Kasus asam urat pada usia muda kini makin sering ditemukan. Bukan hanya pada laki-laki, perempuan usia 20-an juga mulai banyak mengeluhkan nyeri sendi mendadak yang ternyata berujung pada gangguan ginjal.
Masalahnya sering dianggap sepele. Banyak orang mengira nyeri pada kaki atau jempol hanya akibat kelelahan biasa. Padahal, itu bisa menjadi sinyal awal kadar asam urat yang sudah terlalu tinggi dan mulai membebani ginjal.
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Memicu
Pola makan menjadi pemicu paling sering. Konsumsi jeroan, seafood, daging merah, hingga makanan instan berlebihan membuat kadar purin meningkat dan memicu penumpukan asam urat dalam tubuh.
Saya pernah menemui seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun yang mengaku hampir setiap malam makan mi instan dan gorengan karena praktis. Saat nyeri menyerang, ia baru sadar biaya berobat jauh lebih mahal daripada menjaga pola makan.
Kurang minum air putih juga memperburuk kondisi. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal lebih sulit membuang asam urat melalui urin. Akibatnya, kristal menumpuk dan berpotensi memicu batu ginjal.
Minuman bersoda dan tinggi gula juga tak kalah berbahaya. Kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat sekaligus mempercepat kerusakan fungsi ginjal.
Gaya hidup minim gerak ikut memperparah. Duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan berat badan berlebih membuat metabolisme melambat sehingga peradangan lebih mudah muncul.
Belum lagi stres yang sering dianggap hal biasa. Saat hormon tubuh tidak stabil, respons peradangan meningkat dan serangan nyeri sendi menjadi lebih mudah kambuh.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Tanda paling umum adalah nyeri mendadak pada malam hari. Biasanya muncul di area jempol kaki, lutut, atau pergelangan dengan rasa sakit yang tajam.
Sendi juga terasa panas, merah, dan bengkak. Pada beberapa kasus, rasa nyerinya sangat hebat sampai penderita sulit berjalan.
Banyak orang menunda pemeriksaan karena merasa masih muda. Padahal, justru di fase awal inilah pengendalian paling efektif bisa dilakukan.
Saya teringat keluhan seorang ibu muda yang mengira kakinya terkilir biasa. Setelah diperiksa, ternyata kadar asam uratnya tinggi dan sudah memicu gangguan pada saluran kemih.
Jika Dibiarkan, Dampaknya Lebih Serius
Serangan nyeri bisa berulang dan makin sering. Kaki menjadi bengkak, sulit digerakkan, bahkan muncul benjolan keras atau tophi akibat penumpukan kristal asam urat.
Komplikasi paling berat terjadi pada ginjal, mulai dari batu ginjal hingga gagal ginjal. Risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, stroke, dan sindrom metabolik juga ikut meningkat.
Karena itu, pencegahan harus dimulai lebih cepat.
Kurangi makanan tinggi purin, minum air putih minimal dua liter per hari, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, serta menghindari alkohol dan minuman tinggi gula menjadi langkah paling sederhana namun paling efektif.
Kesehatan memang investasi mahal. Banyak orang baru sadar setelah tubuh mulai memberi tagihan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto































