SMESCO Indonesia menggelar Meet the Market di Jakarta, Rabu (11/2/2026), mempertemukan 200 UMKM terpilih dengan buyer ritel nasional dan internasional jelang InaBuyer Expo 2026.
SMESCO Indonesia resmi membuka program Meet the Market sebagai langkah awal memperluas akses pasar UMKM menuju gelaran utama InaBuyer Expo 2026.
Sebanyak 200 UMKM terpilih dipertemukan langsung dengan buyer dari jaringan ritel modern, baik nasional maupun internasional. Peserta berasal dari beragam sektor, mulai dari kuliner, agrikultur, kriya, hingga fesyen.
Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menyebut Meet the Market dirancang sebagai ruang temu bisnis yang berkelanjutan. SMESCO, kata dia, tidak sekadar menjadi lokasi pameran, tetapi pusat pergerakan ekonomi rakyat.
Menurut Doddy, gedung SMESCO harus berfungsi sebagai “rumah” bagi UMKM. Tempat di mana pelaku usaha bisa bertemu mitra, memperluas jejaring, sekaligus masuk ke ekosistem pasar formal secara nyata.
“Dari sekitar 583 pendaftar, kami seleksi 200 UMKM yang dinilai siap. Hari ini mereka kami dorong agar benar-benar terkoneksi dengan pasar,” ujar Doddy dalam laporannya.
Hadir mewakili Wakil Menteri UMKM, Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana menekankan pentingnya prinsip 3K bagi UMKM yang ingin naik kelas. Tiga aspek tersebut meliputi kualitas, kontinuitas, dan kapasitas.
Temmy menilai tantangan UMKM tidak berhenti pada penciptaan produk yang baik. Konsistensi pasokan menjadi kunci ketika UMKM mulai bekerja sama dengan pelaku usaha skala besar.
Ia mencontohkan, banyak kemitraan tersendat karena UMKM tidak mampu memenuhi volume permintaan yang telah disepakati. Situasi ini kerap menimbulkan keraguan di pihak mitra bisnis.
“Kalau diminta seribu tapi yang datang dua ratus, kepercayaan bisa runtuh. Bisnis itu soal komitmen menjaga kesepakatan,” kata Temmy di hadapan peserta.
Dari sisi ritel, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menegaskan bahwa Meet the Market adalah forum bisnis murni, bukan program tanggung jawab sosial perusahaan. Produk UMKM, menurutnya, harus mampu bersaing secara global.
Budihardjo juga menyoroti pentingnya struktur harga yang sehat. Ia menyarankan adanya pembedaan jelas antara harga distributor dan harga eceran agar mitra ritel memperoleh margin yang wajar.
“Peritel ingin membantu UMKM. Tapi jangan sampai harga di toko modern justru lebih mahal dibandingkan penjualan langsung lewat kanal online,” ujarnya.
Melalui Meet the Market, SMESCO menargetkan terjadinya realisasi transaksi yang konkret.
Hingga Mei 2026, kinerja UMKM peserta akan dipantau dan dilaporkan pada puncak acara InaBuyer Expo sebagai indikator keberhasilan integrasi UMKM ke pasar global.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar