PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025. Laba bersih naik 38,44% menjadi Rp574,39 miliar. Hal tersebut disampaikan Direktur DKFT, Yohanes Supriady dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (22/04/2025),
Pendapatan tumbuh moderat 7,87% ke Rp1,576 triliun, namun efisiensi biaya mendorong margin. Perusahaan mulai menggeser strategi dari ekspansi volume ke optimalisasi profitabilitas pada 2026.
Kinerja Keuangan Melonjak, Efisiensi Jadi Kunci
Kombinasi kenaikan pendapatan dan penurunan beban pokok 4,48% membuat laba kotor melesat 24,11% menjadi Rp783,59 miliar. Beban usaha dan pajak ikut ditekan 3,37%.
Dampaknya terasa langsung. Laba per saham naik tajam 56,63% menjadi Rp104,02. Ini sinyal kuat bahwa efisiensi bukan sekadar jargon, melainkan eksekusi nyata di lapangan.
Neraca Menguat, Likuiditas Lebih Longgar
Dari sisi fundamental, kas melonjak 40% menjadi Rp723,90 miliar. Total aset naik 22% ke Rp3,09 triliun, sementara ekuitas tumbuh 45% menjadi Rp1,23 triliun.
Menariknya, liabilitas jangka panjang turun 6%. Ini mengindikasikan upaya deleveraging—langkah yang jarang diambil agresif saat kinerja sedang naik.
Bagi investor ritel, angka-angka ini biasanya jadi “alarm hijau”. Struktur modal yang sehat memberi ruang ekspansi tanpa tekanan utang berlebih.
Operasional: Penjualan Melampaui Produksi
Produksi bijih nikel relatif stagnan di 2,93 juta ton. Namun penjualan melonjak 16,60% menjadi 3,03 juta ton. Artinya, perusahaan agresif mengoptimalkan stok.
Segmen batu kapur bahkan melesat. Produksi naik 165,79% dan penjualan tumbuh 73,96%. Ini mulai terlihat sebagai sumber pertumbuhan baru.
Proyeksi 2026: Volume Turun, Laba Tetap Naik
DKFT memproyeksikan volume penjualan turun 36,4% menjadi 1,93 juta ton pada 2026. Pendapatan relatif stagnan di kisaran Rp1,57 triliun.
Namun laba bersih justru diperkirakan naik 9,49% menjadi Rp628,89 miliar. EBITDA ikut meningkat. Strateginya jelas: margin lebih penting daripada tonase.
Pendekatan ini mengingatkan pada pergeseran industri tambang global—lebih selektif, fokus kualitas, bukan sekadar kuantitas.
Strategi dan ESG: Fondasi Jangka Panjang
Perusahaan menyiapkan tiga fokus utama: peningkatan kapasitas, penambahan cadangan melalui eksplorasi dan akuisisi IUP, serta optimalisasi operasi.
Di sisi ESG, DKFT mulai lebih terstruktur. Penanaman 110.800 pohon, penggunaan alat listrik, hingga proyek PLTS menjadi bagian transisi energi.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto












Tidak ada komentar:
Posting Komentar