Workshop pemanfaatan Artificial Intelligence dan keamanan siber digelar Yorindo Communication bersama APTIKNAS dan APKOMINDO di Hotel Harris Sunset Road, Bali, Rabu, 5 Maret 2026.
Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan Siber
Yorindo Communication bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) menggelar workshop bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” di Bali.
Kegiatan ini menghadirkan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., yang memaparkan perkembangan ancaman siber di tengah percepatan transformasi digital.
Dalam paparannya, Slamet Aji Pamungkas menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan membawa manfaat sekaligus tantangan baru bagi organisasi dan dunia usaha.
Menurut dia, Artificial Intelligence mampu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas bisnis, namun di sisi lain juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan siber yang semakin kompleks.
“Perkembangan AI membawa dua sisi sekaligus. Teknologi ini bisa meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber yang lebih canggih,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow nasional yang digelar di 10 kota di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 untuk meningkatkan kesiapan industri menghadapi perkembangan teknologi AI dan tantangan keamanan siber.
Kedaulatan Data dan Infrastruktur Digital
Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH., menekankan pentingnya kesadaran para pemimpin transformasi digital terhadap keamanan dan kedaulatan data nasional.
Menurut Soegiharto, organisasi dan perusahaan perlu memahami dengan jelas lokasi penyimpanan data serta menentukan strategi pengelolaan infrastruktur digital yang tepat.
“Para Digital Transformation Leaders perlu memahami di mana data disimpan dan menentukan pilihan strategis, apakah membangun infrastruktur on-premise atau memanfaatkan cloud lokal untuk menjaga keamanan aset informasi,” kata Soegiharto yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PERATIN dan Wakil Ketua Umum DPP SPRI.
Selain sesi kebijakan dan keamanan siber, workshop juga menghadirkan berbagai vendor teknologi yang memperkenalkan solusi infrastruktur digital dan perlindungan data bagi sektor industri.
Account Executive Manager Sawah Cybersecurity Maria Esmeralda menjelaskan bahwa perusahaan tersebut mengembangkan pendekatan keamanan siber modern dengan dukungan tim ahli serta kolaborasi global yang melibatkan Indonesia, Belanda, dan Jepang.
Sementara itu, solusi infrastruktur digital juga dipaparkan oleh perwakilan PT Smartnetindo yang memperkenalkan sistem teknologi terintegrasi untuk mendukung implementasi transformasi digital di berbagai sektor.
Dalam sesi implementasi teknologi, Direktur SMARTPULS Agus Dedi Supriyadi mendemonstrasikan penggunaan AI automation melalui platform n8n yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan berbagai sistem dan aplikasi secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Workshop ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor, termasuk manajemen rumah sakit, industri manufaktur, perhotelan, institusi pendidikan, serta profesional teknologi informasi di Bali.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar