Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) Provinsi DKI Jakarta resmi memulai babak baru. Lewat prosesi pengukuhan yang khidmat pada Minggu (8/2), Mirza Mustaqim terpilih secara aklamasi untuk menakhodai organisasi sayap Partai Demokrat tersebut periode 2026-2031.
Dalam pidato perdananya, Mirza menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar pergantian kursi kepemimpinan. Baginya, posisi Ketua adalah tanggung jawab moral untuk menentukan arah perjuangan pemuda di tengah dinamika Jakarta yang kian kompleks.
"Kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan kesiapan untuk bekerja dan melayani. Tantangan ke depan tidak ringan, namun persatuan kader adalah kunci untuk menghadapinya," ujar Mirza di hadapan para pengurus dan pembina.
Mirza menyoroti posisi strategis Jakarta sebagai pusat gagasan nasional. Ia menginginkan BMI tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai aktor yang merancang dan menggerakkan kemajuan di etalase bangsa tersebut.
Guna mencapai target itu, ia merumuskan tiga unsur vital kekuatan organisasi: kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, dan kemandirian finansial. Menurutnya, sinergi ketiga hal ini akan membuat roda organisasi berjalan stabil dan progresif.
"Tanpa inteligensi, mental petarung, dan dukungan pendanaan yang sehat, organisasi sulit berkembang. Kita harus memiliki ketiganya agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas," tambahnya secara lugas.
Menutup orasinya, Mirza menyatakan keterbukaan BMI Jakarta untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga ormas kepemudaan lainnya. Fokus utamanya adalah memastikan kehadiran BMI dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim formatur yang telah mempersiapkan pelantikan ini. Langkah awal ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas dan visioner dari rahim BMI Jakarta.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar