Turnamen Catur HUT TNI di Riau Resmi Ditutup, Suasana Penuh Kebersamaan
Mutasi Besar Polri: 60 Perwira Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Mutasi tersebut tertuang dalam ST/2134/IX/KEP./2025 tertanggal 19 September dan ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025, menandai perubahan signifikan dalam tubuh Polri.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan mutasi merupakan dinamika organisasi, bertujuan untuk penyegaran, pengembangan karier, sekaligus optimalisasi kinerja institusi.
“Mutasi dan rotasi jabatan adalah hal dinamis dalam Polri. Langkah ini memperkuat organisasi agar mampu menjawab tantangan kontemporer menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkap Trunoyudo, Jumat (26/9/2025).
Salah satu pergeseran penting terjadi di Korps Brimob. Irjen Pol Ramdani Hidayat resmi menjabat sebagai Dankorbrimob menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Dankorbrimob.
Posisi Wakorbrimob kini diisi Brigjen Pol Reza Arief Dewanto. Selain itu, beberapa posisi kunci di Gegana dan Satuan Intelijen Brimob juga mengalami perubahan signifikan.
Kombes Pol Mulyadi dipercaya sebagai Danpasgegana, Kombes Pol Mokhamad Alfian Hidayat sebagai Dansatintel Brimob, serta Kombes Pol Ronny Suseno menjabat Dansatjibom Pasgegana.
Pergantian juga menyentuh sektor intelijen. Irjen Pol Yuda Gustawan dilantik menjadi Kabaintelkam Polri, didampingi Brigjen Pol Nanang Rudi Supriatna sebagai Wakabaintelkam Polri.
Pada tingkat Kapolda, sejumlah nama baru mengisi posisi strategis. Irjen Pol Endi Sutendi menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, sementara Irjen Pol Djuhandhani R. Puro ditunjuk Kapolda Sulawesi Selatan.
Irjen Pol Helfi Assegaf kini memimpin Polda Lampung, sedangkan Irjen Pol Viktor T. Sihombing dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho.
Agus Nugroho yang sebelumnya Kapolda Bangka Belitung kini mendapat promosi sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, menegaskan pola karier progresif dalam jajaran kepolisian.
Mutasi kali ini juga menandai peningkatan peran Polwan. Kombes Pol Sagung Dian Kartini menempati jabatan Karokerma KL Stamaops Polri, simbol kesetaraan dalam tubuh Polri.
Menurut Brigjen Trunoyudo, mutasi terbagi dua gelombang. Gelombang pertama melibatkan 43 personel, terdiri dari promosi, pensiun, hingga penugasan khusus.
Sementara gelombang kedua mencatat 17 personel, dengan rincian 14 promosi dan 3 penugasan. Seluruh keputusan disebut melalui pertimbangan matang kebutuhan organisasi.
Polri berharap mutasi ini mampu memperkuat profesionalisme, meningkatkan responsivitas, dan menghadirkan pelayanan publik lebih optimal sesuai prinsip Polri Presisi.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Open Tournament Catur Meriahkan HUT ke-80 TNI di Pekanbaru
Duta Nusantara Merdeka| Pekanbaru - Korem 031/Wira Bima menggelar Open Tournament Catur dan Bazar UMKM dalam rangka peringatan HUT ke-80 TNI, di Pekanbaru, Sabtu (27/09/2025).
Acara resmi dibuka oleh Danrem 031/WB Brigjen TNI Jarot Suprihanto di Aula Kaharuddin Nasution dan Lapangan Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Jl. Mayor Ali Rasyid No. 1.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi bersama Percasi Provinsi Riau, Bulog, serta UMKM lokal. Peserta turnamen terdiri dari atlet senior, junior, hingga TNI/Polri.
Dalam sambutannya, Danrem 031/WB membacakan pesan Panglima TNI. Ia menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar olahraga, tetapi wujud kebersamaan TNI-rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Pusat dan panitia yang sukses menyiapkan turnamen. Momentum ini dianggap penting mempererat solidaritas kebangsaan.
“Bertandinglah dengan semangat, patuhi aturan, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Jadikan turnamen ini ajang persaudaraan dan penggalian potensi muda bangsa,” pesan Danrem.
Selain turnamen catur, Bazar UMKM juga menghadirkan produk lokal unggulan. Kehadiran masyarakat memperlihatkan dukungan besar bagi sinergi ekonomi dan olahraga.
Acara berlangsung khidmat dan penuh suka cita. Para peserta dan pengunjung tampak menikmati suasana meriah yang diwarnai kebersamaan antara TNI, atlet, dan warga.
Hadir dalam kegiatan ini Kasrem 031/WB, para Kasi Korem, Dandim 0301/PBR, jajaran Dan/Ka Satdisjan, pengurus Percasi Riau, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal.
Peringatan HUT ke-80 TNI di Pekanbaru ini menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat, memperkuat persatuan melalui olahraga dan pemberdayaan UMKM.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Tukar Takdir Hadirkan Drama Petaka Pesawat Penuh Emosi, Tayang 2 Oktober
Stagnasi Qi Liver: Penyebab, Pencegahan, dan Rahasia TCM
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Mengapa hampir semua penyakit dikaitkan dengan liver? Menurut TCM, liver berperan vital dalam mengatur aliran energi (Qi) serta menjaga keseimbangan tubuh.
Stagnasi Qi Liver sering terjadi akibat stres, amarah terpendam, makanan berminyak, serta kebiasaan begadang. Semua itu secara perlahan melemahkan fungsi liver manusia.
Kitab kuno Huang Di Nei Jing Su Wen menjelaskan liver erat hubungannya dengan mata dan otot. Menjaga liver berarti melindungi penglihatan dan kekuatan fisik.
Makanan berwarna hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan kale sangat baik untuk memperkuat liver. Buah asam seperti lemon dan apel hijau bantu detox.
Sebaliknya, makanan terlalu pedas, manis, dan berminyak bisa memperburuk kondisi. Konsumsi kopi berlebihan juga berisiko melemahkan Qi liver, limpa, serta jantung.
Kebiasaan tidur tepat waktu sangat penting. Dalam TCM, liver dan empedu memulihkan Qi terbaik antara pukul 23.00 hingga 03.00 dini hari.
Olahraga ringan seperti stretching membantu menyimpan darah di liver. Namun, olahraga berlebihan saat tubuh lelah justru melemahkan Qi liver dan jantung.
Herbal tradisional efektif menenangkan liver panas. Di antaranya teh bunga krisan, gojiberry, teh mawar, daun mint, hingga teh hijau.
TCM juga menganjurkan akupresur harian pada titik Tai Chong (LR3), Zu San Li (ST36), Dan Zhong (CV17), dan Qi Men (LR14) untuk memperlancar Qi liver.
Resep herbal seperti rebusan mulberry, schisandra berries, dan gojiberry dipercaya membantu mengatasi kolesterol tinggi, fatty liver, serta rasa sakit pada iga kanan.
Menurut TCM, liver ibarat jenderal yang mengatur strategi dalam tubuh. Jika jenderal tumbang, seluruh sistem energi dan darah menjadi kacau.
Maka, kunci kesehatan bukan hanya mengobati, melainkan mencegah sejak dini. Menjaga Qi liver tetap lancar berarti menjaga tubuh dari berbagai penyakit.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Waspadai Transaksi Ini, Bisa Bikin Kamu Dilirik Petugas Pajak
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Tidak semua transaksi bisnis langsung bermasalah. Namun, ada beberapa pola transaksi yang bisa membuat petugas pajak menaruh perhatian lebih terhadap wajib pajak.
Pertama, pembayaran honorarium, sewa, atau jasa tanpa bukti potong PPh. Praktik ini hampir pasti memicu pertanyaan serius dari otoritas pajak yang menilai transparansi.
Kedua, omzet besar tetapi pajak terutang (PPh 29) sangat kecil. Kondisi ini biasanya menimbulkan kecurigaan soal kebenaran biaya yang dibukukan perusahaan.
Ketiga, penggunaan akun “lain-lain” dalam jumlah besar tanpa rincian jelas. Petugas pajak akan meminta penjelasan rinci mengenai komponen biaya yang tidak transparan.
Keempat, laporan keuangan tidak sinkron dengan laporan pajak, tanpa adanya ekualisasi. Perbedaan ini dapat mengundang "surat cinta" alias SP2DK dari kantor pajak.
Kelima, biaya operasional melonjak drastis padahal omzet stagnan. Kondisi ini dianggap janggal dan dapat memicu permintaan klarifikasi lebih lanjut dari petugas pajak.
Keenam, transaksi tunai besar dan berulang tanpa bukti pendukung. Situasi ini sering dianggap cara menghindari jejak digital sehingga menimbulkan kecurigaan tambahan.
Ketujuh, menerima SP2DK namun tidak ditanggapi. Diam seribu bahasa hanya akan memperburuk keadaan, karena komunikasi dengan account representative (AR) adalah kunci.
Praktik bisnis yang tidak transparan bisa berakibat fatal. Petugas pajak memiliki wewenang menindaklanjuti ketidakwajaran yang muncul dalam laporan keuangan perusahaan.
Transparansi, dokumentasi lengkap, dan komunikasi terbuka adalah kunci utama. Jika ragu, konsultasi dengan ahli pajak jauh lebih baik daripada menghadapi masalah hukum.
Dengan memahami pola transaksi rawan ini, pelaku usaha dapat lebih berhati-hati. Pajak yang dikelola dengan benar akan membuat bisnis berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Air Mata di Ujung Sajadah 2 Siap Bikin Penonton Tersedu-Sedu
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta kembali diselimuti suasana haru. Gala premiere Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2) digelar megah di Plaza Senayan XXI, Jumat (26/9).
Sekuel yang paling ditunggu ini hadir setelah film pertamanya sukses menguras air mata penonton. Kali ini, konflik batin dua ibu semakin menyesakkan.
Acara premiere dihadiri produser Ronny Irawan, sutradara Key Mangunsong, serta para bintang utama: Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, hingga Jenny Rachman.
Ronny Irawan mengungkapkan film ini dipersembahkan bagi seluruh ibu. “Kami ingin menghormati cinta ibu yang abadi, meski sering penuh pengorbanan luar biasa,” katanya menyentuh.
Sutradara Key Mangunsong menambahkan, AMDUS 2 memperdalam pesan film pertama. “Cinta ibu adalah kekuatan abadi, bahkan saat harus menanggung luka yang tak terbayangkan,” ujarnya penuh emosi.
Suasana bertambah syahdu dengan penampilan pengisi soundtrack. Farel Prayoga membawakan "Cinta Untuk Mama" dengan penghayatan mendalam, membuat ruangan hening dalam air mata.
Tak ketinggalan, Keke Adiba dan Yogie Nandes melantunkan "Bintang-Bintang", Andmesh menghadirkan "Bukan Lagi Rumahmu", sementara Fadhilah Intan menyayat lewat "Dawai" dan "Pura-Pura Bahagia".
Cerita AMDUS 2 bukan sekadar melanjutkan kisah lama. Sekuel ini hadir dengan pertanyaan menikam: jika harus memilih, di pihak siapa Anda berdiri?
Konflik berpusat pada Aqilla (Titi Kamal), ibu kandung yang berjuang merebut hati anaknya kembali, dan Yumna (Citra Kirana), ibu pengasuh dengan cinta tulus.
Titi Kamal mengaku perannya sangat emosional. “Membaca naskahnya saja membuat saya menangis. Aqilla adalah gambaran nyata perjuangan seorang ibu,” ungkapnya penuh air mata.
Film ini resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Oktober 2025. AMDUS 2 menjanjikan pengalaman emosional yang akan meninggalkan bekas mendalam di hati penonton.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Ribuan Restoran Singapura Tutup, Ka-Soh 86 Tahun Ikut Tumbang
Duta Nusantara Merdeka | Singapura - Singapura selama ini dikenal sebagai "food paradise", surga kuliner dengan ribuan restoran dan warung legendaris. Namun, krisis melanda: ribuan restoran terpaksa menutup pintunya.
Sepanjang tahun 2024, tercatat 3.047 outlet F&B resmi tutup, jumlah tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir. Angka ini mencetak sejarah kelam bagi industri kuliner.
Memasuki 2025, rata-rata 307 restoran gulung tikar setiap bulan. Dalam enam bulan pertama tahun ini saja, 1.404 restoran sudah hilang dari peta kuliner Singapura.
Fenomena ini dipicu berbagai faktor. Sewa dan biaya hidup di Singapura memang termasuk tertinggi di dunia, membuat beban operasional semakin tidak tertahankan bagi banyak pengusaha kuliner.
Selain itu, kekurangan tenaga kerja menambah rumit situasi. Aturan ketat pekerja asing membatasi perekrutan, sementara persaingan brutal dari franchise global semakin menekan restoran lokal bertahan hidup.
Salah satu korban terbesar adalah Restoran Ka-Soh, ikon kuliner berdiri sejak 1939. Tiga generasi keluarga Tang mengelola bisnis, menjaga resep sup ikan legendaris.
Cedric Tang, generasi ketiga, bahkan turun langsung ke dapur, mencuci piring, hingga melayani pelanggan. Upaya memangkas biaya dilakukan maksimal, tetapi beban operasional terus membengkak.
Harga sewa melonjak tajam, dari 12 ribu dolar menjadi 15 ribu dolar per bulan, naik hampir 30 persen. Beban ini membuat situasi kian mustahil.
Untuk menutup biaya, Ka-Soh harus menjual 300 mangkuk sup ikan setiap hari. Target ini mustahil dicapai tanpa menaikkan harga drastis, yang berisiko kehilangan pelanggan setia.
Meski setia menjaga harga demi konsumen, akhirnya Ka-Soh menyerah. Restoran ini mengumumkan penutupan gerai terakhirnya pada 28 September 2025 mendatang.
Bagi masyarakat Singapura, kabar ini mengejutkan. Ka-Soh bukan sekadar restoran, tetapi warisan kuliner. Tutupnya restoran ini disebut sebagai "End of an Era".
Tragedi Ka-Soh mencerminkan rapuhnya industri kuliner Singapura menghadapi biaya hidup tinggi dan persaingan global. Pertanyaannya, apakah hal serupa bisa terjadi di Indonesia?
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Panglima TNI Resmikan SPPG, Kasdam XIX/TT Bagikan Gizi di Pekanbaru
Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru - Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo, M.Sc menghadiri launching Operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SD Kartika 1-5 Pekanbaru, Jumat (26/9/2025).
Acara ini dipimpin Panglima TNI melalui video conference terpusat dari Solo, disaksikan serentak di berbagai wilayah termasuk siswa-siswi sekolah dasar di Pekanbaru.
Rangkaian kegiatan diawali penayangan video MBG yang menampilkan peran strategis TNI dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional serta penguatan sumber daya manusia berkualitas.
Dalam sambutan resminya, Panglima TNI menegaskan sinergi prajurit melalui SPPG adalah wujud nyata pengabdian membantu rakyat sekaligus menyiapkan generasi penerus bangsa.
Menurut Panglima TNI, program ini tidak sebatas distribusi gizi, melainkan misi strategis membangun generasi sehat, kuat, berkarakter, serta berdaya saing menghadapi tantangan global.
Beliau berharap seluruh satuan yang terlibat melaksanakan SPPG dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian tinggi demi kepentingan bangsa dan negara.
Acara kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin langsung dari Solo, sebelum Panglima TNI secara resmi meluncurkan program Operasi SPPG TNI AU Solo.
Kasdam XIX/TT Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo menegaskan komitmen Kodam XIX/TT mendukung penuh program SPPG sebagai wujud kepedulian nyata terhadap generasi emas bangsa.
Ia menambahkan, sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dapat memperkuat pondasi pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kesehatan anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan semakin hangat ketika Kasdam XIX/TT bersama Ibu Wakil Ketua Persit Daerah XIX/TT turun langsung membagikan makanan bergizi kepada siswa-siswi SD Kartika Pekanbaru.
Anak-anak tampak antusias menerima paket gizi yang diberikan. Kehangatan interaksi antara TNI, Persit, dan para siswa menumbuhkan suasana penuh kebersamaan serta semangat persaudaraan.
Momen ini menjadi simbol nyata kepedulian TNI bersama Persit dalam menumbuhkan kasih sayang, harapan, dan optimisme bagi generasi emas penerus bangsa Indonesia.
Hadirnya TNI dalam kegiatan sosial seperti ini menegaskan peran strategis prajurit bukan hanya menjaga perbatasan, tetapi juga hadir membangun masa depan anak-anak.
Program SPPG diharapkan menjadi langkah penting memperkuat pendidikan dasar sekaligus memastikan tumbuh kembang anak Indonesia terpenuhi secara optimal dari sisi gizi maupun kesehatan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
STIH Adhyaksa Luncurkan Buku Citra Tiongkok di Indonesia
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Nagantara Foundation bersama STIH Adhyaksa meluncurkan buku Citra Tiongkok di Mata Indonesia karya Santi Ding, Ph.D, melalui seminar reflektif, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Acara ini menjadi ruang akademik membedah bagaimana masyarakat Indonesia membentuk persepsi terhadap Tiongkok melalui pendidikan, perdagangan, budaya, migrasi, hingga diplomasi modern lintas generasi.
Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah, SH., MH., CIIQA, menyebut kegiatan ini bagian dari implementasi kerja sama riset, hukum, investasi, serta kebudayaan Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, kehadiran tamu dari Beijing memberi nuansa istimewa. Diskusi publik menjadi jembatan ilmu, menambah pemahaman mahasiswa terhadap relasi strategis kedua negara sahabat.
“Sebagai civitas akademika, kami bangga bisa menjalin kolaborasi dengan institusi Tiongkok, apalagi diskusi ini penting bagi kemajuan ilmu hukum dan kebudayaan,” jelas Hasbullah.
Peluncuran buku karya Santi Ding ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa tentang hubungan sejarah dan masa depan kebudayaan Indonesia-Tiongkok dalam berbagai aspek kehidupan modern.
Hasbullah menambahkan, STIH Adhyaksa mendorong penerbitan buku tersebut di lingkungan kampus sebagai referensi kajian hukum, kebudayaan, sekaligus persiapan pertukaran mahasiswa.
Ia menegaskan, program pertukaran mahasiswa Indonesia dan Tiongkok menjadi prioritas, agar generasi muda lebih siap memahami konteks hukum serta budaya internasional.
Selain itu, seminar ini membuka peluang lahirnya karya akademik baru dari dosen maupun mahasiswa, khususnya di bidang investasi, hukum, dan kebudayaan.
“Semoga ini memotivasi para dosen serta mahasiswa untuk melahirkan karya tulis baru, memperkuat pemahaman lintas budaya Indonesia dan Tiongkok,” pungkas Hasbullah.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Badik Tayang 30 Oktober: Film Aksi Kearifan Lokal Bugis Makassar
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta – Film Badik siap tayang nasional mulai 30 Oktober 2025. Drama aksi ini mengangkat tema harga diri, cinta, dan keluarga berbalut budaya Bugis Makassar.
Senjata tradisional Badik tak hanya sekadar pusaka, tetapi sarat filosofi tentang kehormatan dan cinta keluarga, yang menjadi roh cerita film produksi Indora Global Film.
Indora Global Film berkolaborasi dengan Pandawa Lima, mempercayakan Dicky R. Maland sebagai sutradara, menghadirkan adegan tarung sarung, laga epik, hingga drama haru biru.
Ira Kusmira, mewakili jajaran produser eksekutif, menyebut kolaborasi Prisia Nasution, Mike Lucock, Donny Alamsyah, serta Wahyudi Beksi sebagai tokoh Badik, menjadi daya tarik utama.
Film ini juga memperkenalkan talenta muda berbakat seperti Fandy AA sebagai Unru, Aulia Yayan sebagai Dinda, serta aktor pendukung lainnya dari Bumi Sawerigading.
Proses syuting memanfaatkan lanskap indah Makassar, Pangkep, Malino Gowa, Taman Batu, Ramang-Ramang, hingga Leang-Leang Maros, yang memberi visual memukau pada kisah perjuangan Badik.
Cerita film mengisahkan dua kakak beradik, anak guru silat, yang memiliki jalan berbeda: Unru berkuliah di kota, Badik menjaga padepokan dan budaya leluhur.
Namun tragedi menimpa Unru saat ospek kampus berujung maut. Kabar simpang siur mendorong Badik mencari kebenaran atas kematian kakaknya.
Penelusuran Badik makin mencekam ketika dua mahasiswa senior juga tewas tragis. Bersama Nur, jurnalis kampus, ia membongkar skandal kelam di balik ospek brutal.
Alur cerita kian menarik dengan kombinasi aksi, penyelidikan, dan romansa, diperkaya dialog bertutur kearifan lokal serta plot twist yang penuh kejutan emosional.
Menurut sutradara Dicky R. Maland, Badik tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai kekeluargaan.
Film ini membawa pesan mendalam tentang harga diri, solidaritas, serta keberanian menegakkan kebenaran di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Badik menjadi tontonan inspiratif semua kalangan. Jangan lewatkan penayangan perdananya pada Kamis, 30 Oktober 2025 di bioskop seluruh Indonesia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Iloenx 34 Tahun Berkarya, Dari Gang Sempit ke Raksasa Percetakan
Duta Nusantara Merdeka | Banjarmasin – Berawal dari rumah sederhana di Jalan Antasan Kecil Barat No. 37, usaha kecil sablon bernama Iloenx lahir pada 25 September 1991.
Nama “Ilung”, yang diambil dari bahasa Banjar berarti eceng gondok, memiliki filosofi selalu mengapung di permukaan air dan tak pernah tenggelam.
Tekad itu menjadi semangat kakak beradik Johan Asyari dan Faisal saat membangun bisnis cetak rumahan, yang kemudian dikenal sebagai Iloenx Enterprise.
Selama 34 tahun, Iloenx Enterprise melayani kebutuhan cetak warga Banjarmasin, instansi pemerintah, swasta, sekolah, hingga komunitas anak muda dan kampus.
“Untuk pasar anak muda, kami banyak support kegiatan kampus dan sekolah, mulai dari sablon, seragam, hingga kebutuhan event,” ujar Faisal, Direktur Iloenx.
Tak hanya itu, dalam pesta demokrasi pileg, pilkada hingga pilpres, Iloenx Enterprise rutin menerima order cetak Alat Peraga Kampanye (APK).
Percetakan yang kini berlokasi di Jalan Simpang Tangga Jalur 4, Kompleks Bumi Indah Lestari IV, Banjarmasin Utara, selalu ramai pelanggan setia.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Mulai kaos, kalender, kipas, mug, spanduk, baliho hingga branding mobil, semua kami kerjakan,” katanya.
Saat pandemi melanda, ketika banyak usaha kolaps, Iloenx justru kebanjiran order cetak masker sablon untuk kampanye, organisasi, hingga promosi komunitas.
Kini jelang pileg, pilkada, dan pilpres 2024–2029, Iloenx sudah menerima banyak order APK dari berbagai caleg, partai, dan pasangan capres-cawapres.
Tak berhenti di percetakan, Iloenx Enterprise juga berekspansi ke Event Organizer, foto, videografi, konsultasi branding, hingga rumah produksi cinema.
Tahun 2021, Iloenx dipercaya Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong menggarap film “Nan Sarunai”, membuktikan kualitas rumah produksi mereka semakin diperhitungkan.
“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang sudah mempercayakan kebutuhan cetak, event, hingga produksi media kepada kami. Tanpa Anda, kami tiada,” pungkas Faisal.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Peringati HUT ke-2, PERATIN Mantapkan Peran Advokat Teknologi
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN) menggelar syukuran dan diskusi hukum meriah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 di Hotel Horison Balairung Jakarta.
Acara puncak pada Sabtu (13/9) ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan komitmen organisasi mencetak advokat teknologi informasi berkualitas dan profesional.
Turut hadir Staf Ahli Menteri Hukum RI, Dr. Sucipto, SH., MH., M.Kn., serta Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jakarta, Heri Sutanto, SH., MH., yang memberikan apresiasi khusus.
Ir. Mariana Harahap, SH., MH., MBA, selaku Ketua Panitia HUT ke-2 PERATIN, menyampaikan tiga pesan penting: kesiapan menghadapi tantangan digital, kolaborasi hukum, serta solidaritas organisasi.
Ketua Umum PERATIN, Kamilov Sagala, SH., MH., menegaskan bahwa era transformasi digital membuat advokat teknologi informasi menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan dalam ekosistem hukum Indonesia.
Menurut Kamilov, kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan hukum baru. Karena itu, PERATIN hadir sebagai pilar utama kedaulatan hukum digital di Indonesia.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Dr. Sucipto menegaskan, Kemenkumham siap mendukung PERATIN sebagai pionir penegakan hukum digital, termasuk menghadapi isu artificial intelligence dan perlindungan data pribadi.
Sementara itu, Hakim Tinggi Heri Sutanto menyebut kehadiran PERATIN memberi warna baru. Advokat teknologi diharapkan menjadi mitra strategis lembaga peradilan menangani perkara digital kompleks.
Puncak perayaan ditandai dengan Diskusi Hukum bertema “PERATIN Melahirkan Advokat Teknologi Informasi Berkualitas”, menghadirkan narasumber ahli hukum dan teknologi.
Dr. Robintan Sulaiman menekankan integritas organisasi, sementara Dr. Erryl Prima Putra Agoes menyoroti pentingnya penguasaan AI, IoT, dan UU Perlindungan Data Pribadi.
Singgih Budi Prakoso menambahkan bahwa teori hukum harus dibarengi praktik nyata, karena itu PERATIN membangun jaringan magang melalui LBH Digitek nasional.
Dalam dua tahun perjalanan, PERATIN mencatat capaian signifikan: 1.748 calon advokat mengikuti PKPA, 210 advokat resmi disumpah, dengan jejaring 22 DPD dan 43 DPC.
“Ke depan, fokus utama kami adalah peningkatan kualitas advokat, bukan sekadar kuantitas,” tegas Kamilov, disambut tepuk tangan peserta perayaan.
Acara juga diramaikan dengan peluncuran buku, Rakernas LBH Digitek, pelantikan pengurus, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan optimisme masa depan.
Sekjen PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso atau Pak Hoky, menutup acara dengan ajakan kolektif: “Mari terus bersatu, berkarya, bersinergi, dan berinovasi demi negeri.”
Momentum dua tahun PERATIN ini membuktikan bahwa advokat teknologi informasi bukan hanya profesi masa depan, tetapi penopang hukum di tengah derasnya gelombang era digital.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Wanita Curi Kripto Rp 250 Triliun, FBI Buru Ruja Ignatova
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ruja Ignatova, dikenal sebagai “Cryptoqueen”, mengguncang dunia keuangan digital. Pada 2014, ia menciptakan OneCoin dengan klaim menggantikan Bitcoin, namun kenyataannya hanyalah penipuan terbesar.
OneCoin berhasil menarik miliaran dolar dari investor global. Sistemnya berbeda dengan Bitcoin, karena tidak memiliki blockchain. Pusat data yang dipamerkan hanyalah tipuan belaka.
Dengan gaun mewah, konferensi megah, dan pidato karismatik, Ruja meyakinkan jutaan orang. Janji financial freedom membuat investor tergoda memasukkan tabungan hidup mereka ke OneCoin.
Pada 2017, OneCoin runtuh. Tercatat kerugian mencapai USD 15 miliar atau sekitar Rp 250 triliun. Ribuan korban dari berbagai negara kehilangan harapan.
Kejatuhan OneCoin tercatat sebagai skandal kripto terbesar sepanjang sejarah. Skema ini menjadikan Ruja Ignatova salah satu perempuan paling dicari FBI hingga kini.
Pada Oktober 2017, Ruja terbang dari Sofia menuju Athena. Sejak itu, ia menghilang tanpa jejak. Tidak ada catatan perjalanan resmi yang bisa ditelusuri.
FBI memasukkannya dalam daftar sepuluh buronan paling dicari di dunia. Hadiah sebesar USD 5 juta ditawarkan bagi siapa saja yang memberikan informasi akurat.
Rumor berkembang bahwa Ruja melakukan operasi plastik wajah dan tubuh agar tak dikenali. Hal ini membuat pencarian semakin rumit dan misteri terus berlarut.
Hingga hari ini, korban OneCoin masih berjuang mencari keadilan. Tabungan, rumah, bahkan warisan keluarga mereka lenyap dalam penipuan global tersebut.
Kisah Ruja menjadi pengingat pahit bahaya investasi instan. Di balik janji keuntungan besar, sering kali tersembunyi jebakan yang berakhir dengan kehancuran finansial.
Kasus OneCoin terus dipelajari sebagai contoh klasik penipuan ponzi modern. Regulasi kripto global semakin diperketat untuk mencegah skandal serupa terulang kembali.
Meski lima tahun lebih menghilang, nama Ruja tetap menghantui dunia kripto. Pertanyaan besar masih menggantung: di mana sebenarnya sang “Cryptoqueen”?
Hari Paru Sedunia 2025: Ancaman Rokok hingga Polusi Udara
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hari Paru Sedunia diperingati setiap 25 September sebagai momentum global mengingatkan pentingnya paru sebagai organ vital penopang kehidupan. Tema tahun 2025 mengusung “Paru Sehat, Hidup Sehat” sebagai seruan dunia menjaga kesehatan pernapasan.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyerukan masyarakat, tenaga medis, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan paru. Langkah nyata harus dilakukan guna mencegah beban penyakit pernapasan yang terus meningkat.
Hari Paru Sedunia juga menyoroti upaya pencegahan, diagnosis dini, hingga pengobatan modern. Dukungan regulasi pemerintah, kesadaran publik, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam melawan epidemi penyakit paru global maupun nasional.
Empat penyakit paru berbahaya menempati posisi penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pneumonia, kanker paru, dan tuberkulosis masih menjadi ancaman utama bagi populasi global, termasuk Indonesia.
Data World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari satu juta kasus baru tuberkulosis dan lebih dari 100 ribu kematian setiap tahun di Indonesia. Situasi ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TB tertinggi kedua di dunia.
Pneumonia menyebabkan lebih dari 300 ribu kasus dan lebih dari 50 ribu kematian per tahun. Sementara itu, kanker paru menempati posisi puncak penyebab kematian akibat kanker dengan 20 ribu kematian dari 30 ribu kasus baru setiap tahun.
Tak hanya itu, sekitar 9 juta orang Indonesia menderita PPOK dan 12 juta lainnya mengidap asma. Jumlah ini menegaskan tingginya beban penyakit paru yang terus menekan sistem kesehatan nasional.
"Penyakit paru akibat infeksi jamur juga meningkat. Pasien dengan HIV/AIDS, riwayat TB, atau yang dirawat intensif berisiko tinggi mengalami mikosis paru," kata Ketua Umum PDPI, Dr. dr. Arief Riadi Arifin via zoom meeting, Kamis (25/09).
Faktor risiko terbesar penyakit paru adalah merokok. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan jumlah perokok aktif mencapai 70 juta, dengan 36% di antaranya adalah orang dewasa.
Lebih dari 70% laki-laki Indonesia adalah perokok, bahkan 56,5% di antaranya adalah remaja usia 15–19 tahun. Rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape) sama-sama mematikan bagi paru.
WHO menegaskan klaim bahwa vape membantu berhenti merokok adalah mitos berbahaya. Faktanya, konsumsi rokok dan vape menyebabkan lebih dari 268 ribu kematian setiap tahun di Indonesia.
Cukai rokok sebesar 57% dinilai belum cukup menekan konsumsi. Studi WHO dan Bank Dunia menunjukkan kenaikan harga rokok 10% hanya menurunkan konsumsi 4–6% di negara berpendapatan menengah-rendah.
Biaya kesehatan akibat rokok di Indonesia mencapai Rp410 triliun per tahun, jauh lebih besar dibandingkan pendapatan negara dari cukai rokok sekitar Rp216,9 triliun pada 2024. Beban ini sebagian besar ditanggung BPJS.
Selain rokok, kebakaran hutan dan polusi udara memperparah kerusakan paru masyarakat. Data KLHK mencatat 487 kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2023 yang meningkatkan risiko penyakit paru.
Polusi udara dari kendaraan, pabrik, hingga rumah tangga menambah beban. Anak-anak dan kelompok rentan mengalami dampak paling berat, termasuk kematian prematur akibat kualitas udara buruk.
Perubahan iklim memperburuk kondisi pernapasan. Suhu tinggi meningkatkan kadar polutan seperti ozon dan PM 2,5. Kelembapan tinggi juga mempermudah penyebaran infeksi pernapasan.
Upaya pencegahan harus diperkuat, mulai dari imunisasi, skrining kesehatan, hingga kawasan tanpa rokok. Pemerintah didorong memperketat regulasi emisi, memperluas akses terapi, dan mendukung riset inovasi medis.
Terapi stem cell, oksigen hiperbarik, bronkoskopi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang medis diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien paru kronis. Inovasi ini menjadi harapan baru kesehatan pernapasan.
PDPI mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana menjaga paru, seperti menggunakan masker, menghindari polusi, berhenti merokok, rutin berolahraga, dan vaksinasi untuk melindungi paru dari infeksi berat.
Masyarakat juga diajak melakukan deteksi dini bila mengalami gejala seperti batuk kronis, sesak napas, nyeri dada, atau batuk darah. Akses layanan kesehatan perlu dimanfaatkan secara optimal.
Kolaborasi lintas kementerian, DPR, tokoh masyarakat, hingga media massa menjadi penting untuk memperjuangkan regulasi udara bersih, pengendalian rokok, dan ketersediaan terapi paru.
Hari Paru Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa paru sehat adalah kunci hidup sehat. Indonesia membutuhkan komitmen bersama menjaga kualitas udara dan kesehatan pernapasan warganya.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Nagantara Foundation Angkat Citra Tiongkok di Mata Indonesia Lewat Buku dan Seminar
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Nagantara Foundation resmi meluncurkan buku Citra Tiongkok di Mata Indonesia karya akademisi Pusanti Ding, Ph.D, melalui seminar reflektif di Jakarta, Kamis 25 September 2025.
Acara ini menghadirkan ruang diskusi publik mengenai bagaimana masyarakat Indonesia membentuk persepsi terhadap Tiongkok melalui budaya, pendidikan, perdagangan, migrasi, hingga diplomasi masyarakat modern.
Buku karya Pusanti Ding menyajikan riset mendalam mengenai citra Tiongkok dalam kesadaran masyarakat Indonesia, dipengaruhi media, pengalaman langsung, serta interaksi warga lintas negara.
Dalam narasi sejarah, Pusanti menyoroti kisah Laksamana Cheng Ho sebagai figur sentral. Jejaknya masih terlihat jelas di Semarang melalui peninggalan klenteng bersejarah.
Migrasi etnis Tionghoa ke Indonesia juga menjadi faktor penting. Kolonialisme, krisis ekonomi, dan kebijakan pemerintah mendorong perpindahan besar, memperluas pertukaran budaya sekaligus interaksi sosial.
Ketua Pusat Kajian Hukum Kebudayaan dan Investasi Indonesia-Tiongkok, Adilla Meytiara Intan, SH., LL.M, menyebut seminar ini bukti nyata komitmen menghadirkan diskusi akademik aplikatif bagi masyarakat.
Menurutnya, pertukaran masyarakat atau people-to-people exchange sangat vital. Bidang pendidikan, budaya, hukum, ekonomi, dan investasi menjadi fondasi untuk memperkuat rasa saling percaya kedua bangsa.
Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah SH., MH., CIIQA, menambahkan kolaborasi lintas institusi merupakan kunci. Juli lalu, delegasi Indonesia melakukan kunjungan ke Tiongkok memperluas jejaring pendidikan serta penelitian.
Seminar juga menghadirkan tamu khusus dari Beijing yang memberi perspektif multidisiplin mengenai kerja sama strategis. Diskusi akademik berlangsung dinamis dan penuh gagasan aplikatif.
Pusanti Ding sendiri dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan lintas negara. Ia pendiri CNY Education Indonesia dan doktor lulusan Central China Normal University.
Kini, ia menjabat Direktur Eksekutif Nagantara Foundation yang berfokus pada pendidikan, hukum, serta pertukaran budaya lintas negara, khususnya hubungan Indonesia dan Tiongkok.
Selain itu, ia dipercaya sebagai Deputy External Affairs di Indonesia-China Center for Legal, Cultural, and Investment Studies, menjembatani kolaborasi akademik dan investasi lintas negara.
Nagantara Foundation melalui buku dan seminar ini berharap hubungan Indonesia-Tiongkok berkembang lebih kokoh. Tidak hanya diplomasi formal, melainkan lahir dari interaksi manusia ke manusia.
Dengan pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam, kerja sama strategis kedua negara diharapkan semakin kuat, berorientasi masa depan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























