Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

MA Kaji Rusun Negara di IKN untuk Standar Nasional


Duta Nusantara Merdeka | IKN 
Rencana rusun hakim Mahkamah Agung di IKN mulai dimatangkan. Tim Naskah Urgensi MA mengunjungi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada Rabu, 29 April 2026, untuk mengkaji desain hunian negara bagi aparatur peradilan.

Audiensi berlangsung di Gedung Kemenko 3 Tower 1, IKN, dan diterima Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Aswin Grandiarto Sukahar. Fokus utama pembahasan adalah integrasi kawasan perkantoran dan hunian hakim.

Desain Kawasan Yudikatif dan Rusun Hakim

Aswin Grandiarto Sukahar menjelaskan, gedung Mahkamah Agung akan dibangun dalam satu kawasan bersama Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Kawasan itu diberi nama Kompleks Kawasan Perkantoran Yudikatif.

Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan OIKN, Cakra Nagara, memaparkan rencana teknis. Gedung kantor MA akan berdiri di atas lahan sekitar 79.179 meter persegi.

Kompleks tersebut terdiri dari tiga bangunan, masing-masing lima lantai, dengan target penyelesaian pada Januari 2028. Skema ini dirancang untuk mendukung integrasi kerja lembaga yudikatif.

Hunian Dekat Kantor dan Efisiensi Mobilitas

Selain gedung perkantoran, OIKN juga merancang rumah susun negara khusus untuk MA. Lokasinya berjarak sekitar 1,2 kilometer dari kantor, memungkinkan mobilitas jalan kaki bagi pegawai.

Cakra Nagara menyebut rusun tersebut terdiri dari tiga tipe. Tipe 65 akan dibangun empat tower, tipe 45 sebanyak enam tower, dan tipe 390 sebanyak lima tower.

Pembangunan rusun ditargetkan rampung pada Januari 2029. Fasilitas ini diharapkan menjadi standar nasional bagi hunian hakim di berbagai daerah.

Anggota Tim Naskah Urgensi MA, Fikri Habibi, menegaskan kunjungan ini bertujuan mencari acuan desain. “Desain dari rumah susun negara di OIKN diharapkan dapat menjadi benchmark,” ujarnya.

Dalam kunjungan lapangan, tim melihat langsung fasilitas rusun yang telah dibangun. Pengalaman ini penting untuk memastikan kebijakan tidak berhenti di atas kertas.

Jika desain ini berjalan sesuai rencana, konsep hunian terintegrasi bisa menjadi model baru. Bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari sistem kerja yang lebih efisien.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

PCM Medan Denai Gelar Workshop Pendidikan Bermutu



Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medan Denai Menggelar Kegiatan Workshop Pendidikan Bermutu dengan Tema Strategi Marketing Sekolah Muhammadiyah Optimasi Target SPMB yang dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah 23 Terpadu Full Day Medan Jl. Denai GG. Mulajadi Mandala Medan (30/4).

Kegiatan Workshop ini Menampilkan dua Orang Narasumber yakni Assoc. Prof. Dr. Rizka Harfiani, S.Pd.I, MA dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Kota Medan, Drs. Ali Nurdin, MA. Workshop ini dihadiri oleh Seluruh Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Pendidik yang berada dalam Ruang Lingkup Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Medan Denai.

Selain itu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Denai juga Melibatkan Seluruh Stakeholder yang berada di Cabang Medan Denai dengan Mengundang Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) serta Ortom, Majelis Se Cabang Medan Denai dengan tujuan Bersama untuk Memajukan AUM di Medan Denai.


Ketua PCM Medan Denai, Harun Al Rasyid, S.Pd.I menyampaikan bahwa Workshop ini digelar sebagai salah satu Pilar Pendidikan dan Mutu Sekolah Muhammadiyah maka melalui Workshop ini nantinya akan menjadikan Pendidik Profesional, Modern dan Berinovasi serta menciptakan Suasana Sekolah yang Islami. Ujarnya.

Harun menambahkan Workshop ini, seperti yang sering diadakan di lingkungan Dikdasmen Muhammadiyah, menegaskan bahwa mutu pendidikan di sekolah Muhammadiyah merupakan upaya komprehensif (komprehensif) untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu dan berkarakter mulia, Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk Persiapan dalam menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang nantinya dapat diimplementasikan dengan harapan semakin Banyak Masyarakat Menyekolahkan anaknya di Sekolah Muhammadiyah.
Share:

Terkuak di Sidang, Misri Dibayar Rp35 Juta Kasus Nurhadi


Duta Nusantara Merdeka | Mataram 
Fakta sidang pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi kembali mengemuka. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 12 Januari 2026, saksi Misri Puspitatari mengaku menerima total sekitar Rp35 juta dari terdakwa Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Pengakuan itu membuka detail baru aliran uang dalam kasus yang menewaskan Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Jaksa menilai ada perbedaan antara keterangan saksi dan isi dakwaan.

Aliran Uang dan Perbedaan Keterangan Saksi

Perwakilan jaksa penuntut umum, Budi Mukhlish, menjelaskan uang Rp35 juta diberikan bertahap oleh Kompol I Made Yogi Purusa Utama kepada Misri.

“Pada intinya, tadi dalam surat dakwaan kan (terima) Rp10 juta sehari, ternyata dapatnya Rp35 juta,” ujar Budi Mukhlish di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (12/1/2026).

Rinciannya, Misri menerima transfer awal Rp2 juta. Kemudian Rp10 juta diberikan secara tunai saat bertemu di Gili Trawangan.

Selanjutnya, Rp10 juta disebut untuk kontrak rumah. Sisa Rp10 juta lainnya diberikan karena Misri memperpanjang masa tinggalnya selama dua hari.

Dalam sidang yang sama, jaksa juga mengungkap adanya pemberian uang Rp5,5 juta kepada teman kencan terdakwa Gde Aris Candra Widianto.

Sidang Tertutup dan Posisi Saksi Mahkota

Majelis hakim yang diketuai Lalu Moh. Sandi Iramaya memutuskan sidang digelar tertutup. Pertimbangannya, perkara ini mengandung unsur asusila dan melibatkan saksi perempuan.

Misri sendiri disebut sebagai saksi mahkota karena berada di lokasi saat Brigadir Muhammad Nurhadi diduga dianiaya hingga tewas.

Korban mengalami luka fatal berupa pendarahan di kepala belakang serta patah pangkal lidah. Peristiwa itu terjadi di Villa Tekek The Beach House Resort, Gili Trawangan.

Jaksa berencana mengonfrontasi keterangan Misri dengan saksi lain, Meylani Putri, untuk menguji konsistensi kesaksian.

Dalam pengalaman saya mengikuti sidang-sidang besar, konfrontasi seperti ini kerap menjadi titik balik. Di situlah hakim biasanya mengukur siapa yang paling mendekati fakta.

Kasus ini masih jauh dari putusan akhir. Namun satu hal mulai jelas: aliran uang dan relasi antar pihak menjadi kunci untuk mengurai kronologi kematian Brigadir Nurhadi.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Ducati Siapkan Grandstands Mugello, Ini Fasilitasnya


Duta Nusantara Merdeka | Italia
Tiket Ducati Grandstands Mugello MotoGP 2026 resmi dibuka. Ducati mengumumkan penjualan kursi khusus bagi penggemar jelang MotoGP Italia yang berlangsung 29–31 Mei 2026 di Sirkuit Mugello, Italia.

Ducati Grandstands akan menjadi titik kumpul utama para Ducatisti pada 30–31 Mei. Lokasinya berada di tikungan Correntaio dan area Central Bronze Grandstand, menawarkan jarak pandang sangat dekat ke lintasan.

Ducati Grandstands Mugello dan Daya Tarik Balapan

Pabrikan asal Borgo Panigale itu menyiapkan pengalaman menonton yang lebih imersif. Dari tribun tersebut, penonton bisa menyaksikan manuver menyalip, duel pengereman, hingga momen krusial balapan.

Nama-nama besar seperti Marc Márquez dan Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team akan menjadi magnet utama. Selain itu, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team juga akan turun lintasan.

Álex Márquez dan Fermín Aldeguer dari BK8 Gresini Racing Team melengkapi deretan pembalap yang akan tampil. Komposisi ini membuat MotoGP Italia 2026 diprediksi berlangsung ketat.

Fasilitas dan Strategi Pengalaman Fans

Ducati tidak hanya menjual kursi, tetapi juga paket pengalaman. Tiket Ducati Grandstands Mugello MotoGP 2026 sudah termasuk parkir khusus kendaraan, layanan penitipan perlengkapan, dan Fan Kit resmi.

Fan Kit tersebut berisi kaus dan topi Ducati, yang menjadi identitas komunitas Ducatisti selama balapan berlangsung. Kehadiran layar raksasa juga membantu penonton mengikuti seluruh jalannya lomba.

Tiket berlaku untuk dua hari utama, termasuk Sprint Race pada Sabtu dan balapan utama Minggu. Pengunjung juga bisa memilih tiket khusus hari Minggu saja.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren MotoGP memang bergeser. Penonton tidak lagi sekadar mencari kursi terbaik, tetapi pengalaman menyeluruh. Ducati tampaknya membaca kebutuhan ini dengan cukup jeli.

Dengan pendekatan tersebut, Ducati Grandstands bukan hanya tribun, melainkan strategi memperkuat loyalitas merek sekaligus mendekatkan pembalap dengan penggemarnya.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 

Share:

Strategi Koperasi Desa Merah Putih Berbasis Merek Kolektif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Strategi koperasi desa merah putih berbasis merek kolektif menjadi sorotan dalam peluncuran buku “Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif” karya Dr. Dewi Tenty di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KDMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini telah membentuk 80.081 unit.

Pemerintah menargetkan koperasi menjadi penggerak ekonomi desa di tengah tekanan ekonomi nasional. Namun, tantangan lama seperti lemahnya kontribusi terhadap PDB masih membayangi.

Koperasi Desa Merah Putih dan Masalah Klasik

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai kondisi ekonomi sedang tidak ringan. Rupiah melemah, harga energi naik, dan efisiensi perusahaan berdampak pada daya beli masyarakat.

“Hari ini kita bicara dalam konteks tekanan ekonomi luar biasa. Harga naik, PHK terjadi, daya beli tertekan,” ujar Bambang Soesatyo.

Di sisi lain, Dr. Dewi Tenty mengingatkan realitas yang jarang dibahas. Indonesia memang memiliki jumlah koperasi terbesar di dunia, tetapi kontribusinya terhadap PDB masih sekitar 5,1 persen.

Saya pernah mendatangi koperasi di pinggiran Yogyakarta. Kantornya rapi, papan nama besar, tapi aktivitas minim. Pengurus mengaku kesulitan menggerakkan anggota. Di situ terasa, problem koperasi bukan sekadar struktur, tapi partisipasi.

Merek Kolektif dan Taruhan Reformasi Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan pemerintah ingin mengubah arah koperasi ke sektor riil. Fokusnya bukan lagi dominasi simpan pinjam, melainkan produksi dan distribusi.

“Kalau swasta dan BUMN maju, koperasi tertinggal jauh. Ini yang diminta Presiden untuk kita kejar,” kata Ferry.

Program ini ditopang anggaran besar, sekitar Rp3 miliar per koperasi. Totalnya bisa mencapai Rp240 triliun untuk 80.000 unit.

Dr. Dewi Tenty menawarkan pendekatan berbeda melalui merek kolektif. Menurutnya, model ini sudah terbukti di negara maju seperti Jepang, Amerika, hingga kawasan Skandinavia.

“Merek kolektif menjadi identitas komunal. Anggota fokus produksi, koperasi mengurus standar dan pasar,” ujar Dewi.

Ia juga menekankan pentingnya militansi anggota. Dalam konsep dual identity, anggota bukan hanya pengguna, tetapi juga pemilik koperasi.

Pengalaman meliput UMKM menunjukkan pola yang sama. Produk lokal sering bagus, tetapi kalah di branding dan konsistensi. Merek kolektif bisa menjembatani, jika tata kelola disiplin.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi koperasi desa merah putih berbasis merek kolektif akan bergantung pada kualitas SDM, bukan sekadar jumlah koperasi.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Eks Puteri Indonesia Riau Ditangkap, Kasus Dokter Ilegal Terbongkar


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kasus praktik dokter kecantikan ilegal di Pekanbaru kembali mencuat. Seorang perempuan berinisial JRF, eks Puteri Indonesia Riau, ditangkap Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau pada Selasa, 27 April 2026. Ia diduga menjalankan tindakan medis tanpa kompetensi resmi.

Penangkapan dilakukan di Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, setelah JRF dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Polisi menyebut praktiknya telah memakan korban dengan luka serius.

Dugaan Praktik Medis Tanpa Kompetensi

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menyatakan tersangka diduga mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan medis kepada pasien.

“Tersangka diduga mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan medis terhadap korban,” ujar Ade Kuncoro, Rabu, 29 April 2026.

Kasus ini mencuat setelah laporan korban berinisial NS. Ia mengalami komplikasi serius usai menjalani prosedur facelift dan eyebrow facelift di Klinik Arauna Beauty, Jalan Tengku Bey, Pekanbaru.

Dampak Serius bagi Korban dan Pengawasan Lemah

Menurut polisi, tindakan yang dilakukan tersangka menyebabkan pendarahan hingga infeksi berat di wajah dan kepala korban. Kondisi ini menunjukkan prosedur dilakukan tanpa standar medis yang benar.

“Setelah tindakan tersebut, korban mengalami pendarahan hingga infeksi serius,” kata Ade.

Fenomena ini menyoroti celah pengawasan praktik layanan kecantikan. Di lapangan, banyak klinik beroperasi tanpa tenaga medis bersertifikat, sementara masyarakat kerap tergiur hasil cepat dengan biaya lebih murah.

Pengalaman pribadi penulis beberapa tahun lalu saat meliput kasus serupa di Surabaya menunjukkan pola yang mirip: pelaku memanfaatkan kepercayaan publik, mengandalkan citra, bukan kompetensi.

Kasus JRF menjadi pengingat bahwa sektor estetika bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan layanan medis yang membutuhkan standar ketat. Tanpa itu, konsekuensinya bisa berujung pada kerusakan permanen.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

FORSIMEMA Nilai Keterbukaan MA RI Dorong Kepercayaan Publik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) mengapresiasi keterbukaan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) dalam membangun dialog dengan insan pers. Pertemuan berlangsung dalam suasana halalbihalal di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Sejumlah pimpinan MA hadir, termasuk Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Suharto, S.H., M.Hum., serta Kepala Badan Urusan Administrasi merangkap Plt Humas MA Dr. Soebandi, S.H., M.H. Forum ini menjadi ruang diskusi isu strategis peradilan dan kebebasan pers.

Dialog Keterbukaan MA RI dan Media

Keterbukaan MA RI dalam forum ini terlihat dari kehadiran langsung jajaran pimpinan, termasuk Hakim Agung sekaligus Juru Bicara MA, Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa komunikasi publik mulai dipandang sebagai kebutuhan, bukan beban.

Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., yang baru dilantik sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA, juga sempat hadir. Meski singkat, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan media sebelum mendampingi Ketua MA, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.

Saya teringat satu momen saat meliput sidang besar beberapa tahun lalu. Akses informasi saat itu terasa kaku, bahkan untuk konfirmasi sederhana. Forum seperti ini menunjukkan perubahan, meski tentu belum sempurna.

Dr. Soebandi menegaskan pentingnya transparansi. “Keterbukaan informasi adalah kunci dalam menciptakan sistem peradilan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Isu Kebebasan Pers dan Reformasi Peradilan

Dalam dialog, Wakil Ketua MA Suharto menegaskan batasan bagi hakim. Ia menyebut hakim tidak diperkenankan memberi komentar pribadi terkait perkara, demi menjaga independensi lembaga peradilan.

“Hubungan yang baik dengan media adalah bagian penting dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik,” kata Suharto dalam diskusi yang berlangsung terbuka.

Isu perlindungan jurnalis juga mengemuka. Sejumlah wartawan menyoroti potensi kriminalisasi saat meliput perkara sensitif. MA merespons dengan menekankan keseimbangan antara kebebasan pers dan kepatuhan hukum.

Diskusi turut menyinggung reformasi internal MA, mulai dari modernisasi sistem, kenaikan tunjangan hakim hingga 280 persen pada 2026, hingga penguatan pengawasan untuk mencegah korupsi.

FORSIMEMA mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap MA mencapai 76,6 persen pada awal 2026. Ketua Umum FORSIMEMA, Syamsul Bahri, menilai capaian itu tidak lepas dari konsistensi keterbukaan informasi.

“Kepercayaan publik adalah aset paling berharga,” ujar Syamsul.

Penasihat FORSIMEMA, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. yang akrab disapa Hoky, menilai forum ini sebagai tanda perubahan pola komunikasi. Dari yang semula satu arah, kini mulai menjadi dialog yang lebih setara.

Ia juga menyambut rencana coffee morning rutin dua bulanan antara MA dan media. Menurutnya, langkah ini bisa memperkuat akses informasi dan memperjelas pedoman peliputan perkara.

Di ujung acara, kesimpulannya sederhana: transparansi bukan lagi pilihan tambahan. Ia sudah menjadi kebutuhan dasar bagi lembaga peradilan yang ingin tetap dipercaya publik.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Aset Lelang Properti Murah 2026, Rumah123-BSI Buka Akses


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Rumah123 bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka akses 1.200 aset lelang properti melalui platform digital. Inisiatif ini menawarkan harga hingga 56,8 persen lebih rendah dibanding pasar reguler.

Kolaborasi ini menandai langkah pertama bank syariah di Indonesia yang mendigitalisasi portofolio aset lelang secara nasional. Targetnya jelas: mempercepat kepemilikan rumah di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Aset Lelang Properti Murah 2026 Jadi Alternatif Nyata

Data internal Rumah123 menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang makin sensitif terhadap harga. Pencarian properti kini condong ke segmen lebih terjangkau, bahkan sebagian beralih ke opsi sewa.

Di titik ini, aset lelang muncul sebagai alternatif rasional. Rata-rata harganya 56,8 persen lebih rendah dari pasar, bahkan bisa mencapai efisiensi 79,6 persen, terutama pada aset komersial seperti gudang.

CEO Rumah123, Wasudewan, menyebut integrasi ini sebagai bagian dari evolusi ekosistem properti digital. “Kami melihat pergeseran perilaku konsumen ke arah value dan transparansi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, kehadiran 1.200 aset dari BSI memperluas pilihan, mulai dari rumah tapak hingga properti komersial. Platform juga dilengkapi panduan agar pengguna memahami risiko dan proses lelang.

Digitalisasi BSI dan Jaminan Kepastian Hukum

Dari sisi perbankan, BSI menekankan aspek legalitas. Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, Immadha Handy Kusuma, memastikan setiap aset telah diverifikasi secara hukum.

“Setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli,” kata Immadha.

Pernyataan ini penting. Selama ini, stigma soal kerumitan hukum menjadi penghambat utama minat terhadap aset lelang. Digitalisasi diharapkan mengikis persepsi tersebut.

BSI juga memanfaatkan skema ini untuk mempercepat pemulihan aset di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Di sisi lain, masyarakat mendapat akses hunian berbasis syariah dengan harga lebih kompetitif.

Rumah123 sebagai aggregator memastikan seluruh listing memenuhi standar kelayakan, termasuk aspek legalitas dan prinsip syariah. Ini menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan pasar.

Kolaborasi ini pada akhirnya bukan sekadar soal diskon harga. Ia mencerminkan perubahan struktur pasar properti, di mana transparansi, efisiensi, dan akses digital menjadi kunci.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT Persit ke-80, Penanaman Mangrove Bengkalis Jadi Sorotan


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Peringatan Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke-80 tak hanya diisi seremoni. Di pesisir Kabupaten Bengkalis, Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama jajaran Korem 031/Wira Bima memilih turun langsung menanam mangrove sebagai pesan nyata menjaga lingkungan, Selasa, 28 April 2026.

Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama Ketua Persit KCK Pengurus Daerah XIX/Tuanku Tambusai dalam kegiatan itu. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 juga ikut terlibat langsung di lapangan.

Penanaman Mangrove Bengkalis Jadi Langkah Nyata

Kegiatan penanaman mangrove Bengkalis ini bukan sekadar agenda simbolis. Wilayah pesisir Bengkalis selama ini menghadapi ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai dan berdampak pada kehidupan warga sekitar.

Mangrove dipilih karena menjadi benteng alami yang efektif menahan abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut. Akar-akar tanaman ini mampu menahan sedimen dan memperkuat bibir pantai dari hempasan gelombang.

Karena itu, Brigjen TNI Agustatius Sitepu bersama Pangdam XIX/TT ikut menanam langsung bibit mangrove di lokasi kegiatan. Kehadiran pimpinan di lapangan memberi pesan bahwa urusan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan pada slogan.

Libatkan TNI, Pemda, dan Masyarakat

Kegiatan ini melibatkan prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Pemerintah Daerah Bengkalis, serta masyarakat setempat. Ratusan bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai sebagai upaya pemulihan kawasan pesisir.

Kolaborasi semacam ini penting. Sebab, menjaga pesisir tidak bisa selesai dalam satu hari. Perlu konsistensi, perawatan, dan kesadaran bersama agar tanaman yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh menjadi perlindungan jangka panjang.

Di banyak daerah, program serupa sering berhenti setelah foto bersama selesai. Bengkalis tentu berharap berbeda. Penanaman ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih berkelanjutan.

Momentum HUT Persit ke-80 akhirnya menjadi pengingat sederhana: menjaga negara tidak selalu lewat barisan dan senjata, tetapi juga lewat lumpur pesisir dan bibit mangrove yang ditanam dengan tangan sendiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

IKAL Lemhannas Soroti Keamanan Siber Nasional Berbasis AI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ancaman siber global kini tak lagi sekadar isu teknologi, melainkan sudah menyentuh langsung aspek ketahanan nasional. Itu menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) DKI Jakarta bertema Penguatan Keamanan Siber Nasional Berbasis Artificial Intelligence dalam Menghadapi Ancaman Siber Global di Jakarta, Rabu (29/04/2026).

Forum ini menghadirkan pakar nasional dan internasional di bidang cybersecurity dan artificial intelligence (AI), dengan lebih dari 200 peserta hadir langsung dan lebih dari 400 peserta mengikuti secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Keamanan Siber Nasional Tak Bisa Lagi Ditunda

Seminar tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, hingga pemangku kepentingan untuk membahas meningkatnya ancaman siber yang makin kompleks. Percepatan pemanfaatan AI dinilai menjadi pisau bermata dua: membantu pertahanan, sekaligus mempercepat serangan.

Ketua Umum IKAL Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan Indonesia perlu memperkuat tiga pilar utama: strategic, people, dan technology.

Menurut dia, tanpa strategi yang matang, sumber daya manusia unggul, dan penguasaan teknologi yang kuat, kedaulatan digital Indonesia akan berada dalam posisi rawan.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam beberapa tahun terakhir, publik berkali-kali dikejutkan oleh kebocoran data dan gangguan layanan digital. Hal yang dulu dianggap urusan belakang layar, kini langsung terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari.

Senada, Ketua IKAL DKI Jakarta, Sylviana Murni, juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun literasi keamanan siber melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Sektor Publik dan Utilitas Jadi Titik Rawan

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin yang diwakili Anugrah Esa, mengingatkan sektor utilitas publik menjadi salah satu titik paling rentan terhadap serangan siber.

Menurutnya, infrastruktur air bukan sekadar layanan biasa, tetapi menyangkut keselamatan publik. Serangan terhadap sistem air dapat mengubah parameter kimia dan berisiko membahayakan masyarakat.

Ini bukan ancaman yang jauh. Di sejumlah negara, serangan terhadap sistem air bersih pernah memicu alarm serius. Bayangkan jika air yang dipakai masyarakat setiap hari justru menjadi sumber bahaya akibat kelengahan digital.

Dalam sesi utama, Dr. Ian Josef Matheus Edward, dosen Teknik Telekomunikasi ITB, menjelaskan bahwa AI telah mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental.

“Serangan yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini dapat dilakukan dalam hitungan menit dengan bantuan AI,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari rendahnya investasi keamanan siber hingga tingginya kerentanan di sektor publik dan BUMN.

Meski begitu, Ian menegaskan talenta digital Indonesia sebenarnya mampu bersaing di level global. Persoalannya, banyak SDM IT dalam negeri belum mendapat apresiasi yang layak.

Karena itu, ia mendorong pergeseran menuju sistem pertahanan siber berbasis AI yang mampu bekerja secara otonom dan real-time, sekaligus membangun ekosistem nasional yang lebih serius menghargai talenta digital bangsa.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Mahkamah Agung Perkuat Keterbukaan Informasi Bersama Jurnalis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar silaturahmi bersama puluhan jurnalis media cetak, elektronik, dan online di Ruang Pleno Lantai 2, Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (29/04/2026). Pertemuan ini menegaskan upaya MA memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dengan insan pers.

Forum itu menghadirkan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Suharto, Hakim Agung Kamar Perdata Heru Pramono, serta Kepala Badan Urusan Administrasi Sobandi sebagai moderator. Fokus utama diskusi adalah transparansi peradilan, akses informasi hukum, dan peran media dalam menjaga akuntabilitas lembaga peradilan.

Sinergi Mahkamah Agung dan Media Bukan Hubungan Baru

Suharto menegaskan hubungan antara Mahkamah Agung dan media massa sudah terjalin lama. Menurut dia, relasi itu bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan kemitraan strategis untuk membangun pemahaman publik terhadap proses hukum.

Di ruang redaksi, saya sering melihat satu putusan pengadilan bisa menimbulkan tafsir berbeda hanya karena informasi awal yang tidak lengkap. Dari situ terlihat, akses informasi yang jelas memang bukan pelengkap, melainkan kebutuhan utama.

Suharto mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang benar, objektif, dan mudah dipahami, terutama terkait kebijakan dan putusan pengadilan yang berdampak luas.

“Sinergi antara Mahkamah Agung dan insan pers sangat penting. Media memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan,” ujar Suharto.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Karena itu, komunikasi antara MA dan media harus terus diperkuat.

Peran Jurnalis dalam Menjaga Informasi Hukum yang Bertanggung Jawab

Hakim Agung Kamar Perdata Heru Pramono menilai media memiliki posisi penting dalam menyebarkan informasi hukum yang akurat kepada masyarakat. Ia menekankan, jurnalis tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga memberi pemahaman yang utuh.

Heru, yang pernah menjadi juru bicara di Pengadilan Tinggi Jakarta, menyoroti pentingnya etika peliputan perkara sensitif. Menurutnya, ada batas yang harus dijaga, terutama menyangkut privasi para pihak.

“Termasuk menjaga privasi para pihak. Misalnya terhadap perkara yang menyangkut anak, perceraian, dan lain-lain,” ujar mantan Panitera MA tersebut.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam praktiknya, kecepatan berita sering berbenturan dengan kehati-hatian. Di situlah kualitas jurnalisme diuji.

Forum Dialog untuk Peradilan yang Lebih Transparan

Sobandi menilai forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat dan berkelanjutan antara Mahkamah Agung dan media. Menurut dia, ruang dialog semacam ini membantu menyamakan persepsi dalam penyampaian informasi publik.

Diskusi berlangsung dinamis. Para jurnalis menyampaikan masukan soal pola komunikasi kelembagaan, akses informasi, hingga kebutuhan masyarakat terhadap informasi hukum yang cepat, akurat, dan terpercaya.

Mahkamah Agung berharap pemberitaan tentang lembaga peradilan semakin konstruktif dan edukatif. Bukan hanya soal putusan, tetapi juga tentang bagaimana publik memahami wajah peradilan Indonesia secara utuh.

Silaturahmi ini menjadi penanda bahwa keterbukaan informasi Mahkamah Agung bukan sekadar slogan, melainkan pekerjaan yang harus dijaga bersama.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Ristadi: KSPN Dorong Upah Minimum Lebih Adil


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah konfederasi serikat pekerja menggelar konferensi pers menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta, Rabu (29/04/2026). Dengan mengusung tema Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan, peringatan May Day tahun ini bukan lagi sekadar panggung tuntutan keras, melainkan penyampaian aspirasi sekaligus bentuk apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas sejumlah respons pemerintah terhadap isu ketenagakerjaan.

“Besok itu sebetulnya sebagai wujud ucapan terima kasih ke Pak Presiden atas sebagian besar aspirasi pekerja buruh Indonesia yang sudah dipenuhi,” ujar Ristadi kepada awak media usai konferensi pers.

Isu yang kembali ditekankan antara lain pembentukan Satgas PHK, aturan pekerja outsourcing, hingga percepatan pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT).

Menurut Ristadi, persoalan paling mendasar masih berkutat pada ketimpangan upah minimum antarwilayah.

Upah Minimum Dinilai Masih Jomplang

KSPN menilai sistem upah minimum saat ini belum mencerminkan rasa keadilan. Buruh di sektor yang sama, dengan jam kerja serupa, bisa menerima gaji yang sangat berbeda hanya karena bekerja di kota yang berbeda.

Ia mencontohkan pekerja sektor otomotif di Yogyakarta dan Karawang. Selisih upah keduanya bisa mencapai 2,5 kali lipat.

“Kami menuntut upah yang berkeadilan, berimbang, dan adil,” kata Ristadi.

Menurut dia, alasan perbedaan biaya hidup tak selalu relevan. Berdasarkan survei internal serikat pekerja, kebutuhan hidup layak di Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan Karawang.

Harga beras sama, BBM sama, biaya kos pun nyaris setara. Bahkan Yogyakarta sebagai kota pendidikan justru memiliki beban hidup tersendiri.

“Kalau sistem upah sekarang ini jomplang, sampai Yogyakarta sama Karawang beda 2,5 kali lipat, itu tidak adil,” ujarnya.

Ia mengatakan aspirasi soal upah minimum berkeadilan sudah disampaikan ke DPR dan akan didorong masuk dalam pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

Revisi Aturan Outsourcing dan Omnibus Law

Selain soal upah, serikat buruh juga menyoroti klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law Cipta Kerja. Ristadi menegaskan, Mahkamah Konstitusi telah memerintahkan pembaruan, bukan sekadar revisi.

Salah satu titik benturan ada pada aturan outsourcing. Dalam Omnibus Law, skema itu dinilai terlalu longgar dan memberi ruang lebih besar bagi perusahaan.

Sementara pemerintah disebut berencana mengubahnya agar kembali mendekati Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Pak Presiden sudah menyampaikan akan merubah itu, minimal kembali ke UU Nomor 13 Tahun 2003,” katanya.

Artinya, jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan akan dibatasi dan masa kerjanya tidak lagi sebebas sebelumnya.

Biasanya, setiap kali isu outsourcing dibahas, respons buruh selalu cepat: cemas. Sebab di lapangan, status kerja yang tidak pasti sering kali lebih menakutkan daripada angka gaji yang kecil.

Harapan Buruh untuk Pemerintah

Menjelang May Day 2026 yang rencananya dihadiri Presiden Prabowo, buruh membawa empat harapan utama.

Pertama, membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat yang masih menganggur.

Kedua, memperkuat perlindungan bagi pekerja agar ancaman PHK tidak terus menghantui.

Ketiga, mendukung industri dalam negeri lewat modernisasi teknologi, insentif modal, pajak ringan, dan pemberantasan impor ilegal.

Keempat, meningkatkan kesejahteraan buruh melalui kenaikan upah dan perluasan jaminan sosial.

Bagi pekerja, May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bahwa stabilitas ekonomi nasional selalu punya wajah yang paling nyata: dapur rumah tangga buruh.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Elly Rosita: Buruh Sambut May Day 2026, Soroti PHK dan Outsourcing


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perayaan May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, diproyeksikan menjadi panggung besar konsolidasi buruh nasional. Sebanyak 24 konfederasi serikat pekerja dipastikan terlibat, dengan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung bersama para pimpinan serikat pada 1 Mei 2026.

Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni Hari Buruh Internasional. Buruh justru menjadikannya ruang untuk menagih komitmen pemerintah terkait ratifikasi konvensi ILO, perlindungan pekerja ojek online, revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, hingga pembentukan Satgas PHK.

Presiden KSBSI Elly Rosita menyebut kehadiran Presiden selama dua tahun berturut-turut menjadi sinyal penting bagi gerakan buruh. Menurut dia, hal itu bukan kekuatan satu orang, melainkan hasil dari kekuatan kolektif serikat pekerja.

“Di negara mana pun ini tidak mudah, tapi ini adalah kekuatan kolektif serikat buruh, bukan kekuatan satu orang,” ujar Elly Rosita dalam konferensi pers perayaan May Day 2026 di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang buruh tekstil di Tangerang tahun lalu. Ia bilang, yang paling melelahkan bukan jam kerja panjang, tetapi rasa tidak pasti apakah bulan depan masih bekerja atau justru terkena PHK. Kalimat itu terasa relevan hingga hari ini.

Buruh Dorong Pengumuman Soal PHK dan Outsourcing

Elly berharap Presiden Prabowo mengumumkan ratifikasi Konvensi 188 yang sebelumnya sudah dijanjikan. Selain itu, buruh juga meminta ratifikasi Konvensi 190 tentang kekerasan di tempat kerja.

Pekerja ojek online juga masuk dalam daftar perhatian utama. Buruh menilai kelompok ini membutuhkan perlindungan hukum dan jaminan kesejahteraan yang lebih jelas.

Tak hanya itu, serikat pekerja juga meminta pernyataan resmi soal Undang-Undang Ketenagakerjaan yang ditargetkan disahkan pada September atau Oktober 2026.

“Lalu di statement beliau nanti akan kita minta dan bisikkan supaya beliau ber-statement tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan,” kata Elly.

May Day Dinilai Bukan Sekadar Perayaan

Dalam forum yang sama, pimpinan serikat pekerja menepis anggapan bahwa May Day hanya seremoni tahunan tanpa substansi. Mereka menegaskan tema besar tahun ini adalah perjuangan nyata untuk perlindungan dan keadilan buruh.

Data pengangguran menjadi alasan utama. Serikat pekerja mencatat sekitar 7,2 juta rakyat Indonesia masih menganggur, sementara 11 juta lainnya masuk kategori setengah pengangguran dan rentan kehilangan pekerjaan.

Setiap tahun, sekitar 2 juta angkatan kerja baru juga masuk ke pasar kerja. Tekanan itu membuat isu PHK, outsourcing, dan upah layak menjadi semakin mendesak.

“Perayaan May Day secara bersama-sama dan Pak Prabowo hadir, ini adalah wujud kepedulian luar biasa dari pemerintah terhadap pekerja buruh Indonesia,” ujar salah satu pimpinan konfederasi.

Panitia juga meminta seluruh peserta menjaga ketertiban, terutama saat pembagian makan siang dan sembako usai salat Jumat. Pengamanan akan diperketat bersama aparat kepolisian.

Tema May Day 2026 adalah “Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan.”

Bagi buruh, tema itu sederhana, tetapi sangat nyata: kerja yang aman, upah yang cukup, dan pulang ke rumah tanpa dihantui ketakutan kehilangan pekerjaan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

May Day 2026: Prabowo dan Buruh Siapkan Kejutan Besar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perayaan May Day 2026 dipastikan menjadi salah satu momentum terbesar gerakan buruh tahun ini. Sejumlah konfederasi serikat pekerja menyiapkan kehadiran sekitar 400 ribu massa dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Kamis, 1 Mei 2026.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, seluruh presiden konfederasi buruh akan duduk bersama Presiden Prabowo Subianto di panggung utama. Situasi ini dinilai menjadi sinyal penting bahwa isu kesejahteraan buruh kembali masuk ke pusat perhatian negara.

“Seluruh presiden konfederasi akan bersama Presiden Republik Indonesia di panggung utama. Ini menjadi simbol bahwa perjuangan buruh harus didengar langsung oleh kepala negara,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers perayaan May Day 2026 di Jakarta, Rabu (29/04/2026).

Bagi kalangan buruh, May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Saya masih ingat, beberapa tahun lalu seorang pekerja pabrik di Bekasi pernah berkata, yang mereka tunggu bukan panggung megah, melainkan keputusan nyata soal upah dan kepastian kerja. Tahun ini, harapan itu terasa lebih besar.

Agenda Besar May Day 2026

Panitia membuka pintu masuk sejak pukul 05.30 WIB melalui dua akses utama dan satu pintu tambahan yang dirahasiakan untuk kepentingan keamanan. Peserta yang berada di area dekat Presiden juga dilarang membawa tas agar pemeriksaan berjalan cepat.

Pengamanan dilakukan ketat. Panitia menegaskan akan bertindak tegas terhadap penyusup atau pihak yang mencoba memprovokasi kerusuhan. Satuan tugas dari berbagai organisasi buruh seperti: Garda Metal, SP KEP, KSPN, hingga Brigade akan bekerja sama dengan Paspampres dan Kepolisian.

Jumlah peserta yang sudah terkonfirmasi mencapai sekitar 400 ribu orang. Sebanyak 211 ribu berasal dari unsur buruh, ditambah komunitas ojek online yang juga menjadi bagian penting dalam agenda tahun ini.

Kejutan Presiden untuk Kesejahteraan Buruh

Andi Gani menyebut Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan sejumlah pengumuman penting. Salah satunya terkait kesejahteraan pengemudi ojek online, ratifikasi ILO, hingga kebijakan lain yang menyentuh langsung nasib pekerja.

Selain itu, kabar mengenai regulasi outsourcing dan pembentukan Satgas PHK juga diharapkan terbit sebelum perayaan May Day berlangsung. Dua isu ini menjadi perhatian besar karena gelombang efisiensi perusahaan belakangan mulai memicu kecemasan pekerja.

Urutan acara dimulai dari menyanyikan Indonesia Raya, pidato para presiden konfederasi, pidato Presiden Republik Indonesia, lalu ditutup dengan lagu perjuangan Internationale dan lagu kebangsaan lainnya.

Panitia juga menyiapkan lima titik salat Jumat lengkap dengan fasilitas wudu. Acara diperkirakan selesai pukul 17.00 WIB.

Hadiah Khusus dan Pesan Simbolik

Presiden disebut menyiapkan kaus khusus yang desainnya dibuat langsung bersama pimpinan buruh sejak Maret 2026. Selain itu, payung juga disediakan khusus untuk buruh perempuan agar tidak kepanasan selama acara.

Ada pula hadiah tambahan yang akan dibagikan setelah salat Jumat. Panitia menyebut seluruh pembiayaan, mulai dari kaus, panggung, konsumsi hingga fasilitas lainnya, tidak menggunakan APBN.

“Semua murni dari donasi pihak-pihak yang peduli terhadap gerakan buruh. Tidak ada satu rupiah pun dari APBN,” kata Andi Gani.

Tema May Day 2026 sendiri adalah “Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan.”

Tema itu terdengar sederhana, tetapi bagi buruh, maknanya selalu sama: bekerja dengan layak, pulang dengan tenang, dan hidup tanpa rasa cemas soal besok.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan. 

Dalam peringatan satu tahun perjalanan program itu di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, di Jakarta, Rabu (29/04/2026), pemerintah menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah berasrama, melainkan model pengentasan kemiskinan yang menyasar seluruh keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pendekatan ini dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini nyaris tak terlihat oleh sistem, mereka yang hidup dalam kemiskinan turun-temurun dan sulit keluar dari lingkaran tersebut.

Sekolah Rakyat Menyasar Warga yang Selama Ini Tak Terlihat

“Biasanya anak orang miskin, anaknya tetap miskin. Kita harus berani merubah,” ujar Gus Ipul, menirukan pesan Presiden Prabowo Subianto dalam forum tersebut.

Ia menyebut mereka sebagai invisible people, kelompok yang kerap luput dari perhatian meski hidup sangat dekat. Ada keluarga yang hanya mampu makan sekali sehari, ada pula orang tua yang tak sanggup menebus ijazah anaknya karena tunggakan sekolah.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan hampir 4 juta anak usia sekolah belum sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Mayoritas tersendat saat hendak masuk jenjang SMA.

Miniatur Pengentasan Kemiskinan, Bukan Sekadar Ruang Kelas

Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Anak disekolahkan, orang tua diberdayakan, rumah tidak layak huni diperbaiki, dan keluarga didorong masuk ekosistem ekonomi melalui Koperasi Merah Putih.

Target akhirnya jelas: keluarga keluar dari daftar penerima bantuan sosial dan menjadi mandiri.

Sekolah ini juga tidak membuka pendaftaran umum. Negara justru melakukan outreach berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS), mendatangi rumah warga, lalu memastikan anak usia sekolah tetap mendapat akses pendidikan.

Tidak ada tes akademik. Anak yang mengalami trauma, korban KDRT, bahkan yang pernah terpapar narkoba tetap diterima dengan pendekatan rehabilitasi lebih dulu.

Abdul Muhaimin: Sekolah Rakyat Harus Jadi Game Changer

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan Sekolah Rakyat harus menjadi pengubah permainan dalam penanggulangan kemiskinan nasional.

Menurut dia, saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi di 34 provinsi. Program itu diperkuat melalui Perpres Nomor 120 Tahun 2025 dan sinkronisasi data lewat Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

“Sekolah Rakyat adalah solusi Indonesia mengatasi kemiskinan dengan pemberdayaan,” kata Muhaimin.

Setelah sembilan bulan berjalan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak lebih sehat, lebih disiplin, dan lebih percaya diri. Bagi sebagian dari mereka, makan tiga kali sehari saja dulu terasa seperti kemewahan.

Kini, negara ingin memastikan mereka tidak lagi menjadi angka statistik kemiskinan, melainkan generasi baru yang mampu mengubah nasib keluarganya sendiri.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Kodam XIX/TT Terima 36 Mobil Damkar untuk Antisipasi Karhutla


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menerima 36 unit mobil pemadam kebakaran bantuan Kementerian Pertahanan RI untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Penyerahan berlangsung di Lapangan Apel Makodam XIX/TT, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan itu dipimpin Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., serta dihadiri Pejabat Utama Kodam dan para Komandan Satuan jajaran Kodam XIX/TT. Bantuan ini dinilai menjadi langkah strategis menghadapi ancaman karhutla yang hampir setiap tahun menjadi persoalan serius di dua wilayah tersebut.

Distribusi Mobil Damkar untuk Satuan Jajaran

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada Pasilog Kodim 0315/Tanjungpinang, Kodim 0301/Pekanbaru, Brigif 89/GG, dan Yonarhanud 13/PBY.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu sambutan Kasdam XIX/Tuanku Tambusai. Dalam arahannya, Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan bahwa kendaraan operasional ini bukan sekadar tambahan armada, melainkan bagian dari kesiapsiagaan satuan menghadapi bencana.

Di Riau, musim kemarau kerap membawa kekhawatiran lama: asap, lahan terbakar, dan aktivitas warga yang terganggu. Banyak masyarakat masih mengingat bagaimana kabut asap pernah melumpuhkan sekolah hingga penerbangan. Karena itu, tambahan armada seperti ini bukan perkara kecil.

“Dukungan ini harus dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan penuh tanggung jawab, serta digunakan secara profesional, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Brigjen TNI Rudi Hermawan dalam sambutannya, Selasa (28/4/2026).

Fokus Perkuat Penanganan Karhutla

Kasdam menekankan seluruh kendaraan operasional yang diterima harus benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam penanggulangan karhutla dan kesiapsiagaan bencana lainnya.

Bagi banyak daerah di Riau dan Kepri, mobil damkar sering kali menjadi garda pertama saat api mulai meluas. Dalam sejumlah kasus, kecepatan respons hanya ditentukan oleh satu hal sederhana: seberapa cepat armada tiba di lokasi.

Karena itu, distribusi 36 unit mobil damkar ini diharapkan memperkuat respons lapangan sekaligus mempererat sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis, penandatanganan berita acara serah terima, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta sesi foto bersama.

Dengan tambahan armada tersebut, Kodam XIX/TT menargetkan penanganan karhutla di wilayah tugas menjadi lebih cepat, terukur, dan efektif, terutama menjelang musim rawan kebakaran pada pertengahan tahun.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

25 Tokoh Teken Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia di ICC


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia secara resmi dideklarasikan di Islamic Culture Center (ICC) Jakarta, Selasa (28/4/2026). Sebanyak 25 tokoh menandatangani deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat hubungan sosial, budaya, pendidikan, hingga kerja sama internasional antara Indonesia dan Iran.

Deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua Panitia Jalaluddin Tapau Jahidin. Forum ini menegaskan posisinya sebagai gerakan masyarakat sipil yang mendorong perdamaian dunia, perdagangan global, dakwah internasional, serta penguatan pendidikan dan teknologi.

Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia

Dalam naskah deklarasi, poin pertama menegaskan komitmen menjaga dan mengawal perdamaian dunia yang kekal dan abadi. Pesan ini menjadi dasar utama pembentukan forum tersebut.

Poin kedua menyoroti kesiapan membangun kerja sama di bidang perdagangan global. Langkah ini dinilai penting karena hubungan antarnegara hari ini tidak hanya ditentukan diplomasi politik, tetapi juga kekuatan ekonomi masyarakat.

Poin ketiga deklarasi menyebut kerja sama untuk melakukan dakwah internasional. Jalaluddin menilai hubungan keislaman antara Iran dan Indonesia memiliki akar sejarah panjang yang perlu diperkuat lewat ruang dialog terbuka.

“Ini bukan government, tetapi murni dari masyarakat, tidak mewakili pemerintah. Kita ingin membentuk Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia,” ujar Jalaluddin.

Menurut dia, pemilihan kata “masyarakat” menegaskan semangat musyawarah dan ukhuwah, bukan agenda politik praktis.

Fokus Pendidikan, Teknologi, dan Peradaban

Poin keempat deklarasi menegaskan kesiapan bekerja sama di bidang pendidikan dan teknologi. Jalaluddin menyebut sektor ini menjadi fondasi penting untuk hubungan jangka panjang yang lebih konkret.

Banyak kerja sama gagal karena berhenti di seremoni. Pendidikan dan teknologi justru menjadi ukuran apakah sebuah persaudaraan benar-benar dibangun atau hanya berhenti di spanduk acara.

Poin kelima bahkan lebih besar: menjadikan Iran dan Indonesia sebagai pusat budaya dan peradaban dunia. Gagasan ini memang ambisius, tetapi bukan sesuatu yang mustahil jika ditopang kerja nyata.

Dalam forum itu, peserta juga menekankan pentingnya pertukaran gagasan lintas budaya agar hubungan kedua negara tidak hanya bersifat simbolik.

Deklarasi ini diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi yang lebih luas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga penguatan posisi budaya Iran dan Indonesia di tingkat global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT Silaturahmi ke Bengkalis


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/TT dalam kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Daerah Bengkalis, Selasa, 28 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., MMP bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka, menandai hubungan yang selama ini terjalin cukup harmonis antara kedua institusi.

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT ke Bengkalis

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XIX/TT menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara TNI dan pemerintah daerah. Menurut dia, sinergi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia menilai stabilitas wilayah tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan keamanan semata. Pemerintah daerah, aparat teritorial, dan masyarakat harus bergerak dalam irama yang sama.

Di lapangan, hal seperti ini sering terlihat sederhana—sekadar kunjungan dan jamuan singkat. Namun, pengalaman menunjukkan banyak persoalan daerah justru selesai dari meja silaturahmi, bukan dari ruang rapat yang terlalu formal.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menambahkan bahwa silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, kehadiran TNI harus terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan posisi TNI bukan hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan publik.

Bupati Bengkalis Apresiasi Dukungan TNI

Bupati Bengkalis Kasmarni menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan dukungan jajaran TNI terhadap berbagai agenda pembangunan di wilayahnya.

Menurut dia, hubungan yang selama ini terjalin perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, terutama dalam menjaga rasa aman dan nyaman.

Kasmarni berharap kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis semakin solid ke depan. Dengan begitu, pembangunan daerah dapat berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa sinergi TNI dan pemerintah daerah tetap menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga Bengkalis tetap stabil dan berkembang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia, Ini Agenda Besarnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia resmi dideklarasikan di Islamic Culture Center (ICC) Jakarta, Selasa (28/04/2026). Forum ini dibentuk sebagai ruang silaturahmi masyarakat sipil untuk memperkuat hubungan sosial, budaya, dan keislaman antara Indonesia dan Iran, tanpa membawa kepentingan pemerintah.

Deklarasi itu juga ditandai dengan penyerahan piagam kepada Direktur ICC yang diwakili Kepala Departemen Tabligh dan Budaya ICC, Muhammad Zaki Amami. Kehadiran tokoh lintas daerah mempertegas bahwa forum ini ingin bergerak sebagai simpul persaudaraan nasional.

Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia

Ketua Umum Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia, KH. Abu Hasan atau Abuya Hasan, menegaskan forum ini tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ia berharap deklarasi ini melahirkan kerja nyata yang berdampak panjang.

“Semoga pada nantinya peradaban, khususnya di Kabupaten Bondowoso, ada sebuah pembangunan namanya pembangunan Masjid Raya Iran-Indonesia,” ujar Abuya Hasan dalam sambutannya.

Pernyataan itu disambut antusias peserta. Gagasannya sederhana, tetapi pesannya kuat: persaudaraan harus punya jejak nyata, bukan sekadar dokumentasi acara.

Ketua panitia Jalaluddin Tapau Jahidin mengatakan inisiatif ini lahir setelah komunikasi langsung dengan pihak Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Menurut dia, Wakil Duta Besar Iran menyambut positif pembentukan organisasi tersebut.

“Ini bukan government, tetapi murni dari masyarakat, tidak mewakili pemerintah. Kita ingin membentuk Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia,” kata Jalaluddin.

Ia menjelaskan, istilah “masyarakat” dipilih untuk menegaskan semangat musyawarah dan persaudaraan, bukan agenda politik praktis.

Peran Islamic Culture Center Jakarta

Muhammad Zaki Amami menjelaskan ICC merupakan lembaga kebudayaan Islam di bawah naungan Republik Islam Iran yang membuka ruang kerja sama luas dengan masyarakat Indonesia.

Menurut dia, ICC menjadi pusat penghubung budaya Islam dan hubungan sosial kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Brunei.

“Di sini adalah lembaga yang open-minded. Kita memiliki tujuan dan visi bersama sebagaimana Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil alamin,” ujar Zaki.

Zaki yang menempuh pendidikan di Iran lewat beasiswa penuh sejak 2011 hingga 2022 menilai hubungan Indonesia dan Iran memiliki akar sejarah panjang, terutama melalui pengaruh Persia dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Jejak itu, katanya, masih terasa dari Sumatera hingga Aceh. Kadang sejarah memang tidak ramai dibicarakan, tetapi pengaruhnya tetap hidup dalam budaya dan ingatan masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi ruang baru bagi dialog budaya, penguatan ukhuwah, dan kerja sama masyarakat Iran Indonesia ke depan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 






Share:

Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL Bekasi: 7 Tewas, 81 Luka


Duta Nusantara Merdeka | Bekasi 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperbarui data korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi. Hingga Selasa (28/04/2026), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang, sementara 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat. Korban meninggal dan luka berasal dari rangkaian KRL yang mengalami benturan paling parah dalam insiden tersebut.

Kronologi Tabrakan dan Proses Evakuasi

Peristiwa ini terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di lintasan wilayah Bekasi Timur. Benturan keras membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama karena sejumlah korban ditemukan masih hidup dalam kondisi terjepit.

Tim Basarnas, petugas medis, aparat kepolisian, TNI, serta tim teknis PT KAI bekerja berjam-jam untuk mengevakuasi korban dari badan kereta.

Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Distribusi korban ke banyak rumah sakit dilakukan untuk mempercepat penanganan medis dan menghindari penumpukan pasien di satu lokasi.

Posko Informasi dan Evaluasi Sistem Keselamatan

PT KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban mendapatkan kepastian mengenai kondisi penumpang.

Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL juga dibatasi dan hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Anne Purba.

Insiden ini juga memunculkan pertanyaan publik mengenai sistem persinyalan, koordinasi jalur, serta prosedur keselamatan perjalanan kereta. Evaluasi menyeluruh menjadi penting agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini