Kasus stroke pada usia muda menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir. Studi dalam International Journal of Stroke mencatat kenaikan sekitar 14 persen pada kelompok usia 18–44 tahun di Amerika Serikat.
Di tengah tren tersebut, penelitian jangka panjang menemukan bahwa diet Mediterania dapat menjadi strategi efektif untuk menekan risiko stroke, termasuk pada kelompok usia produktif.
Studi Panjang Ungkap Efektivitas Diet Mediterania
Penelitian yang dipimpin tim peneliti dari Amerika Serikat dan Yunani menunjukkan diet Mediterania berkaitan dengan penurunan risiko stroke secara signifikan.
Studi ini melibatkan 105.614 perempuan di California dengan usia rata-rata 53 tahun. Seluruh peserta tidak memiliki riwayat stroke saat penelitian dimulai.
Peneliti menilai kepatuhan peserta terhadap diet Mediterania menggunakan skor nol hingga sembilan. Semakin tinggi skor, semakin konsisten pola makan yang dijalankan.
Sekitar 30 persen peserta berada pada kelompok skor tertinggi, sementara 13 persen berada pada kelompok skor terendah. Sisanya berada pada kategori menengah.
Setelah pemantauan rata-rata selama 21 tahun, kelompok dengan skor tertinggi tercatat memiliki risiko stroke 18 persen lebih rendah dibanding kelompok terendah.
Pola Makan Nabati dan Lemak Sehat Jadi Kunci
Diet Mediterania menekankan konsumsi makanan berbasis nabati, seperti sayuran, buah, kacang, dan biji-bijian, serta penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok dengan kepatuhan tinggi terhadap diet ini memiliki risiko stroke iskemik 16 persen lebih rendah dan stroke hemoragik 25 persen lebih rendah.
Analisis juga telah memperhitungkan faktor lain yang memengaruhi risiko stroke, termasuk kebiasaan merokok dan tekanan darah tinggi.
“Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan. Sangat menggembirakan bahwa perbaikan pola makan dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini,” ujar Sophia Wang, penulis utama penelitian.
Temuan ini memperkuat peran pola makan sehat sebagai faktor penting dalam pencegahan stroke, khususnya di usia muda yang kini semakin rentan.
Diet Mediterania dinilai tidak hanya menjaga kesehatan jantung, tetapi juga menjadi langkah preventif yang relevan dalam menghadapi tren peningkatan stroke global.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar