Divisi Humas Polri menggelar dialog publik soal penguatan internal Polri dan tantangan hukum di era kecerdasan artifisial (AI) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Forum ini melibatkan lintas sektor untuk merespons cepat dinamika teknologi digital.
Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Era AI
Karopenmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, dialog ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara kepolisian, kementerian, lembaga, akademisi, hingga masyarakat umum.
“Divisi Humas Polri melakukan kegiatan dialog publik yang sifatnya kolaboratif dan terintegrasi dengan kementerian serta lembaga dalam menghadapi khususnya tantangan-tantangan di era digital,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Acara dibuka Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Irma Handayani dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kombes Pol Andrian Pramudianto dari Bareskrim Polri, serta Brilliant Faryandi selaku CEO dan Founder E-Magic Group.
Forum ini juga diikuti mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. Diskusi berlangsung cukup cair, tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menggali persoalan yang mulai terasa dekat dalam kehidupan sehari-hari.
Saya sempat menghadiri forum serupa beberapa tahun lalu. Bedanya, waktu itu AI masih dianggap “barang masa depan”. Kini, obrolannya jauh lebih konkret—mulai dari penipuan digital hingga manipulasi data yang makin sulit dilacak.
Kejahatan Digital Makin Kompleks
Menurut Trunoyudo, perkembangan teknologi berbasis AI memunculkan pola kejahatan baru yang bersifat ekosistem. Artinya, tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam jaringan digital yang kompleks.
“Perkembangan kejahatan yang bersifat ekosistem di dalam ruang digital perlu dijaga keamanannya dan tentu juga dilakukan literasi serta penegakan hukum apabila mengganggu stabilitas dan keteraturan sosial,” jelasnya.
Isu ini makin relevan karena aktivitas masyarakat sudah bergeser ke ruang digital. Dari transaksi keuangan sampai interaksi sosial, semua berpotensi menjadi celah jika tidak diimbangi literasi dan pengawasan.
Dalam obrolan ringan dengan beberapa peserta, kekhawatiran yang muncul ternyata mirip: bukan lagi soal “apakah kejahatan digital ada”, tapi “seberapa cepat kita bisa mengantisipasinya”.
Melalui dialog ini, Polri berharap kolaborasi lintas sektor bisa terus diperkuat. Target besarnya jelas, menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar