Kementerian Hukum menutup 2025 dengan evaluasi menyeluruh, menegaskan kolaborasi sebagai kekuatan utama untuk menghadapi tantangan pelayanan hukum nasional sepanjang 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum, Nico Afinta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi kolektif dalam menghadapi dinamika kebijakan dan meningkatnya ekspektasi publik sepanjang 2025.
Apresiasi itu disampaikan dalam Apel Awal Tahun 2026, di Lapangan Upacara Kemenkum, Jakarta, Senin (5/1/2026) sebagai refleksi kinerja sekaligus penegasan arah strategis ke depan.
Nico menegaskan capaian tersebut lahir dari semangat kebersamaan, bukan kerja individu, mencerminkan sinergitas internal yang semakin solid dalam menjaga kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Menurutnya, Kemenkum memegang peran sentral mendukung Asta Cita Presiden, terutama dalam penegakan dan pembangunan hukum yang berkeadilan, adaptif, serta berorientasi pada hasil nyata.
Memasuki 2026, Kemenkum berkomitmen meningkatkan literasi hukum publik melalui komunikasi aktif, termasuk konferensi pers terkait implementasi KUHP, KUHAP, dan UU Penyesuaian Pidana.
Langkah ini dilakukan untuk merespons misinformasi seputar pemberlakuan regulasi baru sejak 2 Januari 2026, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pemahaman hukum yang utuh dan akurat.
Nico mengajak seluruh jajaran bekerja sepenuh hati, percaya bahwa perubahan besar lahir dari keberanian memulai, konsistensi bertindak, dan komitmen melayani publik.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar