Zakir, salah satu pemegang saham kafe Lavanaa, menilai dampak perang Iran terhadap bisnis kafe dan restoran di Indonesia belum signifikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Jakarta, Kamis (26/03/2026).
Menurut Zakir, meski terjadi perlambatan aktivitas konsumen, operasional kafe masih berjalan stabil. Ia menyebut kondisi saat ini belum berdampak besar terhadap sektor usaha hiburan dan kuliner.
Dampak Perang Iran ke Bisnis Kafe Masih Terbatas
Zakir menjelaskan, kondisi kafe Lavanaa memang mengalami penurunan laju kunjungan. Namun, penurunan tersebut dinilai wajar dan belum mengganggu stabilitas usaha secara keseluruhan.
“Untuk sementara ini tidak terlalu signifikan. Masih normal, hanya mungkin pengeluaran pelanggan sedikit menurun,” ujar Zakir saat di wawancara.
Ia menambahkan, ketidakpastian global seperti konflik Iran perlu diwaspadai. Namun, dampaknya terhadap bisnis lokal masih bergantung pada durasi dan eskalasi konflik ke depan.
Beban Pajak dan Harapan ke Pemerintah
Selain faktor global, Zakir menyoroti tekanan dari sisi pajak yang dirasakan pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa seluruh perizinan usaha telah dipenuhi, termasuk izin operasional dan administrasi terkait.
Menurut dia, kepatuhan terhadap regulasi tetap dijalankan, termasuk kewajiban pajak dan perizinan minuman beralkohol. Namun, pelaku usaha berharap ada ruang kelonggaran dari pemerintah.
“Kita taat aturan, tapi jangan terus-menerus ditekan. Setidaknya ada kelonggaran agar usaha bisa tetap bertahan,” kata Zakir.
Kafe Lavanaa sendiri telah beroperasi hampir satu tahun dengan kapasitas sekitar 40 orang di dalam ruangan dan tambahan kapasitas serupa di area luar.
Usaha ini merupakan hasil kolaborasi delapan orang pendiri yang awalnya memiliki kebiasaan berkumpul bersama. Konsep menu yang ditawarkan mengusung Chinese food tanpa penggunaan pork maupun lard.
Zakir menyebut, ke depan pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih kepada pelaku usaha, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika global.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar