PT Bayu Buana Tbk (BAYU) memutuskan membagikan dividen tunai Rp100 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp35,32 miliar.
Keputusan itu diambil di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp554,72 miliar atau turun Rp89,89 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp644,61 miliar.
Pendapatan dan Laba Bayu Buana Menurun
Direktur Utama BAYU, Hardy Karuniawan mengatakan tekanan industri perjalanan masih memengaruhi performa perusahaan pada awal tahun. Meski begitu, perseroan tetap menjaga stabilitas operasional dan struktur keuangan.
“Kuartal I-2026 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp554,72 miliar menurun Rp89,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp644,61 miliar,” ujar Hardy.
Laba usaha perseroan juga ikut tergerus. Pada kuartal I-2026, Bayu Buana mencatat laba usaha Rp19,58 miliar, turun Rp10,29 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp29,87 miliar.
Di pasar modal, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak emiten sektor perjalanan masih bergerak hati-hati setelah biaya operasional dan pola perjalanan pelanggan berubah cukup cepat sejak dua tahun terakhir.
Perseroan membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp15,60 miliar. Angka itu ikut menekan laba per saham menjadi Rp44,17 per 31 Maret 2026, turun dari Rp65,79 pada periode sama tahun lalu.
Aset dan Ekuitas Masih Bertumbuh
Meski laba mengalami tekanan, Bayu Buana masih mencatat pertumbuhan aset dan ekuitas. Total aset perseroan hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp972,99 miliar atau naik 1,18 persen dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp961,63 miliar.
Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp570,80 miliar. Nilai tersebut naik 2,26 persen atau Rp12,63 miliar dibanding posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp558,17 miliar.
Kenaikan ekuitas terutama ditopang laba periode berjalan Januari hingga Maret 2026. Di tengah perlambatan pendapatan, perusahaan tampaknya masih berupaya menjaga fundamental agar tetap solid di mata investor.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar