Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja mengamankan kesepakatan krusial dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos demi memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci ekonomi biru.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/01/2026) bahwa kehadiran Menteri Sakti Wahyu Trenggono membawa misi besar kedaulatan maritim.
Langkah strategis ini terjadi di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026, di mana Presiden Prabowo Subianto turut memaparkan visi "Prabowonomics" yang menekankan modernisasi pesisir di hadapan pemimpin dunia.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret menarik investasi global di tengah ancaman perubahan iklim dan pemanasan suhu laut yang mulai merusak biota perairan Indonesia.
Menteri Trenggono bahkan melakukan lobi eksklusif dengan bos OceanX, Ray Dalio, serta para pangeran Eropa untuk memastikan teknologi riset bawah laut terbaru bisa segera masuk ke nusantara.
Sinergi ini semakin kuat setelah penandatanganan kerja sama dengan WEF sebagai *think tank* dunia, yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru di sektor perikanan berkelanjutan bagi masyarakat.
Doni Ismanto Darwin, Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik menegaskan bahwa "Ocean Impact Summit" di Bali pada Juni 2026 akan menjadi panggung pembuktian Indonesia sebagai hub kelautan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
"Kami ingin menggeser narasi laut yang tadinya hanya soal konservasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nyata," tegas Desri Yanti, Ketua Tim Kerja Kerja Sama Multilateral dalam sesi yang penuh optimisme terhadap masa depan pangan biru.
Langkah berani ini diharapkan menjadi titik balik bagi kesejahteraan nelayan lokal sekaligus menempatkan inovasi teknologi Indonesia dalam peta persaingan ekonomi maritim dunia yang semakin kompetitif dan hijau.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar