Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda ketahanan pangan nasional dengan meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri 2026 di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5).
Langkah itu menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memperluas fokus dari swasembada beras menuju penguatan jagung dan komoditas pangan strategis lain. Di tengah ancaman krisis pangan global, pemerintah tampak ingin memastikan rantai pasok domestik tetap aman.
Pemerintah Perluas Fokus Ketahanan Pangan
Usai mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah kini bergerak lebih agresif memperkuat fondasi pangan nasional. Setelah swasembada beras diklaim tercapai pada 2025, target berikutnya adalah swasembada jagung dan penguatan sektor pangan lainnya.
“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025,” ujar Prasetyo Hadi.
Ia menilai keberhasilan sektor pangan tak lepas dari kerja petani di daerah. Pemerintah, kata dia, hanya menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, sementara hasil akhirnya tetap bergantung pada produktivitas petani.
Di sejumlah desa sentra pangan, cerita soal pupuk langka dan harga gabah yang naik turun masih sering terdengar. Karena itu, pernyataan pemerintah soal stok pangan aman menjadi kabar yang cukup melegakan bagi banyak petani menjelang musim tanam berikutnya.
Cadangan Beras dan Pupuk Disebut Aman
Prasetyo juga mengungkapkan cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog kini mencapai 5,3 juta ton. Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut stok pupuk nasional dalam kondisi surplus. Pemerintah bahkan mulai mengekspor pupuk ke beberapa negara seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.
“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia,” ujar Amran.
Selain swasembada beras, pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Harga pupuk dalam negeri, menurut Amran, turun hingga 20 persen sehingga diharapkan membantu biaya produksi petani.
Gudang Pangan dan Gizi Jadi Fokus Baru
Pembangunan gudang pangan Polri dan operasional SPPG dinilai bukan sekadar proyek logistik. Pemerintah ingin membangun sistem distribusi pangan yang lebih stabil sekaligus memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Di Tuban, agenda itu memperlihatkan bagaimana isu pangan kini tak lagi dipandang semata urusan pertanian. Pemerintah mulai mengaitkannya dengan stabilitas ekonomi, pengendalian harga, hingga ketahanan sosial nasional.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar