Ketua Umum Korps Indonesia Muda (KIM), Hika T.A. Putra, melempar kritik tajam terkait bursa Wakil Presiden (Wapres) menjelang Pemilu 2029.
Berbicara usai talkshow "Wapres Muda 2029" di Jakarta, Minggu (8/2), Hika menekankan pentingnya kelayakan figur ketimbang sekadar strategi meraih suara.
Ia menggarisbawahi bahwa Wapres mendatang haruslah sosok yang memiliki kapabilitas murni, bukan figur yang sengaja "diciptakan" demi kepentingan jangka pendek.
"Saya harap Capres memilih Wapres bukan cuma supaya menang, tapi yang mampu mengimbangi kepemimpinan dalam mengelola negara," ujar Hika lugas.
Fenomena politik hari ini memang menunjukkan peningkatan kesadaran di kalangan anak muda, namun Hika mengingatkan bahwa tantangan ke depan jauh lebih kompleks.
Ia menyoroti adanya pola kekuasaan yang mulai tidak sehat, terutama dalam menyusun strategi pemenangan yang dianggapnya melampaui batas kewajaran profesionalitas.
Salah satu poin krusial yang ia singgung adalah penempatan jabatan strategis di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai indikator yang patut dicermati masyarakat.
"Penempatan hakim MK patut kita curigai sebagai ancang-ancang memuluskan kemenangan tertentu. Anak muda harus peka melihat pola ini," tegasnya.
Hika juga mengimbau pemilih muda untuk tidak lagi terbuai oleh politik transaksional kuno, seperti pembagian sembako yang kerap muncul menjelang pemungutan suara.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan akan sia-sia jika anak muda justru terjebak menjadi oportunis atau sekadar "penjilat" di dalam pusaran kekuasaan yang ada.
Ia menutup pesannya dengan ajakan moral agar seluruh elemen bangsa mengedepankan kepentingan negara di atas ambisi pribadi maupun kelompok politik tertentu.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar