Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP meninjau langsung Marshalling Area (MA) Yon TP 952/Imam Bulqin di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Jumat (24/4/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai spektrum tugas, mulai dari operasi tempur hingga tugas teritorial. Peninjauan juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kondisi personel dan fasilitas satuan.
Setibanya sekitar pukul 14.55 WIB, Pangdam disambut hormat jajar, yel-yel prajurit, hingga atraksi pencak silat yang menunjukkan kesiapan fisik dan mental pasukan.
Rombongan pejabat utama Kodam XIX turut mendampingi peninjauan di dua titik, yakni di Jalan Lintas Duri–Dumai Simpang Bangko, Desa Kasumbo Ampai, serta Jalan Lingkar Simpang 5, Desa Petani.
Pangdam Tekankan Mental Juang dan Disiplin
Dalam arahannya, Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa prajurit tidak cukup hanya hadir secara fisik. Mental juang, disiplin, dan rasa syukur, menurut dia, menjadi fondasi utama dalam pengabdian seorang tentara.
Ia mengingatkan bahwa setiap personel wajib memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari ketahanan fisik, kemampuan menembak, hingga bela diri yang harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan.
Saya pernah mendengar seorang perwira senior mengatakan, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan cara paling jujur untuk mengukur kesiapan. Saat kondisi lapangan berubah cepat, hanya disiplin yang biasanya tetap bertahan.
Pesan itu terasa relevan dengan situasi saat ini. Tugas prajurit semakin kompleks, bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga dituntut adaptif menghadapi persoalan sosial di wilayah binaan.
Marshalling Area Jadi Titik Strategis Pembinaan
Menurut Pangdam, Marshalling Area Yon TP 952/Imam Bulqin memegang peran penting sebagai pusat pembinaan dan penguatan kesiapan prajurit.
“Tidak boleh ada prajurit yang lemah, seluruh personel harus siap dalam kondisi apa pun,” tegasnya dalam pengarahan di Bengkalis.
Selain kemampuan tempur, ia juga mendorong penguatan keterampilan teritorial seperti pertanian, konstruksi, peternakan, dan perikanan untuk mendukung kemandirian prajurit.
Pendekatan ini menarik. Di banyak wilayah, prajurit bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi masyarakat sekitar. Ketika kemampuan teritorial kuat, hubungan dengan warga biasanya ikut menguat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan Komandan Batalyon mengenai kondisi dan kesiapan satuan sebelum rombongan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah di Masjid MA Yon TP 952/IB sekitar pukul 15.40 WIB.
Kunjungan Pangdam XIX Tuanku Tambusai ini menegaskan bahwa kesiapan prajurit bukan sekadar soal senjata, tetapi juga karakter, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika tugas yang terus berubah.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar