PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan laba bersih Rp175,52 miliar sepanjang 2025. Angka itu melonjak 115,1 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp81,6 miliar. Lonjakan terjadi di tengah kenaikan beban pokok pendapatan dan meningkatnya liabilitas perusahaan konstruksi tersebut.
Direktur Utama NRCA, Hadiwinarto Christanto, menyampaikan capaian itu dalam public expose di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2026. Anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk tersebut menilai peningkatan penghasilan lain-lain dan efisiensi beban menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba.
Kinerja Operasional Masih Tertekan
Sepanjang 2025, pendapatan NRCA tumbuh 7,1 persen menjadi Rp3,61 triliun, dibandingkan Rp3,37 triliun pada 2024. Namun, kenaikan itu belum sepenuhnya tercermin pada laba bruto karena beban pokok pendapatan ikut naik 7,7 persen menjadi Rp3,21 triliun.
Akibatnya, laba bruto hanya meningkat tipis 2,8 persen menjadi Rp398,99 miliar. Situasi ini menunjukkan margin operasional perseroan masih menghadapi tekanan di tengah ketatnya industri konstruksi.
Meski demikian, laba usaha NRCA justru melonjak 42,5 persen menjadi Rp278,47 miliar. Kenaikan tajam tersebut terutama ditopang penghasilan lainnya yang melesat 142 persen menjadi Rp95,03 miliar. Di sisi lain, beban lainnya turun 32,6 persen menjadi Rp65,55 miliar.
Laba sebelum pajak perusahaan konstruksi yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk itu mencapai Rp175,64 miliar atau naik 114,1 persen secara tahunan.
Ekspansi dan Risiko Liabilitas
Dari sisi neraca, total aset NRCA naik 22,4 persen menjadi Rp2,9 triliun hingga akhir 2025. Kas dan setara kas juga meningkat 20,5 persen menjadi Rp649,4 miliar.
Namun, kenaikan aset dibarengi lonjakan liabilitas sebesar 31,6 persen menjadi Rp1,54 triliun. Peningkatan terutama berasal dari kewajiban jangka pendek, seiring ekspansi proyek dan kebutuhan modal kerja.
Manajemen menargetkan pendapatan operasional Rp3,8 triliun pada 2026. Hingga Mei 2026, nilai kontrak baru telah mencapai Rp1,11 triliun, termasuk proyek Pou Chen Factory Pekalongan, Lampung City Mall Phase 2, hingga Saint Carolus Hospital Gading Serpong.
NRCA kini menghadapi dua tantangan sekaligus: menjaga pertumbuhan laba dan mengendalikan tekanan liabilitas. Strategi memburu proyek pemerintah, efisiensi operasional, serta ekspansi kemitraan diproyeksikan menjadi penopang utama kinerja perseroan pada 2026.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar