Kolaborasi BSSN RI, APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO DPK Kabupaten Bekasi, dan YORINDO Communication menggelar roadshow di Cikarang, Kamis (9/4/2026). Agenda ini fokus mempercepat blueprint transformasi digital industri manufaktur nasional.
Acara bertajuk ““AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” ini menjadi kota ketiga dalam rangkaian 10 kota. Cikarang dipilih karena posisinya sebagai pusat manufaktur yang menopang rantai pasok nasional.
Blueprint Transformasi Digital Industri Mulai Diperjelas
Direktur YORINDO Communication, Yolanda Roring, menegaskan roadshow ini dirancang sebagai panduan praktis bagi pelaku industri. “Kami hadirkan ekosistem lengkap, dari keamanan siber hingga AI terapan,” ujarnya.
Dukungan datang dari Ketua APINDO DPK Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono. Ia menilai AI bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan untuk mendorong produktivitas dan daya saing global.
“Transformasi digital harus berdampak pada efisiensi nyata, termasuk sistem pengupahan berbasis produktivitas,” kata Yusuf dalam forum tersebut.
Saya sempat berbincang dengan salah satu peserta, manajer pabrik di kawasan Jababeka. Ia mengaku selama ini digitalisasi hanya sebatas ERP dasar. “Begitu lihat AI bisa otomatisasi workflow, baru terasa gap-nya jauh,” ujarnya.
Keamanan Siber dan Infrastruktur Jadi Sorotan
Dari sisi keamanan, Deputi BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menekankan pentingnya sistem pertahanan siber otonom. Menurut dia, ancaman digital kini bergerak lebih cepat dari respons manual.
“Autonomous defense menjadi kunci melindungi operasional industri kritis,” ujarnya. Pendekatan ini memungkinkan sistem merespons serangan tanpa menunggu intervensi manusia.
Sementara itu, Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Soegiharto Santoso, menyoroti risiko “black box syndrome”. Ia mengingatkan adopsi AI tanpa fondasi infrastruktur kuat berpotensi menimbulkan ketergantungan.
“Pilihan harus jelas, apakah on-premise atau cloud lokal yang menjamin kedaulatan data,” kata Hoky, sapaan akrabnya.
Solusi konkret juga dipaparkan pelaku industri, mulai dari hingga Smartnetindo. Fokusnya pada integrasi AI, IoT, dan otomatisasi proses bisnis.
Di sesi akhir, peserta mengikuti workshop praktik integrasi sistem berbasis AI. Banyak yang baru menyadari bahwa transformasi digital bukan sekadar beli teknologi, tetapi mengubah cara kerja secara menyeluruh.
Roadshow ini akan berlanjut ke sejumlah kota industri lain hingga Juni 2026. Targetnya jelas: mempercepat kesiapan industri nasional menghadapi era AI dengan sistem yang aman dan terukur.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar