Paguyuban Dulur Cirebonan menggelar Halal Bihalal pada Minggu, 5 April 2026, di Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri warga Ciayumajakuning serta tokoh nasional, akademisi, dan pemuda dari berbagai daerah.
Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus forum membahas penguatan potensi ekonomi dan pariwisata kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Antusiasme Tinggi, Perkuat Solidaritas Warga
Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menyampaikan bahwa kegiatan diisi tausiyah oleh Ustadz Dr. H. Legisan Samtafsir M.Ag.
Tema yang diangkat menekankan implementasi nilai Ramadhan dan Idul Fitri untuk kebahagiaan hidup serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Rokhmin mengungkapkan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut jumlah peserta mencapai sekitar seribu orang.
“Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekuatan jaringan masyarakat Ciayumajakuning yang luar biasa,” ujarnya.
Potensi Wisata dan Ekonomi Perlu Didorong
Dalam kesempatan itu, Rokhmin memaparkan beragam potensi unggulan Ciayumajakuning, mulai dari wisata pesisir di Cirebon hingga pengembangan kawasan waterfront city.
Selain itu, terdapat destinasi kuliner khas seperti Restoran Nusantara yang berada di kawasan pelabuhan dan menjadi daya tarik wisatawan.
Wilayah Kuningan dan Majalengka menawarkan wisata pegunungan dengan udara sejuk, sementara Indramayu memiliki pantai seperti Tirtamaya dan Eretan.
Di sektor kuliner, makanan khas seperti nasi jamblang, empal gentong, mie koclok, nasi lengko, hingga tahu gejrot dinilai memiliki daya saing tinggi.
Rokhmin juga menyoroti potensi agrikultur, khususnya mangga Indramayu yang mulai menembus pasar ekspor seperti Jepang dan Korea Selatan.
Tak kalah penting, wisata religi seperti keraton di Cirebon dan Makam Sunan Gunung Jati menjadi magnet bagi peziarah domestik dan internasional.
Meski demikian, ia menegaskan tantangan utama adalah mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi riil.
“Yang terpenting bukan hanya potensi, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai magnet ekonomi dan pusat kemakmuran,” tegasnya.
Ia mendorong sinergi pemerintah pusat, daerah, serta investor melalui pemanfaatan APBN dan APBD guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar