Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimanfaatkan Sanggar Seni Batuah Kalimantan Tengah dan Komando Pusaka Adat (KOPPAD) untuk mendorong budaya Dayak menembus panggung internasional lewat film layar lebar berjudul DAYAK.
Kolaborasi itu dipimpin Thoesng T.T Asang, S.Hut., M.M. bersama Dr. Abriantinus, S.H., M.A. Film tersebut saat ini memasuki tahap persiapan produksi dan dalam waktu dekat akan memulai proses syuting.
Sutradara sekaligus penulis skenario DAYAK, Ivan Bandhito, mengatakan film ini akan mengangkat perjalanan sejarah masyarakat Dayak dari seluruh wilayah Kalimantan.
“Secara garis besar film ini mengisahkan tentang sejarah masyarakat DAYAK dari semua Kalimantan,” ujar Ivan Bandhito melalui pesan singkat, Senin, 25 Mei 2026.
Saya sempat menyaksikan beberapa film berlatar budaya daerah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak yang kuat secara visual, tetapi gagal menangkap ruh masyarakatnya. Karena itu, proyek seperti DAYAK menarik perhatian sejak awal diumumkan.
Film DAYAK Gabungkan Sejarah, Mistis, dan Komedi
Ivan menjelaskan, DAYAK bukan film dokumenter murni meski mengangkat unsur sejarah dan budaya. Film itu tetap dikemas sebagai karya fiksi dengan pendekatan dramatik.
Menurut dia, cerita akan memadukan unsur mistis, drama, horor, hingga humor khas masyarakat Dayak yang hidup di berbagai daerah Kalimantan.
Pendekatan itu dipilih agar film terasa lebih dekat dengan penonton luas tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi inti cerita.
Produksi film juga akan melibatkan aktor daerah dari Kalimantan Tengah, Timur, Selatan, Barat, hingga Utara. Sejumlah aktor nasional disebut ikut dipersiapkan untuk bergabung setelah proses seleksi selesai.
Dukungan Pemerintah dan Misi Pariwisata Kalimantan
Ivan Bandhito bukan nama baru dalam film berlatar budaya. Alumni Institut Kesenian Jakarta itu sebelumnya pernah menggarap film bertema budaya Madura, sejarah Sawahlunto di Sumatera Barat, hingga cerita berlatar Kota Medan.
Sejak direncanakan pada 2022, tim produksi memang ingin menjadikan DAYAK sebagai ruang bersama bagi komunitas budaya di Kalimantan.
Selain menjadi tontonan komersial, film ini diharapkan memperkenalkan keindahan Kalimantan sekaligus menjaga keberlangsungan adat Dayak di tengah perubahan zaman.
Proyek DAYAK sejauh ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kapolri RI. Tim produksi berharap dukungan serupa datang dari lebih banyak pihak, termasuk sektor swasta.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar