Distribusi material jembatan Armco di Kepulauan Meranti oleh Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui Bekangdam XIX/TT rampung pada Senin, 4 Mei 2026, tepat pukul 24.00 WIB. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Buton menuju tiga desa sasaran.
Sebanyak 109 komponen jembatan dikirim ke Desa Melai, Desa Sungai Tohor, dan Desa Tanjung Samak. Seluruh material tiba lengkap dan langsung ditempatkan di titik pembangunan.
Distribusi Material Jembatan Armco Meranti Dikebut Hingga Tengah Malam
Proses distribusi dipimpin Kapten Cba Zulkarnaini. Jalur laut menjadi pilihan utama, meski kondisi pasang surut sempat menghambat ritme bongkar muat.
Namun, kegiatan tetap berjalan tertib. Koordinasi lapangan terlihat rapi, mulai dari keberangkatan hingga penempatan material di lokasi akhir.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP sebelumnya menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu distribusi logistik.
“Pastikan setiap dukungan material tepat sasaran dan mampu mempercepat pembangunan di wilayah,” ujar Pangdam dalam arahannya.
Kapten Cba Zulkarnaini memastikan seluruh komponen, termasuk baut dan pinbar, telah diterima tanpa kekurangan di setiap titik.
“Seluruh material sudah lengkap dan tepat sasaran,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Dampak Distribusi Jembatan Armco bagi Infrastruktur Kepulauan
Pabung Kepulauan Meranti Mayor Inf Rusli Dongoran menyebut faktor geografis menjadi tantangan utama dalam distribusi ini.
“Kondisi cukup menantang, tetapi koordinasi di lapangan berjalan sangat baik,” ujarnya.
Setelah distribusi selesai, tim melanjutkan pelayaran menuju Selat Panjang selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak.
Distribusi material jembatan Armco Meranti ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
Dalam beberapa laporan sebelumnya, keterlambatan akses sering menjadi hambatan utama aktivitas ekonomi warga. Jembatan seperti ini biasanya menjadi titik balik mobilitas.
Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan akses layanan publik diharapkan ikut meningkat. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi arahnya jelas.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar