Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin Bakti Kesehatan dan Gerakan Pangan Murah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026).
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.
Program tersebut menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Peserta terdiri atas buruh, pengemudi ojek online, warga sekitar, serta sejumlah unsur masyarakat yang berperan dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri menghadirkan pelayanan sosial yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan pangan dan kesehatan meningkat.
Bakti Kesehatan untuk 3.000 Warga
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan Polri berupaya hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar warga.
Menurutnya, pelayanan kesehatan dan ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan kebutuhan penting yang perlu diperhatikan menjelang Lebaran.
“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Dedi saat menyapa warga di lokasi kegiatan.
Di wilayah Jakarta, kegiatan ini menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat. Mereka terdiri dari 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta sekitar 1.900 anggota masyarakat dari berbagai organisasi dan kelompok sosial.
Kelompok tersebut antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, organisasi masyarakat FBR dan GRIB, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Sinergi Polri dan Bulog Hadirkan Layanan Sosial
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi kolaborasi antara Polri dan Bulog dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antarinstansi ini mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Dalam kegiatan tersebut, Polri menurunkan tenaga medis yang terdiri dari 10 dokter umum, satu dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang mencakup perawat dan analis laboratorium.
Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Untuk mendukung layanan medis, Polri menyiagakan tujuh unit ambulans selama kegiatan berlangsung.
Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat membeli bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah hasil kerja sama Polri dengan Perum Bulog, seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan ini turut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah hingga tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar