Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Masa Depan Data Science Kuantum Blockchain dan Era Baru AI

Ilustrasi arsitektur hibrida komputasi kuantum kuantum dan sistem blockchain data science
  

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sains data kini tengah berevolusi dari sekadar pemodelan prediktif menjadi infrastruktur epistemik vital bagi pengambilan keputusan multisektor, mulai dari organisasi, pemerintah, medis, hingga ranah sains. 

Pakar teknologi terkemuka Prof. Ir. Rudy C. Tarumingkeng, Ph.D., memaparkan analisis strategisnya mengenai masa depan data science kuantum blockchain yang diproyeksikan menjadi benteng baru teknologi global. 

Langkah integratif ini hadir di tengah ekosistem data science modern yang mulai membentur batas kemampuan akibat tingginya konsumsi energi model deep learning, serta eskalasi problem etika berupa isu privasi, bias, kurangnya transparansi model (black box), hingga ketidakpastian asal-usul data (data provenance).

Integrasi Masa Depan Data Science Kuantum Blockchain

Akselerasi eksponensial dalam pengolahan informasi bertumpu pada pergeseran paradigma komputasi. Berbeda dengan komputer klasik yang mengandalkan bit statis (0 atau 1), komputasi kuantum mendayagunakan qubit yang bekerja berdasarkan prinsip superposisi, interferensi, dan keterikatan kuantum (entanglement). 

Akselerasi matematis ini secara langsung membawa dampak quantum computing data science yang masif melalui pemanfaatan algoritma Sistem Linear Kuantum (HHL) guna mempercepat operasi regresi, optimasi, dan Principal Component Analysis (PCA). 

"Algoritma Shor mampu memecahkan masalah faktorisasi bilangan dan logaritma diskret dalam waktu polinomial, yang menjadi ancaman langsung bagi skema kriptografi kunci publik klasik," tulis Prof. Ir. Rudy C. Tarumingkeng, Ph.D., dalam karya ilmiahnya, Selasa (1407/2026).

Di samping itu, Algoritma Grover menyajikan percepatan kuadratik sebesar $O(\sqrt{N})$ untuk pencarian data tidak terstruktur, sementara model Quantum Simulation & Sampling mempermudah simulasi elektron alami demi kebutuhan penemuan obat baru. 

Namun secara praktis, implementasi penuh Quantum Machine Learning (QML) masih tertahan di era NISQ (Noisy Intermediate-Scale Quantum) akibat kendala noise, hilangnya koherensi (decoherence), barren plateau, hingga data loading bottleneck. Bahkan, evaluasi tahun 2025 menunjukkan QML belum secara konsisten mengungguli metode klasik pada data dunia nyata.

Lapisan Kepercayaan dan Konvergensi Hibrida 2050

Guna mengatasi celah validitas tersebut, integrasi sistem blockchain data science mengambil peran fundamental untuk membangun koordinasi, integritas, dan auditabilitas. 

Melalui ledger terdistribusi yang terproteksi dari modifikasi sepihak, blockchain mengamankan tata kelola data provenance, riwayat pelatihan AI, serta otomasi kebijakan akses lewat skema smart contract. 

Fondasi ini sekaligus menyokong metode federated learning, yang memicu kolaborasi pelatihan model AI lintas instansi secara aman tanpa memindahkan data mentah sensitif. 

Meski demikian, keterbatasan internal berupa kendala skalabilitas, latensi pemrosesan, regulasi hak penghapusan data, dan oracle problem tetap menjadi tantangan struktural yang wajib dimitigasi. Hubungan kedua pilar teknologi ini pada dasarnya memicu sebuah lanskap paradoksal yang unik. 

Di satu sisi, kemampuan superkomputasi kuantum berpotensi meretas enkripsi konvensional penyusun blockchain. Sebagai langkah preventif, National Institute of Standards and Technology merilis standar kriptografi pascakuantum nist pada Agustus 2024, mencakup FIPS 203, FIPS 204, dan FIPS 205 guna mendesak transisi menuju kelenturan kriptografi (crypto-agility) organisasi. 

Hingga tahun 2050, masa depan komputasi diprediksi tidak akan menyingkirkan perangkat klasik sepenuhnya, melainkan melebur dalam arsitektur hibrida berlapis. Unit CPU dan GPU tetap menangani logika umum, Quantum Processing Unit (QPU) bertindak sebagai akselerator kalkulasi kompleks, sedangkan blockchain menjadi lapisan kepercayaan (trust layer) utama untuk mengaudit keadilan sistem.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#DataScience #QuantumComputing #Blockchain #Pascakuantum #NIST #TeknologiHibrida #KecerdasanBuatan #CyberSecurity #FIPS #TechTrend2050
Share:

Danantara Matangkan Cetak Biru Pusat Finansial Internasional Bali Setara Dubai

Rapat jajaran direksi Danantara membahas rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Bali.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah Indonesia secara resmi mempercepat persiapan transformatif untuk menyulap Bali menjadi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional di kancah global. 

Guna merealisasikannya, badan pengelola BUMN Danantara kini resmi mengadopsi cetak biru Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan utama pembangunan ekosistem keuangan mutakhir di Pulau Dewata tersebut.

Langkah strategis ini dibahas secara intensif dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, pada Selasa (14/7/2026). 

Pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara tersebut secara khusus menggodok strategi investasi komprehensif, penyediaan infrastruktur modern, hingga optimalisasi aset pendukung PFII.

Pemerintah sengaja memilih DIFC sebagai tolok ukur karena reputasi globalnya sebagai "Wall Street of MEASA" (Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan). Pusat keuangan di Dubai tersebut terbukti sukses menampung lebih dari 50.000 profesional berkat tawaran insentif agresif, termasuk kepastian bebas pajak korporasi hingga 0% selama 40 tahun. 

Dengan menyerap skema sukses dari Dubai tersebut, kehadiran pusat finansial internasional bali diproyeksikan mampu memperdalam pasar keuangan domestik secara signifikan. Kehadiran kawasan khusus ini sekaligus dirancang untuk membuka keran akses pembiayaan yang lebih luas bagi korporasi nasional dan multinasional.

Danantara menargetkan kehadiran PFII tidak sekadar menjadi pusat transaksi modal semata, melainkan menjadi pilar penumbuh kepercayaan investor global terhadap stabilitas iklim investasi di tanah air. Sinergi lintas sektor di bawah pengelolaan Danantara diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai episentrum finansial baru di kawasan Asia Tenggara.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara di Jakarta.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#Danantara #PusatFinansialBali #InvestasiGlobal #DIFCDubai #EkonomiIndonesia #BUMN2026 #DonyOskaria #PanduSjahrir #BaliFinancialCenter #InfrastrukturKeuangan
Share:

Festival Rakyat 2026 Pekanbaru Riau Kodam XIX Resmi Dibuka


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Rakyat 2026 Pekanbaru Riau yang digelar di depan Kediaman Wali Kota Pekanbaru, Selasa (14/7/2026) malam. 

Langkah kolaboratif lintas sektor ini diinisiasi bersama TVRI Riau, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, Kadin Provinsi Riau, beserta mitra strategis sebagai ruang mempererat kebersamaan. 

Sejak sore, kawasan acara dipadati masyarakat yang antusias mengunjungi ratusan stan pemberdayaan UMKM Pekanbaru Riau, pusat kuliner nusantara, layanan cek kesehatan gratis, hingga area nonton bareng pertandingan Piala Dunia FIFA 2026.

Pembukaan dan Sinergi Lintas Sektor di Riau

Seremoni pembukaan diawali dengan penayangan video profil kegiatan, diikuti sambutan resmi dari Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, S.E., M.M. Prosesi kick-off simbolis dilakukan bersama oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Wali Kota Pekanbaru, Irwasda Polda Riau, serta Kepala Stasiun TVRI Riau sebagai penanda resmi dimulainya festival. 

Usai protokoler formal, para prajurit pria dan wanita bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XIX/Tuanku Tambusai mempersembahkan tarian tradisional Melayu yang memukau hadirin. 

Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Lewat Panggung Rakyat

Kemeriahan pembukaan berlanjut dengan pembagian doorprize serta pertunjukan musik dari Tambusai Band yang menghibur pengunjung hingga malam hari. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari hingga 20 Juli 2026 guna memperluas promosi produk lokal. Melalui wadah ini, para pelaku usaha mikro memperoleh fasilitas strategis guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet penjualan mereka.

"Festival Rakyat ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara TNI, pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat semangat persatuan di Provinsi Riau," ujar Agus Hadi di Pekanbaru, Selasa (14/7/2026).

Sejumlah pejabat teras turut hadir mendampingi, di antaranya Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, Irdam Brigjen TNI Totok Sutrisno, Kapoksahli Brigjen TNI Muhammad Yahya, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung, serta Kadis Kominfotik Riau Ardiansyah Eka Putra.

Melalui integrasi program kemitraan ini, penyelenggara optimistis hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kokoh sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ketahanan ekonomi masyarakat terbukti menjadi pilar penting yang terus dikawal ketat melalui kesuksesan Festival Rakyat 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#FestivalRakyat2026 #KodamXIX #PekanbaruRiau #UMKMBangkit #TNIBersamaRakyat #MayjenAgusHadiWaluyo #AgungNugroho #PestaRakyatPekanbaru #InfoUMKMRiau #SinergiTNI
Share:

Gunakan Jet Falcon TNI AU, Menko Polkam Djamari Chaniago Tiba di Doha Qatar

Delegasi Indonesia dipimpin Menko Polkam Jenderal Purn Djamari Chaniago disambut protokol MOFA Qatar

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melayat mantan emir qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang dinyatakan wafat. Djamari beserta delegasi tingkat tinggi mendarat di Doha, Qatar, pada Selasa (14/7/2026) pukul 07.35 waktu setempat menggunakan pesawat dinas TNI AU. 

Lawatan resmi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai wujud penghormatan tertinggi negara serta solidaritas diplomatik yang mendalam terhadap Pemerintah dan seluruh rakyat Qatar yang sedang berduka.

"Kegiatan ini merupakan pelaksanaan perintah dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Menko Polkam untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Emir Qatar sebagai bentuk penghormatan negara kepada almarhum Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani serta ungkapan simpati kepada Pemerintah dan rakyat Qatar," ujar Brigjen TNI Honi Havana, M.MDS., Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam.

Misi Resmi Djamari Chaniago Melayat Mantan Emir Qatar

Rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menumpangi jet Dassault Falcon 8X milik TNI AU. Setibanya di kota Doha, perwakilan Pemerintah Indonesia disambut hangat oleh otoritas setempat, antara lain Deputy Chief of Protocol Mr. Hisham Al Ali dan perwakilan Protocol MOFA Sheikh Jassim Ghanim Al Thani. 

Turut serta dalam penjemputan resmi tersebut, Duta Besar RI untuk Qatar Syahdah Guruh Langkah Samudra, didampingi Atase Pertahanan RI di Qatar, Kolonel Arh Dr. (Cand.) Tengku Sony. Langkah taktis ini sekaligus mempertegas eksistensi kemitraan bilateral yang kokoh antar-kedua negara.

Pendamping Delegasi Kemenko Polkam

Menko Polkam tidak datang sendiri dalam kunjungan resmi kenegaraan ini. Jenderal (Purn.) Djamari Chaniago didampingi oleh jajaran pejabat strategis. Di antaranya adalah Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Duta Besar Muhammad K. Koba, Staf Khusus Menko Polkam Jan Sembiring, serta Karo Protokol dan Pengamanan Brigjen TNI Donald Siagian.

Kehadiran seluruh struktur fungsional ini memastikan prosesi penyampaian duka berjalan khidmat. Secara menyeluruh, momentum djamari chaniago melayat mantan Emir Qatar yang wafat ini merefleksikan kedekatan emosional serta komitmen diplomasi tingkat tinggi Indonesia di Timur Tengah yang tetap terjaga secara konsisten.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto  

#DjamariChaniago #MenkoPolkam #PrabowoSubianto #IndonesiaQatar #SheikhHamadBinKhalifa #Doha #TNIAU #Falcon8X #DiplomasiRI #KemenkoPolkam
Share:

ATR/BPN Adopsi Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) resmi menerima dokumen hasil kajian strategis dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Senin (13/07/2026). 

Dokumen krusial berupa peta jalan penyelesaian konflik agraria berbasis ham tersebut diserahkan langsung sebagai panduan komprehensif bagi reformasi kebijakan pertanahan nasional yang lebih berkeadilan. 

Upaya kolaboratif ini dirancang guna mengurai benang kusut dalam penanganan kasus sengketa tanah ATR/BPN yang kerap terhambat kendala struktural di berbagai wilayah.

"Konflik agraria tidak semata-mata berkaitan dengan tugas dan fungsi kami di bidang pertanahan. Di dalamnya terdapat persoalan hak hidup, hak memperoleh keadilan, hingga hak atas rasa aman," ujar Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, dalam Dialog Rekomendasi Kajian di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (13/07/2026). 

Menurut Ossy, kementeriannya berkomitmen penuh mengadopsi rekomendasi ini guna memperkuat dasar regulasi agraria nasional demi perlindungan hak-hak fundamental rakyat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Solusi Komnas HAM Konflik Agraria

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina, memaparkan bahwa kajian yang digodok selama hampir tiga tahun tersebut tidak hanya ditujukan bagi ATR/BPN. Mengingat kompleksitas isu pertanahan yang multidimensi, penyelesaian sengketa juga wajib melibatkan sektor kehutanan, energi, serta sumber daya mineral. 

"Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting sebagai upaya mencegah konflik agraria yang terus berulang," tutur Putu Elvina. Ia menekankan pentingnya integrasi kebijakan di tingkat kementerian dan lembaga terkait.

Menuju Implementasi Kebijakan Agraria Nasional yang Humanis

Guna menindaklanjuti peta jalan tersebut, jajaran ATR/BPN segera merumuskan langkah konkret melalui pembahasan bersama terhadap berbagai kasus prioritas di lapangan. 

Kehadiran pejabat teras seperti Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Iljas Tedjo Prijono, serta Direktur Hubungan Kelembagaan, Hizkia Simarmata, mempertegas keseriusan institusi dalam mengeksekusi agenda ini. 

Melalui adopsi peta jalan penyelesaian konflik agraria berbasis HAM ke dalam draf legislasi mendatang, pemerintah optimistis dapat menghadirkan tata kelola pertanahan yang menyeimbangkan antara investasi pembangunan dan penegakan hak asasi manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Urgensi Standar Penilaian Alat Bukti Elektronik Perdata di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tiga akademisi Universitas Mpu Tantular, Appe Hutauruk, Adalin Ali, dan Hotman Sinambela, menerbitkan penelitian dalam Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam edisi Juni 2026 yang merekomendasikan rekonstruksi standar penilaian alat bukti elektronik perdata di Indonesia guna mengatasi kekosongan hukum acara perdata nasional. 

Langkah ini dinilai mendesak karena hukum perdata yang bersandar pada HIR/RBg saat ini belum memiliki regulasi chain of custody untuk menguji validitas dokumen digital secara memadai.

Tantangan Integritas Bukti Digital dan Standar Penilaian Alat Bukti Elektronik Perdata

Dalam perkara perdata, pembuktian sepenuhnya diserahkan kepada para pihak berdasarkan prinsip actori incumbit probatio. Data elektronik sangat rapuh. Pihak berperkara kerap memperoleh dan mencetak bukti digital secara sepihak tanpa pengawasan laboratorium forensik, sehingga memicu risiko manipulasi data. Kondisi ini berbeda signifikan dengan penanganan perkara pidana yang mendapat dukungan teknis penyidik secara ketat.

Mengaca pada Kasus di Putusan PN Bale Bandung

Penelitian tersebut menyoroti Putusan PN Bale Bandung Nomor 258/Pdt.G/2023/PN Blb. Majelis hakim menerima tangkapan layar WhatsApp yang hanya berupa fotokopi dari fotokopi tanpa memeriksa data elektronik aslinya. 

"Majelis hakim mempertimbangkan dokumen-dokumen tersebut sebagai bukti pendukung (persangkaan/petunjuk)," demikian bunyi pertimbangan hukum perkara wanprestasi tersebut. Hakim dinilai hanya melihat kesesuaian isi daripada menguji keautentikan sistemnya sesuai Pasal 6 UU ITE.

Adopsi ISO 27037 Hukum Perdata sebagai Solusi Prosedural

Sebagai solusi, para peneliti menawarkan konstruksi tiga pilar yang mengadopsi kerangka kerja ISO 27037 hukum perdata. Langkah ini meliputi kewajiban deskripsi penanganan bukti (bewijsvoering), penerapan empat tahapan ISO/IEC 27037:2012, serta pelibatan ahli forensik digital dari laboratorium terakreditasi. 

Kerangka penanganan bukti digital ini mengadopsi prinsip keterauditan, keterulangan, keterreproduksian, dan keterdapatbenaran demi menjaga integritas bukti digital di persidangan.

Pola standardisasi ini berkaca pada regulasi global seperti Federal Rules of Evidence di Amerika Serikat. Mahkamah Agung dapat mengadopsi instrumen ini melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) berdasarkan Pasal 79 UU Mahkamah Agung untuk mengisi kekosongan hukum peradilan perdata.

Rekomendasi Jangka Panjang untuk Penutup Peradilan

Melalui pembaruan ini, fokus penilaian hakim perdata diharapkan bergeser dari sekadar melihat isi dokumen menuju evaluasi menyeluruh terhadap chain of custody perdata. Reformasi legislatif ini penting demi mewujudkan kepastian hukum dan keadilan formal yang adaptif di era digital melalui penerapan standar penilaian alat bukti elektronik perdata yang akuntabel.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#HukumPerdata #BuktiElektronik #UUITE #DigitalForensik #Mahkamah Agung #SidangPerdata #WhatsAppSidang #ISO27037 #PNBaleBandung #KeadilanFormal
Share:

Survei CAPS & PIRAC: Insentif Pajak Donasi Berbelit-belit Bikin Penyumbang Kapok

Suasana sosialisasi hasil survei doing good index 2026 indonesia oleh PIRAC dan CAPS di Jakarta.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Koalisi lembaga riset meluncurkan Hasil Kajian Doing Good Index (DGI) 2026: Kondisi dan Tantangan Social Delivery Organizations (SDO) di Indonesia dalam acara Diskusi Publik yang digelar oleh Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) di Jakarta, Selasa (14/7/2026). 

Studi dwi-tahunan edisi ke-5 yang digarap atas kolaborasi antara Center for Asian Philanthropy and Society (CAPS) dan PIRAC ini mengungkap fakta ironis; meski Indonesia konsisten menyandang predikat masyarakat paling dermawan di dunia, ekosistem filantropi di indonesia justru mengalami stagnasi di klaster "Doing Okay" (Cukup Baik) sejak tahun 2020 akibat benturan birokrasi dan hambatan regulasi.

Survei berskala regional ini melibatkan lebih dari 2.000 Social Delivery Organizations (SDOs) atau Organisasi Kemasyarakatan Sipil (OMS) serta 100 pakar di 17 negara Asia. 

Dari hasil analisis komparatif tersebut, Singapura mencatatkan sejarah baru dengan menembus klaster tertinggi, "Doing Excellent". Sebaliknya, Indonesia masih tertahan di kategori "Doing Okay" karena lebarnya jurang pemisah antara tingginya modal sosial masyarakat dengan kaku dan rumitnya arsitektur regulasi keuangan domestik.

Kontradiksi Modal Sosial Tinggi dan Kampanye Berbuat Baik Itu Sulit

Secara ekosistem akar rumput, Indonesia memiliki capaian performa luar biasa. Sebanyak 60 persen SDO di tanah air merasa dipercaya sepenuhnya oleh publik—jauh melampaui rata-rata Asia yang hanya berada di angka 43 persen. Proses pendaftaran organisasi di Indonesia pun tercatat sangat efisien, hanya membutuhkan waktu rata-rata 19 hari dibanding rerata regional yang mencapai 91 hari.

"Niat baik dan praktik baik saja ternyata tidak cukup, melainkan juga membutuhkan dukungan ekosistem yang sehat," tegas Ninik Annisa, MA, Direktur Eksekutif PIRAC saat memaparkan konteks kebijakan yudisial dan sosial.

Meskipun administrasi awal tergolong cepat, hambatan operasional jangka panjang justru memicu kegusaran meluas di kalangan pegiat sosial. Isu ini mendorong lahirnya kampanye berbuat baik itu sulit di kalangan organisasi kemasyarakatan sipil, salah satunya disuarakan oleh Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. 

Ketatnya pembatasan penggalangan dana publik serta tidak sinkronnya aturan hukum dinilai menjerat pergerakan lembaga nirlaba domestik.
 
Regulasi "PHP" Swakelola Tipe 3 dan Mandeknya Insentif Pajak Donasi Filantropi

Laporan hasil kajian DGI menyoroti lemahnya implementasi kebijakan strategis yang awalnya diharapkan menjadi stimulus. Salah satu sorotan tajam mengarah pada implementasi kemitraan Swakelola Tipe 3. 

Banyak SDO di lapangan mengeluhkan skema ini sebagai mekanisme yang "PHP" (Pemberi Harapan Palsu) karena birokrasi aksesnya yang terlampau rumit; terbukti hanya 21 persen organisasi yang berhasil memenangkan kontrak kerja sama pemerintah.

Tantangan serupa terjadi pada skema insentif pajak donasi filantropi. Walau aturan pemotongan pajak maksimal 5 persen dari Penghasilan Kena Pajak (PKP) telah tersedia, sebanyak 89 persen donatur korporasi dan 68 persen donatur individu mengaku proses klaimnya luar biasa menyulitkan. 

Di sisi lain, ketergantungan SDO lokal terhadap donatur asing masih berada di angka tinggi yakni 51 persen. Padahal, kucuran dana bantuan internasional diprediksi terus menyusut. Tanpa adanya reformasi regulasi fiskal yang radikal, potensi besar kedermawanan domestik terancam tidak terwadahi secara terlembaga dan berkelanjutan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#DoingGoodIndex2026 #BerbuatBaikItuSulit #FilantropiIndonesia #PIRAC #CAPS #LembagaSosial #InsentifPajakDonasi #SwakelolaTipe3 #SDGsIndonesia #DonasiDomestik
Share:

Suntik Modal Rp225 Triliun, Danantara Garap Smelter hingga Portofolio Avtur Hijau

COO Danantara Dony Oskaria memimpin akselerasi penyerapan tenaga kerja hilirisasi pada sektor pangan terintegrasi.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat pelaksanaan proyek hilirisasi strategis nasional bumn danantara senilai Rp225 triliun guna mendongkrak nilai tambah komoditas lokal dan memperkuat struktur industri domestik. 

Langkah ekspansif ini direalisasikan di 26 titik strategis nasional dengan proyeksi total penyerapan mencapai 37.833 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Berdasarkan data operasional terbaru per Juli 2026, seluruh portofolio investasi berskala besar tersebut dieksekusi ke dalam dua lini masa pelaksanaan yang ketat.

Eksekusi portofolio investasi raksasa ini berjalan masif dalam dua gelombang utama. Fase I, yang telah dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas yang tersebar di 13 lokasi operasional. Tahap awal ini menyerap investasi danantara Rp225 triliun secara proporsional sebesar Rp109 triliun, dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja hilirisasi sebanyak 11.456 orang.

Fase Investasi Proyek Hilirisasi Strategis Nasional BUMN Danantara

Gelombang berikutnya berjalan melalui Fase II yang ditandai dengan seremoni groundbreaking pada 29 April 2026. Lini kedua ini mengintegrasikan 10 proyek prioritas di 13 wilayah kerja baru dengan kucuran modal senilai Rp116 triliun. Fase lanjutan ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 26.377 tenaga kerja domestik secara langsung.

Diversifikasi Sektor Industri Tambang, Energi, dan Pangan

Cakupan 26 proyek prioritas bumn danantara ini menyasar lintas sektor industri dasar. Sektor pertambangan mencakup pembangunan smelter aluminium, pabrik baja nirkarat, serta industri pemurnian tembaga terintegrasi. 

"Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri," ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Pada sektor energi baru terbarukan dan ketahanan pangan, alokasi modal diarahkan untuk membangun fasilitas bioavtur, infrastruktur bioetanol, serta modernisasi pengolahan kelapa sawit dan industri kelapa. 

Danantara juga mengembangkan proyek peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Akselerasi penyerapan lapangan kerja baru serta penciptaan nilai tambah domestik dipastikan berkelanjutan bagi masyarakat melalui tata kelola proyek hilirisasi strategis nasional bumn danantara ini.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#Danantara #HilirisasiBUMN #Investasi225Triliun #DonyOskaria #ProyekStrategisNasional #LapanganKerja #SmelterTembaga #Bioavtur #EkonomiInklusif #IndustriNasional
Share:

FGD Ikahi Bahas Revisi Peraturan Bersama MA dan KY tentang MKH


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) resmi mengonsolidasikan seluruh anggotanya melalui kebijakan yang meminta IKAHI libatkan pengurus daerah dari seluruh provinsi untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) daring pada 15–16 Juli 2026. 

Berdasarkan surat berkode Nomor 83/UM.PP.IKAHI/VII/2026 tertanggal 10 Juli 2026, forum strategis ini digelar sebagai tindak lanjut atas arahan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (BSDK MA RI) guna merumuskan revisi peraturan bersama Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) tentang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) demi memperketat akuntabilitas yudisial.

Langkah penataan regulasi ini secara khusus menyasar Peraturan Bersama MA dan KY Nomor 03/PB/MA/IX/2012 – 03/PB/P.KY/09/2012. Aturan tersebut memuat regulasi teknis mengenai tata cara pemeriksaan bersama hakim terhadap dugaan pelanggaran kode etik. Perubahan juga menyasar Peraturan Bersama Nomor 04/PB/MA/IX/2012 – 04/PB/P.KY/09/2012 yang mengontrol operasional, tata kerja, dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam sidang majelis kehormatan hakim.

Urgensi Revisi Peraturan Bersama MA dan KY tentang MKH

Pada sesi pembukaan hari pertama, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kumdil MA RI bersama Kepala BSDK Kumdil MA RI menjabarkan peta jalan reformasi hukum peradilan. Sesi akademik menghadirkan pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., sebagai pembicara utama. Diskusi panel yang berlangsung interaktif tersebut dipandu oleh Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan MA RI, Muh. Djauhar Setyadi, S.H., M.H.

"Penguatan kelembagaan dan mekanisme pengawasan hakim sangat penting dalam negara hukum demokratis," ujar Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., pakar hukum tata negara Indonesia, dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Arah tata kelola kepegawaian institusi diperluas oleh pemaparan Guru Besar FH Universitas Indonesia, Prof. Heru Susetyo, Ph.D., serta Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, M.H. Kedua pakar memaparkan pentingnya nilai akuntabilitas aparatur serta keseimbangan antara independensi profesi dengan penguatan pengawasan hakim.

Evaluasi Teknis Penegakan Kode Etik Yudisial

Fokus pembahasan hari kedua bergeser pada implementasi riil regulasi di lapangan. Komisi Yudisial Republik Indonesia diberikan ruang pemaparan komprehensif terkait efektivitas persidangan etik. Jalannya evaluasi teknis ini dimoderatori langsung oleh Hakim Tinggi Yustisial Badan Pengawasan MA RI, Aminal Umam, S.H., M.H.

Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Nugroho Setiadji, S.H., menjabarkan mitigasi tantangan praktis dalam menjaga integritas di tengah modernisasi peradilan. Seluruh masukan tertulis dari perwakilan daerah dihimpun sebagai basis perbaikan naskah akademik. Konsolidasi masif ini diharapkan mampu menaikkan kepercayaan publik seiring rampungnya agenda revisi peraturan bersama MA dan KY tentang MKH.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#PeraturanBersamaMAKY #MajelisKehormatanHakim #IKAHI #PengawasanHakim #KomisiYudisial #MahkamahAgung #EtikYudisial #ReformasiHukum #IntegritasPeradilan #HukumIndonesia 
Share:

Urgensi Independensi Hakim Menjaga Marwah Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung Republik Indonesia terus memperketat pengawasan kode etik guna memastikan kedaulatan hukum dan independensi hakim menjaga marwah peradilan tetap murni. 

Langkah preventif ini mewajibkan setiap aparatur yudisial yang menyandang predikat "wakil Tuhan di dunia" untuk menahan diri dari melontarkan opini prematur di ruang publik, baik lewat lisan maupun tulisan. 

Pembatasan ketat tersebut krusial diterapkan di seluruh yurisdiksi pengadilan nasional demi memagari objektivitas persidangan dari jerat polarisasi sentimen massa sebelum palu keadilan diketuk di meja hijau.

Berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, hakim dan hakim konstitusi merupakan pejabat negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. Jabatan mulia ini memikul ekspektasi spiritual masyarakat yang sangat berlapis. Konsekuensinya, seseorang yang diangkat menjadi hakim memikul beban untuk menjadi manusia di level berbeda karena mengemban amanah memutus urusan duniawi.

Tantangan Independensi Hakim Menjaga Marwah Peradilan

Secara historis, kekuasaan peradilan awalnya dipegang oleh raja sebagai pemegang otoritas tertinggi. Seiring perkembangan zaman, posisi tersebut bertransformasi ke figur dengan kemampuan intelektual dan integritas tinggi yang berhak mengenakan toga keadilan. Konsep perwakilan ini menegaskan tugas hakim mutlak bertumpu pada kehendak sang pemberi amanah, yakni bertindak selaku perpanjangan tangan Ketuhanan demi menegakkan putusan hakim objektif.

Dialektika Panggung Publisitas Yudisial

Secara konvensional, panggung bagi pemikiran seorang hakim sebenarnya hanya berada pada lembaran putusan tertulis (courts speak only through their written opinions). Namun, realitas modern kini menuntut tanggung jawab moral tambahan untuk mengedukasi masyarakat. Fenomena ini memicu dilema etis mengenai batas toleransi penyampaian ide hukum di luar persidangan.

Sebagai ilustrasi kasuistik, risiko nyata terlihat pada contoh figur Hakim A. Apabila ia secara terbuka berpendapat bahwa kasus kerusakan rumah sewa idealnya diselesaikan melalui ranah pidana, pernyataan tersebut akan menjadi jerat bagi dirinya sendiri di kemudian hari. Pihak berperkara dapat mengunci pendapat hukum masa lalu tersebut, padahal karakteristik kasuistiknya mungkin lebih tepat diselesaikan lewat instrumen ganti rugi perdata.

Batasan Opini Publik dan Marwah Yudisial

Kekhawatiran distorsi objektivitas ini sejalan dengan pandangan ilmiah Monika Hanych, dkk. (2023) dalam International Journal for Court Administration. Mereka menemukan bahwa interpretasi hukum yang lahir dari ruang publik yang terpolarisasi acap kali mengaburkan batas antara hukum objektif dan sentimen massa. Jika penegak hukum larut dalam publisitas, mereka rentan kehilangan independensi kekuasaan kehakiman.

Menyikapi kerentanan moral tersebut, Antonius Sudirman (2007) dalam studinya Hati Nurani Hakim dan Putusannya menggarisbawahi esensi kemandirian yudisial. Variabel yang menentukan kemandirian bukan sekadar sistem undang-undang, melainkan integritas kepribadian hukum, profesionalisme, serta moralitas individu penegak hukum itu sendiri.

Konstruksi pemikiran di luar meja hijau harus dibatasi ketat pada koridor akademik yang membangun, bukan tawaran resolusi kasus konkret. Hakim bukanlah agen propaganda atau buzzer yang bertugas mengklarifikasi opini publik demi memenangkan simpati massa di media sosial. 

Pada akhirnya, kehati-hatian mengontrol lisan dan pena menjadi benteng pertahanan mutlak demi memperkuat independensi hakim menjaga marwah peradilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#IndependensiHakim #MarwahPeradilan #KekuasaanKehakiman #WakilTuhan #IntegritasHukum #HukumIndonesia #MahkamahAgung #EtikaYudisial #ObjektivitasSidang #KeadilanHakiki


Share:

Danrem Wira Bima Sebut Mengabdi Jadi Nakes Adalah Wujud Nyata Bela Negara


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., memberikan arahan strategis kepada ratusan mahasiswa baru dalam acara pembekalan pkkmb poltekkes kemenkes riau di Pekanbaru, Senin (13/7/2026). 

Agenda tahunan ini diselenggarakan demi menggembleng karakteristik generasi baru di sektor medis agar memiliki disiplin, integritas tinggi, jiwa pengabdian murni, serta rasa cinta mendalam terhadap tanah air.

Penguatan Karakter Tenaga Kesehatan di Era Modern

Dalam paparannya, Danrem 031/Wira Bima menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan memegang peranan vital sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Tantangan di dunia kerja yang dinamis menuntut para mahasiswa baru untuk tidak sekadar mengejar kompetensi profesional semata, melainkan juga membangun fondasi kepribadian yang kokoh sejak dini.

"Keberhasilan seorang tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik dan keterampilan medis, tetapi juga dari integritas, disiplin, kepedulian, serta semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ujar Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Komandan Korem 031/Wira Bima, di Pekanbaru, Senin (13/7/2026).

Beliau juga memotivasi para peserta agar memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal guna mengasah jiwa kepemimpinan serta memperluas cakrawala berpikir. Generasi muda nakes dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong terwujudnya Indonesia yang sehat, maju, dan berdaya saing global.
Adaptasi Akademik Melalui 

Pembekalan PKKMB Poltekkes Kemenkes Riau

Melalui momentum ini, para mahasiswa baru diarahkan untuk cepat beradaptasi dengan iklim akademik kampus. Pengenalan nilai-nilai dasar tersebut diharapkan mampu menjadi pedoman moral utama selama menempuh proses pendidikan di Provinsi Riau.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan dipenuhi antusiasme tinggi dari ratusan maba yang aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab. Orientasi intensif ini diyakini memperkuat etika profesi serta memicu motivasi kontribusi nyata bagi kelangsungan hidup berbangsa.

Komitmen Bela Negara Tenaga Kesehatan

Lebih lanjut, pimpinan TNI AD di Riau itu mengingatkan pentingnya eksistensi karakter tenaga kesehatan yang berlandaskan rasa cinta tanah air. Jiwa nasionalisme tersebut wajib diwujudkan melalui kedisiplinan tinggi, empati sosial, dan komitmen pelayanan mutu medis.

Ia menekankan bahwa pengabdian tulus di sektor kesehatan merupakan wujud konkret dari aksi bela negara tenaga kesehatan. Sebab, dengan memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif, para nakes secara langsung turut memperkokoh ketahanan nasional serta kedaulatan bangsa Indonesia. 

Melalui pelaksanaan pembekalan pkkmb poltekkes kemenkes riau ini, bibit-bibit unggul pengabdi kemanusiaan resmi dipersiapkan untuk masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#PoltekkesRiau #Danrem031WiraBima #PKKMB2026 #TenagaKesehatan #BelaNegara #IntegritasNakes #Pekanbaru #TNIAD #GenerasiSehat #KarakterNakes

Share:

Fungsi Sistem Saraf Enterik Otak Kedua Manusia yang Jarang Diungkap


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penelitian neurosains modern berhasil mengungkap fungsi sistem saraf enterik otak kedua manusia yang tertanam di dalam saluran pencernaan dengan kapasitas lebih dari 200 juta neuron. 

Sistem otonom yang bekerja independen dari otak kepala ini memegang kendali vital terhadap kesehatan fisik, stabilitas mental, hingga pembentukan intuisi manusia secara biologis.

Rahasia Sensor Biologis dan Produksi Hormon di Usus

Sistem saraf enterik (ENS) bukan sekadar jaringan pembantu organ pencernaan biasa. Struktur saraf ini merupakan ekosistem kompleks terpisah yang mampu berpikir, merasakan, hingga merekam memori somatik tanpa perlu instruksi dari otak di kepala.

Secara anatomis, jalur komunikasi tubuh ini didominasi oleh pergerakan dari bawah ke atas. Data medis menunjukkan bahwa 90 persen sinyal saraf bergerak dari perut menuju otak, dan hanya 10 persen yang berjalan sebaliknya. 

Komunikasi intensif ini memengaruhi kestabilan emosi secara masif karena kesehatan mikrobioma usus memegang kendali atas pasokan neurotransmitter utama tubuh.

Perut tercatat memproduksi sekitar 95 persen serotonin (hormon kebahagiaan) serta 50 persen dopamin dunia biologis manusia. Selain itu, Gamma-Aminobutyric Acid (GABA) yang berfungsi sebagai penenang alami dari kecemasan juga diproduksi langsung di area ini.
          
Tiga Indikator Kondisi Saraf dan Hubungan Gut Feeling dan Intuisi

Kondisi organ pencernaan mencerminkan status kesehatan mental seseorang dengan akurasi tinggi. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh memasuki fase respons yang buruk. 

Gangguan seperti GERD, gastritis, hingga Irritable Bowel Syndrome (IBS) sering kali bukan sekadar masalah fisik, melainkan sinyal bahwa sistem saraf sedang berada dalam mode bertahan hidup (dorsal vagal atau simpatik).

Sebaliknya, kondisi perut yang tenang (vagal ventral) berkorelasi langsung dengan ketajaman hubungan gut feeling dan intuisi. Fenomena kepatuhan pada keputusan perut ini didukung oleh fakta evolusi biologis yang berusia ratusan juta tahun lebih tua dibandingkan perkembangan pikiran rasional manusia.

Refleksi Filosofis dan Metode Pemulihan Tubuh

Menariknya, kearifan tradisi kuno global telah lama mengidentifikasi fenomena sains ini. Konsep Fu'ad dalam Islam spiritual, Dantian bawah dalam Taoisme, hingga Manipura Chakra dalam tradisi Yoga, semuanya merujuk pada area perut sebagai pusat kebenaran persepsi serta fondasi kekuatan internal manusia.

Untuk menjaga integritas organ ini, langkah intervensi biologis sangat diperlukan. Cara memulihkan saraf enterik dapat ditempuh melalui pembersihan sel lewat puasa intermiten, konsumsi makanan fermentasi alami guna memperkaya kesehatan mikrobioma usus, latihan pernapasan diafragma secara rutin, serta pembatasan konsumsi makanan olahan (ultra-processed food). Langkah-langkah preventif ini mengembalikan kedaulatan biologis tubuh dari ketergantungan intervensi kimia eksternal yang eksploitatif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#SistemSarafEnterik #OtakKedua #KesehatanUsus #GutHealth #Psikosomatis #Neurosains #InfoKesehatan #GayaHidupSehat #KesehatanMental #SolusiGERD

Share:

Korem 031 Wira Bima Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Pekanbaru

Suasana keramaian prajurit Korem 031/WB dan masyarakat sipil saat menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola dunia di Pekanbaru Riau.

Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Korem 031/Wira Bima (WB) menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Gembira Piala Dunia 2026 guna mempererat hubungan emosional serta memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat di Pekanbaru, Riau, pada Minggu, 12 Juli 2026. Agenda interaktif ini sengaja dibuka untuk umum sebagai ruang komunikasi sosial yang memadukan hiburan olahraga dengan penguatan nilai-nilai soliditas kebangsaan.

Acara yang dipusatkan di area markas komando tersebut berlangsung dalam atmosfer penuh keakraban dan antusiasme tinggi. Ratusan peserta yang terdiri dari prajurit TNI, keluarga besar Korem 031/WB, hingga masyarakat sipil berbaur menjadi satu tanpa sekat untuk menyaksikan jalannya turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut. 

Melalui pendekatan kultural berbasis olahraga ini, komando kewilayahan berupaya mengintegrasikan interaksi positif demi menciptakan ketertiban dan ketenteraman wilayah secara berkelanjutan.

Danrem 031/WB, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., menegaskan bahwa inisiatif nonton bareng ini tidak sekadar berfungsi sebagai media rekreasi komunal. 

Lebih dari itu, momentum ini menjadi instrumen taktis teritorial untuk mengokohkan pilar persatuan, kesatuan, dan sinergitas antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus membangun kebersamaan dan mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. TNI berasal dari rakyat dan bersama rakyat akan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa," kata Danrem 031/WB.

Sepanjang jalannya pertandingan, semangat sportivitas dan kekeluargaan terpancar kuat dari bangku penonton. Pihak Korem 031/Wira Bima berharap stimulasi sosial melalui kegiatan olahraga bersama ini dapat dipelihara secara konsisten. 

Pola pembinaan teritorial humanis ini dinilai efektif dalam membangun ketahanan wilayah sekaligus merawat stabilitas serta kerukunan di tengah keberagaman dinamika sosial kemasyarakatan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#Korem031WiraBima #NobarPialaDunia2026 #TNIAD #KemanunggalanTNIRakyat #PekanbaruRiau #BrigjenAgustatiusSitepu #SoliditasTNI #SepakBolaDunia #InfoPekanbaru #WiraBimaHumanis
Share:

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Digeledah, PNI Desak Reformasi Total Kejaksaan

Diskusi publik Presidium PNI membahas kasus penggeledahan rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) menggelar diskusi publik guna menyoroti anomali penegakan hukum pasca-langkah penggeledahan rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kortas Tipidkor Mabes Polri. 

Diskusi bertajuk "Murni Penindakan Korupsi atau Keributan Antar-Institusi?" yang berlangsung di Jakarta, Minggu (12/7/2026), membedah secara kritis dinamika pengunduran diri, penetapan status tersangka, hingga dugaan kepemilikan aset fantastis milik eks Jampidsus tersebut.

Ketua Umum PNI, Jan Samuel Maringka, menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik kompetisi yang dipertontonkan antara penyidik Polri dan Kejaksaan Agung. Menurut mantan Jaksa Senior ini, peristiwa penindakan hukum terhadap pimpinan unit kerja vital sekelas Jampidsus menjadi titik balik performa institusi.
  
"Kondisi Febrie saat ini seolah-olah from hero to zero. Prestasi yang sebelumnya diukir oleh Kejaksaan kini justru memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat," ujar Jan Samuel Maringka.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi mendasar terhadap tata kelola kelembagaan hukum agar tidak terjebak dalam kompromi politik maupun intervensi legislatif.

Alasan Kortas Tipidkor Polri Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
  
Praktisi Hukum Pidana, Silvia Devi Soembarto SH. MH Militer, memaparkan alasan yuridis penanganan kasus ini oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Mabes Polri, bukan oleh KPK. 

Berdasarkan regulasi Undang-Undang Korupsi Nomor 19 Tahun 2019 yang diperbarui menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 khususnya Pasal 11, ditegaskan bahwa dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) menjadi ranah prioritas Kortas Tipidkor Polri.

"Undang-Undang memberikan kewenangan penuh kepada Kortas Tipidkor Mabes Polri untuk bertindak cepat. Penyerahan berkas perkara langsung ke Kejaksaan merupakan legal agar tidak ada intervensi pihak ketiga," kata Silvia menjelaskan.

Penerapan Pembuktian Terbalik TPPU Atas Temuan Aset Fantastis
  
Lebih lanjut, Silvia mengungkap bahwa perkara yang menyeret eks Jampidsus ini mencakup tiga aspek hukum besar: dugaan penyimpangan komoditas batu bara PLN di Sumatera, pengelolaan harta rampasan PT Asabri, serta perkara di PT Krakatau Steel, PT CDE, dan PT Mirl. Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai mata uang asing, rupiah senilai miliaran, serta logam mulia.

"Ada temuan 74 kilogram emas di balik dinding beserta mata uang asing dan rupiah senilai miliaran. Karena itu, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dikenakan Pasal 12, Pasal 603, serta pasal TPPU," tutur Silvia.

Ia menegaskan, melalui jerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pasal 3, 4, dan 5 serta mengacu pada UU Korupsi Pasal 37, negara menerapkan asas pembuktian terbalik. Mantan Jampidsus berkewajiban secara hukum membuktikan asal-usul seluruh kekayaan fantastis yang ditemukan di kediamannya tersebut guna memastikan keadilan hukum yang transparan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#Jampidsus #FebrieAdriansyah #KortasTipidkor #MabesPolri #KejaksaanAgung #KasusKorupsi #TPPU #ReformasiHukum #PersatuanNusantaraIndonesia #GegerHukum


Share:

Menguji Efektivitas Implementasi Program MBG dan KDMP Demi Ketahanan Desa

Dr Agustomi Masik saat memaparkan materi fondasi ketahanan bangsa dan efektivitas implementasi program MBG dan KDMP di Jakarta.
  
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Agustomi Masik, M. Dev. Plg., menekankan pentingnya penguatan modal sosial sebagai fondasi ketahanan bangsa untuk mengoptimalkan efektivitas implementasi program MBG dan KDMP, di tengah ancaman kebocoran ekonomi desa serta polemik tata kelola yang memicu gelombang kritik dari kalangan pengamat dan gerakan mahasiswa dalam diskusi publik di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Mengatasi Kebocoran Ekonomi Desa Melalui Modal Sosial

Dalam diskusi yang digelar DPP Presidium PNI tersebut, Agustomi menjelaskan bahwa desa merupakan sentral produksi wilayah yang krusial bagi ketahanan pangan. Namun, ia menyayangkan kondisi riil di mana kontribusi ekonomi sektor pertanian masih rendah akibat tata niaga yang timpang. Berdasarkan kajian akademis, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah kebocoran ekonomi desa. 

"Hasil investasi dan nilai tambah produksi desa justru tidak kembali ke desa, melainkan mengalir keluar. Jika kebocoran ini terus terjadi, desa akan sulit mencapai kemakmuran," ujar Agustomi.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP). Menurut Agustomi, esensi program ini adalah memutar roda ekonomi dan rantai pasok langsung di tingkat desa demi memperkuat fondasi ketahanan bangsa. Ia menambahkan, dampak ekonomi dari program kawasan seperti KDMP ini paling cepat terdeteksi setelah enam bulan berjalan.

Kritik Tata Kelola dan Rasionalisasi Target 82 Juta Penerima

Di sisi lain, efektivitas implementasi program MBG dan KDMP ini mendapat sorotan tajam dari pengamat politik Ray Rangkuti. Ia menyatakan bahwa kritik yang muncul dari masyarakat dan gerakan mahasiswa bukan menyasar ide dasar program, melainkan pada kelemahan tata kelola operasional di lapangan. 

Ray menyoroti adanya kasus keracunan makanan hingga penetapan tiga tersangka oleh kejaksaan sebagai bukti nyata sistem yang dibangun masih memiliki banyak celah.

"Kritik program Makan Bergizi Gratis ini mencuat karena lubang sistemnya terlalu banyak, sehingga memungkinkan seseorang menjadi korban atau pelaku korupsi tata kelola MBG," kata Ray Rangkuti.

Lebih lanjut, Ray mendesak pemerintah untuk merasionalisasi target penerima yang saat ini mencapai 82 juta jiwa agar lebih tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan. 

Ia menilai angka tersebut terlalu masif dan rentan ditafsirkan sebagai instrumen psikologi politik menjelang Pemilu 2029. Audit menyeluruh secara transparan sebelum kebijakan dieksekusi dinilai menjadi kunci utama guna meredam protes publik.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#MakanBergiziGratis #KDMP #EkonomiDesa #KetahananBangsa #KorupsiMBG #RayRangkuti #Kemendesa #JurnalismeInvestigatif #KebijakanPublik #BeritaTerkini

Share:

Bikin Jantungan, Begini Serunya Pangdam XIX Nobar Argentina vs Swiss

Suasana nonton bareng perempat final piala dunia 2026 di Lapangan Pendopo Makodam XIX Tuanku Tambusai.

Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP memimpin langsung kegiatan nonton bareng (nobar) laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss di Lapangan Pendopo Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Minggu (12/7/2026) pagi, guna memperkuat soliditas internal TNI sekalian menyaksikan keberhasilan Argentina lolos semifinal piala dunia usai menang dramatis.

Nobar Seru di Makodam XIX Saksikan Kemenangan Argentina

Atmosfer penuh ketegangan menyelimuti Lapangan Pendopo Makodam sejak peluit pertama dibunyikan pukul 07.00 WIB. 

Pertandingan penentu ini berjalan sangat alot dan seimbang. Kedua tim papan atas tersebut saling jual beli serangan hingga waktu normal tidak cukup untuk menentukan pemenang, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Puncak kegembiraan pecah ketika kepastian hasil argentina vs swiss 2026 skor 3-1 berpihak pada keunggulan mutlak Albiceleste. Keberhasilan ini mengunci satu tiket krusial bagi kubu Amerika Latin tersebut menuju fase empat besar. Riuh tepuk tangan dari ratusan prajurit langsung menggema, merayakan akhir laga yang dramatis.

Perkuat Silaturahmi Lewat Sepak Bola

Agenda nonton bareng piala dunia kodam xix tuanku tambusai ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, para Asisten Kasdam, para Kabalakdam, serta seluruh personel staf Makodam. Kegiatan ini sengaja dikemas santai namun tetap tertib untuk mencairkan sekat komunikasi antara pimpinan dan bawahan.

"Kebersamaan merupakan salah satu kekuatan utama dalam membangun soliditas satuan. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang akan berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas," ujar Pangdam XIX Tuanku Tambusai.

Hingga acara usai, situasi di area markas komando terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala apa pun. Melalui momentum olahraga global ini, Kodam XIX/Tuanku Tambusai berhasil memanfaatkan esensi sportivitas sepak bola untuk memelihara jiwa korsa serta semangat persatuan seluruh prajurit dalam mengabdi kepada negara.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#PialaDunia2026 #ArgentinaVsSwiss #KodamXIXTuankuTambusai #PangdamXIX #HasilBola #TNIAD #SoliditasTNI #ArgentinaSemifinal #NobarPialaDunia #Albiceleste

 
Share:

Prabowo Tegas: Pemerintahan Bersih Adalah Harga Mati untuk Rakyat

Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional yang bersih dari praktik korupsi.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Praktik korupsi di Indonesia kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan nasional, terutama pada program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. 

Setiap rupiah anggaran yang diselewengkan merupakan hak fundamental masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga perlindungan sosial yang terabaikan.

Korupsi adalah musuh laten yang menggerogoti sendi bernegara. Di tengah ambisi mewujudkan Indonesia Emas 2045, korupsi justru menjadi penghambat utama bagi efektivitas agenda pembangunan.

Ancaman Serius bagi Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur megah. Keberhasilan yang hakiki bergantung pada tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. 

Dampak korupsi terhadap pembangunan nasional sangat nyata; setiap kebocoran anggaran secara langsung mengurangi kapasitas negara dalam menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas bagi rakyat rentan. Kasus dugaan penyelewengan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alarm keras bagi pemerintah. 

Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan ini tidak boleh gagal akibat ulah oknum yang mengejar keuntungan pribadi. Jika pengawasan melemah, maka masa depan generasi muda yang menjadi taruhannya.

Penegakan Hukum sebagai Pilar Utama

Komitmen Presiden Prabowo untuk membangun pemerintahan yang bersih harus dibuktikan melalui tindakan konkret. Saat ini, masyarakat menanti ketegasan penegakan hukum dari Kejaksaan Agung dan Polri dalam mengusut berbagai perkara besar. 

Sinergi yang solid antara lembaga penegak hukum mutlak diperlukan untuk memutus gurita korupsi.
Pemberantasan korupsi bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan tentang pengembalian aset negara dan penguatan sistem pengawasan internal. 

Digitalisasi administrasi serta keterbukaan informasi publik menjadi kunci agar ruang penyalahgunaan kewenangan dapat ditutup. Hanya dengan pemerintahan yang berintegritas, visi Indonesia berdaulat dan makmur dapat tercapai.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#BerantasKorupsi #IndonesiaEmas2045 #MakanBergiziGratis #PemerintahanBersih #PrabowoSubianto #HukumTegas #IntegritasNegara #IndonesiaMaju #InfoNasional
 
Share:

Siapa yang Membentuk Cara Berpikir Anda, Simak Penjelasannya

Pengaruh lingkungan dan media terhadap pola pikir manusia modern.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Cara berpikir manusia bukanlah bawaan lahir, melainkan hasil bentukan panjang dari lingkungan, pendidikan, hingga konsumsi media. Di era arus informasi yang masif, pola pikir seseorang kini menjadi medan tempur strategis yang diperebutkan untuk mengarahkan gaya hidup hingga masa depan.

Menanggapi fenomena ini, Islam menekankan urgensi aqliyyah islamiyyah melalui tradisi tabayyun dan pemahaman wahyu sebagai standar kebenaran utama.

Membangun Pola Pikir di Tengah Arus Zaman

Dunia hari ini tidak hanya memperebutkan wilayah atau ekonomi, melainkan juga akal manusia. 

Media sosial, hiburan, dan narasi yang diulang-ulang sering kali membentuk persepsi yang dianggap sebagai kebenaran mutlak oleh masyarakat, padahal belum tentu demikian. 

Sering kali, seseorang merasa berpikir mandiri, padahal ia hanya mengulang narasi yang telah ditanamkan kepadanya.

Aqliyyah Islamiyyah: Akal dan Wahyu

Islam menawarkan pendekatan unik. Akal dipandang sebagai anugerah mulia untuk menimbang, namun ia tetap memerlukan panduan wahyu agar tidak tergelincir oleh hawa nafsu. 

Sesuai dengan QS. Al-Isrā': 36, Allah melarang manusia mengikuti sesuatu tanpa ilmu. Pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap keputusan yang diambil.

Dalam psikologi kognitif, fenomena ini berkaitan dengan confirmation bias dan illusory truth effect, di mana informasi yang diulang terus-menerus akan terasa benar. Islam telah mengantisipasi hal ini dengan perintah untuk menuntut ilmu dan melakukan tabayyun (verifikasi).

Menjadikan Al-Qur'an sebagai Standar

Keberhasilan seorang Muslim di masa depan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga "kompas" berpikir. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa tanda kebaikan bagi seorang hamba adalah ketika ia diberi pemahaman agama. 

Oleh karena itu, menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai tolok ukur dalam menyaring ideologi dan arus opini adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga keimanan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#PolaPikir #AqliyyahIslamiyyah #Tabayyun #LiterasiMedia #SelfImprovement #IslamRahmatanLilAlamin #Kritis

 

Share:

Memaknai Kebebasan dan Hak Asasi dalam Elegi untuk Sebuah Negeri

Cover novel Elegi untuk Sebuah Negeri dengan latar Universitas Leiden.

Duta Nusantara Merdeka | Leiden 
Kepulangan Dokter Sutan Arifin ke Universitas Leiden pada tahun 1952 bukan hanya menjadi fase lanjutan studi kardiologi. Novel Elegi untuk Sebuah Negeri menggunakan latar historis ini untuk membedah dinamika intelektual Belanda dalam menanggapi kedaulatan Indonesia, sekaligus mempertanyakan apakah ilmu pengetahuan benar-benar bebas dari warisan paternalistik kolonial.

Arena Perdebatan Ilmiah Pasca-Kolonial

Dalam Elegi untuk Sebuah Negeri: Ketika Cinta di Ambang Revolusi, Leiden digambarkan sebagai ruang transisi. Sutan Arifin tidak hanya bergulat dengan ilmu medis, tetapi juga menjadi saksi bisu perdebatan paradigma di kalangan akademisi Belanda. Apakah hubungan ilmiah kedua bangsa telah benar-benar setara, atau masih dibayangi sisa-sisa mentalitas eurosentris?

Dinamika Pemikiran di Kampus Belanda

Novel ini secara cerdas menangkap fragmentasi pemikiran komunitas akademik Leiden saat itu. Di satu sisi, terdapat kelompok yang mulai mengakui kedaulatan Indonesia dan mendorong kerja sama setara. 

Di sisi lain, bayang-bayang masa lalu kolonial masih kuat mempengaruhi perspektif paternalistik sebagian peneliti dan dosen. Perdebatan ini menjadi inti dari arena intelektual yang dihadapi Sutan Arifin.

Ilmu Pengetahuan dan Martabat Manusia

Pertanyaan mendasar yang dilemparkan novel ini adalah universalitas nilai-nilai kemanusiaan. Apakah konsep kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia benar-benar telah melampaui kepentingan sejarah dan posisi kekuasaan bangsa? Elegi untuk Sebuah Negeri tidak memberikan jawaban hitam-putih.

Penulis justru mengajak pembaca merenungkan apakah ilmu pengetahuan mampu membebaskan manusia dari rasa superioritas kebangsaan yang sering kali mengaburkan objektifitas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#ElegiUntukSebuahNegeri #SastraIndonesia #SejarahRI #UlasanBuku #Leiden #Pascakolonial

    
 
Share:

Aksi Nekat Maling Motor di Pekanbaru, NMAX Anggota Polisi Ludes Digondol dari Depan Rumah

Korban anggota polisi melaporkan kehilangan sepeda motor beserta STNK dan BPKB ke Polsek Sukajadi.

Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga Kota Pekanbaru. Kali ini, aksi nekat maling motor menyasar Arzie Septian Prawira, seorang anggota Polda Riau. Sepeda motor Yamaha NMAX miliknya dengan nomor polisi BM 5965 MAF raib digondol maling saat terparkir di halaman rumahnya di Jalan Tiung, Kecamatan Sukajadi, pada Jumat (10/7/2026) malam.

Eksekusi Cepat di Tengah Kelengahan

Insiden pencurian tersebut diperkirakan berlangsung amat cepat, yakni pada rentang waktu antara pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB. Korban awalnya memarkirkan kendaraannya di garasi rumah dalam kondisi stang telah terkunci. Motor tersebut diparkir berdampingan dengan dua unit sepeda motor lain milik anggota keluarganya.

"Motor saya parkir di depan rumah seperti biasanya setiap hari. Saat saya keluar lagi, motor sudah tidak ada. Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap dan motor saya ditemukan kembali," ujar Arzie saat memberikan keterangan di Pekanbaru.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 21.00 WIB, motor tersebut masih terlihat di tempat parkir ketika dirinya bersantai di teras rumah. Namun, berselang kurang dari satu jam kemudian saat ia kembali keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB, kendaraan tersebut telah lenyap. 

Pelaku diduga kuat memanfaatkan situasi lingkungan yang sepi untuk mengeksekusi aksinya secara senyap, membiarkan dua motor lainnya tetap utuh di posisi semula.

Dokumen Kendaraan Turut Raib

Kerugian yang dialami korban menjadi berlipat ganda. Selain satu unit kendaraan roda dua yang lenyap, dokumen penting kepemilikan kendaraan, yakni STNK dan BPKB yang kebetulan tersimpan di dalam bagasi jok motor, turut dibawa kabur oleh pelaku. Hal ini tentu akan menyulitkan proses administrasi dan berpotensi disalahgunakan.

Merespons kejadian ini, korban segera mempersiapkan laporan resmi ke Polsek Sukajadi guna memicu proses penyelidikan kepolisian secara mendalam. 

Pihak berwajib diharapkan dapat segera menelusuri jejak pelaku, termasuk menyisir keberadaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi wajah dan rute pelarian tersangka.

Maraknya aksi curanmor ini menambah daftar panjang catatan kriminalitas di kawasan permukiman Kota Pekanbaru. Warga diimbau untuk tidak lengah dan mulai menerapkan sistem pengamanan berlapis, seperti penggunaan gembok ganda, pemasangan alarm, hingga memarkirkan kendaraan di area yang terpantau CCTV secara langsung.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#CuranmorPekanbaru #MalingMotor #NMAXHilang #PolsekSukajadi #PoldaRiau #KriminalitasPekanbaru #BeritaRiau #WaspadaCuranmor #KeamananLingkungan #InfoPekanbaru

 
Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PLN PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini