Universitas Budi Luhur (UBL) resmi menggelar rangkaian One Day Kebudiluhuran 2026 di Auditorium Grha Mahardika Budjana, Jakarta, ditandai Seminar Kebangsaan bertema “Membumikan Pendidikan Karakter, Menyongsong Indonesia Emas”.
Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. menegaskan komitmen kampus membentuk mahasiswa tidak hanya unggul intelektual, tetapi berkarakter luhur dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan berlangsung di Jakarta, Jumat (09/01/2025), diikuti sivitas akademika, mahasiswa, dan praktisi, sebagai puncak rangkaian pembelajaran kepedulian sosial berbasis nilai kebudiluhuran.
Prof. Agus menyampaikan pendidikan karakter menjadi fondasi penting di tengah realitas sosial, saat krisis amanah dan etika publik kerap terlihat dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
“Ini momen refleksi bersama, apakah kita sudah membiasakan berpikir, berkata, dan bertindak baik, karena kebiasaan itulah yang membentuk karakter,” ujar Prof. Agus dalam pemaparannya.
Ia menekankan mahasiswa UBL digembleng melalui pembiasaan nilai luhur agar kelak dikenal sebagai alumni yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, karakter tidak terbentuk instan, melainkan dipengaruhi faktor keluarga, lingkungan pendidikan, serta arena pengalaman sosial yang terus membentuk kepribadian seseorang.
UBL bahkan menjadi satu-satunya universitas dengan mata kuliah Kebudiluhuran bersertifikat, mencakup wawasan nilai dan aplikasinya dalam inovasi serta kreativitas mahasiswa.
“Pikiran membentuk ucapan, ucapan menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, dan karakter menentukan takdir,” ungkapnya mengutip filosofi pendidikan karakter.
Melalui One Day Kebudiluhuran, kampus berharap nilai-nilai luhur tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir nyata dalam kepemimpinan masa depan Indonesia.
One Day Kebudiluhuran menjadi pengingat bahwa Indonesia Emas dimulai dari insan berkarakter, beretika, dan berani menjaga nilai luhur dalam setiap peran kehidupan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar