungan karya.

Di lingkungan Seskoad, inisiatif ini menjadi contoh bahwa peran Persit tidak berhenti pada pendampingan keluarga militer. Ada kontribusi nyata di sektor ekonomi kreatif.

Langkah kecil ini mencerminkan tren yang lebih besar: kebangkitan produk berbasis budaya lokal. Ketika banyak produk massal membanjiri pasar, karya unik justru punya nilai lebih tinggi.

Di akhir percakapan, satu hal terasa jelas. Ayunani Bali bukan sekadar merek. Ia adalah cara sederhana menjaga warisan tetap hidup—melalui sesuatu yang bisa dipakai sehari-hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Kebut Jembatan Muara Musu, Akses 3 Desa Terbuka


Duta Nusantara Merdeka | Rokan Hulu 
Pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, terus dipacu Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 47 persen.

Pengerjaan di lapangan dilakukan oleh Satgas Kodim 0313/KPR. Percepatan terlihat dalam beberapa hari terakhir, seiring cuaca yang relatif bersahabat dan memungkinkan pekerjaan konstruksi berjalan lebih stabil.

Progres Konstruksi Mulai Masuk Tahap Krusial

Fokus utama saat ini ada pada struktur bawah jembatan. Pengecoran beton untuk tower dan anchor atau jangkar seling sudah mendekati rampung, masing-masing mencapai sekitar 90 persen.

Di sisi lain, pekerjaan bekisting tercatat mencapai 60 persen. Tahap awal pemasangan tower atau pylon mulai berjalan, meski masih di kisaran 10 persen. Ini menandai proyek segera beranjak ke fase perakitan struktur atas.

Seorang anggota tim satgas di lapangan menyebutkan, percepatan ini bukan kebetulan. “Pengecoran struktur utama telah mendekati tahap penyelesaian. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pembangunan ini segera rampung,” ujarnya.

Dalam beberapa proyek infrastruktur daerah yang pernah saya liput, fase peralihan dari fondasi ke struktur atas biasanya menjadi titik penentu. Jika fase ini mulus, proyek cenderung lebih terjaga dari keterlambatan.

Dampak Langsung bagi Mobilitas dan Ekonomi Warga

Jembatan sepanjang 100 meter ini akan menjadi penghubung utama tiga desa: Muara Musu, Sirombou Indah, dan Sungai Dua Indah. Total sekitar 3.000 jiwa akan bergantung pada akses ini.

Selama ini, warga kerap terisolasi saat musim hujan. Debit sungai bisa naik hingga 5–7 meter, membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan terganggu.

Saya pernah menemui kasus serupa di daerah lain, ketika warga harus memutar hingga puluhan kilometer hanya untuk menjual hasil kebun. Infrastruktur sederhana seperti jembatan justru menjadi pembeda antara stagnasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai menekankan pentingnya kolaborasi antara prajurit TNI AD dan masyarakat setempat. Sinergi ini dinilai mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan proyek tepat sasaran.

Dengan progres yang terus bergerak, jembatan ini diharapkan segera berfungsi sebagai akses vital yang memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah Rokan Hulu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Garuda


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dengan produksi intensif komponen di Denpal XIX/1 Pekanbaru, Jumat (1/5/2026). Langkah ini diambil untuk mengejar target sekaligus menjaga kualitas konstruksi.

Percepatan pembangunan Jembatan Gantung Garuda difokuskan pada perakitan komponen vital. Seluruh proses dilakukan dengan standar teknis ketat demi memastikan kekuatan struktur dan keamanan jembatan.

Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

Dalam satu hari produksi, tim berhasil menyelesaikan 28 batang drat baut besi beton ukuran 16 mm untuk hanger. Selain itu, 29 unit clamp hanger atas dan 31 unit ram kawat gelagar turut diproduksi.

Semua komponen kemudian melalui proses pengelasan untuk memperkuat struktur. Di lapangan, ritme kerja terlihat cepat, namun tetap terukur. Koordinasi antar personel menjadi kunci menjaga presisi di setiap tahap.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menegaskan percepatan ini bukan sekadar mengejar waktu. “Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan setiap komponen memiliki kualitas terbaik,” ujarnya.

Dampak Konektivitas dan Dorongan Ekonomi

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda diproyeksikan membuka akses antarwilayah yang selama ini terbatas. Infrastruktur ini diharapkan memangkas waktu tempuh sekaligus menekan biaya distribusi masyarakat.

Dalam banyak kasus, jembatan sederhana justru memberi dampak besar. Di sejumlah wilayah terpencil, akses yang terbuka mampu mengubah pola ekonomi warga, dari sekadar bertahan menjadi lebih produktif.

Pangdam Agus Hadi Waluyo menegaskan pembangunan ini adalah bagian dari komitmen TNI AD membantu masyarakat. Kehadiran infrastruktur dinilai sebagai pintu awal pertumbuhan ekonomi lokal.

Seluruh proses berjalan aman tanpa kendala berarti. Progres harian menunjukkan percepatan signifikan pada tahap awal konstruksi.

Kodam XIX Tuanku Tambusai memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga jembatan siap digunakan. Fokusnya tetap sama: kualitas, ketelitian, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Peringati Hari Buruh, Kodam XIX Pastikan Situasi Aman Kondusif


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo memantau langsung situasi wilayah saat peringatan Hari Buruh Internasional, di Pekanbaru, Jumat (1/5/2026). Pemantauan dilakukan bersama Pejabat Utama Kodam untuk memastikan keamanan tetap terkendali.

Langkah ini ditempuh di tengah potensi kerawanan yang kerap muncul saat May Day. Pangdam menekankan kesiapsiagaan aparat sekaligus pendekatan humanis agar aspirasi buruh tetap tersalurkan tanpa gesekan di lapangan.

Pemantauan Terpusat dan Respons Lapangan

Pemantauan dilakukan melalui komunikasi terpusat yang terhubung dengan satuan kewilayahan. Laporan masuk secara real-time dari berbagai daerah yang menjadi titik konsentrasi massa buruh.

Model ini bukan hal baru. Dalam beberapa momentum serupa, pendekatan berbasis laporan cepat terbukti efektif meredam potensi konflik sejak dini. Seorang perwira yang pernah bertugas di wilayah industri bahkan menyebut, “yang krusial itu bukan jumlah personel, tapi kecepatan membaca situasi.”

Pangdam Agus Hadi Waluyo menegaskan, aparat harus hadir tanpa memancing eskalasi. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan komunikasi yang baik, serta hindari tindakan yang dapat menimbulkan eskalasi di lapangan,” ujarnya.

Pendekatan Humanis dan Sinergi Lintas Sektor

Kodam XIX menekankan sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pengamanan dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Hari Buruh, bagi banyak pekerja, bukan sekadar agenda tahunan. Ini ruang ekspresi yang sensitif. Pengalaman di beberapa kota industri menunjukkan, pendekatan represif justru memicu ketegangan. Karena itu, instruksi humanis menjadi garis tegas dalam pengamanan kali ini.

Selain itu, Pangdam mengingatkan pentingnya disiplin dan etika prajurit. Profesionalisme dianggap sebagai fondasi utama menjaga kepercayaan publik terhadap TNI.

Hasil pemantauan menunjukkan situasi wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai berlangsung aman dan kondusif. Aksi buruh berjalan tertib tanpa gangguan berarti.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini