Dokter di Swedia mengungkap fakta mengejutkan: 80% kasus stroke sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat lebih sadar sejak dini. Menurut mereka, langkah sederhana seperti mengenali tanda FAST dan menjaga aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, bisa menurunkan risiko stroke secara signifikan.
Saya teringat ketika seorang tetangga, yang semula sehat, tiba-tiba mengalami stroke di usia 45 tahun. Ketidaktahuannya tentang gejala awal membuatnya terlambat mendapat pertolongan. Ini menunjukkan, pengetahuan menjadi benteng paling kuat.
Tanda FAST: Cara Cepat Selamatkan Nyawa
FAST adalah singkatan dari empat tanda stroke yang perlu dikenali: wajah, lengan, bicara, dan waktu. Dokter di Stockholm menegaskan, jika kita bisa mengenali satu tanda saja, maka tindakan cepat ke IGD bisa menyelamatkan nyawa. Misalnya, jika seseorang tiba-tiba wajahnya miring, lengan jatuh, atau bicaranya cadel, waktu berharga tak boleh ditunda.
Selain itu, stroke terjadi saat suplai darah ke otak terhenti. Dokter dari American Stroke Association menjelaskan, ada dua jenis utama: iskemik (ketika pembuluh darah tersumbat) dan hemoragik (pembuluh pecah). Hal ini terjadi lebih cepat dari yang kita sadari, dan setiap menitnya, sel otak bisa mati.
Hidroterapi dan Gaya Hidup Aktif untuk Pemulihan
Bagi mereka yang sudah sembuh dari stroke, hidroterapi menawarkan harapan. Dalam air, beban tubuh berkurang hingga 60%, sehingga otot bisa dilatih tanpa tekanan berlebih. Saya ingat, saat meliput rehabilitasi di sebuah pusat terapi, saya melihat seorang ibu yang semula lumpuh, kini mulai bisa berjalan lagi berkat latihan di kolam.
Dokter Swedia juga menekankan tiga perubahan paling efektif untuk mencegah stroke: rutin cek tekanan darah dengan target sistolik di bawah 130 mmHg, berhenti merokok, dan gerak aktif minimal 30 menit, lima hari dalam seminggu. Ini bukan sekadar saran, melainkan langkah nyata yang sudah terbukti memperpanjang usia dan kualitas hidup.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar