Program operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi berjalan secara nasional, Sabtu, 16 Mei 2026. Presiden Republik Indonesia memimpin langsung peresmian melalui video conference yang dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Di Pekanbaru, kegiatan video conference berlangsung di Jalan Embun Pagi, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Agus Hadi Waluyo hadir bersama unsur Forkopimda Provinsi Riau dan jajaran Korem 031/Wira Bima.
Kodam XIX Soroti Penguatan Ekonomi Desa
Peresmian operasionalisasi KDKMP menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat ekonomi berbasis desa dan kelurahan. Pemerintah menargetkan koperasi tidak sekadar menjadi tempat simpan pinjam, melainkan pusat distribusi kebutuhan masyarakat hingga penguatan ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Presiden menilai koperasi desa bisa menjadi alat memperpendek rantai distribusi sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat bawah. Model ini dinilai penting di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang masih fluktuatif di sejumlah daerah.
Suasana vidcon di Pekanbaru berlangsung tertib. Sejumlah pejabat daerah tampak serius menyimak arahan Presiden. Seorang peserta bahkan sempat berbisik bahwa pola koperasi berbasis desa seperti ini mengingatkannya pada masa ketika warung dan lumbung kampung masih menjadi penyangga ekonomi warga saat harga pasar melonjak.
Pangdam XIX Tuanku Tambusai menegaskan jajarannya siap mendukung penuh keberlanjutan program tersebut. Menurut dia, penguatan koperasi desa tidak hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan nasional.
“Program ini bukan hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional dari wilayah pedesaan. Kodam XIX Tuanku Tambusai siap bersinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program ini,” ujar Agus Hadi Waluyo di Pekanbaru, Sabtu, 16 Mei 2026.
KDKMP Dinilai Bisa Tekan Ketimpangan Distribusi
Program KDKMP muncul di tengah dorongan pemerintah memperluas pusat ekonomi baru di daerah. Selama ini, distribusi bahan pokok dan akses usaha kecil masih terkonsentrasi di kota besar.
Di sejumlah desa, koperasi kerap mati suri karena minim pengelolaan dan akses modal. Pemerintah kini mencoba menghidupkan kembali model koperasi dengan pendekatan digital, distribusi pangan, hingga penguatan UMKM lokal.
Kehadiran TNI dan Forkopimda dalam peluncuran nasional ini menunjukkan pemerintah ingin memastikan program berjalan hingga level daerah, bukan berhenti sebagai agenda seremonial.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto































