Pemerintah resmi memperkenalkan logo "Imlek Nasional 2026: Harmoni Imlek Nusantara". Simbol ini bukan sekadar identitas visual, melainkan pernyataan sikap tentang perayaan yang inklusif dan mengayomi semangat kebangsaan.
Ketua Umum Panitia, Irene Umar, menegaskan bahwa logo ini adalah representasi keberagaman Indonesia. Lewat elemen Merah Putih dan simbol Kuda Api, jati diri bangsa dibingkai kuat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Filosofinya pun mendalam. Rambut kuda berwarna Merah Putih melambangkan mahkota identitas, sementara mata api menjadi simbol energi perubahan. Ada juga motif batik pada kaki yang menyiratkan langkah maju yang tetap membumi.
Elemen menarik lainnya terlihat pada buntut kuda yang terbelah. Bagian ini menggambarkan titik temu tradisi dan modernitas. Ditambah motif banji, logo ini membawa pesan tentang keseimbangan spiritual sekaligus kebahagiaan hidup yang berkelanjutan.
Tema besar ini nantinya akan mewujud dalam "Imlek Festival 2026". Rangkaian acara publik ini bakal memadukan seni, kuliner, hingga kewirausahaan, menjadikannya perhelatan yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dukungan pun mengalir dari berbagai tokoh bangsa. Veronica Tan, Mari Elka Pangestu, hingga Muhammad Qodari sepakat bahwa perayaan ini adalah momentum krusial untuk mempererat toleransi dan menjaga komitmen persatuan nasional.
Imlek Nasional 2026 bukan sekadar pesta tahunan. Ini adalah ruang refleksi yang menghangatkan sekaligus mempersatukan seluruh elemen bangsa dalam satu harmoni yang sama.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar