Film Shaka Oh Shaka produksi Starvision dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026. Disutradarai Dinna Jasanti dan ditulis Rino Sarjono, film ini mengangkat kisah cinta antara penggemar dan idolanya, lengkap dengan konflik karier dan realitas industri hiburan.
Kisah Fans dan Idola yang Tak Sesederhana Mimpi
Cerita berpusat pada Ocel (Arla Ailani), mahasiswi sederhana yang mengidolakan Shaka (Kiesha Alvaro), penyanyi populer. Pertemuan mereka di sebuah konser menjadi titik balik, dari sekadar kagum menjadi hubungan yang lebih dalam.
Namun, relasi itu tidak berjalan mulus. Status hubungan yang harus dirahasiakan demi menjaga citra Shaka menjadi sumber tekanan. Ocel, di sisi lain, mulai mempertanyakan arah hidupnya sendiri yang sempat tertunda.
Kalau ditarik ke pengalaman sehari-hari, dinamika ini terasa dekat. Banyak orang pernah berada di posisi harus “mengalah” demi mimpi orang lain—atau sebaliknya. Di situlah film ini terasa relevan, tidak sekadar romantis.
Realita Industri Hiburan dan Harga Sebuah Popularitas
Trailer resmi memperlihatkan sisi lain dunia musik: naik-turun popularitas, tekanan publik, hingga kompromi personal. Produser Chand Parwez Servia menilai tema ini dekat dengan penonton.
“Bagaimana kita pernah memiliki khayalan untuk bisa dekat dengan idola, dan mengetahui apa yang terjadi di belakang panggung,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dinna Jasanti menambahkan, cerita ini bukan hanya soal cinta. “Ini tentang impian, kenyataan, dan keberanian untuk tetap berkembang,” katanya.
Menariknya, film ini diadaptasi dari novel karya Jocelyn Suherman. Prosesnya panjang—dari ekspresi personal menjadi karya layar lebar. Ada lapisan emosi yang terasa lebih jujur karena berangkat dari pengalaman.
Balutan Musik dan Ensemble Cast
Film ini juga diperkuat deretan lagu, termasuk “Melompat Lebih Tinggi” yang diaransemen ulang oleh Kiesha Alvaro. Musik menjadi elemen penting yang memperkuat emosi cerita.
Selain Kiesha dan Arla, film ini menghadirkan Artika Sari Devi, Joshua Suherman, hingga Dennis Adishwara. Deretan pemain ini memberi warna pada konflik yang tidak hanya soal dua tokoh utama.
Di tengah tren film romantis remaja, Shaka Oh Shaka mencoba masuk lebih dalam—tidak hanya soal jatuh cinta, tapi juga tentang bertahan dan bertumbuh bersama.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar