Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Peresmian dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Program itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Pemerintah ingin koperasi tidak lagi sekadar papan nama, tetapi menjadi pusat distribusi pangan, pengelolaan hasil tani, hingga penggerak usaha warga.
Ribuan Koperasi Desa Mulai Beroperasi
Sebanyak 530 koperasi mulai berjalan di Jawa Timur dan 531 lainnya di Jawa Tengah. Seluruh unit tersebar di sejumlah kabupaten dan kota yang dinilai memiliki basis pertanian dan ekonomi desa cukup kuat.
Setibanya di lokasi, Prabowo lebih dulu meninjau fasilitas Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak. Presiden melihat langsung gudang logistik, sistem distribusi pangan, hingga kesiapan kendaraan operasional koperasi.
Di beberapa desa, model koperasi seperti ini sebenarnya pernah hidup pada era lama, meski banyak yang kemudian mati suri. Bedanya, kali ini pemerintah mencoba memasukkan sistem logistik dan distribusi yang lebih modern agar koperasi tak berhenti sebagai simbol administrasi semata.
Acara peresmian berlangsung sederhana namun padat pejabat. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, kepala daerah, hingga pengurus koperasi daerah hadir dalam agenda tersebut.
Zulhas Sebut Koperasi Instrumen Keadilan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan KDKMP bukan hanya proyek pembangunan fisik. Pemerintah, kata dia, ingin menghadirkan instrumen pemerataan ekonomi langsung ke tingkat desa.
“Inilah wujud ekonomi konstitusional. Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan,” ujar Zulkifli Hasan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut operasionalisasi 1.061 koperasi itu sebagai tonggak bersejarah. Ia menilai belum banyak negara mampu meresmikan ribuan koperasi lengkap dengan sistem, gudang, kendaraan, dan logistik dalam waktu singkat.
“Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah,” kata Prabowo.
Presiden juga menyoroti percepatan pembangunan program tersebut. Menurut dia, pembangunan fisik baru dimulai sekitar November 2025, namun dalam tujuh bulan pemerintah berhasil mengoperasikan lebih dari seribu koperasi.
“Tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000,” ujar Prabowo.
Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penopang Pangan
Pemerintah berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penghubung antara produksi pertanian desa dan kebutuhan pasar. Dengan pola itu, distribusi pangan diharapkan lebih pendek dan harga lebih stabil.
Bagi pemerintah, koperasi kini bukan lagi proyek nostalgia ekonomi lama. Program ini mulai diposisikan sebagai alat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap hidup di desa.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar