PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis mengejar target pendapatan JTPE 2026 sebesar Rp3,05 triliun, atau tumbuh 10 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,78 triliun. Emiten penyedia solusi keamanan dokumen dan digital ini juga memproyeksikan laba bersih menembus angka Rp412,57 miliar, kendati sempat mencatatkan kontraksi keuangan pada kuartal pertama tahun ini.
Manajemen mengungkapkan bahwa hingga April 2026, perseroan telah berhasil mengamankan sekitar 60 persen dari total target pendapatan tahun fiskal berjalan. Fakta ini menjadi bantalan operasional yang kuat di tengah perlambatan awal tahun.
"Estimasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun 2026 di atas 10 persen," ujar Lukito Budiman, Direktur JTPE, dalam paparan publik secara virtual, Jumat (29/5/2026).
Kinerja Kuartal I Jasuindo dan Realisasi Laba
JTPE mencatatkan penjualan sebesar Rp265,05 miliar. Angka ini turun 23,9 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Rp348,32 miliar pada periode yang sama 2025. Perlambatan ini turut berdampak pada laba bersih perseroan yang terkoreksi 47 persen menjadi Rp27 miliar. Sementara itu, posisi EBITDA perusahaan tercatat senilai Rp40 miliar.
Meski demikian, manajemen enggan merevisi target pendapatan JTPE 2026. Penurunan pada kuartal pertama dievaluasi baru mencerminkan 8,68 persen dari total proyeksi tahunan, dan lonjakan kontrak yang diamankan usai kuartal pertama memberikan kepastian arus kas perusahaan ke depan.
Ekspansi Solusi Keamanan Digital dan Biometrik
Untuk merealisasikan target pertumbuhan dua digit tersebut, JTPE agresif memperluas penetrasi pasar melalui ekspansi solusi keamanan digital. Perusahaan memusatkan kompetensi inti pada manajemen sistem biometrik, pembuatan infrastruktur Radio Frequency Identification (RFID), serta produksi kartu telekomunikasi melalui skema usaha patungan (joint venture) yang strategis.
Lebih jauh, perseroan juga melakukan investasi teknologi biometrik tingkat lanjut guna mengokohkan ekosistem layanannya. "Kami akan mempertahankan keunggulan produk lanjutan dengan berinvestasi dalam teknologi dan keamanan paspor canggih, serta transformasi digital berupa solusi tanda tangan digital," tambah Lukito.
Hingga saat ini, perseroan tercatat telah bertransformasi total dari sekadar pabrik percetakan umum menjadi pemain sentral dalam industri produk keamanan digital berskala global. Portofolio JTPE terus berkembang dari produksi paspor, e-KTP, kartu pembayaran EMV, hingga dokumen kendaraan.
Solusi keamanan ini mendapat kepercayaan penuh dari berbagai klien korporasi raksasa lintas sektor, mulai dari Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, Telkomsel, hingga ekosistem teknologi global seperti Google Play dan Spotify.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























