BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan program Kurban Berkah 2026 dengan fokus penyaluran ke kawasan kumuh miskin di Jakarta hingga wilayah 3T di luar ibu kota. Program itu dipaparkan dalam Public Expose Kurban Berkah Baznas (Bazis) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Mei 2026.
Ketika banyak lembaga filantropi masih berkutat pada seremoni tahunan, BAZNAS DKI justru mencoba mengubah pola distribusi kurban menjadi lebih terukur. Penyaluran daging kini berbasis DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar bantuan benar-benar jatuh ke warga paling rentan.
Kurban BAZNAS DKI Sasar RW Kumuh dan Kampung Tanpa Matahari
Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad H. Abubakar, mengatakan distribusi kurban tahun ini diprioritaskan untuk 23 titik RW kumuh miskin atau “RW Kumis” yang tersebar di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu.
“Kurban ini kami hadirkan lebih terukur dengan data, lebih transparan, dan lebih berdampak nyata bagi warga di pelosok Jakarta,” ujar Ahmad H. Abubakar.
Ia bercerita pernah mendatangi gang sempit di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lorongnya gelap dan nyaris tanpa cahaya matahari. Banyak warga di kawasan itu hidup berdempetan dan rentan penyakit.
Dari pengalaman itulah muncul konsep “Kampung Tanpa Matahari”, wilayah urban padat yang selama ini jarang tersentuh distribusi kurban konvensional.
Di sisi lain, BAZNAS DKI juga memperluas distribusi ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Program ini diarahkan untuk wilayah yang bahkan jarang menikmati penyembelihan hewan kurban setiap Iduladha.
Kurban Digital hingga Rendang Kaleng Jadi Andalan
Program kurban digital Jakarta juga menjadi fokus baru tahun ini. Warga bisa menyalurkan kurban melalui aplikasi dan situs resmi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.
Pilihan hewan kurban yang ditawarkan mulai dari kambing reguler Rp2.299.000 hingga sapi Rp19.999.000. Harga itu dinilai lebih terjangkau dibanding tahun sebelumnya.
Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Muhammad Bahaudin menyebut sebagian daging juga akan diolah menjadi rendang kaleng untuk kebutuhan logistik bencana.
Program ini melibatkan kolaborasi dengan ASN Pemprov DKI Jakarta, BUMD, hingga KORPRI guna memperluas dampak sosial.
Selain itu, BAZNAS DKI menegaskan penerapan konsep Green Kurban melalui penggunaan besek ramah lingkungan, pengawasan Juru Sembelih Halal atau Juleha, serta standar hewan ASUH: aman, sehat, utuh, dan halal.
“Kurban Anda adalah kebahagiaan mereka. Mari kita jadikan Iduladha tahun ini sebagai momentum Jakarta berbagi keberkahan,” kata Ahmad.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto































