Glodon Indonesia bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mempercepat transformasi digital sektor konstruksi melalui penerapan Artificial Intelligence (AI), 5D BIM, dan Common Data Environment (CDE) dalam ajang Glodon Indonesia AEC Days 2026 di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Forum itu bukan sekadar peluncuran teknologi baru. Pemerintah dan pelaku industri mulai mengakui digitalisasi konstruksi sebagai kebutuhan mendesak di tengah proyek infrastruktur yang makin kompleks, mahal, dan melibatkan ribuan data lintas sektor.
Head of Data and Information Division Ministry of Public Works Indonesia, Komang Sri Hartini, mengatakan percepatan transformasi digital mulai terasa sejak pandemi Covid-19 dan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.
“Digitalisasi infrastruktur bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami harus membangun manajemen data yang efisien, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Komang Sri Hartini.
Menurut dia, proyek IKN menjadi titik balik pengelolaan data konstruksi nasional. Dari sana, pemerintah mulai membangun standarisasi data digital dan pola kolaborasi lintas sektor berbasis BIM.
Tantangan Digitalisasi Konstruksi Indonesia
Komang mengakui transformasi digital tak berjalan mulus. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan sekitar 75 ribu data infrastruktur yang harus dipantau secara bersamaan.
Di lapangan, persoalan sering muncul karena data proyek tersebar di banyak sistem. Seorang pengawas proyek yang hadir dalam forum itu bahkan bercerita pernah mengejar revisi gambar konstruksi lewat grup percakapan hingga tengah malam karena dokumen tidak terintegrasi.
Masalah semacam itu membuat implementasi BIM, CDE, dan AI menjadi semakin penting. Lewat sistem terpusat, pemerintah dapat memantau progres proyek, membaca potensi risiko, hingga mengevaluasi kinerja konstruksi secara real time.
“Semua pemangku kepentingan bekerja dalam basis data yang sama. Itu membuat pengambilan keputusan jauh lebih cepat,” kata Komang.
Glodon Luncurkan QuantifAI dan Kompetisi AI 5D BIM
Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, mengatakan perusahaan kini mengembangkan teknologi 5D BIM berbasis AI melalui produk terbaru bernama Glodon QuantifAI, solusi digital terbaru dalam bentuk 2-in-1.
Teknologi itu diklaim mampu membaca berbagai format gambar konstruksi di Indonesia dan membantu penghitungan volume material lebih akurat. Sistem tersebut juga terhubung dengan kontrol penggunaan material di lapangan.
“Tujuan utamanya membuat proyek lebih efisien, lebih menguntungkan, dan mengurangi kesalahan pekerjaan,” ujar Florentia.
Dalam acara itu, Glodon dan Kementerian Pekerjaan Umum juga meluncurkan AI 5D BIM Master Challenge 2026 dengan target 1.500 peserta dari kalangan mahasiswa, quantity surveyor, hingga profesional konstruksi.
Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Republik Indonesia, Kimron Manik, mengatakan tenaga kerja konstruksi Indonesia tak bisa lagi menghindari perubahan teknologi.
“Suka atau tidak suka, pelaku konstruksi Indonesia dipaksa mengikuti perkembangan teknologi digital,” ujar Kimron.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar