Roadshow nasional bertajuk AI Driven Secure & Efficient: Engineering Digital Transformation Blueprint kembali digelar, kali ini singgah di Batam, Kepulauan Riau. Lebih dari 100 peserta dari sektor manufaktur, logistik, kesehatan, hingga praktisi teknologi berkumpul di Harmoni One Hotel Batam untuk membahas satu isu yang kini tak bisa ditunda: bagaimana mengadopsi kecerdasan buatan tanpa membuka celah risiko baru.
Acara ini merupakan kolaborasi Yorindo Communication bersama APTIKNAS dan APKOMINDO, didukung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI serta bersinergi dengan KADIN Batam. Fokusnya bukan sekadar bicara tren AI, tetapi menyusun fondasi transformasi digital yang aman, terukur, dan berkelanjutan.
Fondasi Digital Tak Bisa Dilewati
Direktur Yorindo Communication, Yolanda Roring, menegaskan Batam dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai menjadi simpul penting industri dan perdagangan internasional, sehingga menjadi laboratorium nyata untuk penguatan transformasi digital nasional.
“Kami menghadirkan ekosistem lengkap, mulai dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga implementasi AI yang aplikatif. Batam menjadi titik penting karena merupakan hub industri dan perdagangan internasional,” ujar Yolanda.
Pernyataan itu terasa relevan. Dalam banyak forum teknologi, AI sering diperlakukan seperti obat mujarab. Padahal di lapangan, banyak perusahaan masih berjuang dengan persoalan dasar—server yang belum stabil, backup data yang berantakan, hingga keamanan siber yang dianggap urusan belakang. Ibarat membangun gedung tinggi di atas tanah labil, hasilnya hanya menunggu waktu untuk runtuh.
Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, mengingatkan adopsi AI tanpa fondasi digital yang kokoh justru berbahaya.
“Adopsi AI tanpa infrastruktur digital yang kuat berisiko menimbulkan Black Box Syndrome, yaitu kondisi ketika sistem berjalan tanpa transparansi dan kontrol,” kata Hoky.
Menurut dia, Indonesia perlu membangun digital backbone yang mandiri dan berdaulat, baik melalui sistem on-premise maupun cloud lokal agar kontrol data tetap terjaga.
Keamanan Siber Jadi Garis Pertahanan
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., menekankan keamanan siber harus menjadi fondasi utama transformasi digital.
Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep Autonomous Cyber Defense, yakni sistem pertahanan siber yang adaptif dan mampu merespons ancaman secara otomatis.
Pendekatan ini dinilai penting, terutama untuk melindungi infrastruktur kritis seperti manufaktur dan layanan kesehatan. Serangan siber kini bergerak lebih cepat dari prosedur birokrasi biasa. Jika pertahanan masih manual, perusahaan hanya akan sibuk memadamkan api.
Ketua APTIKNAS Kepulauan Riau, Robert Liandro, menambahkan pihaknya siap menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan solusi teknologi yang tepat.
“APTIKNAS Kepri siap memastikan transformasi digital berjalan secara terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Workshop interaktif yang dipandu Agus Dedi Supriyadi juga menjadi sorotan. Peserta mempraktikkan langsung otomasi proses bisnis menggunakan platform n8n serta integrasi AI dan IoT. Ini bukan seminar yang berhenti di slide presentasi—peserta diajak menyentuh langsung cara kerja transformasi digital.
Roadshow ini akan berlanjut ke Purwakarta, Tangerang, Solo, Jakarta, Semarang, hingga Balikpapan-Samarinda sebagai bagian dari target pemerataan transformasi digital di 10 kota strategis Indonesia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar