Wakil Ketua I Exco Partai Buruh Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menghadiri Kongres Partai Buruh di Jakarta, membawa pesan konsolidasi besar dan perlawanan bagi kepentingan rakyat kecil.
Menase menyampaikan sikap resmi partai terkait agenda reformasi nasional. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap Presiden Partai Buruh Said Iqbal, sekaligus komitmen memperluas basis perjuangan buruh dan masyarakat adat.
Kongres berlangsung di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Menase hadir mewakili Exco Papua Tengah. Agenda membahas arah partai, sikap politik nasional, serta strategi pemenangan Pemilu 2029.
Ia menegaskan Papua Tengah ditargetkan menjadi ikon kemenangan Partai Buruh. Konsolidasi akan digerakkan dari delapan kabupaten hingga kampung, RT, dan RW, melibatkan komunitas adat serta serikat pekerja.
Menurut Menase, sinergi dengan organisasi adat penting agar suara rakyat kecil tersalurkan. “Partai Buruh hadir membuka ruang bicara, memperjuangkan hak buruh, petani, dan masyarakat adat,” ujarnya usai kongres.
Partai Buruh Papua Tengah juga menolak tegas upah murah dan Proyek Strategis Nasional yang dinilai melemahkan otonomi khusus. Kebijakan tersebut dianggap menutup ruang demokrasi dan memperlebar ketimpangan sosial.
Menase menuntut investigasi perusahaan di Papua. Ia menilai kehadiran investor kerap memicu konflik sosial, sementara upah rendah tak sebanding dengan tingginya biaya hidup masyarakat Papua Tengah.
“Kalau gaji tetap rendah, untuk apa perusahaan masuk Papua?” kata Menase. Ia menekankan pentingnya keadilan ekonomi agar pembangunan benar-benar membawa kesejahteraan, bukan sekadar angka investasi.
Target politik pun dipasang berani. Partai Buruh Papua Tengah membidik 20 hingga 50 kursi legislatif. Pendidikan politik akan digencarkan agar masyarakat paham hak demokrasi dan berani bersuara.
Menase memastikan konsolidasi berjalan masif pascakongres. Partai Buruh, katanya, akan terus berada di belakang rakyat kecil, mengawal kebutuhan mereka, sekaligus menjaga marwah demokrasi.
Di tengah dinamika politik nasional, langkah Partai Buruh Papua Tengah menjadi penanda bahwa suara akar rumput masih hidup dan siap menentukan arah masa depan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar