Peringatan Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke-80 tak hanya diisi seremoni. Di pesisir Kabupaten Bengkalis, Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama jajaran Korem 031/Wira Bima memilih turun langsung menanam mangrove sebagai pesan nyata menjaga lingkungan, Selasa, 28 April 2026.
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama Ketua Persit KCK Pengurus Daerah XIX/Tuanku Tambusai dalam kegiatan itu. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 juga ikut terlibat langsung di lapangan.
Penanaman Mangrove Bengkalis Jadi Langkah Nyata
Kegiatan penanaman mangrove Bengkalis ini bukan sekadar agenda simbolis. Wilayah pesisir Bengkalis selama ini menghadapi ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai dan berdampak pada kehidupan warga sekitar.
Mangrove dipilih karena menjadi benteng alami yang efektif menahan abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut. Akar-akar tanaman ini mampu menahan sedimen dan memperkuat bibir pantai dari hempasan gelombang.
Karena itu, Brigjen TNI Agustatius Sitepu bersama Pangdam XIX/TT ikut menanam langsung bibit mangrove di lokasi kegiatan. Kehadiran pimpinan di lapangan memberi pesan bahwa urusan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan pada slogan.
Libatkan TNI, Pemda, dan Masyarakat
Kegiatan ini melibatkan prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Pemerintah Daerah Bengkalis, serta masyarakat setempat. Ratusan bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai sebagai upaya pemulihan kawasan pesisir.
Kolaborasi semacam ini penting. Sebab, menjaga pesisir tidak bisa selesai dalam satu hari. Perlu konsistensi, perawatan, dan kesadaran bersama agar tanaman yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh menjadi perlindungan jangka panjang.
Di banyak daerah, program serupa sering berhenti setelah foto bersama selesai. Bengkalis tentu berharap berbeda. Penanaman ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih berkelanjutan.
Momentum HUT Persit ke-80 akhirnya menjadi pengingat sederhana: menjaga negara tidak selalu lewat barisan dan senjata, tetapi juga lewat lumpur pesisir dan bibit mangrove yang ditanam dengan tangan sendiri.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar