Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Serikat Pekerja Nasional Tuntut Penyelesaian Upah Pekerja PT Selaras Kausa Busana


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Serikat Pekerja Nasional menuntut penyelesaian tuntas atas kasus 4000 pekerja di PT Selaras Kausa Busana, sebuah pabrik garmen yang berlokasi di Jalan Bojong Menteng, Caringin, Bekasi yang hingga saat ini belum juga dibayar upah dan tunjangan-tunjangan lainnya akibat pengusaha Korea pemilik perusahaan tersebut buron dan membawa lari 95 milliar uang pekerja yang seharusnya dibayarkan sejak Oktober 2018 tahun lalu. Pabrik yang memproduksi pakaian dengan merek-merek seperti TARGET, KOHLS, JUSTICE, DISNEY, KMART, FILLA dan di ekspor ke negara-negara seperti Amerika, Kanada, Perancis, dll.

Pada bulan Oktober 2018, Pengusaha Korea tiba-tiba menghilang dan membawa lari upah (IDR 97 Milyar) dan pembayaran uang BPJS (IDR 7 Milyar). Karena alasan ini, para pekerja mengalami kesulitan ekonomi. Para pekerja tidak dapat membayar uang kontrakan, tidak mampu menyekolahkan anak-anak, bahkan tidak mampu mendapatkan makan yang layak, berjuang untuk dapat bertahan hidup.

Pabrik PT Selaras Kausa Busana yang dibangun pada tahun 1990 an. Sekitar 1000 orang pekerja pada bulan Agustus 2018 telah di PHK. Sekitar 1000 orang lainnya di PHK sepihak pada September 2018. Sisanya sebanyak 2,000 pekerja telah di PHK pada Oktober 2018. Beberapa pekerja perempuan yang telah lanjut usia telah bekerja di pabrik ini sejak awal mula pabrik berdiri pada tahun 1990.

Pengusaha PT Selaras Kausa Busana juga seringkali tidak mematuhi undang-undang perburuhan yang ada seperti jam kerja yang panjang. Pekerja harus bekerja berdasarkan target (volume produksi) yang ditetapkan secara sepihak oleh Pengusaha Korea, diluar dari jam kerja. Saat jam kerja resmi dimulai pukul 07:30, para pekerja dipaksa bekerja lebih awal yaitu pukul 07:00.

Waktu istirahat makan siang hanya lah 30 menit termasuk didalamnya waktu sholat dan ke toilet, sekitar pukul 12:00-12:30. Pengusaha juga tidak menyediakan kantin sehingga kerapkali mereka membeli makanan di pinggir jalan di depan pabrik.

Pekerja tidak memiliki waktu yang jelas kapan mereka harus berhenti kerja. Standar bagi pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka adalah apabila mereka telah memenuhi target yang ditetapkan oleh pengusaha Korea.

Banyak pekerja yang mampu memenuhi target kerja setelah antara pukul 19:00-20:00, beberapa orang lainnya bahkan baru selesai setelah pukul 21:00.

Lebih serius lagi, toilet-toilet yang ada tidak memenuhi aturan yang ada, sangat kotor dan menjijikkan. Juga toilet laki-laki dan perempuan tidak dibuat terpisah.

Di ruang-ruang produksi, tidak ada pendingin udara dan ventilasi yang baik, hanya kipas angin yang tersedia. Biasanya kami pergi ke pabrik menggunakan sepeda motor. Pabrik tidak memiliki lahan parkir yang luas, sehingga mereka harus memarkir kendaraannya di tanah-tanah milik warga, sehingga mereka harus membayar sewa parkir setiap hari nya.

Serikat Pekerja Nasional menyambut baik bahwasannya Bapak Presiden Moon Jae-in beberapa hari yang lalu memerintahkan jajaran pemerintah Korea untuk menyelesaikan masalah dari perusahaan PT Selaras Kausa Busana.

Serikat Pekerja Nasional sangat kecewa bahwa hingga saat ini belum pernah mendengar satu kasus pun yang dapat diselesaikan oleh Kedutaan Korea Selatan, KOCHAM (Korean Chamber ) dan KOGA (Asosiasi Pengusaha Garmen Korea) dalam upaya mereka untuk memperbaiki kondisi kerja yang buruk seperti jam kerja yang panjang, upah yang rendah, toilet yang kotor, pendingin udara yang buruk, ventilasi yang jelek, makanan dan kantin yang buruk, serta sarana parkir yang jelek, dll. Masalah ini bukan hanya terjadi di PT Selaras Kausa Busana akan tetapi juga sangat umum terjadi di banyak perusahaan garmen yang dimiliki oleh investor Korea.

Dalam hal ini Serikat Pekerja Nasional menuntut agar pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan bertanggung jawab penuh atas nasib ribuan pekerja PT Selaras Kausa Busana, utamanya atas pembayaran upah dan tunjangan BPJS yang telah dirampok oleh pengusaha Korea. Serikat Pekerja Nasional juga ingin agar kepolisian RI segera menangkap dan memenjarakan pengusaha Korea yang telah membawa lari uang pekerja tersebut.(Arianto)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Advertisement

About Us

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

JSON Variables

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini